Kawasan Glodok, Jakarta Barat, selain terkenal dengan pusat perdagangan elektronik dan kawasan pemukiman kaum Tionghoa, rupanya juga mempunyai cerita unik tersendiri. Petak Sembilan, sebuah kawasan pecinan tua yang mempunyai sejarah panjang yang sampai kini masih bertahan. Sisa-sisa kejayaan perdagangan ini masih dapat kita lihat dari bangunan-bangunan bekas rumah toko yang sepi dan tak terawat. Beberapa masih beroperasi walau jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari. .
Di antara gedung-gedung pencakar langit Jakarta, rupanya ada sebuah masjid tua yang seolah-olah tenggelam di antara kaki-kaki gedung-gedung itu. Terletak di pusat kota, rupanya ndak banyak orang yang tau tentang keberadaan masjid yang memadukan corak Cina, Betawi, Hindu, dan Arab ini. .
Di kawasan utara Jogja, sekitar 12 km dari pusat kota, terdapat sebuah candi yang orang mungkin ndak banyak tau. Walau terletak di kawasan yang padat penduduknya, keberadaan candi ini seolah-olah masih terkucilkan. Candi Gebang, candi mungil ini ditengarai merupakan candi bercorak Hindu tertua di Jogja, bahkan diperkirakan lebih tua dari Candi Kalasan, candi Budha tertua di Jogja itu. .
Selain Masjid Agung Kotagede, ada masjid tua lainnya yang berada di luar kompleks kraton Mataram Kotagede. Masjid ini adalah Masjid Perak. Masjid ini mempunya cerita sejarah yang ndak kalah menarik untuk ditelusuri. Latar belakang masyarakat Kotagede yang religius merupakan faktor utama mengapa masjid besar ini bisa berdiri. Semangat "memberontak" pakem-pakem kraton yang kaku juga ikut melatarbelakangi pembangunan masjid ini.
Menuju ke arah selatan dari Petilasan Ratu Boko, kita akan menemukan kompleks candi yang unik. Konon candi ini merupakan candi yang letaknya paling tinggi bila dibandingkan dengan candi-candi lain di Jogja. Candi Ijo, dinamakan demikian karena candi ini merupakan markas Kolor Ijo terletak di Gumuk Ijo atau Bukit Hijau yang memang eksotis pemandangannya. Setelah dilanda kepenatan yang amat sangat, berkunjunglah saya bersama doyoker trainee #1 yang merangkap guide saya ke sana untuk sekedar menenangkan pikiran. :) .
Kerinduan saya akan candi kembali terobati. Beberapa hari ini saya ndak bisa konsen kerja karena pikiran ini selalu terbayang-bayang akan batu candi. :)) Hari Ahad (11/11) kemarin, saya dan rekan ndoyok saya kembali berpetualang ke Candi Barong untuk beribadah setelah lama vakum keluyuran. Petualangan tolol kali ini sedikit beda, karena bisa dibilang petualangan kami kemarin merupakan training dan diklat kepada para doyoker trainee sekaligus memperkenalkan kegiatan ndoyok kepada seorang tamu. :)) Para doyoker trainee itu adalah Annots dan Cyapila, sedangkan tamu kami hari itu adalah seorang mahasiswi tersesat bernama Tika yang ndak kebangetan Ika.
Hari Rabu, 3 Oktober lalu, saya ngeluyur lagi ke candi. Seperti biasa, petualangan tolol saya kali ini tetep masih tanpa rencana, lebih tepatnya karena tersesat. :)) Petualangan diawali setelah saya menyelesaikan pekerjaan saya di Semarang. Biasanya saya ke Semarang bareng sama majikan saya, sehingga habis kerja ndak bakal bisa keluyuran. Untungnya hari itu saya sendirian.
Kita lanjutkan petualangan candi kita. Siapkan buku Sejarah kalian, anak-anak. :)) Kali ini kita akan jalan-jalan ke Candi Kedulan, sebuah candi yang tergolong "baru" dan masih dalam tahap ekskavasi (penggalian dan penyusunan kembali). Candi, adalah sebuah bangunan hasil karya manusia yang unik dan cantik. Bayangkan saja, batu-batu andesit bisa dipotong sedemikian rupa dan disusun dengan kokoh.
Melanjutkan petualangan candi sebelumnya, semoga ndak pada bosen, ya. :D Kali ini saya mo cerita soal dolan saya ke Candi Banyunibo. Ndak banyak yang tahu soal keberadaan candi ini. Lokasinya yang terpencil, akses jalan yang rusak, membuat candi eksotis ini kurang dikenal. Padahal candi Budha ini masih berdiri megah dan reliefnya masih banyak yang utuh.
Kembali jelajah candi saya lakukan. Biasalah, stres karena siksaan pekerjaan membuat saya ingin lepas sejenak dari rutinitas dengan mengagumi karya cipta budaya manusia masa lampau. Tapi lama kelamaan kok sepertinya saya terobsesi untuk menjelajah seluruh sebanyak mungkin situs candi, terutama candi-candi yang jarang terekspos mengingat selama ini yang kita kenal hanya Candi Borobudur atau Prambanan saja. Proyek 1000 Candi, kata Bung Annots. :-j Mungkinkah selama ini saya salah ambil jurusan, ya.