Gombalisme JengJeng

Paman Tyo

Saya mengenalnya belum lama. Belum genap setahun malah. Namun saya sudah menganggap Paman Tyo sebagai paman dan orangtua saya sendiri. Paman Tyo juga sering saya anggap sebagai kawan sendiri dan kami sering saling ledek dan cela.

Sepintas memang Paman terkesan sangar, gahar, galak, dan menakutkan. Namun jika berinteraksi lebih dekat, maka kesan tersebut otomatis akan sirna dan berganti menjadi sosok yang bijaksana, berbudaya, jenaka, dan menyenangkan.

Continue reading Gombalisme JengJeng

Balibul yang Bahagia

Happy Gembul!
“Setelah hampir duapuluh tahun tidak ada yang merayakan ulang tahun saya”, ucapan lirih penuh haru itu keluar dari mulut Kang Gembul, malam itu.

Saya bisa merasakan keharuan yang terpancar dari ekspresi dan pancaran matanya. Meski dia tertunduk malu-malu, namun saya yakin di sudut hatinya diselimuti rasa bahagia yang membuncah.

Continue reading Balibul yang Bahagia

Selamat Idul Fitri 1428 Hijriyah!

Selamat Idul Fitri 1428 Hijriyah

Selamat Idul Fitri 1428 Hijriyah!

Taqabalallahu minna wa minkum, shiyaamana wa shiyaamakum.

Saya mohon maaf bila selama ini ada postingan, komentar, celetukan, perkataan, atau sikap saya yang kurang berkenan di hati. ^:)^

Begitu juga dengan temen-temen, semua kesalahan sudah saya maafkan. 🙂

Mohon maaf pula jikalau saya ndak sempet berkunjung balik ke blog temen-temen, karena saya hanyalah seorang fakir benwit yang membutuhkan zakat sebesar 2½ MB. :))

Buat yang mudik, semoga selamat sampai tujuan, bertemu sanak keluarga, dan akhirnya kembali lagi ke tempat nguli, dan kembali beraktivitas. 🙂

Saya pulang kampung, dulu! 😉

Who’s Next?

Who's next?

Ini postingan ke sekian kali yang bernada sedih. :-<

Setelah bermenyek-menyek pas farewell party-nya De Marko, juga hengkangnya Ridlo dari Jogja untuk pulang ke Jakarta karena diusir sama Pak Sugeng sang pemilik kos, juga Wini yang jadi te-ka-we di Abu Dhabi untuk jadi tukang peras susu onta, kini giliran seorang rekan yang akan meninggalkan Jogja. 🙁

Sedih, tapi juga bangga dan bahagia. Satu persatu kami harus mulai menata kembali jalan untuk mencapai masa depan yang semoga lebih baik. Jadi jongos kumpeni di negeri kaya nan miskin ini. :-<

Kutunggu cerita suksesmu, Pic! 😉

And who’s next? Didit? Adi? Arnanto? We’re just counting the time, fellows.. 🙂

Ah, Yogyakarta. Setiap sudutnya adalah kenangan. Setiap jengkalnya adalah harapan. Aku makin cinta dengan kota ini. 😡

Sampai jumpa lagi, kawan! Sungguh aku benci mengucapkan kalimat ini.. 🙂

Sampai Jumpa Lagi, De Marko!

De Marko Farewell

Rasanya baru kemarin kita registrasi bareng, rasanya baru kemarin kita ngisi KRS bareng, rasanya baru kemarin kita key-in bareng, rasanya baru kemarin kita kuliah bareng, rasanya baru kemarin kita ujian bareng, tapi tak terasa sudah 5 tahun kita bersama..

De Marko. Kemarin kita dari Gunungkidul, menjelajah pantai perawan nan eksotis itu. Sebelumnya kita menjajah Dataran Tinggi Dieng yang memanjang itu. Belum lagi Merapi yang kini semakin menjadi itu. Baru kemarin kan, kita keluyuran bersama?

Kenangan bersama kalian tak terlupakan. Kegilaan kita tak akan tergantikan. Kisah-kisah perjalanan kita tak akan terulang.

Sampai jumpa lagi, kawan! Semoga sukses dapat kita capai bersama, walau dengan cara yang berbeda-beda. 🙂

Buat yang belum selesai, ayo segera nyusul! 😀

De Marko adalah Yudhi, Aan, Ridlo, Febri, Kuya, Koje, Nungky, Nyai, Tupic, Kailani, Heru Narsis, Heru Riyanto, Mantri, Budi, Beben, Didit, Arnanto, Ricoh, Adi, Hugo, Andi Mun, dan anak-anak ELINS 2002 yang tidak dapat disebutkan dan di-link satu per satu..