Curug Cilember, Pesona 7 Air Terjun

Curug Cilember

Puncak adalah tempat favorit warga Jakarta untuk berlibur. Bisa dipastikan setiap akhir pekan, jalur ini selalu macet. Namun sebenernya di rute menuju kawasan Puncak ini terdapat tempat wisata alternatif yang bisa dikunjungi, walau tetep harus menembus kemacetan jalur puncak juga, sih. He he he.

Akhir pekan itu saya, Nila, dan Suprie bekunjung ke Curug Cilember, sebuah tempat wisata yang letaknya sekitar 20 km dari Kota Bogor ke arah Puncak. Yang namanya akhir pekan, rute yang seharusnya bisa ditempuh dalam waktu 1 jam dari Bogor bisa mencapai 2 jam!

Dari Jakarta, saya dan Nila naik bus Agra Mas dari Lebak Bulus menuju Bogor. Ongkosnya sekitar 12 rebu. Di Bogor, kami akan bertemu dengan Suprie yang kebetulan sedang berada di Cibinong.

Dari Bogor, kami naik angkot 01 jurusan Baranang Siang-Ciawi dengan ongkos 2 rebu per orang. Sesampai di Ciawi, kami berganti angkot biru jurusan Cisarua.

Kemacetan terjadi di pertigaan di tanjakan sebelum Cipayung. Supir angkot kami yang dari logatnya sepertinya logat Batak (karena kecampur sunda-sunda gitu), mengajak kami ngobrol. Guyon-guyonnya yang garing memang menjadi penghibur kami di tengah kemacetan.

Lepas dari Cipayung, penumpang angkot tinggal kami bertiga. Beruntung, karena saat itu jalur Puncak sedang dibuka satu arah yaitu yang mengarah ke Puncak. Angkot pun digeber dengan kencang.

Supir angkot yang sok akrab itu menawarkan jasanya untuk mengantar kami hingga ke Curug Cilember dengan hitungan menyewa angkotnya sebesar 30 ribu rupiah. Setelah berpikir, kami menolaknya dan lebih memilih menggunakan ojek saja nantinya. Ongkos dari Ciawi sampai Hankam 5 ribu rupiah.

Kami turun di pertigaan Hankam, karena ternyata pertigaan Cilember terlewati. Dari pertigaan ini, kami naek ojek dengan ongkos 10 ribu per orang untuk sampai ke Wana Wisata Curug Cilember.

Jalan dari pertigaan Hankam menuju tempat wisata memang luar biasa. Tikungan tajam ketika jalan menurun curam atau menanjak tajam menjadi rute yang membuat adrenalin mengalir cukup deras. Belum lagi jalan yang sempit, membuat kami yakin keputusan kami menolak tawaran bapak supir angkot tadi tepat.

Welcome to Curug 7 Cilember

Wana Wisata Curug Cilember terletak di Desa Cilember, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Berketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut, membuat kawasan di kaki Bukit Hambalang ini sejuk dengan vegetasi dominan pinus merkusi dan anggrek tanah berwarna kuning.

Kami masuk dengan terlebih dulu membeli tiket retribusi seharga 7.500 rupiah per orang. Kawasan wisata ini rupanya sudah dikelola cukup baik, terlihat dari sarana dan prasarana yang tersedia di lokasi ini.

Sepanjang jalan setapak sudah disemen dan diberi papan petunjuk. Kios-kios penjual suvenir dan warung makan juga terlihat berderet rapi. Di lokasi ini juga terdapat lapangan yang digunakan untuk berkemah. Ketika kami datang, siswa-siswa dari sebuah SMP sedang mengadakan acara perkemahan.

Bungalow-bungalow dengan konsep rumah panggung yang terbuat dari kayu juga disewakan di tempat ini. Total ada 4 bungalow yang mempunyai tarif berbeda-beda, mulai dari 500 ribu hingga 800 ribu rupiah. harga ini akan makin mahal ketika akhir pekan atau liburan.

Pondok Meranti adalah tipe bungalow yang paling lengkap dan paling mahal, sedangkan Pondok Merkusi adalah kelas menengah, kemudian Pondok Rasamala dan Damar adalah bungalow yang paling murah.

Bungalow di Curug Cilember

Fasilitas untuk outbond juga ada di kawasan ini. Saya melihat seutas tali terbentang yang ternyata merupakan fasilitas flying fox.

Kami menjumpai sebuah bangunan berbentuk setengah lingkaran yang terbuat dari jaring-jaring besi. Rupanya bangunan ini adalah Taman Konservasi Kupu-kupu, di mana di tempat ini dikembangbiakkan 12 spesies kupu-kupu dari seluruh Indonseia, diantaranya adalah Troides helena dan Papilio meiunon.

Taman Konservasi Kupu-kupu

Setelah melewati Jembatan Cinta, sebuah jembatan yang melintasi sungai kecil dan menapaki jalan setapak, kami sampai di Curug 7.

Suasana yang sangat ramai membuat kami enggan mendatangi curug ini dan langsung menuju ke Curug 5.

Curug Cilember terdiri dari 7 buah curug sambung-menyambung yang airnya berasal dari mata air di Bukit Hambalang pada ketinggian 2.000 meter dpl. Curug 1 sendiri terletak pada ketinggian 1.700 meter dpl dan curug terakhir, yaitu curug 7 berketinggian sekitar 30 meter berada pada ketinggian 800 meter dpl.

Air terjun

Namun untuk menikmati keindahan curug-curug ini, dibutuhkan pengorbanan ekstra. Makin ke atas, medan yang ditempuh semakin terjal dan sulit. Track semen hanya sampai di Curug 7, sedangkan untuk sampai ke Curug 5, track berupa tangga batu yang terjal.

Curug 6 tidak dapat dijangkau karena medan yang berbahaya. Umumnya pengunjung hanya sampai di Curug 5 saja. Menurut tukang ojek yang saya tumpangi, curug yang bagus justru curug-curug yang berada di atas karena jarang tersentuh oleh manusia. Namun total perjalanan mulai dari Curug 7 dan mendaki hingga Curug 1, diperlukan waktu sekitar 3 jam!

Kami pun hanya sampai di Curug 5. Sebuah curug dengan kolam di bawahnya memang menarik untuk dicemplungi dan berbasah-basah di sana. Karena di Curug 5 ini ternyata juga ramai, kami memilih bermain air di sungai kecil yang letaknya tak jauh dari Curug 5.

Suprie leyeh-leyeh

Air yang dingin dan segar membuat letih saya selama perjalanan tadi sirna ketika saya membasuh muka dan mengguyur air di atas kepala.

Tak terasa hari sudah sore. Kami pun segera beranjak dari ketenangan dan kesejukan di tempat ini.

52 thoughts on “Curug Cilember, Pesona 7 Air Terjun”

  1. Wah, rute angkutan umumnya banyak sekali. Apalagi harus lewat Puncak yg padat, tabahnya Mas Zam ini. Saya dah nemu air terjun yg jalan kesananya lebih gila lagi, Tiu Kelep di pulau Lombok.

  2. di sekitaran ciamis/tasikmalaya juga ada yang namanya curug 7 zam. bagus juga. kapan-kapan lo harus maen kesana. recommended lah

  3. wah selamat ya. jadi salah satu pemenang kontes review alnect computer. meskipun belum mendapatkan hadiah sesuai harapan setidaknya dari kemenangan ini bisa menjadi penyemangat, menjadi pembakar, menjadi cambuk untuk meningkatkan kreatifitas dan kualitas tulisan/review. untuk menghadapi kontes alnect ke2 atau kontes review lainnya. tetap semangat ya.. jangan pernah putus asa..

    ditunggu komentar berkualitasnya dalam tulisan ‘Rumah Impian…’.cheers..

  4. hari sabtu kemarin sayah kesana…koq kita gak ketemu ya?? =)

    itu juga pengalamn pertama sayah & keluarga kesana. emang bener bagus ya pemandangannya..udaranya seger tenan, dan tempatnya bagus & nyaman untuk anak2..

  5. @ ndoro: betullll… jadi inget dulu waktu kita ngemping bareng ya, jendra ama bunga masih kecil-kecil banget, dan adri nemu duit 100rb waktu abis mandi2 di air terjun itu … 🙂

  6. woh…curaaaaaaannngggg…

    fotoku yang diuplot bukan foto yang lagi bergaya manis…TIDAKRELAAA!!!!

    :((

    *kasih triple tendangan salto ke matriphe*

  7. Wah, mbuh kenapa kok saya jadi inget lagu lama campursari yang dulu sering kudengar di radio, “Ing taman curug, taman indah kutho Solo.. papan kreasi, muda lan mudi”

    Xixixixixixi!

Comments are closed.