JengJeng versi 6

Mood saya dalam menulis akhir-akhir ini ndak bagus. Selain karena faktor kerepotan, kejenuhan dalam ngeblog rupanya juga menjadi salah satu faktor kenapa blog ini ndak terurus.

Akhirnya saya memutuskan untuk mengganti desain blog ini, meski dihimpit pelbagai kerepotan.

Kalo dihitung-hitung, sebenernya baru 3 kali saya berganti template. Yang pertama menggunakan desain berwarna dominan oranye-hitam, kemudian menggunakan desain ala magazine yang kemarin itu, dan sekarang.

Lantas, kenapa tiba-tiba meloncat ke versi 6? Ya suka-suka saya. :p

Hehe, ndak juga sih. Sebenernya versioning desain ini sudah saya lakukan, namun karena hanya bersifat coba-coba, maka versi 3, 4, dan 5 tidak saya rilis.

Masih menggunakan konsep magazine, saya mencoba mempertahankan “ciri khas” dari blog saya ini. Menurut saya, dengan konsep semacam ini, saya bisa berbagi lebih banyak konten, yang siapa tau bermanfaat, walau bagi sebagian orang mungkin dianggap membingungkan. ๐Ÿ˜€

Warna ijo nanggung, oranye, dan abu-abu tetep saya pertahankan. Maksudnya sih, supaya njenengan yang sudah familiar dengan warna desain blog saya ini ndak kaget, dan langsung bisa mengenal blog saya walau secara layout berubah.

Yang berbeda pula, komentar saya tampilkan secara “terbalik” (descending). Saya terinsipirasi oleh blognya Paman Gombal yang komennya berada di sebelah kanan postingan, dan tertampil secara terbalik urutannya. Urutan semacam ini mengingatkan saya pada shoutbox yang pernah jaya pada masa-masa dulu. ;))

Di desain ini pun, saya mengurangi penggunaan gambar. Kebanyakan warna dan penampilan hanya diatur oleh CSS saja. Pertimbangannya, karena kontennya saja udah memuat banyak gambar, maka desainnya harus ringan dan tidak memuat banyak gambar lagi.

Fitur-fitur lainnya secara umum sih ndak banyak berubah. Memang ada yang saya hilangkan, ada pula yang saya tambahkan. Cuma penampilannya aja yang saya poles supaya nampak sedikit berbeda. ๐Ÿ™‚

Salah satu fitur yang saya suka adalah penampil nama kota tempat komentator berada. Meskipun keakuratannya kurang baik, karena menggunakan data yang versi gratisan, namun cukup representatif untuk menunjukkan lokasi si komentator.

Keakuratannya pun sangat tergantung oleh ISP yang digunakan, penggunaan proxy, faktor browser, dan sebagainya. Saya menggunakan plugin bikinan Pak Yahya yang sedikit saya modifikasi. ๐Ÿ˜€

Selain itu, beberapa waktu yang lalu saya berpindah hosting. Hostingan saya yang lama sudah ndak mampu lagi menampung file-file web ini yang berukuran sekitar 500 MB.

Kenapa bisa membengkak begitu karena semua file gambar saya unggahkan langsung ke hosting. Saya memang lebih suka mengunggah file gambar ini ke hostingan karena saya bisa leluasa untuk melakukan manipulasi, daripada mengunggahkan ke penyedia layanan penampil gambar.

Sayang juga sih, padahal kontrak saya dengan pihak hosting belum habis. Namun, daripada upgrade ke space yang lebih besar di hosting yang sama, saya pun akhirnya memindahkan ke hosting lain yang menawarkan space unlimited. Meski harganya terlihat mahal, namun bila dihitung-hitung dengan kualitas layanan dan fitur, harganya kok ya menurut saya ndak mahal. ๐Ÿ˜€

WordPress yang saya pakai pun, akhirnya saya upgrade ke versi terbaru (saat ini) yaitu 2.6.2. Dulu saya masih setia menggunakan yang versi 2.3.3.

Nah, semoga dengan tampilan baru ini, saya bisa kembali bersemangat ngeblog, bercerita, dan berbagi.

Oiya, kritik dan saran mengenai desain ini akan saya terima dengan senang hati. ๐Ÿ™‚

52 thoughts on “JengJeng versi 6”

  1. manstab…. lebih fresh
    btw, hosting ndek mana bisa unlimited gituh?
    eh masih berbendera amrik ke detect hostnya, kedetect ama addon flagfox ff saya.

  2. ah … ngetes ah :wub

    selamat atas desain barunya, semoga bisa ningkatin mood ngeblog. Mari kita rayakan desain baru ini dengan :pisang:pisang:pisang

  3. Ditengah kesibukanmu, masih sempat design thmes juga sampean?

    Hari sabtu saya akan ke tarumartani bersama beberapa teman, jika mau bergabung boleh lho…

    *bukan pamer* :-“

  4. wah, selamat zam. bagus kok ๐Ÿ™‚
    bener kata njenengan, jauh lebih simpel tapi tetep ngga kehilangan cirimu.
    sekalian ngetes fitur penampil-kotanya yaa :d

  5. Owww, di kanan sekarang comments box nya, mirip theme subtle…

    Kalo yang mag style itu cape posting nya, banyak yang harus di isi khusus nya gambar2 nya lewat custom field, belom lagi watermark gambar, mesti rajin…. kalo yang simpel tinggal masukin gambar blas udah…..

    Jadi untuk blog personal aku lebih suka yang simpel aja….. kayak gini nih, cuman masalahnya kalo comment nya di bagian kanan. sidebar nya jadi korban, huhuhuhu

  6. Err.. link di kotak-kotak sebelah kanan itu kok aneh ya?

    Yang Jengjeng Candi, link-nya menuju tag ‘surabaya’. Yang kuliner menuju ‘batik’. Apa memang sengaja dibegitukan?

    ๐Ÿ˜€

  7. Emmm… Emang jadi lebih simpel sih… Lebih bersih…
    Cuma saya juga suka kok dengan versi yang “meriah” kayak yang dulu itu…

Comments are closed.