Bakso Keroyokan

Pernah dikeroyok bakso? Bukan, bukan dikeroyok para penjual bakso, tetapi dihajar oleh porsi bakso yang luar biasa hingga mabok!

Ya, saya dan kucingbuncit kemarin mengalaminya. Kami bener-bener kemlekeren karena porsi bakso yang gila-gilaan ini.

Bakso Keroyokan. Begitulah nama yang diberikan untuk bakso ini. Bakso ini memang cukup tenar karena keunikan porsinya. Bayangkan, semangkuk bakso terdiri dari kurang lebih 30 butir bakso! :-o

Berawal dari informasi yang saya terima, saya pun penasaran dengan bakso ini. Kebetulan saya sedang runtang-runtung ga ada kegiatan mirip orang hilang ingatan membuat saya begitu mudah tergoda untuk keluyuran kuliner. Apalagi masih tanggal muda, saatnya foya-foya! >:)

Saya pun segera menghampiri si kucingbuncit, sobat dalam kejahatan kelamin kuliner yang perutnya membentuk angka 6 jika dilihat dari samping ini. Di mana lagi kalo bukan di taman para eblisâ„¢, the Garden Tech! >:)

Siang-siang gini emang paling sip markisip makan bakso. Kami pun segera meluncur ke barat untuk mengambil kitab suci ke arah Jalan Godean. Lokasi warung ini berada di daerah Patran, Godean. Kami pun sempat kesasar saat mencari lokasi bakso ini. Tetapi akhirnya kami menemukan juga lokasi target. :))

Jadi ancer-ancernya, dari Jalan Godean, menuju ke barat. Setelah melewati Toserba Hero, akan ada perempatan yang terdapat bengkel Suzuki. Nah, pas perempatan ini belok ke kiri menuju ke selatan. Warung ini terletak sekitar 300 meter dari perempatan. Untuk lebih jelasnya, lihat saja peta berikut.

Peta

Warung bakso ini tidak mempunyai papan nama. Hanya sebuah warung yang temboknya terbuat dari gedhek (anyaman bambu) bercat warna biru. Keberadaan warung ini diperkuat dengan banyaknya sepeda motor yang diparkir di depannya.

Kami pun segera memesan. Dan setelah pesanan tiba, walau sudah ada bayangan bagaimana kira-kira porsi bakso yang akan kami dapatkan, kami masih saja terkejut. Bakso ini bener-bener fantastis dan di luar dugaan kami! :-o

Dengan setengah berbisik, saya sempet berkata, “anjrit.. habis gak ya?”. Kailani pun mengingatkan, “baca bismillah, bukannya misuh-misuh!”. Oiya, lupa! :-"

Asli. Ini bakso secara rasa tiada yang istimewa. Bahkan menurut saya terkesan datar. Kuahnya kurang menggigit. Hanya jumlah bakso berdiameter kira-kira 3-5 cm ini saja yang membuat istimewa. Rasa baksonya juga terkesan kurang mantab, kebanyakan tepung kanji sepertinya.

Isinya pun seperti bakso pada umumnya. Bakso komplit terdiri dari 30-an butir bakso plus potongan tahu goreng, dengan diisi mi kuning, dan yang membuat saya heran, ada tambahan kobis di dalamnya. Dasar Jogja, makanan apa saja diberi kobis. /:)

Ini bakso bener-bener menghajar perut kami. Beberapa kali kami harus time-out, mengambil jeda untuk menghabiskan bakso ini. :-t Waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskan semangkuk bakso ini kira-kira 20-30 menit. La gimana lagi, di sela-sela menyantap, kami sempet ngobrol-ngobrol untuk memberi waktu pada cacing perut kami untuk menjalankan tugasnya.

Setelah sukses menghabiskan semangkuk bakso bujubuset itu, kini saatnya mengetahui total kerusakan yang ditimbulkannya. Ternyata harga seporsi bakso ini sangat murah, hanya 4.000 rupiah saja ditambah minum 1.000 rupiah.

Petualangan tidak sampai di sini saja. Mumpung masih di sekitar Jalan Godean, kami pun mampir dulu ke Es Teler 1001 yang legendaris itu.

Hasilnya, kami pun mabok bakso plus teler dihajar es teler! :drunk

Kalo anda mengejar kuantitas daripada kualitas, bakso keroyokan ini pantas dicoba! ;)

Viewed 5095 times by 184 viewers