Pendadaran

Alhamdulillah.. Akhirnya hari pendadaran itu tiba. Tanggal bersejarah yang saya sebut sebagai the fuckin date six itu telah saya lalui. Akhirnya.. #:-S

6 Juli 2007 pukul 13.15, Ruang Sidang Elektronika dan Instrumentasi UGM menjadi saksi ajang pembantaian sidang pendadaran seorang mahasiswa bangkotan bernama Muhammad Zamroni selama kurang lebih 1 jam hanya demi mendapatkan gelar sarjana tambahan beberapa huruf di belakang namanya, S.Si. :D

Selamat juga untuk rekan-rekan seangkatan sependadaran, Prince PriyayiSae, Kusno, Winie, Agus, Ridlo, dan Nungky. Akhirnya, dab! :drunk

Tak sia-sia rasanya tahajud begadang tiap malam sambil ditemani Mbak Gadiza Fauzi di acara Metro Malam. =p~ Tak sia-sia rasanya mengebut selama sebulan full, kini saatnya berhari raya bersiap-siap meninggalkan status idola kita semua, MAHASISWA. :-<

Awalnya sempet down dan shock karena adanya perubahan aturan pendadaran di jurusan saya. Bayangkan, masa pendadaran hanya dilakukan sekali selama sebulan, dan itu pun tiap hari Jumat pada minggu pertama. Apalagi saat itu skripsi saya masih dalam proses revisi oleh Bapak Dosen. Tetapi dengan semangat membara, dengan tekad membaja, hingga saya pun rela ngemis-ngemis kepada Beliau agar skripsi saya segera direvisi.

Puasa jeng-jeng yang saya lakoni pun akhirnya membuahkan hasil. Hasrat ngeblog yang tertunda pun akhirnya bermanfaat. Kini saatnya kita lampiaskan semua hasrat yang tertunda itu! >:)

Singkat kata, setelah skripsi saya di-acc dosen setelah saya teror proses pengajuan sidang pun saya lakukan. Mulai dari mengurus surat ini-itu, menghubungi dosen-dosen penguji, mengurus yudisium (di tempat saya, yudisium diurus bareng sama pas ngurus sidang pendadaran), hingga menyiapkan semua berkas dengan cepat dan tangkas. Bayangkan saja, dalam waktu seminggu, saya harus selesai berurusan dengan semua birokrasi khas Indonesia. #:-S

Proses yang sedikit menguras mental adalah ketika pengajuan dosen penguji. Di sinilah nasib mahasiswa dan kadar pembantaiannya ditentukan. Dengan berharap-harap cemas akhirnya ditentukan juga. Sang eksekutorku, Ibu Ilona Usuman yang terkenal cinta damai. :)>-

Lalu, dosen berikutnya adalah.. Ibu Ekskekutor! :-o

Tidaaakkk!!! :((

Saya shock begitu mengetahui kenyataan pahit yang saya terima. Walau akhirnya saya bisa memaksakan diri untuk menerima pil pahit tersebut. Bahkan saking nrimo-nya, malamnya saya mimpi dibantai oleh ibu itu! :-SS

Perjuangan tak boleh berhenti. Meskipun pahit, yang namanya obat itu harus ditelan. Ndak perlu dikunyah supaya tidak bertambah pahit. Dengan prinsip ini, saya pun mencoba pasrah dan ikhlas lillahi ta’ala.

Allah pun mendengar derita umatnya. Tanpa dinyana dan diduga, Pak Ketua Prodi mengganti dosen penguji eksekutor saya! Tanpa tanggung-tanggung, Pak Danang Lelono ditunjuk sebagai penggantinya! Saya melonjak kegirangan karena kedua dosen penguji saya ini terkenal mahasiswa friendly. \:d/

Saya pun baru mengerti arti mimpi saya malam itu.. ;))

Hari itu pun akhirnya tiba. Asli, saya sempet grogi. Maklum, baru pertama kali mo sidang pendadaran, je. Kalo sidang kena kasus tipiring karena ketangkap pas nggodain PSK sih udah biasa. Apalagi jadwal saya adalah pada sesi terakhir.

Demi menenangkan diri dan mengetahui taktik serta serangan dosen penguji, saya pun menyempatkan diri menghadiri sidang pendadarannya Ridlo yang dosen pengujinya sama persis dengan dosen penguji saya. Jatah terakhir itu ternyata menguntungkan juga. :D

Setelah Jumatan, giliran saya tiba. Sebelum sidang, saya berdoa seperti doa yang diucapkan Nabi Musa ketika hendak menghadap Firaun dengan membaca:

rabbi syrahlii shadrii, wayassir lii amrii, wauhlul ‘uqdatan min lisaanii, yafqahuu qawlii, birohmatika yaa arhamar raahimiin

Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah urusanku, dan lancarkanlah lisanku, supaya mereka mengerti perkataanku, wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang

Hehe, emangnya ntu dosen penguji dianggap Firaun? Dasar manusia, kalo ada maunya biasanya langsung alim. ;))

Presentasi 20 menit, lancar nyrocos walau tu dosen pada sibuk dengan urusannya masing-masing. Ada yang utak-atik hape, ada yang makan snack, saya dicuekin, dab! :D

Presentasi Pendadaran

Kemudian demo alat. Sempet deg-degan juga soalnya kemarin pas latihan presentasi bareng anak-anak, tu sistem sempet ngadat. Alhamdulillah, sistem saya lancar jaya dan berjalan semestinya. #:-S

Pas sesi pembantaian tanya-jawab, alhamdulillah banget bisa santai. La itu sesi tanya-jawab malah kek becandaan. Senyum-senyum, ketawa-tawa, karena Bu Ilona dan Pak Danang nanyanya enak, kek ngobrol biasa gitu. Tapi meskipun begitu, skripsi saya masih banyak yang kudu direvisi. :-<

Setelah sidang usai, tim dosen penguji dan pembimbing merapatkan hasil ujian. Harap-harap cemas nunggu di luar ruangan. Beberapa saat kemudian, saya pun dipanggil masuk ruangan.

Tim dosen: “Saudara Zamroni, kira-kira apa hasil dari ujian ini. Anda yakin lulus?”
Saya: “Yakin, Pak!” *crossing finger*
Tim dosen: “Kenapa Anda begitu yakin?”
Saya: “Saya sudah diwanti-wanti ibu untuk segera lulus, Pak!” *apa hubungannya?*
Tim dosen: “Ooo.. Sudah diwanti-wanti ibu mertua, ya?” ;))
Saya: *dalam hati: sial* :D
Tim dosen: “Di sini, kata LULUS-nya dicoret, tuh..”
Saya: “Waduh?” :-o
Tim dosen: “Tapi kata TIDAK LULUS-nya juga dicoret..”
Saya: “La terus? Gimana statusnya, Pak?” :-w
Tim dosen: “Ada satu lagi opsi sebenernya. LULUS DENGAN PERBAIKAN..”
Saya: “Oalah..” #-o
Tim dosen: “Selamat, ya! Anda dinyatakan LULUS DENGAN PERBAIKAN..” *menyalami*
Saya: “Hehe.. Hehe.. Makasih, Pak, Bu..” :D
Tim dosen: “Segera cari calon sana..” :))
Saya: *dalam hati: sial..* :)) *kecut*

Huhuhuh.. Senangnya.. Meskipun saya dinyatakan LULUS DENGAN RASA KASIHAN DENGAN PERBAIKAN, saya tetep lega. Wis, pokoke LULUS! :rock

Terima kasih buat semua temen-temen yang sudah mendukung saya. Temen yang sudah mendahului menghadap-Nya menjadi sarjana maupun yang belum menjadi sarjana. Terima kasih atas kehadiran temen-temen pada sidang pendadaran saya, temen-temen ngeblog, temen-temen keluyuran dan jengjeng, temen-temen pisuh-pisuhan, pokoke semuanya. Juga buat simbok Venus dan Gita atas dukungannya.

Buat temen-temen yang sedang berjuang, Kailani, Antobilang, Cyapila, Aad, Luthfi, Adham Somantrie, ayo segera nyusul! Kalo saya bisa, kalian semua pasti bisa! ;)

Saya teringat ucapan teman saya,

Lulus itu bukan menyelesaikan masalah, tapi hanya menutup suatu permasalahan dan membuka lagi yang laen..

Heheh.. Bener juga. Minimal mengurangi mahasiswa goblok bangkotan di UGM lalu menambah angka pengangguran di Indonesia. ;))

Updated: Ngajak gagrek:

Viewed 216 times by 110 viewers