Adira Faces of Indonesia: Portal Kolaboratif Wisata Indonesia

Apa hubungannya Adira, salah satu perusahaan penyedia layanan keuangan pembelian mobil dengan wisata? Pertanyaan ini sempat bergelayut dalam benak saya ketika mendatangi undangan grand launching situs Adira Faces of Indonesia, di Annex Building, Kawasan Wisma Nusantara, Jumat, 29 Juli 2011.

Begitu memasuki lokasi acara, saya disambut oleh mbak-mbak cantik berpakaian adat dari beberapa daerah di Indonesia. Saya pun mendapat sampiran selendang batik lucu sebagai tanda selamat datang. Saya langsung bertemu dengan Eka Situmorang, Mbak Nunik, Fickry, Titiw, Seno, dan beberapa blogger lainnya.

Kesan wah langsung terasa begitu masuk ke Upper Room. Mulai dari berbagai pernak-pernik dan konseep acara, semua begitu wah dan meriah. Acara yang dipandu oleh duo MC Kemal dan Alya Rosa ini, dibuka dengan suguhan Tari Saman dari Aceh yang rancak. Dengan diiringi oleh tetabuhan gamelan dari grup reog, CEO Adira, Pak Stanley Setia Atmadja dan Chief Marketing Officer 4 Wheelers Adira, Pak Hafid Hadeli, maju ke atas panggung memberi kata sambutan.

Dari kata sambutan, dipaparkanlah alasan kenapa Adira sampai perlu mendukung program pariwisata Indonesia. Salah satu yang saya tangkap adalah sebagai wujud dari terima kasih Adira kepada masyarakat dan Adira ingin memberikan sesuatu yang berguna bagi masyarakat.

Sampai di sini, saya masih belum menemukan apa hubungan antara Adira dengan portal wisata. Saya pun mulai berspekulasi apakah ada kemungkinan Adira membuka program kredit untuk berwisata? Hihihi..

Kemudian terdengarlah tabuhan reog di seluruh penjuru ruangan, ternyata ini adalah acara peresmian dan peluncuran web Adira Faces of Indonesia yang menggunakan simbol topeng. Simbol topeng dipilih karena dianggap mencerminkan wajah-wajah Indonesia yang beraneka rupa.

Topeng sendiri telah menjadi salah satu bentuk ekspresi paling tua yang pernah diciptakan peradaban manusia. Pada sebagian besar masyarakat dunia, topeng memegang peranan penting dalam berbagai sisi kehidupan yang menyimpan nilai-nilai magis dan suci. Ini karena peranan topeng yang besar sebagai simbol-simbol khusus dalam berbagai uparaca dan kegiatan adat yang luhur.

Kehidupan masyarakat modern saat ini menempatkan topeng sebagai salah satu bentuk karya seni tinggi. Tidak hanya karena keindahan estetis yang dimilikinya, tetapi sisi misteri yang tersimpan pada raut wajah topeng tetap mampu memancarkan kekuatan magis yang sulit dijelaskan.

Setelah acara pembukaan dan hiburan dari kelompok musik Bandanaira, diskusi tentang apa sih maksud dan tujuan dari web Adira Faces of Indonesia ini. Yang menarik dari acara diskusi ini sebenarnya adalah kehadiran Putri Indonesia 2006, Agni Pratista!

Jadi, konsep dari web Adira Faces of Indonesia ini adalah portal kolaboratif yang mana pengisi kontennya adalah para pengguna yang terdaftar. Pengguna bisa mengunggah tulisan, cerita, foto, di web ini.

Menariknya lagi, kita bisa ikutan lomba menulis di program Adira Best 100 Faces of Indonesia pada periode Juli-Desember 2011 dengan hadiah masing-masing 2 juta rupiah untuk 100 pemenang. Wohoho!

Nah, sepertinya saya akan menulis beberapa cerita saya ke web tersebut, siapa tau ada yang nyantol di hati para jurinya. Kriteria tulisan yang semoga bisa memukau hati para juri adalah tema, penggunaan bahasa yang baik, informasinya menarik, dan foto yang membuat orang mupeng! 😀

Lalu, di mana peran Adira sebagai sponsor? Tenang, Adira nggak bermaksud jualan secara langsung produknya di web ini, namun tetep ada semacam banner untuk mempermudah kita bila ingin kredit mobil. Jalan-jalan pake mobil kan jadi lebih asyik, toh? 😀

Acara pun berlanjut dengan kehadiran penampilan dari komunitas Beatbox Indonesia yang dengan kerennya bisa membunyikan berbagai macam suara dari mulutnya. Gile, mereka nafasnya pake apa, ya? Insang?

Acara pun ditutup dengan penampilan kelompok musik Bandanaira untuk yang kedua kalinya dan tarian dari Papua yang berkolaborasi denan komunitas Beatbox Indonesia. Tarian rancak dari Papua begitu keren menjadi penutup acara istimewa sore itu.

Konsep acara peluncuran tersebut cukup bagus, mengangkat budaya Indonesia dari Aceh hingga Papua. Namun menurut saya web yang beralamat di adirafacesofindoesia.com yang menjadi obyek dari acara ini kurang terespos dengan baik.