Bahasa Walikan Jogja

Bahasa Walikan Jogja

Pernah denger percakapan atau tulisan kek gini, “Piye kabare socomu sing pahin kae, Dab?”. Atau pernah dengar orang memaki, “pabu sacilad!” hingga nama merek kaos oblong khas Jogja, Dagadu?

Buat temen-temen di Jogja, bahasa tersebut mungkin familiar, bahkan sering digunakan pada percakapan sehari-hari. Tapi kadang temen-temen di luar Jogja kurang paham dengan arti kata tersebut.

Kalo kita mengenal bahasa gawul abege yang bahkan sampe ada kamusnya yang konon diambil dari bahasa gaulnya kaum transexsual, ada juga bahasa gaul yang muncul di daerah-daerah tertentu. Contohnya ada bahasa kiwalan kera ngalam dan tentu saja bahasa walikan Jogja, walau sebenernya setiap daerah punya bahasa slangnya masing-masing.

Saya cuma mo ngebahas bahasa walikan khas Jogja saja. Mungkin sudah banyak blog yang membahasnya, saya cuma menambahkan dan menceritakan ulang saja. Semoga bisa berguna, terutama kalo temen-temen sedang berada di Jogja dan mendengar bahasa macam ini. :)

Ndak ada yang tahu kapan pastinya kemunculan bahasa walikan Jogja ini. Konon bahasa semacam ini sudah digunakan sejak jaman perang kemerdekaan. Tujuan awalnya tak lain dan tak bukan adalah untuk berkomunikasi dengan kawan tanpa diketahui oleh musuh (Belanda).

Penggunaan bahasa ini lama-lama bergeser. Banyak anak muda yang mulai menggunakannya untuk bahasa percakapan. Apalagi sejak tahun 1994, penggunaan bahasa prokem ini semakin memasyarakat sejak munculnya kaos Dagadu yang diprakarsai oleh mahasiswa Arsitektur UGM ini.

Lalu pertanyaannya kemudian, kok bisa? Kata “matamu” jadi “dagadu”? Gimana caranya? :-/

Gampang. Kata-kata tersebut ada polanya. Dasarnya adalah penggunaan aksara Jawa. Masih ingat, anak-anak? :->

Aksara Jawa

Baris nomer 1 diganti konsonannya dengan baris nomer 3. Baris nomer 2 diganti konsonannya dengan baris nomer 4. Baris nomer 3 diganti dengan baris nomer 1. Dan terakhir baris nomer 4 diganti dengan baris nomer 2. Sedangkan huruf vokal (a, i, u, e, o) disamakan dengan huruf HA. Bingung?

Rumus Bahasa Walikan Jogja

Nah, karena hurufnya yang dibolak-balik inilah bahasa ini disebut dengan bahasa walikan alias bahasa kebalikan. ;)

Baik, mari kita coba. Dari contoh sebelumnya, kata-kata yang dicetak tebal itu berarti:

  • SOCO = BOJO (pasangan)
  • PAHIN = APIK (bagus, cantik)
  • DAB = MAS (sapaan)

Tetapi dalam penggunaan dan pengucapannya, kata yang digunakan sering tidak baku seperti kata yang dihasilkan oleh rumus tersebut. Beberapa kata harus dimodifikasi supaya enak diucapkan dan didengarkan. Contohnya kata “pahin” di atas. Kata ini berasal dari kata “apik” (“hapik”) yang kalo menurut rumus, harusnya menjadi “pahiny”. Tetapi dalam keseharian sering diucapkan sebagai “pahin”. :D

Nah? Males mengutak-atik dan mengingat-ingat rumusnya? Saya menemukan sebuah tools menarik. Tools ini berfungsi untuk mengkonversi kata menjadi kata walikan dan sebaliknya, kata walikan dijadikan kata aslinya. Tools itu ada di alamat ini: http://java.sandalian.com/.

Kata-kata yang ditranslasikan umumnya kata-kata dalam bahasa Jawa. Memang kata-kata tersebut lebih enak kalo diucapkan dalam kalimat berbahasa Jawa dan banyak digunakan ketika kita berkomunikasi dengan bahasa Jawa. Kalo pake bahasa Indonesia kok kesannya jadi agak kaku gitu sih. :D

Untuk latihan, sekarang coba artikan kalimat berikut:

Saya kemarin pergi naik dosing-nya sahan-ku mengantar pisu-ku terus dikejar hongib. Saya lalu bilang ke hongib, tenang, dab! Jape methe!

Yang bisa menjawab akan mendapat hadiah menarik, yaitu menarik becak! =))

Bengadag dedhjosa! ;)

Give comments Share it on
Related Articles

65 responses

  1.  

    salah satu hambatan pergaulan di kalangan anak muda nih di yogya nih :p
    dulu pas pertama kali ke yogya emang rada kerasa nih bahasa walikan… tapi pas kuliah… berhubung lingkungannya rada nyampur… bahasa walikan rada ga kepake… paling satu dua kata doank :D

    datum — 19 January 2008 21:41:43
  2.  

    pungabadhe ahiny dab :d

    wisnu sanjaya — 15 March 2008 15:34:19
  3.  

    mas, link http://java.sandalian.com/ kok gak bisa di buka ya..
    pingin je buat postingan pake bahasa ini tapi dipandu sepenuhnya pake link diatas

    haiy — 21 June 2008 17:38:36
  4.  

    oalah :-o ngono to dab :d/

    arhan — 27 June 2008 02:23:47
  5.  

    ajarin dong sapaba walikan

    dudy — 28 July 2008 14:27:18
  6.  

    wadduh… mau ngomong sak kecap aja mikire suwi no!
    harus orek2 dulu kyk ngerjain soal matematika…:-?
    angel!

    demitri — 5 August 2008 15:56:53
  7.  

    :dkok kyk korea y??:-?

    lcu amat sch t bhs….;)

    rara — 4 September 2008 21:00:07
  8.  

    mas….

    mohon link kamus e…

    saya cuma pengen tahu kata” yg sering di pakek

    saia sndiri orang jogja tapi jarang pakek kata” itu

    itu link kamus gaul yg mas kasi uda ga bisa di link

    oh ia klo boleh 1 kata aja mas

    SACILAD artine opo yo??8-|8-|8-|8-|

    pajar — 31 March 2009 09:33:16
  9.  

    ohh..

    faham”

    tq mas atas translating na

    ^_^

    saia aja yg agak lola

    hehehehehe

    pajar — 31 March 2009 09:44:56
  10.  

    welwh..welwh…:d

    pmreload — 24 August 2009 08:55:36
  11.  

    Wah aku pengen ajar basa walikan juga aaahhhh..
    Ben iso ngomong HANGIL PAHING..heee

    eko — 21 October 2009 12:41:07
  12.  

    Hehehe…
    saya baru tahu kalau di Jogja ada bahasa Kiwalan juga.
    Kebetulan dulu saya kuliahnya di Malang, jadi mungkin lebih mahir pakai bahasanya kera ngalam.

    noto — 26 June 2010 11:49:56
  13.  

    walah dadi kelingan jogja hehehehehe
    dulu jarang banget lodol hanye sapaba tanginyadh
    paling paling cuman pabu, sacilad, pisu sahan ma yg pasti dab wkwkkwkwkkwkwkwkk

    dhalboet — 5 July 2010 16:57:18
  14.  

    Kapan “SANGI DAB”?

    Suwe gak ono kabare arek iki….

    Ableeh — 28 November 2010 10:32:13
  15.  

    Link nya sudah tidak bisa mas? Apakah ada link yang lain. Terima kasih. Salam …

    waras — 7 July 2011 10:35:12