
Sudah sekitar seminggu ini saya tersesat di belantara berkedok kota yang bernama Jancukarta Jakarta. Tentunya sebagai pendatang baru yang ikut berpartisipasi menyesaki kota ini, banyak kesan dan pengalaman yang saya dapat.
Secara umum, mungkin sudah pada tau lah, gimana sih bentuknya Jakarta. Namun bagi saya, sesuatu itu selalu ada hikmahnya. Ada pelajaran yang senantiasa bisa kita ambil jika kita jeli dan melihat dari sudut pandang yang lain.
Bagi sebagian orang, Jakarta bisa dianggap sebagai kota yang megah, kokoh, modern, teratur, indah, rapi, pokoke hal-hal yang menyenangkan, kota impian, dan banyak orang yang masih termimpi-mimpi hijrah ke Jakarta, urbanisasi. Termasuk saya? ![]()
Namun bagi sebagian orang, bisa jadi sebaliknya. Jakarta dianggap sebagai kota yang kotor, kumuh, sesak, menyebalkan, njancuki, bosok, gathel, asu, jamput, lah? Kok malah misuh-misuh?! ![]()
Ya. Begitulah. Kalo ditanya bedanya dengan Jogja, ya tentu saja beda. Secara posisi geografis dan kultur jelas beda. Membandingkan perbedaan di antara kedua kota ini jelas ndak akan selesai kalo mo dibahas semua.
Jujur saja, saya masih “belum mengenal” kota ini, kalo ndak bisa disebut “membenci”. Saya pun, sampai sekarang masih saja mencoba memahami dan beradaptasi. Menemukan ritme yang pas sehingga saya bisa merasa nyaman, setidaknya selama saya tinggal di sini.
Namun dengan semangat “ndoyok handayani”, saya menganggap ini semua sebagai tantangan. Mencoba menyesuaikan diri, kalo ndak bisa disebut menaklukkan Jakarta.
Kalo ditanya, apa ndak kangen sama Jogja, ha ya pasti saya mengangguk dengan sangadh. Namun kalo saya terus-terusan menyek-menyek, kehilangan gairah, meratapi nasib, rasanya kok ya kurang bijak. Hidup harus terus berjalan, bukan?
Lalu bagaimana dengan Kasultanan? Loh saya yakin, jajaran kabinet di Jogja sana pasti bisa menghandel semua. Ibukota Ndoyokarta ndak akan pindah ke mana pun!
La liat saja buktinya. Semenjak saya meninggalkan Jogja, CA malah semakin melaju. Liat saja pagelaran NIX 2008 yang boleh dikatakan even CA terbesar, bisa berjalan meskipun persiapan temen-temen begitu terbatas dan mepet.
Saya salut dan angkat rok cewek sebelah topi untuk kerja keras rekan-rekan CA yang dimotori Trio Leksagunawanz. ![]()
Hoo, berarti sekarang kamu dah betah, Zam? Udah sugih, kaya, mulyo, tata tentrem karta raharjo? Denger-denger gajimu 5 juta per bulan, sehingga mo pindah ke Jakarta?
Woo. Ha ndak gitu. Saya mo klarifikasi kalo isu-isu yang meresahkan itu hanyalah hoax soegirang. Kabar bohong yang membuat banyak orang berang.
Ah, kamu merendah, Zam. Biar ndak ditariki pajak, toh? Biar ndak ditagih makan-makan, toh?
Cangkemmu! ![]()
Materi memang bukan satu-satunya alasan kenapa saya mo pindah ke Jakarta. Ada banyak pertimbangan yang akhirnya membuat saya memutuskan pindah ke Jakarta.
Memang, Jogja itu nyaman, enak, nyenengkeh, mapan, tenang, di mana ritme waktu seolah berjalan lambat dan penuh toleran. La Jakarta?
Kalo boleh mengutip kata motivator zuper, Pak Mario Teguh, “Kemapanan adalah musuh dari perubahan. Tantangan dan kesulitan sesungguhnya mendekatkan kita pada kesuksesan dan kebahagiaan”.
La kalo gitu, hidup aja terus dalam kesulitan! ![]()
Pak Mario Teguh pun membalas, “Tuhan tentu ndak akan membiarkan kita berada lama-lama di dalam kesusahan. Kesusahan seperti ujian. Ia akan segera keluar dari ujian jika sudah selesai dan lulus..”
Walah, la kok postingan ini malah jadi kek postingan motivasi, yak? ![]()
Secara keseluruhan, saya berusaha membiasakan diri hidup di kota semrawut ini. Membiasakan diri dengan kemacetan, dengan suara klakson jamput asu yang memekakkan telinga seolah-olah orang lain tuli, biasa melihat kesemrawutan, menerapkan strategi ndoyok di dalam mol, menghafalkan rute-rute angkutan umum karena saya ndak betah kedinginan di dalam limosin, dan berbagai kebiasaan khas Jakarta lainnya.
Dan seperti yang tadi saya bilang. Saya mencoba melihat Jakarta dengan sisi yang berbeda. Mencoba mengais-ngais hikmah yang ada. Belajar memaknai hidup dan selalu berpikir positif.
Sekian dulu kabar saya dari Jakarta. Banyak hal yang sebenernya pengen saya tulis, namun banyak kendala, terutama masalah waktu dan kesempatan. ![]()
Salam super! Halah. ![]()

9 Mei 2008 11:09:30 dari
ndoyok handayani menuju metroseksual nan nggilani
ngapalin angkot dan rute sangat penting sekali!
9 Mei 2008 11:31:30 dari
mana titipannya? aku yg hardcore sajaaahhh
9 Mei 2008 11:33:29 dari
tentang isu 5jt perbulan itu bisa di perjelas?
“
“
9 Mei 2008 11:34:47 dari
kamu bisa!!
ngangeni mase iki..
9 Mei 2008 12:02:14 dari
jadi, semua kata2 khas wong sugih di milis itu hanya sebuah cara untuk menutup kerinduan akan jogja?
berjuanglah sultan. semua jelata mendukungmu.
9 Mei 2008 12:02:26 dari
salam buat kenel metromini zam
9 Mei 2008 12:03:28 dari
Hmmm roh jancukarta sudah merasuki mu kang
9 Mei 2008 12:16:06 dari
salam damai buat jakarta kang.
9 Mei 2008 12:17:39 dari
hmmm…
jadi udah ga benci Jakarta?
9 Mei 2008 12:33:40 dari
Salam damai cak Anang? Akankah panjenengan hijrah ke Jakarta juga?
9 Mei 2008 12:42:44 dari
berarti gajimu di atas 5 juta? gitu ya?
9 Mei 2008 12:52:48 dari
ya udahlah pak sultan selamat berjuang…btw sultan tetangga yaitu kesultanan ngayogyakarta dapat mantu.Ndak jeng-jeng kesini
9 Mei 2008 13:02:23 dari
Selamat berjuang Sultan
*sudah bikin KTP DKI blom? awas lho banyak razia
9 Mei 2008 13:25:42 dari
ahahaha.. ganbatte zam..
btw keren banget kamu PP di sana naik limosin
9 Mei 2008 13:33:42 dari
wuhuuiii….penggemar MT juga. tiap Kamis jam 9-10 malam di O channel. dan rerun hari sabtu malam dan minggu siang. karena hati itu naik turun makanya ikuti terus acara ini yang ditayangkan seminggu 3 kali
9 Mei 2008 13:36:13 dari
sabar yo zam
9 Mei 2008 13:59:27 dari
Muleh Jogja Wae….
9 Mei 2008 14:05:12 dari
zam, mestinya kamu ikut paguyuban PEKERJA BERASAB (penumpang kereta api jogja berangkat sabtu) alias commuter … hahaha …
9 Mei 2008 14:12:44 dari
Yen ora betah neng JKT… Metu kerjo wae, Dul…. Balik ana Jogja… Kopdaran maneh… Luwih nyamleng uripe…
9 Mei 2008 14:38:30 dari
Sukses ya dhab!
9 Mei 2008 14:39:21 dari
Rekor saya tinggal di Jakarta cuma seminggu.
Lha wong memang cuma ditugaskan selama seminggu ding. :”>
9 Mei 2008 14:39:52 dari
Welcome back my friends to the show that never ends.
9 Mei 2008 14:40:31 dari
Denger-denger gajimu 5 juta per bulan << lah yang ini patut diklarifikasi mas.. khan 5jt perminggu ya??



hihi.. selamat menikmati hidup dijakarta.
**saran**
jangan keluar rumah pas siang hari bolong, bisa bisa ntar pas pulang ke jogja ga ada yang ngenalin
9 Mei 2008 16:00:04 dari
Horee Sultan curhat!
/
9 Mei 2008 16:00:56 dari
semangat mas. Semoga segala jadi lebih baik….
9 Mei 2008 16:21:17 dari
tetap semangat zam… saya juga sebagian dari pendatang yg terdampar dikota ini…
9 Mei 2008 16:51:59 dari
jakarta telah merebutnya…
9 Mei 2008 17:41:00 dari
aku juga sugih koq
9 Mei 2008 18:25:00 dari
Gudlak selalu buat sang Sultan Ndoyok. Semoga sugih senantiasa (jadi kalo jumintenan dateng ditraktir lagi)
/
9 Mei 2008 18:28:26 dari
Hohohoho… sayangnya sampeyan ndak bakal ketemu saya, soalnya saya mau enyah dari Kuto Jancuk ini
*lha kowe sopo?!?!?!
9 Mei 2008 18:54:13 dari
kok gak pake loe-gue sih bahasanya?

9 Mei 2008 19:38:12 dari
huaa..aku kangen jakarta.kangen naik angkot ke sanasini dengan gampangnya…kangen merasakan kerasnya Jakarta…
9 Mei 2008 20:03:42 dari
jangan lupa, gaji pertama traktir sayah!
9 Mei 2008 20:07:21 dari
kang, cah2 kirim wesel nggo koe, mugo-mugo iso nggo tambahan tuku beras ning jakarta…
9 Mei 2008 21:00:56 dari
sik zam, kowe nggawa klambi piro ng jakarta? ojo ngisin2i lho, mengko ratau salin blas…
10 Mei 2008 06:11:37 dari
wekeke, ndang balio we kang
10 Mei 2008 06:29:55 dari
semua harus dinikmati, zam.
kalo macet, mau teriak-teriak sambil guling-guling di metromini — tetep aja macet
semoga makin sukses, zam — salam super! *toss
10 Mei 2008 08:29:00 dari
berarti kursi kasultanan sudah berpindah tangan dunk ??

jangan dunk, tetep mas mat is the best 

semoga sukses di jancukarta kang…ra usah misuh2…hadapi dengan pikiran dan hati ikhlas utk mengais rejeki di ibukota..denger2 kan itu beneran gaji 5 juta..


10 Mei 2008 11:55:17 dari
jane kie kowe nyambut gawe apa toh zam ? nek 5 juta per minggu, kok ketok e susah payah tenan yo le nyambut gawe *berpikir antara taman kota dan gelapnya malam*. semoga cepat insyaf kau kawan. keh..keh..keh..
10 Mei 2008 12:49:34 dari
wong sugih kok numpak metromini . .
10 Mei 2008 17:52:16 dari
zam, akeh candi dan kompleks2 kuno di sekitar jakarta, loh (banten, garut, cirebon). ketoke bisa berburu bareng, ki.
10 Mei 2008 20:29:05 dari
Kemacetan di Jakarta bikin stress!!!
10 Mei 2008 21:13:26 dari
pokoknya terus maju zam…siapa tahu memang jalanNya disitu di JAKARTA
11 Mei 2008 05:19:53 dari
loh, kok jadi 5jt per bulan? bukannya 5juta per minggu mas?
“
klo pas luang, jgn lupa nyempetin wisata kuliner yo mas, tak tunggu terus tulisan kulinernya
11 Mei 2008 12:50:05 dari
Lain kali bisa menemukan Zam di Mol berarti ya? Hmmm
kalo nggak nongkrong di foodcourt, ato ngantri nonton 21. yah, apalagi gitu loh?
11 Mei 2008 14:04:10 dari
lah maren katanya 5 juta/minggu kok skg jadi /bulan mas
11 Mei 2008 16:08:15 dari
@ fa & geblek
aslinya malah 5 juta/jam…
12 Mei 2008 12:06:45 dari
aku seneng Jkt zam, bkn krn kesan glamour ato gimana, justru krn jkt ruwet dan banyak kesulitannya, asikk…
Btw kalo mo tanya2 angkot boleh ke aku zam, sapa tau bisa bantu, masih preman terminal kok
12 Mei 2008 12:13:45 dari
piye zam wes seminggu iki sibuk men.. ngelembur.. riwa riwi..hahahah
welkom welkom… kerjo nang jakarta ga ono entek e..’
Ojo lali duren duren montongggggggggggggggggggg…
/
/
/
12 Mei 2008 13:33:42 dari
jadi kapan jeng-jeng di sini di mulai??? ikuuuut…
12 Mei 2008 15:44:39 dari
keren abis mas fotonya..

Jancuk..
12 Mei 2008 15:57:04 dari
foto spg ne wingi endi zam?
12 Mei 2008 16:41:43 dari
nunggu postingan zam pake “lo-gue”
12 Mei 2008 17:14:44 dari
koyoke Jakarta bener2 jadi jan*ukarta kie gara2 sabdo Sultan Matriphe
Weh 5 juta per minggu aku rela dah pindah ke jakarta
12 Mei 2008 19:41:53 dari
nanti tak kancani kang, kita ndoyok di jakarta.. okeh..

13 Mei 2008 15:32:19 dari
btw ente ngekos apa gimana ? huahuahuaha, kalo mau enak sih ngekos deket deket kantor aja, biar jalan, mahal juga jabanin aja, kalo di itung sama ongkos sama aja kok…
13 Mei 2008 15:42:52 dari
uplod multiply le!

tanpa poto, pameran mu sing wingi adalah hoax!!!
eh keywoard ku sugih wakakkakakaka *asli ngakak tenan*
13 Mei 2008 15:59:22 dari
kapan aku ditraktir mangan2 kie????
13 Mei 2008 20:54:16 dari
met berjuang anakku, Bunda doakan,sukses! Yap
14 Mei 2008 07:40:51 dari
duh baru seminggu di jkt, kok tambah bijak ya.
14 Mei 2008 12:53:22 dari
aku tahu perasaanmu sodarahku…
sungguh, aku sangadth tahuh…
14 Mei 2008 18:53:18 dari
naik limosin oy….
15 Mei 2008 12:41:09 dari
15 Mei 2008 17:10:20 dari
16 Mei 2008 10:40:54 dari
17 Mei 2008 09:11:27 dari
Ehm….dulu benci, sekarang malah jadi cinta. Yo ngono kuwi lakon urip lee..
Makane, jika benci jangan terlalu, karna suatu saat kamu bisa jadi sangat cinta dengannya. Tp ono sing isih kurang!!! B.O.J.O..
kowe mesti kesepian di kehidupan hingar bingar jakarta..
20 Mei 2008 13:33:56 dari
Postingan Anda kali ini Super Sekali
/
23 Mei 2008 10:12:24 dari
Bokir…melihat perjuanganmu di ibukota jakarta yg kejam ini membuat hatiku trenyuh…