Tak diragukan lagi, sistem transportasi massal (MRT – Mass Rapid Transportation) di Singapura memang pantas disebut sebagai salah satu yang terbaik. Efisiensi, ketepatan waktu, kemudahan, integrasi, dan kenyamanannya memang patut diacungi jempol. Sebagai pelancong yang sering mengandalkan layanan transportasi publik, saya sangat terbantu. Belum lagi soal papan petunjuk dan peta yang dapat dengan mudah ditemukan di setiap sudut, membuat orang bodoh yang nekad melancong tanpa rencana dan tujuan seperti saya bisa mendapatkan pencerahan hendak ke mana. Setelah terkesima plus bingung di pelabuhan HarbourFront, kami akhirnya memulai perjalanan dengan mencoba sistem transportasi di Singapura.
Akhirnya saya menjejakkan kaki untuk pertama kalinya ke luar negeri. Memang ndeso banget saya ini. Lumayan lah, jadi paspor saya sekarang udah ada capnya. :D Buat orang katrok bin ndeso macam saya, Singapura itu negeri yang hebat. Yang saya kagumi dari negeri yang luasnya hampir sama kayak DKI Jakarta ini adalah keteraturan, kerapian, tertataan, dan sistem transportasi yang keren.
Batam memang pulau yang unik. Bila mendengar kata "Batam", selalu terbersit nama "Singapura" (karena dekatnya jarak dari Batam ke Singapura, sehingga Batam menjadi salah satu pintu gerbang ke Singapura), barang-barang murah (baik yang orisinil atau KW-1), kawasan industri, hingga memiliki dua "pemerintahan". Saya berkesempatan mengunjungi pulau ini atas dukungan dari Travelwan, sebuah majalah pariwisata yang concern ke bidang industri pariwisata dan para pelaku industri wisata (tour agent dan hotel). Terima kasih, Travelwan. .
Bagi yang tinggal atau pernah tinggal di Jogja, Klaten, maupun Solo, pasti ndak asing lagi dengan yang namanya angkringan, HIK, atau warung wedangan. Nah, di Jakarta ada warung berkonsep angkringan, HIK, atau warung wedangan yang memadukan unsur "ndesa" namun berteknologi "ngota", sehingga menjadikannya tempat nongkrong yang murah namun tetep nggaya. .
Sebelum acara Ngupas Benhil, sebenernya saya udah melakukan acara pre-ngubek pasar. Bersama Yudi dan Pito, saya menjelajah Pasar Subuh Blok M Sabtu dini hari. .
Setelah sukses dengan Beringharjo Hunting Tour, JalanSutra kembali menggelar acara Ngupas Benhil (Ngubek Pasar Bendungan Hilir). Selain menguak lokasi makan di dalam pasar, acara ini menjadi istimewa karena ada pembagian buku kuliner edisi ke-4yang ditulis oleh para dedengkot JS. .