Kopdar Bersama Budi Putra

Bertemu Budi Putra

Hari Senin, 17 September 2007 kemarin, saya dan temen-temen mendapatkan kesempatan bagus, bertemu dengan salah satu tokoh penting di blogosphere, Pak Budi Putra.

Acara ketemuan ini sebenernya berawal dari acara Roadshow Nokia Nseries Blogging Workshop yang dilakukan di 5 kota. Kebetulan setelah di Semarang, Jogja menjadi kota tujuan berikutnya sebelum roadshow ini berlanjut ke Surabaya.

Dalam sejarah, acara kopdar kemarin itu adalah acara kopdar paling serius yang pernah saya ikuti. Banyak hal yang secara pribadi saya petik ketika berbincang dan berbagi dengan beliau.

Acara roadshow sendiri berlangsung di SMAN 3 Yogyakarta. Di acara ini anak-anak SMA diperkenalkan dengan promosi terselubung Nokia yang namanya blog.

Sambutan dari gadis-gadis lugu dan polos anak-anak SMA 3 sendiri cukup antusias mengingat ngeblog bisa dibilang hal baru.

Kalo dibandingin dengan anak-anak di Bandung, Jogja bisa dibilang banyak ketinggalan. Di Bandung, anak SMP aja udah ngeblog. Karena memang biasanya ngeblog tu kerjaan para mahasiswa pengangguran mungkin faktor kebiasaan narsisme mengekspresikan diri temen-temen di Jogja masih kurang.

Buat saya, acara ini saya gunakan untuk cuci mata dan meredakan kepenatan. Saya bela-belain bolos kerja demi melihat gadis-gadis SMA yang manis-manis sambil ngabuburit. Ngeliatin gadis manis ndak membatalkan puasa, kan? >:)

Tentunya marchendise dari sponsor ndak luput dari incaran. Walau saya ngincer dapet marchendise hape Nokia Nseries, dapetnya malah pulpen 2 lusin dan notes doank. Dasar nasib.. :-<

Udah gitu mbak-mbak dari sponsor penampilannya menjadi ujian bagi orang yang berpuasa dengan berpakaian yang you-know-lah. =p~ Untung saya puasa, mbak! :-:)

Selain menampilkan Pak Budi Putra, hadir pula blogger senior Jogja yang termasuk tim Asia Blogging Network, Kang Thomas yang didampingi ama Mbak Lala.

Saya kagum sama ke-low profile-an Pak Budi. Saya masih ndak percaya ketika selesai acara roadshow, Pak Budi kembali ke hotel tempatnya menginap menggunakan bis kota! Padahal bisa saja Pak Budi naek taksi, tapi beliau nyante-nyante aja ketika harus naek bis kota. Salut! =D>

Obrolan dilanjutkan di Angkringan Pak Man yang legendaris tersebut pada malamnya. Dengan suasana santai, obrolan mengalir seru. Pak Budi dengan semangat menceritakan berbagai pengalamannya. Topik yang dibahas ya ndak jauh-jauh dari gadget, teknologi, perbloggingan, dan gosip-gosip yang berkembang di blogosphere. ;))

di Angkringan Pak Man

Menurut Pak Budi, blog-blog yang bagus adalah blog-blog dengan tema spesifik, niche. Karena dengan adanya kespesifikan topik, akan memudahkan kategorisasi dan pemetaan blog yang saat ini makin banyak.

“Ngeblog kini bukan hanya kegiatan personal, tapi dia telah berubah fungsi menjadi komunitas, dan komunitas ini adalah sumber daya yang besar”, begitu kata Pak Budi yang masih saya ingat. “Perusahaan-perusahaan mainframe sekarang makin sadar soal pentingnya blog”, tambah beliau.

Saya pun mulai berpikir juga untuk “lebih serius” dalam ngeblog. “Pendapatan saya dari ngeblog lebih besar dari gaji saya ketika masih di Koran Tempo. Apalagi saat itu kerjaan mengganggu aktivitas ngeblog saya, ya sudah, daripada kerjaan ngganggu ngeblog, mending saya berhenti saja dari kerjaan saya”, ungkap Pak Budi.

Pendapatan dari blog ndak harus dari pemasangan iklan macam Google Adsense saja. Kita bisa juga dapat honor dari tulisan kita. Istilah gampangnya, ngeblog terus dibayar. Tentu konten blognya harus bagus dan berkualitas.

Ngeblog dengan kaffah, bukan berarti kita harus bawa kamera ke mana-mana hanya untuk mencari peristiwa-peristiwa yang layak diposting macam wartawan kagetanâ„¢, tapi ngebloglah dengan menulis konten yang sekiranya bisa bermanfaat bagi pembacanya.

Buat apa kita nulis kegiatan sehari-hari kita, misal habis diputus pacar, kucing kesayangan mati, atau dapet gebetan baru. Emangnya lu siapa? :-@

Kecuali kalo dari pengalaman yang ditulis tersebut, pembaca bisa mendapat hal-hal yang berguna. Misal kalo lagi diputusin pacar, mungkin kita bisa sharing dan ngasih tips cara memutuskan pacar yang islami, cara mengatasi rasa frustasi setelah diputus pacar, atau cara paling asyik untuk bunuh diri, misalnya. b-(

Saya juga banyak berdiskusi dengan Kang Thomas. Banyak ilmu baru yang saya dapat dari pengalaman beliau selama ngeblog. Lah dia ini mulai ngeblog pada tahun 98-an je.

Saya yang selama ini ngerasa paling ngerti soal WP, sok pinter dalam koding, paling necis dalam desain, ternyata ndak ada apa-apanya! Pokoke bener-bener malu saya! :”>

Makasih banget buat Kang Thomas atas pencerahannya! 😉

Obrolan kami malam itu pun diakhiri sekitar pukul 11 malem. Hoax namanya kalo cuma ndobos tanpa bukti otentik berupa skrinsut.

Ada komentar dari saya. Pak Budi boleh jago dan total dalam urusan perbloggingan, tapi kalo urusan bergaya di depan kamera, sepertinya bapak harus lebih kaffah dan banyak belajar dari kami, Pak! b-)

Go Go Power Rangers!

40 thoughts on “Kopdar Bersama Budi Putra”

  1. setujuh zam, kopdar semalem ibarat kita kuliah blog..
    banyak ilmu baru…
    semoga pak budi segera belajar dari kita mengenai teknik2 bergaya di depan kamera yang lebih cihuy. *kabur*

  2. “Ngeliatin gadis manis ndak membatalkan puasa, kan?”
    ke rumah makan liat-liat menu juga ndak apa-apa kok mas.
    untuk dua kegiatan itu, asal sampeyan jangan lantas “ngicipi” saja.

  3. “Buat apa kita nulis kegiatan sehari-hari kita, misal habis diputus pacar, kucing kesayangan mati, atau dapet gebetan baru. Emangnya lu siapa? :-@ …”

    Aku ndak setujuu dengan pernyataan tersebut!!

    blog kan asal mulanya dari diary online, bukan jurnal ilmiah online. Diary yah terlepas dari yang baca dapet manfaat apa engga. Cuma sekarang ajah Trend nya lagi bergeser ke nulis sesuatu yang bermanfaat.

    Mungkin ini akibat dari kebosanan nulis sesuatu yang pribadi, pengen cari alternatif cara pandang, atau meningkatkan kualitas nulis. Ditambah tren adsense dan memberdayakan blog dalam hal nominal mata uang.

    Cuma aku loh ga setuju klo pernyataannya kaya gituh. Secara blog tuh dasarnya catatan pribadi kok.

    *yang tersinggung karna tidak bisa menulis yang bermanfaat*

    ;))

  4. “misal habis diputus pacar, kucing kesayangan mati, atau dapet gebetan baru. Emangnya lu siapa?”

    Wah ini isi Blogku banget…minder 🙁

  5. @ Iks:

    Halo, iks..

    Memang, blog tumbuh dari diary online. Memang, isi blog terserah si empunya. Tapi kalo boleh instropeksi, apa menariknya sih kita menulis tentang diri kita? Lalu ada jawaban, “ini kan blog gue, mo ada yang baca or tidak, terserah gue”, la mending nulis di diary aja.

    Lihat saja sekarang blog tumbuh sedemikian pesat. Dan hitung, berapa jumlah blog yang bisa kita dapatkan “sesuatu” darinya. Tentu kita nyari di internet, yang saat ini didominasi oleh blog, sesuatu yang berguna, bukan?

    Kalo kita artis, selebritis, kegiatan sehari-hari kita bisa aja menarik. Sedangkan kita? 😀

    Dan satu lagi, menulis sesuatu yang berguna bukan harus yang bertema serius, bikin pembaca berkerut dahi, ndak seperti itu. Seperti yang saya bilang pada contoh, kita bisa aja nulis pengalaman dan kegiatan kita, tapi dari pengalaman dan kegiatan kita orang bisa dapet “sesuatu”, ndak hanya dapet omelan dan kenarsisan kita aja.

    Tapi sekali lagi. Ini saya kembalikan kepada anda-anda semua. Biar publik yang menilai. Saya cuma berpendapat, dan bila anda berbeda pendapat saya juga welkom.

    Blog kini sudah jadi semacam komunitas. Bukan hanya opini pribadi saja. Sosial network yang terbangun dari blog amatlah besar. Jadi kenapa kita tidak memanfaatkannya dan berkontribusi kepadanya?

    Demikian, mohon maaf kalo ada yang kurang berkenan. 🙂

  6. Mau minta tanda tangan? Atau mau dapetin sms langsung dari hp gw, ingat langsung dari hp gw, gw akan balesin sms dari kamu, ingat langsung dari hp gw, makanya buruan daftar ketik Reg el nama kamu. kirim ke 666…halah

    Bagi gw…internet is my 2nd life

  7. Jadi makin lama…
    diary online akan berubah jadi makalah ato jurnal online ya? ^^v

    Tapi betul juga sih. Lama-lama orang akan bosan sendiri ngebaca kisah orang lain.
    jadi pengen ketemu sm pak Budi.

  8. wah, aku stuju sama mba ika!
    terserah mo ada yg baca apa ga, yg penting isi hati tersalurkan 😀

    eniwei, mba Lala ituh sodaranya temenku loohhh
    *pamer: sok knal* :p

  9. sing mbayar pak budi putra ki sopo? pertanyaanku yg ini blm kejawab sampe sekarang.
    ada gak ya yg mau bayarin kita jadi fulltimer kyk dia ya, zam? :))

  10. tidak ada kata ‘harus’ untuk menulis sebuah blog ya. mau pake theme atau tidak.. semua disesuaikan dg kepentingan dan keinginan pribadi. bagaimana bisa dibilang sebagai ‘blogosphere’ jk semua isinya hanya serius. hayooo…

    nulis pengalaman hati diputus pacar, bisa menambah ‘info’ n sharing buat yg lain lohhh.. hehe.. mungkin akan berbeda ‘nilai’nya bagi mereka yg menulis ‘serius’. but toch.. menambah keragaman blogosphere.

    zam, isi potonya ko penuh dg wajah2 yg pernah ta tamui ya?? 😕

Comments are closed.