Rabbit-Proof Fence: Perjalanan Menuju Kebebasan

Rabbit-Proof Fence

Sabtu, 24 Januari 2009, lalu saya nonton Film Rabbit-Proof Fence pada acara Australian Film Festival & Art Exhibition yang bertema “Dreaming Stories – Australian Indigenous Cultural Festival” dalam rangka merayakan Australia Day 2009 di Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Jakarta.

Film produksi tahun 2002 yang dibuat berdasarkan kisah nyata ini sangat berkesan dan sarat dengan pesan moral tentang pembebasan dari “penyeragaman” budaya, selain menghibur tentu saja.

Continue reading Rabbit-Proof Fence: Perjalanan Menuju Kebebasan

Tujuan Jeng-Jeng Impian

tujuan-jengjeng-impian

Ketika ngobrol dengan Mas Nanda Ivens pada sebuah sesi after lunch pada acara WordCamp di Erasmus Huis, Kedutaan Belanda, Jakarta kemarin, ada pertanyaan menarik dari Mas Nanda yang sampai sekarang terpikirkan oleh saya.

“Tempat mana yang paling pengen loe kunjungi, Zam?”, pertanyaan itu membuat saya sejenak berpikir dan terdiam sesaat. “Saya ingin ke Indonesia bagian timur, Mas!”, jawab saya saat itu spontan. Namun setelah menjawab pertanyaan itu, saya jadi terpikir kalo saya ndak punya tujuan yang lebih mendetil.

Continue reading Tujuan Jeng-Jeng Impian

I Went to WordCamp Indonesia!

matt-matriphe

Yay! Saya datang ke acara WordCamp Indonesia! Hehe. Ya, ya. Saya memang kemlinthi, kemaki, sombong, takabur, atau apa pun lah! Yang penting saya ketemu dan foto bareng sama Matt Mullenweg, Tuhannya WordPress! \:d/

Yak! Postingan ini cuman mo pamer foto ajah. Matt Mullenweg ketemu dengan Jengjeng Matriphe! Sama-sama “mat”. :)) Hayo tebak, yang mana yang Matt Mullenweg? ;))

La saya juga ndak begitu paham dengan materinya. Daripada ngantuk, mending cekakak cekikik di belakang, sambli nyobain internet dari UniNet.

Yang pasti acara ini emang keren banget! Nggak menyesal datang ke acara ini. 😀

Kue, BlackBerry, Miyabi, dan Perpisahan

kue-blackberry

Kue itu masih teronggok dengan manis di dalam kardusnya. Keharuan masih menyeruak di dalam dada. Alasan itulah yang membuat saya semakin ndak tega untuk memotongnya.

Sore tadi, seorang rekan sekantor yang juga satu angkatan dengan saya, memberikan kejutan di hari terakhir saya mburuh. Saya terharu. Sebuah kue berbentuk Blackberry merah bergambar Miyabi bikinan istrinya itu benar-benar membuat saya terkejut.

Continue reading Kue, BlackBerry, Miyabi, dan Perpisahan