Rindu Cahaya

Aku rindu cahaya. Yang memberikan petunjuk di saat gelap. Saat kehilangan arah. Saat tersesat. Menuntun menuju pencerahan.

Bukan. Bukan cahaya gemerlap itu. Yang berkelap-kelip berwarna-warni. Semu. Fana. Palsu.

Di manakah cahaya sejati itu? Cahaya yang hakiki. Yang dibutuhkan oleh domba tersesat.

21 thoughts on “Rindu Cahaya”

  1. Cahaya itu ada didalam hatimu kawan, coba temukan diantara belenggu-belenggu itu.
    Semoga cinta kasih Allah SWT selalu menyertai stiap langkahmu, kemanapun.

    *kikotku congkak, penyakit hati inih*

  2. engkau ini memang bodoh atau hanya alpa
    bukankah cahaya itu ada di depan mata
    pada setiap saat ketika engkau terjaga
    hingga engkau dapat melihat semesta
    dan tiada tersesat karenanya

    dan masih seperti hari-hari sebelumnya
    engkau tetap saja bertanya-tanya
    hingga sepertinya
    engkau menganggap Aku hanya
    membiarkanmu begitu saja di dunia

Comments are closed.