Tak pernah terbayang dalam benak saya ketika dulu semasa kecil melihat gambar Anak Krakatau di uang pecahan 100 rupiah tahun emisi 1992 bahwa saya bisa menginjakkan kaki di sana. Rasanya hampir tak percaya karena memang tidak ada rencana untuk ke sana. Berawal dari ajakan teman-teman dari komunitas Indonesia Backpacker yang hendak melakukan gathering ke Pulau Sebesi, Lampung, saya pun ikut bergabung. Ini pertama kalinya saya ikut trip bersama rombongan besar, apalagi saya bukan anggota komunitas tersebut. :D .
Pulau Tidung merupakan pulau terbesar dari gugusan Kepulauan Seribu. Lokasinya yang berada di barat daya dari gugusan pulau-pulau lain, membuat pulau ini sedikit terpencil namun memiliki pesona tersendiri. Saya berkesempatan menginjakkan kaki ke pulau yang terdiri dari 2 pulau (Pulau Tidung Besar dan Tidung Kecil) ini. Salah satu pesona wisata yang menjadi unggulan dari pulau ini adalah adanya jembatan yang menyeberangi lautan untuk menghubungkan pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil. .
Hari itu saya bangun pagi sekali. Berbekal backpack yang baru semalam saya kemas, selepas Shubuh, saya segera menjejakkan kaki menuju terminal bus Blok M sembari menikmati udara dingin yang cukup segar. Jakarta memang baru bergeliat pagi itu, sang mentari pun masih dalam peraduannya. Saya akan berkunjung ke Kepulauan Seribu. Tiada rencana sebelumnya, hanya berbekal panduan dari beberapa orang rekan, saya, Fame, dan Nila langsung berangkat tanpa memikirkan apa yang akan dilakukan setibanya di sana, yang penting hengkang dari kota ini.
Berkunjung ke Green Canyon merupakan salah satu wishlist saya tahun lalu yang baru kesampaian. Pesonanya sudah lama terdengar dan saya telah membuktikannya. Green Canyon, sebuah bagian dari Sungai Cijulang di Ciamis, Jawa Barat, yang diapit oleh tebing dengan air berwarna hijau toska ini memang eksotis. Pangandaran, yang juga berada di Ciamis, juga tak boleh terlewatkan. Hamparan pantai berpasir putih yang memiliki garis pantai barat dan garis pantai timur ini cukup menawan terutama ketika sunset dan sunrise.
Akhirnya kesampaian juga saya ke Ujung Genteng, sebuah pantai di ujung sebelah barat daya pulau Jawa yang cukup terpencil. Bisa dibilang ini jeng-jeng akhir tahun saya yang sangat mengesankan. \:d/ Di Ujung Genteng, saya mendapatkan pengalaman baru selain menikmati hamparan pantai yang cukup sepi, yaitu melihat secara langsung penyu hijau (Chelonia mydas) bertelur hingga menikmati segarnya air laut selatan yang jernih. .