
Kerinduan saya akan candi kembali terobati. Beberapa hari ini saya ndak bisa konsen kerja karena pikiran ini selalu terbayang-bayang akan batu candi. ![]()
Hari Ahad (11/11) kemarin, saya dan rekan ndoyok saya kembali berpetualang ke Candi Barong untuk beribadah setelah lama vakum keluyuran.
Petualangan tolol kali ini sedikit beda, karena bisa dibilang petualangan kami kemarin merupakan training dan diklat kepada para doyoker trainee sekaligus memperkenalkan kegiatan ndoyok kepada seorang tamu. ![]()
Para doyoker trainee itu adalah Annots dan Cyapila, sedangkan tamu kami hari itu adalah seorang mahasiswi tersesat bernama Tika yang ndak kebangetan Ika. ![]()
Perjalanan dimulai pukul 9 pagi. Cuaca yang mendung-cerah cukup mendukung karena medan yang akan kami kunjungi cukup “memprihatinkan”.
Ada 2 jalur sebenernya untuk menuju ke Candi Barong. Jalur pertama melalui sebelah utara yang memungkinkan kendaraan sampai ke bagian belakang candi. Tetapi kami ndak menempuh jalur itu karena jaraknya lebih jauh.
Kami menempuh jalur yang cukup berat namun cukup gampang ditempuh. Dari pertigaan Prambanan, ambil jalur ke selatan, ke arah situs Petilasan Ratu Boko. Kemudian akan ada papan petunjuk ke arah Candi Banyunibo.
Jika ke Candi Banyunibo belok ke kanan (selatan), untuk ke Candi Barong kita mengambil jalan lurus kemudian belok ke kiri. Letak Candi Barong ada di sebelah timur Candi Banyunibo tapi berada di atas bukit. Bila melalui jalur ini, kendaraan ndak dapat sampai ke lokasi candi di atas.
Kami terkejut ketika ada petunjuk menuju ke arah Candi Barong malah nyasar ke halaman rumah penduduk. Oleh si empunya rumah, kami diberitahu bahwa memang sering orang kesasar ke rumahnya ketika hendak menuju ke Candi Barong.
Untungnya bapak pemilik rumah tersebut mempersilakan kami memarkir kendaraan di halaman rumahnya. Kami kemudian melanjutkan perjalanan ke Candi Barong dengan berjalan kaki, menyusuri jalan setapak nan licin.
Jalan mendaki menuju candi ini cukup mantab sebagai ajang berolah raga. Selain itu pemandangan eksotis hamparan sawah, rumput, dan ilalang menghijau di sekitar candi begitu menyejukkan.
Candi Barong terletak lereng Pegunungan Boko. Berada di ketinggian ±200 meter dpl, di Desa Candisari, Bokoharjo, Prambanan, Sleman.
Disebut Candi Barong karena hiasan Kala pada candi ini berbentuk seperti kepala Barong di Bali itu.

Candi Barong tersusun atas 3 tingkat. Tingkat pertama merupakan dasar dari seluruh bangunan candi berupa tanah datar. Tingkat kedua berupa pelataran yang ditengarai dulu berdiri bangunan yang menggunakan unsur kayu selain unsur batu. Tingkat ketiga ini adalah tingkat yang paling suci, di mana terdapat 2 buah candi utama dan sebuah gerbang.
Untuk menuju ke sana, kita harus melalui 3 tangga yang berada di bagian barat. Kompleks candi berada di atas fondasi batu berbentuk talud yang membentuk pelataran.

Pelataran kedua ini berukuran sekitar 12 x 8 meter. Pada pelataran ditemukan puing-puing batu sisa bangunan. Ditengarai di pelataran ini dulu merupakan kompleks bangunan pendukung candi.
Dari petak-petak dan sisa-sisa batu, diperkirakan merupakan bangunan semacam tempat tinggal atau pendopo.

Candi Barong berada pada tingkat ketiga. Sebelum masuk ke kompleks candi, ada sebuah gapura berhias motif Kala-Makara yang harus dilewati. Ditengarai di sekeliling candi ini terdapat pagar namun pagar ini telah roboh dan hanya tersisa sedikit di sisi gerbang sebelah utara.

Ada 2 buah candi utama yang posisinya “kurang simetris” karena candi ini cenderung menjorok ke selatan.
Sekilas kedua candi ini nampak sama, namun ada beberapa perbedaan yang bisa kita temukan.
Candi pertama yang berada di sebelah utara (di depan gerbang pintu masuk) berukuran sedikit lebih kecil. Motif ukiran dan arca yang ada pada candi ini pun sedikit berbeda.
Candi ini ndak memiliki ruangan. Hanya terdapat 4 relung berhias Kala-Makara di keempat sisinya. Arca yang ada pada candi ini pun sudah hilang atau mungkin sudah diamankan.
Menurut referensi yang saya baca, pada candi ini ditemukan arca Dewi Sri sang dewi kesuburan, istri dari Dewa Wisnu. Selain itu ditemukan juga hiasan kerang bersayap (Sankha) yang merupakan simbol dari Dewa Wisnu.
Candi pertama, yang berada persis di depan gerbang candi merupakan candi untuk menghormati Dewa Wisnu, sedangkan candi di sampingnya merupakan candi untuk menghormati Dewi Sri.
Dari ciri-ciri ini, dapat diidentifikasikan bahwa Candi Barong merupakan candi Hindu. Dari bentuk bangunannya, candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-9.
Ditemukannya arca Dewi Sri menjadi tanda bahwa candi ini ditengarai merupakan candi pemujaan terhadap Dewi Sri untuk memohon kesuburan. Apalagi lokasi candi ini berada di atas bukit yang tanahnya relatif kurang subur.

Bangunan candi sendiri berupa lantai, badan, dan atap candi. Kaki candi berupa alas persegi bersusun tingkat. Kita dapat menemukan ukiran bermotif berlian dan sulur di bagian ini. Antara kaki dan badan dipisahkan dengan selasar dengan hiasan segitiga.
Badan candi terdapat relung Kala-Makara dengan hiasan sulur di dindingnya. Pada bagian bawah relung, kita menemukan hiasan makhluk kerdil bernama Ghana yang diapit ukiran pot.
Badan dan atap candi dipisahkan hiasan berupa segitiga, seperti pada pemisah badan dan kaki candi. Bagian atap terdiri atas 3 tingkat berbentuk permata ratna.
Kondisi bangunan candi masih sangat baik dan utuh. Motif ukiran dan relief masih dapat dilihat dengan jelas. Hanya saja, arca-arca yang seharusnya mengisi relung-relung candi ndak dapat kita temukan.
Bentuk keseluruhan kompleks candi juga menarik, karena ada bagian-bagian yang tidak simetris namun di sisi lain ada bagian yang sangat simetris. Nah, bingung kan? ![]()
Tak jauh dari kompleks Candi Barong, di sebelah utara kami menemukan puing-puing batu. Ketika kami menuju ke sana, kami ndak menemukan petunjuk apapun mengenai puing-puing batu tersebut. Kemungkinan ini adalah sisa-sisa batu penyusun Candi Barong yang belum dapat disusun kembali.
Selain kompleks candi yang menjadi daya tarik, lokasinya yang berada di atas bukit memberikan pemandangan mantab dan menyenangkan. ![]()
Namun sayang, lokasi yang terpencil dan sulit dijangkau membuat potensi wisata ini menjadi tak terurus dan tersisih.
Viewed 1507 times by 262 viewers !-->
12 Nop 2007 11:20:20 dari
Pertamaaaaax
12 Nop 2007 11:20:54 dari
keduaaaax
12 Nop 2007 11:21:40 dari
ketigaxxx
hure hetrik!! *bangga*
12 Nop 2007 11:22:38 dari
bagaimana nilai saya sebagai doyoker trainee??
12 Nop 2007 11:27:28 dari
zam, kamu buka biro wisata ajaa.. *penjelasane udah kaya arkeolog ahli
12 Nop 2007 11:28:14 dari
yihaaa dobelhetrik
12 Nop 2007 11:33:25 dari
saiki dadi arkeolog to Zam? penjelasanmu kaya guru sejarahku SMA biyen..
12 Nop 2007 12:07:03 dari
zam, disini ada lingga/yoni nggak?
kenapa ya hampir di semua situs candi/arca selalu ada bangunan lingga/yoni? apa ada pesan tertentu? ato sbg syarat konstruksi candi? seperti rumah tinggal harus ada kamar tidur, ruang tamu, dan toilet gitu? sekedar penasaran aja.
12 Nop 2007 12:23:44 dari
di trenggalek ada candi pesing
12 Nop 2007 12:34:46 dari
jalan2 mulu.. asiknya…
12 Nop 2007 12:35:21 dari
Sayang tidak ada foto-foto reliefnya…. biasanya relief itu bisa bercerita tentang kegiatan atau aktifitas warga sekitar pada waktu itu. BTW ulasannya kumplit banget lho.. thanks for sharing Zam
12 Nop 2007 12:40:35 dari
ada candiers banru yang gemar hetrik…
12 Nop 2007 13:03:16 dari
@ Fahmi:
Lingga dan Yoni merupakan simbol dari dewa yang dipuja/dihormati di suatu candi. ndak semua candi punya Lingga dan Yoni.
dari penelusuran saya sejauh ini, Lingga dan Yoni saya temukan di candi bercorak Hindu Siwaistis macam Candi Sambisari, Candi Kedulan, dan Gedong Songo.
Lingga dan Yoni adalah simbol dari alat kelamin manusia, Lingga adalah alat kelamin pria, Yoni adalah alat kelamin perempuan.
@ Totoks:
relief di candi-candi ndak selalu menggambarkan cerita. kebanyakan hanya merupakan hiasan, atau figur dari dewa yang dipuja di candi tersebut.
dari beberapa candi yang saya telusuri, hampir semua punya motif yang sama, yatu sulur-sulur bunga, entah itu candi Budha atau Hindu.
memang, candi Hindu dari pengamatan saya lebih minim relief, daripada candi Budha.
untuk foto, ada beberapa foto relief di posting candi saya sebelumnya. hampir semua relief mirip, kok.
12 Nop 2007 13:05:59 dari
lho toilet umum jaman batunya mana??? Kok ndak ada?
Betewe, dari acara diklat TUTUP TAHUN kemaren saya lulus tanpa koreksito ya?
“
12 Nop 2007 13:44:03 dari
tak enteni kowe nang kene zam, kapan?
/
12 Nop 2007 14:09:14 dari
fOtonya mantapppp. Pokoknya semakin tidak ada fotonya Zam mejeng..semakin mantap *ojo nesuuuu
12 Nop 2007 14:46:28 dari
hmm..candi diatas bukit yah … pengen ke sana kapan-kapan
12 Nop 2007 15:42:59 dari
pengin meluuuuuuuuuuu ……….numpak candiiiii
12 Nop 2007 16:58:12 dari
KOK SAYA NDAK DI AJAK JADI TRAINEEEEE
Tega e Mas Annots
12 Nop 2007 17:22:28 dari
@leksa
saya mau ngajak orang lain kalo acarane enak, kalo acarane pake semacam plonco mosok saya ajak2 situ
Eh Zam, dari acara kemaren ada satu lagi yang perlu ditambahkan di tagline blog ini, blog peduli UKM ( inget mbak-mbak yang
)
jualanbeli dawet pake baju hitam kemaren12 Nop 2007 17:28:52 dari
guud.. gu…..d…. pye nek mrono numpak pit kebo ku???
” wani ra??? jirih 
12 Nop 2007 17:58:36 dari
gapura di pintunya lucu. wekekekke
12 Nop 2007 18:04:25 dari
Zam candi di foto ke dua dari atas kayaknya familiar yah
mirip ama yang punya blog ini 
12 Nop 2007 18:49:24 dari
wah, mata barongnya potong…
12 Nop 2007 19:09:55 dari
koyo candi boko …
12 Nop 2007 19:41:01 dari
menarik…
eh kalo ak ke jogja, jadi tour guide yahhh
rasanya candi yg pernah ak datengin standar candi borobudur dan prambanan, ya walo dua2nya emg cantik seh
ehm sama candi songo
12 Nop 2007 19:47:19 dari
gak seru hehehe,..
btw, nih jakal kapan idup lampu yah? siyal,.jadi ngemper lema2 di SIC
12 Nop 2007 21:56:42 dari
kok kayaknya banyak banget candi di jawa
12 Nop 2007 22:05:24 dari
Waduh jadi pengen jalan2 kecandi nie!
Bosen jalan-jalan ke mall melulu!
12 Nop 2007 23:04:58 dari
dunia ini memang aneh… susah-susah sekolah di teknik elektro malah jadi arkeolog … hakekeke…
udah pernah meliput candi gebang?
12 Nop 2007 23:51:41 dari
mak jang…. jalan-jalan terus dia…
13 Nop 2007 03:16:27 dari
Numpang nyampah/
13 Nop 2007 06:39:45 dari
request jengjeng ke ‘Goa’ donk
13 Nop 2007 09:50:38 dari
kog gak ada cerita sejarah nya
13 Nop 2007 10:40:56 dari
ooo..ini di deket candi ratu boko ya ? *blompernah*
13 Nop 2007 11:35:52 dari
liat poto pelatarannya jadi pengin maen bal-balan zam… luas gitu ma tanahnya keliatan empuk ya, sepp.. kuwi kanggo nggocek bal tapi kayaknya klo ujan jadi becek
13 Nop 2007 11:47:27 dari
weleh…pyee..apa sudah dikumpulkan tugas para trainee itu!!
doyok candi ini syarat buat ambil matakuliah doyok sendang lho!!!
13 Nop 2007 14:41:29 dari
itu pelatarannya seperti kompleks sebuah perkampungan deh ,,,tapi ga mungkin yah , biasanya candi dibangun di komplek peribadatan sendiri yah?
13 Nop 2007 16:49:13 dari
@ Raffael:
referensi sejarah tentang candi ini memang minim dan agak susah, sehingga saya kurang tau sejarah pembangunan candi ini secara mendetil.
@ [ew]:
pelataran itu alasnya berupa batu, kang. kalo mo sepak bola ya bisa, tapi futsal.
@ iks:
dari puing-puing yang ada di pelataran, kemungkinan merupakan pendopo untuk tempat duduk dan berkumpul ketika memanjatkan doa. kalo untuk perkampungan sangat kecil kemungkinannya.
13 Nop 2007 22:09:14 dari
ahh ngulik film yg ada candi2nya ahhhhh
14 Nop 2007 08:59:52 dari
kasian si cya….
14 Nop 2007 10:10:56 dari
lagi2 report wisata candi

skali2 disertai poto pre-wed di candi gituh mas
14 Nop 2007 12:37:59 dari
zam koq barong e mirip kowe ya?? hehee
14 Nop 2007 23:45:14 dari
lha mesti terakhire kok gini terus zam!, kayak jengjengmu dipantai yang bener-bener nggak kalah sama Bali itu, wah pantai itu muntap zam!.
sesekali mereka itu perlu di selenthik zam !!!
15 Nop 2007 01:48:24 dari
*ga konsen akibat serangan 20 GB*
15 Nop 2007 06:39:56 dari
aku ndak diajaaakk..
15 Nop 2007 12:46:04 dari
aku gak komen soal candi2nan
aku mau komen soal jaiku yang dipojok kanan atas itu.
DAMPUTT..!!!!!
dasar kowe muka ustad kelakuan bejadddddzz…
15 Nop 2007 16:38:42 dari
masih jauh dari prambanan ngga?
)
aku rencanannya desember ntar mau jalan2 ke jogja,
tapi masih ndak tau mau kemana aja..
pengennya ke prambanan, borobudur, kraton…
tapi waktunya cuman sehari thok… heu heu heu…
(ko kayanya ngga mungkin ya
16 Nop 2007 06:30:20 dari
weleh weleh..gak bisa konsen kerja kok gara gara batu candi..biasa nya kan gara2 keluarga dirumah..
16 Nop 2007 11:16:50 dari
sebelah2 nya ada perkebunan teh yak
16 Nop 2007 11:40:43 dari
@ Ndah Ndut:
ndak ada perkebunan teh, hanya ditumbuhi rumput dan ilalang. karena tanahnya kurang subur.
5 Jan 2008 22:05:03 dari
Makasi yee..infonya uda gua copy buat bekal bikin paper..

Hexhexhex..
Tp klo dosennya ga ngasi gua nilai A, brrti lo tggl nunggu ajal loe..

Cuihh!!

31 Mar 2008 11:08:48 dari
mksh ya Bro buat info candinya, mnurut q lebih ngeklik drpd milik depbudpar
sippp
19 Apr 2008 10:35:29 dari
wuiiihhh….kueren buanget sayang di sini gak ada candi ( bangka )

ku copy paste yah buat tontonan d rumah …..he..he…