JengJeng Bogor

Bogor

Tunai sudah janji saya kepada njenengan, Pakde! 😀

Ya ya, kemarin itu saya nekat ndoyok ke Bogor, ketemu sama Pakde Mbilung.

Tanpa rencana, tanpa agenda, pokoknya ya langsung datang saja. Namanya juga ndoyok. ;))

Kebetulan saya ada suatu keperluan di Jakarta. Setelah keperluan saya selesai, tanpa banyak mikir saya langsung ngontak Pakde untuk nagih janji beliau soal duren. =p~

Continue reading JengJeng Bogor

Menelusuri Jejak Sejarah Kampung Batik Laweyan

Salah satu sudut Kampung Laweyan

Menelusuri kembali lorong-lorong di antara tembok-tembok di Laweyan membuat saya seakan terlempar ke masa lalu.

Tembok-tembok tua dengan warna yang memudar itu konon menjadi saksi atas masa kejayaan batik Laweyan.

Ndak hanya batik, dari kampung inil pula lahirlah tokoh pergerakan nasional yang ikut berpartisipasi dalam melawan penjajahan, K.H. Samanhudi melalui perkumpulan Serikat Dagang Islam-nya.

Continue reading Menelusuri Jejak Sejarah Kampung Batik Laweyan

JengJeng dan JalanJalan di Solo

Zam JengJeng dan Ina JalanJalan

Beberapa waktu yang lalu, sebuah nomer Jakarta nongol di layar henpon saya.

Saya sempat berpikir mungkinkah ini panggilan interview dari sebuah perusahaan di kota laknat bernama Jakarta itu?

Setelah saya pencet tombol OK untuk menjawab telepon, terdengar suara renyah seorang wanita yang menyapa.

“Halo, ini bener Zam? Saya Ina dari Majalah JalanJalan, temennya Gita Aprikot. Kira-kira kamu bisa bantu saya?”

Continue reading JengJeng dan JalanJalan di Solo

Masjid Perak, Masjid Tertua Kedua di Kotagede

Masjid Perak, Kotagede

Selain Masjid Agung Kotagede, ada masjid tua lainnya yang berada di luar kompleks kraton Mataram Kotagede. Masjid ini adalah Masjid Perak.

Masjid ini mempunya cerita sejarah yang ndak kalah menarik untuk ditelusuri.

Latar belakang masyarakat Kotagede yang religius merupakan faktor utama mengapa masjid besar ini bisa berdiri.

Semangat “memberontak” pakem-pakem kraton yang kaku juga ikut melatarbelakangi pembangunan masjid ini.

Continue reading Masjid Perak, Masjid Tertua Kedua di Kotagede

Langgar Dhuwur Boharen, Kotagede

Langgar Dhuwur tampak belakang

Masyarakat Kotagede yang religius tercermin dari kehidupan sehari-hari mereka.

Nafas-nafas religi yang begitu kuat ini bisa dimaklumi karena Kotagede merupakan salah satu basis organisasi Muhammadiyah sejak dulu.

Masyarakat Jawa jaman dulu yang terkenal memegang teguh tradisi dan ajaran Kejawen yang banyak bernuansa klenik, di Kotagede justru banyak ditinggalkan dan banyak memegang nilai-nilai keagamaan.

Selain terlihat dari kehidupan sehari-hari, kereligiusan itu bahkan bisa terlihat dari corak dan fungsi beberapa bangunan tua yang ada di sini.

Continue reading Langgar Dhuwur Boharen, Kotagede

Sido Semi, Warung Tempo Doeloe Nan Eksotis

Warung Sido Semi, Kotagede

Selain bangunan tua, ternyata di Kotagede ada sebuah warung yang mempunyai suasana tempo doeloe yang khas.

Ndak jauh dari Kompleks Makam Kotagede, sekitar 100 meter ke arah selatan menyusuri Jalan Cantheng, ada sebuah warung yang cukup unik bernama Sido Semi.

Lebih lengkapnya, warung ini bernama “Warung Ys Sido Semi mBok Mul”.

Selain suasana, tentu yang istimewa dari warung ini adalah hidangannya. 😀

Continue reading Sido Semi, Warung Tempo Doeloe Nan Eksotis

Gang Rukunan Kotagede, Potret Kampung Joglo Tua

Di Gang Rukunan, Kotagede

Kotagede mempunyai banyak sekali bangunan-bangunan tua yang bisa dibilang heritage.

Mulai dari peninggalan Kerajaan Mataram, bangunan berarsitektur Jawa-Eropa, hingga perkampungan penduduk yang bangunannya masih asli.

Bangunan-bangunan ini seolah-olah bercerita tentang perkembangan dan persebaran kehidupan sosial-ekonomi di Kotagede.

Masyarakat Kotagede yang awalnya hidup dari sektor agraria dan abdi dalem kraton semakin majemuk semenjak kedatangan kaum Kalang.

Continue reading Gang Rukunan Kotagede, Potret Kampung Joglo Tua

Pantai Pandansari Riwayatmu Kini

Pantai Pandansari yang penuh sampah

Salah satu pantai favorit saya di Jogja adalah Pantai Pandansari.

Keberadaan mercusuar di pantai ini adalah daya tarik tersendiri selain pantainya yang relatif sepi.

Namun saya sangat kecewa melihat keadaannya kini. Pantainya begitu kotor oleh sampah. 🙁

Saya sangat sedih melihat pantai favorit saya ini keadaannya menjadi benar-benar mengenaskan! :((

Continue reading Pantai Pandansari Riwayatmu Kini

Romantisme Nostalgia Es Puter

Menikmati Es Puter

Es Puter. Siapa sih yang ndak kenal Es Puter?

Es krim ala rakyat ini memberikan nuansa nostalgia dan romantisme tersendiri. Namun es ini mulai jarang ditemui karena tergerus oleh es krim-es krim modern cepat saji.

Beruntung, ketika menjelajahi gang-gang sempit perkampungan tua di Kotagede, kami menemui penjual es yang biasa berkeliling ke kampung-kampung ini.

Menikmati Es Puter di perkampungan tua macam Kotagede langsung melemparkan saya ke masa kanak-kanak!

Continue reading Romantisme Nostalgia Es Puter

Situs Watu Gilang, Tonggak Sejarah Mataram Islam

Situs Batugilang di Kotagede

Menyusuri Kotagede membawa kita seolah-olah terlempar ke masa lalu. Bangunan-bangunan tua yang bertebaran serta berbagai peninggalan kerajaan Mataram Islam menjadikan Kotagede layak untuk dijadikan obyek wisata budaya.

Selain menyimpan berbagai heritage, Kotagede memiliki sejarah tersendiri. Konon Kotagede adalah kota tertua yang menjadi cikal bakal Kerajaan Mataram Islam yang kemudian berkembang menjadi Kraton Yogyakarta dan Surakarta.

Kali ini saya bersama Annots dan Didit melakukan pendoyokan untuk menelusuri kembali jejak-jejak kerajaan Mataram Islam yang mungkin sudah terlupakan.

Continue reading Situs Watu Gilang, Tonggak Sejarah Mataram Islam