Serabi Ngampin Ambarawa Nan Segar

Serabi Ngampin siap dimakan

Seperti biasa, kalo pas ngeluyur ke Semarang, saya mencuri-curi waktu untuk keluyuran. Nah, kebetulan hari Jumat kemarin saya pas disuruh ke Semarang untuk urusan kerjaan. 😀

Sip, berhubung beberapa waktu lalu saya sudah kedereng pengen ngeluyur, akhirnya tugas dari juragan itu di mata saya berarti “jengjeng”. >:)

Setelah tugas usai, dalam perjalanan balik ke Jogja, saya menyempatkan diri untuk mencoba salah satu makanan khas Ambarawa, Serabi lempit Ngampin yang banyak dijual sepanjang jalan Jogja-Semarang, tepatnya di daerah Ambarawa.

Continue reading Serabi Ngampin Ambarawa Nan Segar

Bloggernya Jogja Ngaku Lepat

Blonjo Kupat

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, pada tanggal 27 Oktober 2007, di Jakarta akan diadakan perhelatan akbar, Pesta Blogger 2007 di Blitz Megaplex, Jakarta.

Sehari sebelumnya, ada pula acara Muktamar Blogger 1428 H, di Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, malamnya.

Syahdan di dua tempat tersebut akan berkumpul para blogger senior, junior, laki, perempuan, kaya, kere, seleb, gembel, dan sebagainya.

Saya? Saya ndak ikut. Selain karena ndak diundang maupun mendaftarkan diri, saya yang cuma blogger gurem dan gembel ini ndak punya duit sekedar untuk transportasi dan akomodasi ke Jakarta.

Walau begitu, saya ikut mangayubagyo, ikut senang dan mendukung acara berkumpulnya blogger se-Indonesia itu.

Di Jogja, saya ikutan Blonjo Kupat. Selain untuk memeriahkan acara kumpul blogger di Jakarta, ini even diadakan untuk ajang Syawalan, Halal bi Halal, dan insya Allah galang dana buat nyumbang kambing.

Kalo sampeyan? Ikut yang mana? 😉

Makanan Khas Selama Lebaran

Kue Lebaran

Lebaran, selalu identik dengan yang namanya makanan enak. Berbagai makanan yang biasanya ndak nongol di hari-hari biasa, pada keluar semua.

Selain makanan dan kue-kue, tiap daerah tentu punya makanan khas sendiri-sendiri. Membahas soal makanan khas daerah memang mengasyikkan. Selain rasanya yang unik, makanan tersebut kadang membawa filosofi dan cerita tersendiri.

Nah, selama Lebaran kemarin, saya menemukan kembali beberapa makanan khas yang selalu saya rindukan setiap kali ke Surabaya. Walau ndak semuanya bisa saya cicipi kembali, karena makanan-makanan ini pun ternyata sudah mulai jarang ada.

Continue reading Makanan Khas Selama Lebaran

Tradisi Bakda Kupat dan Makna Ketupat

Kupat

Lebaran selalu identik dengan ketupat. Seolah-olah kalo Lebaran tanpa makan ketupat belum Lebaran rasanya, walau ndak ada aturan soal hidangan Lebaran harus ketupat. 😀

Ndak banyak yang tau kenapa ketupat identik dengan Lebaran. Padahal bisa saja ketupat diganti lontong, nasi, sagu, singkong, roti, atau apa pun. Ternyata memang ada makna filosofis tersendiri di balik ketupat, lo. 😉

Seperti yang saya bilang tadi, biasanya ketika Lebaran, hidangan utamanya adalah ketupat. Tapi pada masyarakat Jawa, ketupat biasanya dinikmati seminggu setelah hari raya Idul Fitri.

Kok bisa? Ya, inilah yang namanya tradisi Bakda Kupat (Lebaran Ketupat) yang sering juga disebut Bakda Cilik (Lebaran Kecil). 🙂

Continue reading Tradisi Bakda Kupat dan Makna Ketupat

Blog Action Day: Saya Pengen Bersepeda!

Mari Bersepeda!

Dalam rangka Blog Action Day, yang temanya kali ini soal lingkungan hidup, saya pengen nulis soal keinginan saya untuk jeng-jeng pake sepeda.

Apa hubungannya? Jelas, dengan bersepeda, kita bisa mengurangi polusi udara akibat pembakaran bahan bakar fosil dari kendaraan bermotor dan tentunya menyehatkan badan. 😀

Saya memang ndak belum punya sepeda. Tapi dalam pikiran saya, saya pengen banget jeng-jeng, keluyuran, menjelajah Jogja nan eksotis ini pake sepeda.

Saya yakin, banyak eksotisme yang tak terungkap sebelumnya akan terkuak ketika kita melihat dari sisi yang beda, dari atas sadel sepeda!

Continue reading Blog Action Day: Saya Pengen Bersepeda!

Selamat Idul Fitri 1428 Hijriyah!

Selamat Idul Fitri 1428 Hijriyah

Selamat Idul Fitri 1428 Hijriyah!

Taqabalallahu minna wa minkum, shiyaamana wa shiyaamakum.

Saya mohon maaf bila selama ini ada postingan, komentar, celetukan, perkataan, atau sikap saya yang kurang berkenan di hati. ^:)^

Begitu juga dengan temen-temen, semua kesalahan sudah saya maafkan. 🙂

Mohon maaf pula jikalau saya ndak sempet berkunjung balik ke blog temen-temen, karena saya hanyalah seorang fakir benwit yang membutuhkan zakat sebesar 2½ MB. :))

Buat yang mudik, semoga selamat sampai tujuan, bertemu sanak keluarga, dan akhirnya kembali lagi ke tempat nguli, dan kembali beraktivitas. 🙂

Saya pulang kampung, dulu! 😉

Nuansa Alam Candi Gedong Songo

Candi Gedong Songo

Hari Rabu, 3 Oktober lalu, saya ngeluyur lagi ke candi. Seperti biasa, petualangan tolol saya kali ini tetep masih tanpa rencana, lebih tepatnya karena tersesat. :))

Petualangan diawali setelah saya menyelesaikan pekerjaan saya di Semarang. Biasanya saya ke Semarang bareng sama majikan saya, sehingga habis kerja ndak bakal bisa keluyuran.

Untungnya hari itu saya sendirian. Niatan untuk jeng-jeng setelah urusan kerjaan usai pun membara di dada. Sepeda motor pun saya pilih sebagai tunggangan dan rekan berpetualang.

Sejak dari Jogja, niat awalnya sih mo ke Bandungan. Tapi apa lacur, sampai di Bandungan saya ndak menemukan obyek yang menarik.

Dasar nasib, mata saya ndak sengaja melihat papan petunjuk ke arah Candi Gedong Songo. Hasrat sok-arkeolog saya pun terusik, dimulailah pendoyokan saya hari itu! >:)

Continue reading Nuansa Alam Candi Gedong Songo

Penghuni Jogja Terbaik?

Penghuni Jogja Terbaik

Penghuni Jogja Terbaik? Heheh.. Rasanya gelar itu terlalu berlebihan. :”>

Tapi itulah gelar yang saya dapat, setidaknya menurut versi LombaBlog Living in Jogja. ;))

Ndak nyangka, blog ndak mutu dengan isi ndak jelas kek gini menang lomba. Padahal isinya sih bukan “living in Jogja”, tapi “keluyuran in Jogja”. :))

Tapi, saya juga mau mengucapkan terima kasih kepada temen-temen atas dukungannya ketika blog ini ikutan lomba. Makasih banget! ^:)^

Continue reading Penghuni Jogja Terbaik?