Kedai Jamu Madame Dati

Beberapa hari ini saya merasa kacau. Tidak dapat berkonsentrasi, manajemen waktu kacau, manajemen pikiran dan mental berantakan, pokoke ndak jelas. Mo ngerjain ini-itu jadi ndak bersemangat.

Apakah mungkin saya kurang jeng-jeng? :-? Sial. Padahal saya lagi menahan diri untuk tidak jeng-jeng dan berkonsentrasi pada hal-hal yang lebih penting dan harus saya kerjakan. Tetapi jika hasrat sudah memanggil, rasanya susah untuk membendung hasrat tersebut. Setidaknya harus disalurkan dengan cara yang benar. ;)

Rasanya blog ini juga udah kehilangan arah, harusnya membahas hal-hal yang berhubungan dengan jeng-jeng dan kulineran, la kok isinya malah nggombal. :D

Saya rasa, hasrat jeng-jeng ndak bisa dihentikan atau dihilangkan, tetapi cuma harus diatur, terutama dari segi waktu dan kuantitasnya. :D Cukup diplomatis, bukan? ;)

Hari Sabtu malam kemarin, sehabis kerja, saya bener-bener tidak dapat menahan diri. Pikiran kacau ditambah perut lapar, membuat saya berpikir untuk mencari kulineran yang ajib. =p~

Maklum, mahasiswa jomblo bertipe kerja keras kuli macam saya ini memang ndak punya acara kalo pas malem minggu. Bahkan kalo pas sial, malah dapet shift malem. :(

Kok kebetulannya, saya lagi pengen cari janda sesuatu yang hangat-hangat dan gadis perawan yang seger-seger. =p~ Selama perjalanan pulang saya merenung, kira-kira menu apa yang akan saya santap malam itu. Dan saya pun teringat akan sebuah menu yang sehat dan nikmat.

Kaze-R pun saya pacu menuju JEC. Target langsung dikunci. Ya, saya akan menuju ke Kedai Jamur Madame Dati di belakang gedung JEC itu.

Kedai Jamur Madame Dati

Kedai Jamur Madame Dati memiliki keunikan tersendiri. Jika dulu temen-temen CahAndong pernah mengangkat Waroeng Jamoer, yang membedakan kedai ini dengan Waroeng Jamoer adalah pada variasi menunya.

Selain menu, suasana lokasi ini juga cukup mendukung dan sesuai dengan tema. Bertempat di kompleks BP2BPT, kedai ini sangat pas dengan tema vegetarian dan menu sehat yang ditawarkan.

Walau terletak di kompleks pusat pelatihan dan pengembangan agribisnis, desain kedai ini jauh dari kesan laboratorium. Bahkan kedai ini cocok digunakan sebagai arena wisata keluarga. Berbasis bangunan berbahan dasar bambu dengan mode lesehan, memberikan kesan santai dan bersahabat.

Kalo beruntung, sampeyan bisa menikmati pemandangan eksotis. Melihat cewek-cewek yang sedang lari mengelilingi JEC di sore hari. >:) Kawasan JEC memang sering digunakan sebagai arena olah raga, terutama di pagi dan sore hari. Pas banget kalo kita habis olah raga, terus mampir ke warung ini. :D

Suasana Kedai Madame Dati

Baiklah, sekarang kita beralih ke menu. Buset! :-O Karena saking banyaknya menu yang ditawarkan, membuat saya sempat bingung dan berpikir lama untuk menentukan pilihan. Ada Pepes Jamur, Sop Jamur, Tongseng Jamur, Sate Jamur Kuping, Jamur Goreng, Bistik Jamur Tiram, Nasi Goreng Jamur, Tumis Jamur, Penyet Jamur, Mi Jamur, dan Cap Cay Jamur. Itu hanya sebagian menu yang tersedia. Beberapa menunya sengaja ditutup dengan selotip, mungkin karena susah mencari jenis jamurnya.

Namun, setelah berpikir dengan penuh nafsu dan mengikuti tuntutan cacing perut, akhirnya saya memilih menu yang lagi ngetrend di kalangan abegeh gawul. He? Menu apaan tuh? Cap Cay deh… #:-S

Cap Cay Jamur Terdiri dari Jamur Kuping dan Jamur Tiram

Komposisi dari cap cay ini cukup cantik. Warna yang timbul mampu menggugah selera. Ada daun sawi, wortel, kembang kol, dan tentu saja jamur kuping serta jamur tiram. Jamur tiram yang berwarna putih ini rasanya seperti daging ayam. Kenyal-kenyal kriuk gitu. Sedangkan jamur kuping yang berwarna hitam rasanya gimana ya, kek menggigit daun telinga gitu deh. Krauk-krauk kenyal. :))

Rasa kuahnya sedikit mengejutkan saya. Bukan karena tidak enak, tetapi saya merasa cap cay ini lebih mirip dengan sop. Kenapa begitu, karena rasa bawang putihnya benar-benar kental terasa. Tentu saja cap cay ini tidak menggunakan kaldu ayam atau sapi, seperti layaknya sop yang sering kita temui itu. Pokoke cucok kali untuk vegetarian.

Untuk minuman, saya langsung jatuh cintrong sama Teh Lingzhie. Teh yang diambil dari sari Jamur Lingzhie ini bener-bener mantab. Rasa dan warna dari air sari Jamur Lingzhie ini hampir sama dengan warna teh yang biasa kita kenal.

Teh Lingzhie. INZET: Jamur Lingzhie

Soal teh ini, wuihh… Aromanya harum. Rasanya seperti teh walau sedikit ada rasa seperti jamu. Bahkan sekilas kita tidak bisa membedakan mana air teh dari daun teh dan mana teh yang dihasilkan oleh Jamur Lingzhie. Bener-bener mantab! :top

Soal harga, bisa dibilang cukup terjangkau. Bahkan bisa dibilang sangat murah bila dibandingkan harga makanan junk food yang cuma mahal di pajak itu. Apalagi mengingat kandungan gizi dan manfaatnya untuk kesehatan. Jauh, dab!!

Penasaran? Silakan datang saja ke kedai ini. Oiya, kedai ini ada di 2 tempat. Yang pertama ada di Jalan Kaliurang Km. 15, Degolan, Sleman, Jogja. Sedangkan yang ada di JEC ini merupakan cabang dari yang di Jalan Kaliurang.

Ah, cukup sudah kulinerannya. Sekarang saatnya kembali ke rutinitas.. :-w

Viewed 5325 times by 215 viewers