Es Dawet Durian Kampung Kali

Sebenernya sudah cukup lama saya mendengar legenda Es Dawet Durian Semarang ini, namun berhubung saya buta dengan peta perkulineran Semarang, saya hanya mengira es ini hanya tinggal cerita belaka.

Akhirnya tadi siang saya berhasil menemukan kembali legenda yang hilang tersebut berkat petunjuk dan pencerahan dari Fany. Thanks, Fan! ;)

Panasnya Semarang memang cucok kali untuk nyeruput es. Belum lagi, bulan-bulan begini adalah musim-musim durian. Hoho.. I love durian! =p~

Es Dawet Durian ini sering dikenal dengan nama Es Dawet Durian Kampung Kali, karena memang dijual di daerah bernama Kampung Kali.

Kampung Kali merupakan lokasi yang sangat strategis. Daerahnya cukup rindang karena masih banyak ditemukan pohon-pohon besar di pinggir jalan. Cukup nyaman untuk beristirahat di tengah panas mentari yang menyengat.

Selain rindang, ada “kerindangan” lain yang bisa kita temukan. Es ini dijual tepat di depan kompleks sekolahan Yayasan Bernadus Theresiana yang identik dengan gadis-gadis siswi SMA yang putih mulus, di Jl. Mayjen Sutoyo 69, tak jauh dari Simpang Lima. >:)

Hanya ada seorang penjual es di kawasan ini. Untuk menemukannya cukup mudah. Si penjual menggunakan gerobak dorong berwarna hijau dengan ciri khas gentong kecil berwarna coklat dan beberapa buah durian di atas gerobaknya.

Untuk menuju ke sana gampang banget. Dari Simpang Lima, belok ke jalan K.H. Ahmad Dahlan, kemudian pas pertigaan mentok belok kiri.

Nah, Sekolah Theresiana itu berada di pojokan pertigaan sebelah kiri. Tepat di depan sekolah itu, penjual es ini dapat kita temukan.

Bisa juga sih ngambil arah dari jalan Gadjah Mada, tapi ntar kita kudu muter balik setelah lewat jalan D.I. Panjaitan. Mending lewat Ahmad Dahlan saja, saran saya. :D

Saya pun memesan satu porsi. Berhubung buah durian adalah buah musiman, ndak setiap hari kita bisa menikmati es ini. Di hari biasa, es ini dijual sebagai Es Dawet biasa.

Beruntung, bulan Desember adalah musim-musim durian, maka Es Dawet Durian pun bisa saya nikmati.

Seporsi es ini ukurannya cukup dahsyat menurut saya. Mangkok yang digunakan adalah mangkok soto berukuran besar.

Es Dawet Durian ini berisi dawet (cendol) putih bikinan sendiri, tape ketan putih, potongan buah nangka, dan 3 biji durian.

Sebagai airnya digunakan santan dan serutan es yang dilumeri juruh atau air gula jawa. =p~

Dawet yang digunakan ini cukup unik. Dawet atau cendol ini berwarna putih, tanpa bahan pewarna. Selain itu kalo dawet biasa dipotong pendek-pendek, dawet yang digunakan pada es ini panjang-panjang, mirip mie. :D

Durian yang digunakan pun didatangkan dari Jepara. Durian Jepara memang terkenal akan rasa manisnya dan warna kuning emasnya yang cantik.

Tibalah saatnya mencicipi. Slluurrp..

Aneh, menurut saya. Es ini terasa kurang manis. Larutan gula jawanya sepertinya ndak mampu mengalahkan dominasi santan dan serutan es yang mencair.

Saya sempat kecewa karena rasanya kurang manis. Di tengah keputusasaan, saya pun mengambil durian dan menyeruputnya bersama air gulanya.

Saya terkejut! Rasa manis durian Jepara mampu menolong kekurangan gula jawa tadi, bahkan memberikan sensasi rasa berbeda! :-o

Perpaduan rasa durian dan gula jawanya memang unik. Barulah saya mengerti kenapa tim Bango Cita Rasa Nusantara memberikan gelar juara kepada es ini. :top

La? Emang ada hubungannya antara es sama kecap? :))

Stiker juara dari Bango Cita Rasa Nusantara

Namun sayang, daging durian ini masih sedikit keras, alias kurang matang, meski rasa manisnya sudah cukup mantab.

Mungkin belum musimnya kali, ya? Musim panen durian biasanya kan pertengahan Desember. La pas saya ngicipi ini es kan Desember awal. ;))

Saya ndak bisa mbayangkan kalo misalnya durian yang digunakan itu dagingnya sudah sedikit mlenyek, harumnya sudah menyengat, sehingga rasa manisnya bisa berpadu sempurna dengan larutan gula jawa..

Weh.. =p~ *ngelap iler*

Tape ketan dan nangkanya memberikan variasi rasa yang cukup menarik, walau terkesan rasa ini tenggelam oleh rasa duriannya.

Secara keseluruhan, es ini loemajan lah, terutama ketika cuaca Semarang yang panas ngentang dan pas musim durian. =D>

Hoho.. Dahsyat! =p~

Total kerusakan yang ditimbulkan, cukup mahal menurut saya. Seporsi Es Dawet Durian ini harus ditebus dengan harga 10 ribu rupiah. Namun untuk kedahsyatan rasa, cukup pantas lah.

Ah, saya jadi teringat akan Es 1001 yang bikin saya seolah-olah terbang ke dongeng 1001 malam itu. =p~

Tertarik mencicipi? ;))

Viewed 9702 times by 487 viewers