Es Dawet Durian Kampung Kali

Es dawet durian Kampung Kali

Sebenernya sudah cukup lama saya mendengar legenda Es Dawet Durian Semarang ini, namun berhubung saya buta dengan peta perkulineran Semarang, saya hanya mengira es ini hanya tinggal cerita belaka.

Akhirnya tadi siang saya berhasil menemukan kembali legenda yang hilang tersebut berkat petunjuk dan pencerahan dari Fany. Thanks, Fan! 😉

Panasnya Semarang memang cucok kali untuk nyeruput es. Belum lagi, bulan-bulan begini adalah musim-musim durian. Hoho.. I love durian! =p~

Continue reading Es Dawet Durian Kampung Kali

Candi Ijo, Letaknya Paling Tinggi di Jogja

Candi Ijo, Terletak Paling Tinggi di Jogja

Menuju ke arah selatan dari Petilasan Ratu Boko, kita akan menemukan kompleks candi yang unik. Konon candi ini merupakan candi yang letaknya paling tinggi bila dibandingkan dengan candi-candi lain di Jogja.

Candi Ijo, dinamakan demikian karena candi ini merupakan markas Kolor Ijo terletak di Gumuk Ijo atau Bukit Hijau yang memang eksotis pemandangannya.

Setelah dilanda kepenatan yang amat sangat, berkunjunglah saya bersama doyoker trainee #1 yang merangkap guide saya ke sana untuk sekedar menenangkan pikiran. 🙂

Continue reading Candi Ijo, Letaknya Paling Tinggi di Jogja

Musicademia, Harmony in Diversity

Musicademia, "Harmony in Diversity"

Rabu (21/11) malam, saya dan anak-anak Marko yang tersisa di Jogja, Yudhi ama Sepep yang barusan wisuda plus Didit Kuya, berkesempatan nonton konser Musicademia dengan tajuk “Harmony in Diversity” yang menampilkan Twilite Orchestra yang dikonduktori oleh Addie MS.

Ini kesempatan langka, mengingat saya belum pernah nonton konser semacam ini. Selain itu, ini merupakan acara lain Marko selain bermain tennis karena sudah lama ndak turing. ;))

Kami pun menyebut diri kami MarkoDEMIA! De Marko nonton Musicademia! :))

MarkoJAK? Ah, ndak ada apa-apanya! MarkoJAK mosok kopdar naek TransJakarta terus ngeluyur ke mol! :-j

Continue reading Musicademia, Harmony in Diversity

Martabak Terbalik Aceh

Martabak Terbalik Aceh

Kita biasa mengenal martabak. Tapi pernahkah mendengar Martabak Terbalik?

Ya, martabak ini adalah martabak khas Aceh yang berbeda dari martabak yang biasa kita kenal.

Martabak yang kita kenal selama ini merupakan keturunan dari Martabak Malabar, martabak telor khas dari India.

Lalu bedanya apa dengan martabak biasa? 😕

Continue reading Martabak Terbalik Aceh

Porsi Romusha Shoyu Ramen

Shoyu Ramen

Beberapa waktu yang lalu, Uthie ngiming-imingi saya mi Jepang alias Ramen.

Setelah kemecer dan menelan ludah, akhirnya kemarin itu saya berkesempatan mencicipinya bareng sama Cyapila, juragan JAV Koh Budiyono, dan temen-temen sok nJepang ID-Anime Jogja.

Yang istimewa, warung yang terletak di Jalan Kaliurang Km. 10-an ini ndak seperti restoran-restoran ala Jepang. Bahkan terkesan nJawani. ;))

Porsinya pun, luar biasa! Porsi romusha! :))

Continue reading Porsi Romusha Shoyu Ramen

Candi Barong, Memuja Dewi Kesuburan

Candi Barong, Memohon Kesuburan dari Dewi Sri

Kerinduan saya akan candi kembali terobati. Beberapa hari ini saya ndak bisa konsen kerja karena pikiran ini selalu terbayang-bayang akan batu candi. :))

Hari Ahad (11/11) kemarin, saya dan rekan ndoyok saya kembali berpetualang ke Candi Barong untuk beribadah setelah lama vakum keluyuran.

Petualangan tolol kali ini sedikit beda, karena bisa dibilang petualangan kami kemarin merupakan training dan diklat kepada para doyoker trainee sekaligus memperkenalkan kegiatan ndoyok kepada seorang tamu. :))

Para doyoker trainee itu adalah Annots dan Cyapila, sedangkan tamu kami hari itu adalah seorang mahasiswi tersesat bernama Tika yang ndak kebangetan Ika. 😀

Continue reading Candi Barong, Memuja Dewi Kesuburan

Slogan Pariwisata Indonesia?

Indonesia: Ultimate in Diversity

Pernah denger slogan “Ultimate in Diversity“?

Basbang? Mungkin. Tapi kalo belum, berarti kita kudu tos dulu. :drunk

Sudah lama saya ndak ngangsu pengalaman dari temen-temen Jalansutra. Maklum, semenjak saya jatuh miskin benwit, kran milis yang saya ikuti terpaksa saya hentikan. Termasuk milis paling deras, milisnya Jalansutra.

Beberapa waktu yang lalu, di JS sedang hangat-hangatnya dibicarakan soal slogan resmi yang dilansir Departemen Kebudayaan dan Pariwisata ini.

Slogan “Ultimate in Diversity” dirasa kurang pas, terlalu panjang, dan kurang ear-catchy.

Kemudian temen-temen JS pun mbikin lomba slogan pariwisata ala Jalansutra.

Continue reading Slogan Pariwisata Indonesia?

Nampang di Jawa Pos Radar Jogja

matriphe di Radar Jogja

Ternyata ndak harus jadi seorang seleblog untuk bisa diliput koran. Buktinya, ada seorang gembel kere lusuh fakir benwit yang kok bisa-bisanya nongol beritanya di koran.

Bukan, bukan si gembel itu mbikin sesuatu yang heboh, mbikin aliran baru Al Jengjengiyah Al Islamiyah dan ngaku-aku jadi rasul baru, bukan! Gembel tersebut masuk koran gara-gara BLOG!

Kok bisa? 😕

Continue reading Nampang di Jawa Pos Radar Jogja

Kupat Tahu Magelang nan Garang

Kupat Tahu Magelang

Sehabis kehujanan sejak dari Semarang hingga Magelang, rasanya menyantap hidangan hangat dan mengenyangkan begitu nikmat. =p~

Hehe, seperti biasa. Selepas mburuh di Semarang tadi siang, saya pun memanfaatkan kesempatan tugas luar itu untuk ngeluyur. Dasar buruh ndak berdedikasi! Jam kerja kok malah keluyuran, kek PNS aja.. :))

Kebetulan pas nyampe Magelang, hujan reda. Saya pun singgah sejenak di Masjid Agung Magelang yang berada di sebelah barat alun-alun Kota Magelang untuk sholat Ashar.

Nah, mumpung di Magelang, saya pun pengen nyobain Kupat Tahu yang katanya khas Magelang itu. Saya pun nge-SMS si Berlin, buat nanya lokasi penjual Kupat Tahu Magelang yang sedap di mana.

Continue reading Kupat Tahu Magelang nan Garang