Muka Detik

Modiar! Opo kui maksud judule? :p Tapi memang bener ada 2 oknum Detik yang telah menculik saya lalu kita balik menjajah kantornya hanya demi menyalurkan hasrat narsis dan menyalurkan bakat fotomodel yang terpendam jutaan tahun hingga memfosil. :D

Ahad malam (13 Mei) itu, terjadilah persekongkolan dan pertemuan gelap (la emang tempatnya cukup gelap) di sebuah angkringan yang paling terkenal se-Jogja, Angkringan Lik Man, Stasiun Tugu.

Bukan, ini bukan pertemuan untuk melancarkan skenario kerusuhan Mei yang terjadi 9 tahun yang lalu, tetapi hanyalah perkumpulan para mahasiswa blogger frustasi untuk bertemu muka, menjalin silaturahmi dan rasa senasib sepenanggungan karena sama-sama belum lulus demi tercapainya bloggerhood yang tentram, tertib, adil, dan sejahtera berdasarkan UUD.

Berawal dari pesan singkat dewi eblis yang menginformasikan akan adanya pertemuan gelap di sebuah angkringan di Jogja. Padahal saat itu saya sedang mengemban tugas sebagai putra-putri terbaik bangsa anak ganteng yang berbakti pada orang tua, menyetor muka demi kelangsungan hidup, dan dan status saya sebagai anak terus diakui. :))

Ha ya sudah. Daripada saya bengong di rumah dan ditanyain ini dan itu, mendingan saya kambek ke Jogja saja. :D

Sehabis Maghrib, sesuai waktu yang telah disepakati, saya berangkat selepas Isya. La Isya kan sehabis Maghrib, toh? :D Dan sekitar pukul 20.30 saya tiba di Jogja dan langsung njujug ke lokasi.

Aseng. Rame betul? Clingak-clinguk kek kethek ketulup orang goblok. Sempet tergoda sama mbak-mbak semlohai yang menebar paha pesona di mana-mana. >:) Akhirnya saya mengontak sang dewi eblis.

Percakapan singkat demi menentukan lokasi pertemuan. Alamak jang! Ternyata tempatnya cukup terpencil dari pusat keramaian. Sial, bayangan ngecengi mbak-mbak penebar paha pesona sirna dan musnah sudah. :((

Di situ saya bertemu dengan rekan-rekan mahasiswa blogger lain. Ada si dewi eblis tentu saja, kemudian ada salah seorang seleblog yang namanya termahsyur dengan petisi pembubaran IPDN-nya (saya udah ikut petisinya, dab!) yaitu Bang SMS siapa ini bang Antobilang, terus ada Kang Arya yang ngaku sebagai hacker yang baik, dan juga pentolan grup band yang akan meluncurkan album baru yaitu Bung Ekowanz. Sebenernya masih ada seorang bidadari yang tadinya ikutan nimbrung, tapi mungkin karena hawa-hawa eblis sudah terasa akan datang, beliaunya pergi. Sial. =((

Di angkringan Lik Man, StasiunTugu

Kami pun ngobs-ngobs ngals-ngids (modiar, bahasa apa pula ini?). Yang namanya blogger, yang dibahas juga ndak jauh-jauh dari dunia perbloggingan. Tetapi rasanya ada yang kurang deh. Apa?

Trambul-e, dab! :drunk

Kekacauan pun berlanjut. Kami pun menuju ke kantor Detik di daerah Baciro. Mungkin ada yang belum tau kalo salah satu kantor Detik itu ada di Jogja.

Apa yang dilakukan? Apalagi kalo bukan ngobs-ngobs ngals-ngids dan tentu ritual para blogger kalo lagi kumpul, foto-foto! :)>-

Di kantor Detik.Com, Jogja

Demikian laporan tugas akhir singkat saya tentang pertemuan ndak jelas dan biadab ini. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Halah! Kembali ke Bab 4.. :banghead

Daftar Pustaka:

Viewed 273 times by 184 viewers