Selamat Datang Jalan!

Loh, kok judulnya Selamat Datang Jalan? Bukannya harusnya Selamat Datang atau Selamat Jalan?

Hehehe.. Tentu saja ucapan ini punya beberapa makna. Pertama tentu saja ucapan perpisahan terhadap blog lama saya. Tak dapat dipungkiri. Alamat URL itu sudah cukup lama melanglang buana (halah) di jagat perbloggingan. Banyak hal yang telah saya alami dan saya coretkan ketikkan di halaman blog itu. Suka, duka, sedih, gembira, ndobos, omong kosong, sok tau, perjalanan, makan-makan, hingga sampe terkena “kasus”.

Kini saatnya saya membuka lembaran blog baru. Banyak sebab hingga akhirnya saya memutuskan untuk menutup lembaran blog lama dan membuka (menginstall) blog baru. Sudah lama sebenernya saya hendak mengadakan migrasi, tetapi entah kenapa niatan tersebut selalu tertunda. Dan sepertinya “kasus” kemarin itu bisa dijadikan “kambing hitam” saya untuk pindah.

Kalo di blog lama dulu isinya ndak mutu, ndak terarah, ndak bertema, dan layak disebut sebagai gembel blog, kini saatnya saya ingin meningkatkan status saya tersebut, menjadi sedikit lebih “terhormat”, yaitu gelandangan blog.

Mungkin isi blog baru saya ini akan lebih membosankan dan ra mutu. Kenapa? Karena saya pengen menuliskan berbagai kisah perjalanan saya yang mungkin wagu dan jauh dari menarik apalagi menegangkan. Ya, saya pengen menyalurkan keinginan tak tercapai saya sebagai reporter atawa pembawa acara petualangan semacam Jelajah atau Koper & Ransel di TransTV itu.

Pengalaman perjalanan saya mungkin gak sebanyak akang yang satu itu. Juga kisah perjalanan saya ndak sedahsyat mbak yang ini. Apalagi kalo dibandingkan sama Pakde yang suka ndobos ini.. Jelas ndak ada apa-apanya!

Itu baru beberapa blogger yang saya kenal. Saya yakin, masih banyak blog-blog yang lebih layak dan menarik untuk dikunjungi lainnya. La makanya, blog saya ini paling cuma nyampah-nyampahi jagat blog saja. Makanya blog ini bisa dibilang gelandangan blog.

Mungkin kisah-kisah yang saya tulis ini bukan kisah-kisah perjalanan atau petualangan yang dahsyat. Kalo pas ada yang ngajakin turing ya turing. Ada yang ngajakin adventuring, naek gunung, susur pantai, jelajah goa, ayuk aja. Nemu makanan enak, kita kupas dengan mak nyus. Atau cuma kelayapan ndak jelas keliling kota, bisa jadi sebuah cerita. Sudah banyak sebenernya yang menggelantung di kepala. Jadi, tunggu saja!

Ya-ya. Semua itu karena kadar stress dan nafsu kebebasan yang terkekang karena ulah TAâ„¢ yang tak kunjung jelas itu. Ditambah situasi dan kondisi di mana akibat ulah eblisâ„¢eblisâ„¢ dan mereka-mereka yang tergabung dalam gerombolan dolan-dolan ini yang membuat saya semakin terjerumus. Sepertinya saya harus banyak-banyak baca, a’udzu billahi minal ibliisâ„¢ wal ibliisâ„¢..

Terus, arti dari Jèng-Jèng itu apa? Jèng-jèng (cara bacanya macam bunyi gitar, jrèng-jrèng, bukan jeng-jeng yang berarti ibu-ibu itu) itu dari bahasa prokemnya anak-anak Semarang. Artinya kurang lebih jalan-jalan. Mungkin ibu guru yang satu ini dan juga mbak yang ini lebih paham. Matur suwun kang Wedhouz atas koreksinya. 🙂

Itulah sebabnya kenapa alamat blog ini saya ganti JengJeng.matriphe.com. Begitu?

Jangan kaget dan jangan protes jikalau nantinya akan sangat banyak foto-foto narsis dengan pose nista banyak bertebaran di blog ini. Silakan siapkan kantong mayat untuk tempat muntah dan minyak angin apabila diperlukan ketika membaca blog ini. 😀

Oke deh, sekian basa-basinya. Tunggu postingan saya selanjutnya!

29 thoughts on “Selamat Datang Jalan!”

  1. HUUUU… GAK valid kalo blognya judulnya jengjeng,
    tapi blom jeng-jeng ke Semarang!

    Ayo, imlek rame lho, monik katanya mo kesini, sisan wae 😀

  2. koyoné nulisé huruf e salah zam

    e diwoco koyo moco kebo
    é diwoco koyo moco pétruk
    è diwoco koyo moco bèbèk

    dadi nulisé kuduné jèng-jèng

  3. Syukurlah, engkau telah insyap, hijrah ke tempat dan keadaan yang baru, yang sebenar-benarnya, yang sesungguh-sungguhnya … smakin mengerikan 😀 … Selamat Jalan Datang … wekekek :p

  4. Ditambah situasi dan kondisi di mana akibat ulah eblis™-eblis™ dan mereka-mereka yang tergabung dalam gerombolan dolan-dolan ini yang membuat saya semakin terjerumus. Sepertinya saya harus banyak-banyak baca, a’udzu billahi minal ibliis™ wal ibliis™..

    amiiinnn…….

  5. waaaa waaaa waaaa.. mengerikaaaaaannnn…. matriphe bangkit dari kuburrrrrrr…. waaaaaa….. tolooooongggg….. raja eblesâ„¢ bangkit lagi menebar ancamannya (ancaman berupa ajakan jeng jeng).. tolooooongg..

  6. hidup itu indah…..
    jeng-jeng! jeng-jeng-jeng-jeng!
    jeng-jeng…. jeng jeng jeng……
    tertawa bahagia, hanya SUKA DAN SUKAâ„¢
    ayo kita segera men-jeng-jeng-i semarang!!!
    OK
    salm jeng-jeng!!
    yuukkkkkk…….

  7. jadi ceritanya kembali ke awal nich mulai dari 0 ? yowis eike manut wae asyikk..asyikk… mo liat poto-poto narsis 😀

    ngga semua postingan diblog lama ngga bermutu lah ada yg malah sempet saya save as dan ternyata ada gunanya soalnya sekarang dah ditutup ma sampeyan 😀

  8. Wahhhhhhh, lama ga kesini ko jadi beda? hehe.. kaget nih..

    Met Valentinan ama yayanknya yaak.. masih ama yang dulu kan yang orang Jepang? xixixi

Comments are closed.