
Bloger Days di Jakarta kemarin berlangsung beda. Ndak, saya ndak ngomongin soal acara Blogger Day yang digagas British Council itu, namun Bloger Days versi saya. ![]()
Empat hari tiga malam saya terdampar di kota laknat Jakarta semakin meneguhkan anggapan saya bahwa di Jakarta itu banyak penggoda iman.. ![]()
Hari pertama, saya menginjakkan kaki di stasiun Pasar Senen Subuh hari. Geliat kehidupan kota pun sudah mulai terasa. Beda dengan di Jogja yang jam segini masih tidur molor memeluk guling.. ![]()
Tujuan pertama saya adalah kediaman petinggi BI di bilangan Sarinah Thamrin. Jam 5 lewat 15 menit, bus Transjakarta koridor 2 berwarna biru berhenti di halte Pasar Senen. “Wah, rame juga ya?”, gumam saya dalam hati.
Singkat kata, setelah berjejal-jejal di halte transit Harmoni dan berebut tempat di dalam bus koridor 1, sampailah saya di kediaman Mas Ipul. ![]()
Siang itu, agenda saya kurang begitu menarik. Berkunjung ke sebuah kantor di kawasan Kebon Jeruk, mengharuskan saya menikmati rute P.77 bus Mayasari Bakti.
Dasar ndeso, saya barulah tau yang namanya Jembatan Semanggi, Jembatan Slipi, dan Gedung Sirkus Rakyat itu. ![]()
Saya pun sempat merasakan yang namanya macetnya Jakarta, berjuang berebut bis di gerbang tol Kebon Jeruk-Tomang, melakukan hal-hal bodoh ala warga Jakarta seperti menyeberang jalan seenak udel kuda, dan sebagainya.
Malamnya, saya merasakan kuliner Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih yang terkenal itu. Menikmati Nasi Goreng Kebon Sirih, jelas lebih afdol kalo langsung dari asalnya, Gang Kebon Sirih I Jakarta Pusat.
Hari kedua saya pun ndak jauh beda dengan hari pertama. Merasakan ganasnya Jakarta yang sedikit demi sedikit saya toleransi, walau dalam hati tetap saja mengumpat, “ASUUU… Kutho opo iki?!!”
Jumat malam tentunya menjadi malam sakral. Ya, berkumpul di landmark baru Jakarta, Bunderan HI, menjadi ajang yang saya tunggu jika sedang sial terdampar di Jakarta.
Malam itu saya ketemu bloger-bloger kondang. Tentu saja saking banyaknya, saya sendiri ndak hafal dengan nama-nama mereka. Namun yang berkesan buat saya adalah Mas Jay yang ternyata orangnya asyik juga. ![]()
Bisa dipastikan acara Juminten di Jogja sedikit berkurang formasinya karena Tika sama Momon juga hadir di BHI. Namun menurut rekan-rekan di Kasultanan, acara Juminten kemarin justru bertabur tomat segar. Aseng.. ![]()
Lelah bergojek kere di pelataran Plaza Indonesia, saya dan beberapa rekan diangkut ke apartemennya Mas Iman di kawasan Rasuna Said.
Sampai di sana pun rupanya ndak bisa langsung tidur. Maklum wong ndeso, jadi agak kaget kalo tidur di apartemen. ![]()
Sabtu pagi sampe siang, dihabiskan dengan leyeh-leyeh. La maklum, cuaca Jakarta hari itu puanas kayak kena bocoran neraka. Di apartemen, AC yang disetel begitu dingin membuat nyaman berleyeh-leyeh di kasur empuk. ![]()
Mas Iman pun ngajakin ke kawasan Kota Tua sorenya. Asem, godaan ini membuat saya goyah. Rencana pulang ke Jogja malamnya terpaksa ditunda besok pagi karena Mas Iman mengajak saya untuk makan malam bersama Sarah di restoran Dapur Babah. ![]()
Duh, godaan yang ndak bisa ditolak! ![]()
Di Kota Tua, saya bertemu lagi dengan Mas Jay yang rupanya juga lagi hunting foto. Selepas berhunting foto, kami pun menuju Kafe Batavia, sebuah kafe eksotis bernuansa Eropa tempo dulu yang berada di sisi utara Taman Fatahillah.
Sayangnya, di resto ini ndak diperkenankan mengambil gambar. ![]()
Dari Kafe Batavia, kami pun meluncur ke Jalan Veteran I, menuju retoran Dapur Babah. Dari 3 rumah makan grup Hotel Tugu ini, Dapur Babah di kawasan ini bisa dibilang merupakan restoran kelas elit.
Restoran bernuansa Cina yang kental namun dipadukan dengan nuansa Jawa begitu eksotis. Aroma terapi dari wewangian yang dibakar dan remang-remang cahaya lilin memberikan kesan romantis sedikit mistis.
Meja-meja kayu, hiasan keramik, patung-patung, dan lukisan yang dipasang di dinding semakin memperkuat kesan asimilasi Cina-Jawa-nya. Para pelayannya pun tak kalah ciamik penampilannya. Kesannya seperti berada di negara antah berantah.
Namun sayang, nuansa ini justru rusak karena lagu yang diputar justru lagu-lagu populer jaman sekarang. Andai saja lagu-lagu Cina jadul atau lagu ber-genre bosanova yang diputar, tentu akan semakin serasi dengan konsep resto ini.
Namun beda dengan saya. Ruangan seperti ini justru memberikan kesan singup. Suasana makan pun menjadi sedikit kurang greget.
Lagi-lagi, kami dilarang mengambil gambar di dalam resto ini. ![]()
Rencana pulang ke Jogja saya akhirnya tertunda lagi. Mas Iman menggoda saya dengan menawarkan paket jeng-jeng ke Museum Nasional (Museum Gajah).
Argghh!!!
Kenapa godaanmu begitu kuat, Mas! ![]()

Minggu siang kami habiskan di museum yang begitu luas ini. Favorit saya, tentu saja ruang luar yang menyimpan arca-arca dan batu-batu candi.
Demi keamanan, lagi-lagi kami dilarang mengambil gambar di dalam museum ini. ![]()
Sayang sekali saya belum sempet menikmati seluruh ruangan yang ada di museum ini. Suasana yang rame semakin membuat saya ilfill untuk menikmati tour de museum ini.
Namun sisi positifnya, banyak anak-anak yang dibawa keluarganya untuk berwisata di sini. Mengenalkan kebudayaan dan sejarah kepada anak-anak di usia dini tentu menjadi modal yang bagus, daripada dibawa ke mall dan pusat perbelanjaan.
Dari Museum Nasional, Mas Iman mengajak kami bernostalgia dengan mencicipi Mi Gondagdia yang legendaris itu.
Mas Iman bercerita, sejak jaman dia sekolah, dia hampir tiap hari makan di sini. Bahkan bapak tua penjaga kasir itu merupakan putra dari pemilik restoran ini. Dulunya, bapak tua tersebut berada di depan panci, yang bertanggung jawab atas kelezatan mi-nya.
Restoran sederhana seperti inilah yang saya suka. Walau tetep mahal harganya, suasana sederhana dan kerakyatan semacam ini yang membuat kenikmatan makan bertambah.
Saya pun membuktikan cerita legenda kedahsyatan Mi Gondangdia ini. Mi-nya bener-bener kenyal, ulet, namun empuk. Mi yang konon bikinan sendiri ini memiliki kadar gluten yang pas, membuat mi begitu liat namun mudah dipotong dengan gigi ketika berada di mulut.
Namun sayang, saya ndak membawa kamera saya. Saya minder setelah Mas Iman berkata kalo Canon, merk kamera saya, adalah merk untuk mesin fotokopi, bukannya merk kamera. Asem.. ![]()
Dari kawasan Gondangdia, kami segera meluncur ke Pacific Place, lokasi diadakannya Blogger Day besutan British Council itu.
Rupanya di sana berkumpullah para bloger kondang yang selama ini cuma saya temui di ranah maya di Warung Podjok. “Ah, ini sih bukan warung”, batin saya.. ![]()
Sebuah template perkenalan pun spontan tercetus ketika bersalaman dengan mereka-mereka ini.
“Halo, saya Zam..” *salaman* “Oh, ini si Anu pemilik blog Itu ya? Wah, blognya bagus banget loh. Saya suka bacanya, meskipun saya ndak pernah komen” *muka sok kenal dan sok akrab* ![]()
Dengan berbagai cara, akhirnya saya bisa menyusup dan duduk di antara para bidadari, Sarah dan Chika. ![]()
Serasa jadi orang tertampan sedunia, dab! ![]()

Mas Iman awalnya kembali meluncurkan godaannya lagi. Namun akhirnya godaan tersebut ndak mempan karena saya memutuskan untuk pulang ke Jogja malam itu juga.
Lain kali aja ya, Mas! ![]()
Matur nuwun buat semuanya! Maap kalo nama-nama njenengan semua ndak kesebut di postingan ini. ![]()

8 Apr 2008 16:37:27 dari
aduh…itu foto kayaknya bakal jadi fenomenal.
zam diantara bidadari-bidadari blog 

btw kopdar kemaren banyak fotonya ga? saya cuma dapet dikit..
btw eniwei busway, kapan mau ke monas ngeliat air mancur joged? lain kali kopdar di monas aja yuukk..
8 Apr 2008 16:57:08 dari
*salaman*
“Wah, blognya bagus banget loh. Saya suka bacanya, meskipun saya ndak pernah komen”
8 Apr 2008 17:14:37 dari
ngisin-ngisini ga ganti kaos kaet jumat bengi sampek minggu
/
8 Apr 2008 17:19:16 dari
Wah, sultan dikelilingi dayang-dayangnya…

–
Hmmm.. jadi selama di Jakarta iman Anda digoda oleh mas Iman yah..
8 Apr 2008 17:20:36 dari
sultan punya selir baru. banyak lagi………………..
8 Apr 2008 17:25:58 dari
wealaaaaaaaah, yang ngglendoti ya kok tetep ke tika, huh … sangat kedaerahan
oh ya zam, ria telpon kemaren, takon kopi yang belum dibayar kui
8 Apr 2008 17:27:08 dari
kesimpulannya, akhirnya kamu tergoda ndak dengan kota berjuluk JAKARTA itu?
*siap2 kalo sewaktu2 sultan menghendaki mobilisasi pemindahan ibukota ndoyokarta hadiningrat ke jakarta beserta staffnya* -halah-
8 Apr 2008 17:33:39 dari
zam, kok nggak pake celana kuning?
8 Apr 2008 17:57:03 dari
ihiiiiy…. mana oleh2nyaaaaaaa manaaaaaaaa????
8 Apr 2008 18:06:31 dari
wah pengen kesana jg…. semoga
8 Apr 2008 18:36:36 dari
Kui kaos wes pirang dino le ?
8 Apr 2008 19:16:03 dari
8 Apr 2008 19:25:05 dari
saya juga pengen ngerasain serasa jadi orang tertampan didunia daB
8 Apr 2008 19:35:02 dari
kok ora nyilih kaos e didit ae po…
nek kaose balibul cetho ra cukup yo
8 Apr 2008 19:45:19 dari
weleh … elu yang orang jogja … udah ketempat-tempat itu .. gw yang mondar-mandir melulu gak pernah tuh zam
apalagi foto yang terakhir … gak bakalan bisa kaya’nya tuh 
8 Apr 2008 19:55:46 dari
wah blognya bagus banget.. tapi saya jarang komen di sini..
wah panjang juga yaaa….
aksi jeng jeng lainnya bisa ditemukan di: http://www.flickr.com/photos/a.....411971139/
aksi palsu jeng jeng bisa ditemukan di:
http://pitra.dagdigdug.com/200.....ogger-day/
8 Apr 2008 19:57:21 dari
Wogh…
jelatawan diantara bidadari-bidadari blogosphere……
*ngiri*
8 Apr 2008 20:08:38 dari
wah… panjang juga ya…
*tumben poto makanannya nggak ada lol *
8 Apr 2008 20:45:34 dari
Mas…. Warung kue Cane di Jakarta Selatan yang enak di mana ya?
*nyungsep*
8 Apr 2008 23:26:31 dari
huasyeng, pas kowe ng BHI jumat bengi iku, aku malah diajaki nggolek ‘kambing’ ng puntjak. kambing gak didapat, kesempatan ketemu tikamon+zam di BHI pun lenyap.. sigh
8 Apr 2008 23:31:59 dari
canon merk potokopi ya, zam

photo terakhirnya..ckckck..
9 Apr 2008 00:36:24 dari
wah anang mau ke Jakarta juga..
* mendadak dinas luar kota 2 minggu
9 Apr 2008 00:44:03 dari
Zam, itu kok emoticonya bengkak bengkak yah di post conten ? emang sengaja yah ? ehehehe…. duuh jadi pengen nih…
Bah…. ini key code nya asu…. wuekekeke
9 Apr 2008 07:36:54 dari
Jambu. Nggak ada yang bilang kalau Sarah… Eh, Sultan Ndoyokarto juga hadir Waroeng Podjok. Sama Tika dan Momon sudah ketemu di Blogger Day. Kalau tahu masih ada tamu dari Ndoyokarto yang lain, saya pasti akan mbagekke tamu dengan sepantasnya.
9 Apr 2008 07:56:51 dari
bang!!!
uang bulanan blom dikiriiimmm….!!!!!!
*lempar zam asbak besi*
9 Apr 2008 08:04:00 dari
kaosmu satu lemari sama semua ya
9 Apr 2008 09:00:47 dari
*salaman*
“Wah, blognya bagus banget loh. Saya suka bacanya, meskipun saya ndak pernah komen”
9 Apr 2008 09:21:40 dari
ada mas didiiiit!

jadi, udah ga sebel sama Jakarta lagi kan?
gimana? dealnya brapa? *siyal-siyul*
9 Apr 2008 09:45:43 dari
nampaknya dirimu makin akrab dengan juancukarta..
*keycode ku: asu
*
9 Apr 2008 09:54:25 dari
*huasyiik tenaaan*
9 Apr 2008 16:00:45 dari
blogger dari palembang baru tgl 1 mei ntar ngadain blogger day
9 Apr 2008 20:54:41 dari
Lagi pertama kali menjejakkan kaki di Jakarta to?
9 Apr 2008 22:35:29 dari
ya… ya… bener mas, Canon itu merk printer, bukan kamera!
”
btw, aduuhh ada fotonya didit itu yah? jadi kangen
9 Apr 2008 23:40:45 dari
Yah…ndak ikutan….asyik liat poto-potonya si Matt ceria banget
10 Apr 2008 07:40:42 dari
Selamat datang Mas Zam di ‘penggoda iman’ no.1 tanah- air
10 Apr 2008 10:15:33 dari
godaan terakhir bukannya ngga mempan, tapi sebab anakmu njaluk mulih to?
/
10 Apr 2008 11:38:03 dari
baru nyadar setelah baca komen, zam gak ganti kaos blas….

10 Apr 2008 18:04:06 dari
Kayanya muka kamu semangat banget
.
Skarang masih di Jakarta?
10 Apr 2008 21:10:21 dari
ini prmosi firefox ya, postingan kemaren bajunya sama
/
10 Apr 2008 21:24:26 dari
hey hey hey…
itu kaos FireFox!!!
11 Apr 2008 00:13:22 dari
Horeee, saya kepotret!
*nasib pemotret, poto dirinya dikit*
11 Apr 2008 15:16:00 dari
Wis puwas durung Zam sing muteri Njakarta…?
/
11 Apr 2008 20:24:46 dari
saya di kebon sirih tapi kok baru denger ya ada nasi goreng yang mantap disana??
12 Apr 2008 08:38:29 dari
y ampun..jadi mupeng…hihihihi, palagi foto terakhir tuh..huhuhu..benar2 tampan dirimu mas..
12 Apr 2008 12:17:18 dari
Aduh kaosnya keren banget!
Hitam pula, mau dong..
Ada sisanya nggak?
Hahahahaha
12 Apr 2008 16:26:22 dari
kutunggu dirimu pindah ke Jakarta nyet..
13 Apr 2008 06:29:55 dari
buat yang berkomentar “zam kok ceria banget”
itu ekspresi template bernama Zamode Ver.5 (Beta), bisa di download di link ini.
Download Zamode Ver.5 Beta
13 Apr 2008 11:31:19 dari
salam kenal nih… blognya bagus… ^o^ bs ajarin gak….

itu di poto terakhir artis yah..reva bkn??
14 Apr 2008 10:40:00 dari
kayak didit lemu yang melet.. *(orang yg markojakers sering ngubungin tp ga pnah di tanggepin)*. halo chika..
14 Apr 2008 15:27:38 dari
18 Apr 2008 14:34:02 dari
wasem ik … ga ngejak-ngejak ik ….
18 Apr 2008 23:19:27 dari
*baca komen mas Iman
*
21 Apr 2008 00:15:44 dari
hemm.. sepertinya saya berada satu gerbong dengan sampeyan.. sampeyan bertopi merah?
*mudah2an sepertinya salah.. huehuehue*
27 Apr 2008 11:36:38 dari
zamro…pa kabar?
tampak seneng sekali di tengah2 cewek cantik huehehe..
29 Apr 2008 13:30:40 dari
lha kok sarah e mlengos ngono