
Pernah denger slogan “Ultimate in Diversity“?
Basbang? Mungkin. Tapi kalo belum, berarti kita kudu tos dulu. ![]()
Sudah lama saya ndak ngangsu pengalaman dari temen-temen Jalansutra. Maklum, semenjak saya jatuh miskin benwit, kran milis yang saya ikuti terpaksa saya hentikan. Termasuk milis paling deras, milisnya Jalansutra.
Beberapa waktu yang lalu, di JS sedang hangat-hangatnya dibicarakan soal slogan resmi yang dilansir Departemen Kebudayaan dan Pariwisata ini.
Slogan “Ultimate in Diversity” dirasa kurang pas, terlalu panjang, dan kurang ear-catchy.
Kemudian temen-temen JS pun mbikin lomba slogan pariwisata ala Jalansutra.
Saya sih setuju-setuju aja sama ide temen-temen JS. Apalagi kalo kalo dibandingkan dengan slogan negeri seberang Malingsia Malaysia yang “Truly Asia”, Singapura yang “Uniquely Singapore”, atau Thailand dengan “Amazing Thailand”-nya itu, slogan “Ultimate in Diversity” kok terdengar birokratis banget. ![]()
Belum lagi logonya itu loh. Menurut saya kok kurang nyeni. Penggunaan font-nya kok terlalu kaku. ![]()

Bukan, bukan berarti saya mencela desainernya, tapi mbok bikin logo itu ya yang nyeni dikit.
Bandingin saja sama logo-logo slogan negara lain di samping ini. Beda banget kan?
Nah, perkara logo beginian sih harusnya diserahkan ke Mentri Desain, donk! ![]()
Nah, dari hasil rembugan temen-temen JS, ada 10 nominasi slogan. Berikut ini nominasinya, secara acak:
- Indonesia, Wow! Diciptakan oleh Jimmy Tanaya. Maksudnya sih menonjolkan unsur surprise dari Indonesia.
- Indonesia: Dangerously Beautiful. Dibuat oleh Indah dan Iwan Esjepe. Maksudnya menonjolkan sisi “nakal” dari Indonesia.
- Indonesia: The Smiling Archipelago. Senyum dan keramahan Indonesia, yang coba ditawarkan oleh Delima Kiswati.
- Indonesia: This Is Life! Terinsipirasi oleh wisatawan asal Prancis ketika menyaksikan upacara sunatan gaya Sunda, Ferry Susetyo melontarkan slogan ini.
- Indonesia, Beyond Expectation. Yessie Marissa mengingatkan akan slogan lama negeri kita, “Tak Kenal maka Tak Sayang”.
- Indonesia: Awaken Your Senses. Tiara menggambarkan bahwa seluruh panca indera dapat dimanja di Indonesia.
- Indonesia: Been There.. Love It! Eka Budi dengan jelas menggambarkan perasaan mereka yang sudah pernah berkunjung ke Indonesia. Siapa sih yang ndak jatuh cinta?
- Indonesia, Taste and Adventure. Fajar Okto menulis slogan ini dengan semangat Jalansutra yang membara, “Sekali Jalan-jalan Terus Makan-makan!”

- Indonesia: The World by Itself. Indonesia adalah Indonesia, bukan Indonesiamu atau Indonesia mereka.
Demikian kira-kira maksud dari slogan yang diciptakan oleh Kartono ini. - Indonesia: More Than Asia. Terdengar “familiar”?
Ya, lupakan para penjiplak dan penyabot budaya orang lain itu. Slogan ciptaan Andri VB ini jelas menunjukan betapa Asia-nya Indonesia.
Nah, dari hasil polling, slogan Indonesia, Beyond Expectation berada di peringkat pertama. Setidaknya ketika postingan ini dibuat. ![]()
Update: Ternyata pemenang dari lomba slogan wisata ala Jalansutra adalah Indonesia: Dangerously Beautiful.
Tapi kalo saya pribadi sih cenderung ke Indonesia: More Than Asia.
Jujur saja, kalo dibandingkan sama Malaysia yang ngaku-aku “Truly Asia” itu, Indonesia justru lebih kaya. Bayangkan, ada berapa suku bangsa dan bahasa di Indonesia. Belum lagi tradisi dari masing-masing daerah.
Suku bangsa lain pun banyak ditemukan di Indonesia. Cina, India, Arab, Afrika, semua bisa kita temukan di Indonesia. Bisa dibilang, di Indonesia, ada banyak unsur “Asia” yang bisa ditemukan. Lebih dari Asia.
Hehe, itu sih hasil interprestasi saya yang berdasar ke-sok tau-an belaka. ![]()
Ya, saya memang cinta Indonesia. Saya masih pengen ngeluyur, menjelajah tiap jengkal tanah di Indonesia. Rasanya banyak banget hal yang belum saya ketahui tentang Indonesia. Walau sekarang belum bisa, karena faktor finansial, kesempatan, dan waktu. ![]()

Jangankan Indonesia. Di Jogja ini saja, saya menemukan banyak obyek yang menarik dan berpotensi wisata, setidaknya menurut saya. ![]()
Yah, meskipun slogan yang akan dibawa rekan-rekan JS sedikit berbeda dengan slogan resmi pemerintah, toh tujuannya sama, menarik wisatawan untuk datang ke Indonesia.
Namun yang sangat disayangkan, kita sama sekali belum pernah mendengar kampanye dan sosialisasi branding ini. Sosialisasi dan publikasi dari pemerintah kita, seperti biasa, mlempem.
Bandingkan dengan tourism board negara lain. Iklan “visit Malaysia” pun tak jarang kita liat di TV. Orang lebih suka berlibur ke Singapura. Kalo pun berwisata domestik, paling ya Bali lagi, Bali lagi.
Target pemerintah untuk menjaring 7 juta wisatawan mancanegara datang ke Indonesia rasanya mustahil kalau kampanyenya kek begini. La wong penduduknya sendiri saja ndak tau, gimana orang luar negeri tau?

Belum lagi pencanangan program Visit Indonesia 2008. Kalo ndak didukung dengan kultur masyarakat sadar pariwisata dan infrastruktur pendukung pariwisata yang bagus, saya rasa cuma mbikin malu saja.
Selamat hari pahlawan! Walau postingan ini ndak nyinggung soal pahlawan dan kepahlawanan, setidaknya merupakan sebuah ekspresi kecintaan saya akan Indonesia. ![]()
Kalo menurut sampeyan, kira-kira bagaimana?
Viewed 2972 times by 840 viewers !-->