Ritual Susu Segar Shi Jack

Warung Shi Jack

Ada sebuah ritual yang selalu saya lakukan kalo pas pulang ke Solo. Sebuah ritual untuk melepaskan rasa kangen dan semacam ungkapan “welcome home”. Ritual itu adalah menikmati hidangan susu segar khas warung Shi Jack.

Setelah cukup lama saya tidak melakukan ritual itu, dan akhirnya Sabtu kemarin hasrat saya itu pun terpenuhi. Selepas Maghrib, di bawah guyuran gerimis mengundang, saya pun segera mancal Kaze-R saya untuk menuju ke arah timur laut, pulang ke Solo.

Sampai di Solo lepas Isya. Wah, dingin-dingin seperti ini memang ajib kalo kita menyeruput segelas Susu Madu Jahe khas Shi Jack itu.. =p~

Continue reading Ritual Susu Segar Shi Jack

Pecel Nasi Merah Bumbu Wijen (Pecel Ndeso)

Pecel Nasi Merah Bumbu Wijen

Gara-gara Fany cerita tentang jeng-jengnya ke Solo, saya jadi kangen rumah. Apalagi saya jarang pulang karena kalo setiap kali pulang saya selalu ditodong dengan pertanyaan mematikan, “kapan kawin kapan lulus?”, oleh bapak-ibu saya. :((

Yang paling saya kangeni tentu saja makanan-makanan enak khasnya. Nah, salah satu makanan khas yang sulit ditemukan di kota-kota lain, bahkan di Solo sendiri mungkin susah ditemukan, adalah Pecel Nasi Merah Bumbu Wijen! =p~

Continue reading Pecel Nasi Merah Bumbu Wijen (Pecel Ndeso)

SKJ 88

Senam Kesegaran Jasmani

Ketika saya jeng-jeng di dunia maya, secara tak sengaja saya menemukan sebuah lagu yang unik dan menarik. Gimana ndak menarik, lagu ini mampu membangkitkan kembali kenangan dan nostalgia saya dulu ketika SD, yaitu diadakannya Senam Kesegaran Jasmani alias SKJ setiap hari Jumat pagi.

Temen-temen yang seangkatan dengan saya mungkin pernah mengalami masa-masa SKJ ini. Seingat saya, ada 2 jenis SKJ yang pernah saya alami, yaitu SKJ 88 dan SKJ 92. Ya, angka-angka itu adalah angka di mana gerakan senam ini dibuat, yaitu pada tahun 1988 dan 1992. Bahkan SKJ 92 ini masih eksis hingga saya SMP. 🙂

Continue reading SKJ 88

Galeri Narsis

Galeri Narsis

Hasrat narsis, sepertinya menjadi hal yang lumrah di kalangan blogger. Tak jarang terdengar ungkapan, bloggers are narsis. Hasrat narsis biasanya terungkap melalui foto, postingan, atau bermacam hal. Dan yang paling banyak terjadi adalah narsis melalui foto! :)>-

Nah, untuk menyalurkan hasrat narsis tersebut, sekaligus sharing foto-foto yang semakin banyak memenuhi hardisk, saya pun memutuskan memasang plugin fGallery bikinan Fredrik Fahlstad yang tentunya sudah saya acak-acak agar sesuai dengan theme. 😀

Kenapa ndak pake Flickr, Friendster, atau Multiply saja? Ah, saya lebih suka make tempat sendiri. Lagian fasilitas yang ditawarkan di tempat-tempat itu kurang bisa “diacak-acak”. >:)

Foto-foto yang termuat di galeri narsis tersebut adalah foto-foto dokumentasi per-jeng-jeng-an saya yang ndak sempet termuat dalam postingan. Saya yakin ndak semua orang mau menjelajahi galeri saya itu. Tapi yang pasti, galeri itu saya pasang untuk dokumentasi pribadi. :p

Kalo sampeyan kurang kerjaan dan kelebihan bandwidth, sumonggo jelajah galeri narsis saya tersebut. 😉 Jangan lupa siapkan wadah untuk tempat muntah! :))

<!–Updated: Cara menampilkannya di blog (sebuah tutorial sederhana).–>

Update: Fitur ini sudah dimatikan. 🙂

Telepon Subuh Hari

Nelpon sambil tidur

Pernah nggak, kamu lagi enak-enak tidur, terus diganggu oleh telepon yang ndak mutu, ndak jelas, dan ngeselin?

Semalam menjelang Subuh tadi saya mengalami. Nyawa masih loading, eh la kok diajak ngobrol. Udah gitu, obrolannya NDAK PENTING SAMA SEKALI. Kopret!!

Apakah ini masih dalam rangka April Mop? Saya rasa ini ndak lucu!!

Orang tidur itu kan nyawanya sedang menggantung. Makanya, sampeyan jangan sekali-sekali ngerjain orang yang lagi tidur. Kalo nyawanya ndak balik lagi gara-gara jasadnya sampeyan kerjain, apa ndak repot itu?

Continue reading Telepon Subuh Hari

Grebeg LOENPIA Sekaten

Loenpia vs CahAndong

Hari Jumat, 30 Maret 2007, Jogja kembali geger genjik udan kirik. Setelah musibah jatuhnya Garuda beberapa waktu yang lalu, Jogja kini diserang oleh para tukang Loenpia!!

Kali ini pasukan Loenpia datang tak tanggung-tanggung. Dengan mengendarai sebuah panser abu-abu, berjumlah 9 ribu trilyun pasukan, mereka meng-gruduk markas CahAndong.

Setelah mendapat informasi dari intelejen dan mata-mata, kami mendapatkan informasi mengenai target operasi, waktu, dan estimasi kekuatan yang akan dikerahkan Loenpia.

Ciloko mencit!! Pasukan CahAndong malah banyak yang lagi hiatus. Dengan segera kami menyusun startegi dan persiapan serangan balasan.

Tim-tim elit pun dipanggil. Prajurit-prajurit tangguh pun direkrut. Dari sekian banyak pasukan Andong, ternyata hanya mereka-mereka yang terpilih lah yang siap sedia membela bangsa, negara, dan tanah air.

Kali ini target operasi kita adalah Prosesi Kondur Gangsa, Grebeg Sekaten, dan Taman Sari (lagi).

Continue reading Grebeg LOENPIA Sekaten