Penjual Serabi Tanah Abang

Sudah beberapa kali saya mengamati seorang ibu penjual serabi di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Duduk tanpa menggunakan dhasaran kecuali hanya sebuah dingklik, anglo, dan keranjang untuk menjajakan serabinya.

Walau saya penasaran dengan serabi yang satu-satunya dijual di seputaran pasar ini, namun baru kemarin itu saya mampir mendekati ibu penjual serabi itu.

Melihat bentuk serabi tersebut, saya langsung penasaran. Bentuknya bantat bantat dan liat. Lebih mirip kue apem kalo saya bilang. Di dalamnya terselip potongan-potongan kelapa yang dipotong dadu.

Cara memakannya pun dengan mencocolkannya ke larutan gula aren yang hangat. Cara makan seperti ini mengingatkan saya akan Serabi Ngampin, namun serabi ini ndak sampai berendam dalam kuah gula.

Ketika ditanya, ibu penjual yang mengaku berasal dari Kuningan, Jawa Barat, ini berkata, “ya serabi biasa..”, dengan logat Sunda yang kental ketika ditanya apa nama serabinya ini.

Dengan menggunakan 2 buah anglo, tungku tanah liat yang menggunakan bahan bakar kayu, serabi ini dimasak dengan menggunakan wajan kecil yang juga terbuat dari tanah liat.

Kayu bakar yang digunakan pun adalah kayu sengon dan beberapa kayu bekas sisa-sisa box yang banyak berserakan di sekitar pasar. Dia berjualan sendirian, di tengah hiruk pikuk kehidupan Pasar Tanah Abang di waktu malam.

Seakan ia tak peduli dengan hilir mudiknya angkot M11 dan M09, suara dangdut yang gedombrangan dari pojokan karaoke remang-remang, di antara para ibu-ibu setengah baya penjaja cinta yang siul-siul menggoda pria tampan macam saya dengan siulan-siulannya.. Munyuk! :-w

Saya menjumpai ibu ini ketika senja selepas Maghrib hingga Isya. Selepas itu, ibu penjual itu hanya meninggalkan seonggok abu bekas pembakaran kayu tungkunya.

Serabi Tanah Abang

Sebuah serabi dijualnya seribu rupiah. Rasanya gurih cenderung asin bila dimakan tanpa cocolan gula yang disertakan. Potongan kelapa yang krauk-krauk menambah kesan gurih.

Entah di mana lagi saya bisa menemukan serabi macam ini, sehingga saya pun menamakan serabi ini dengan, Serabi Tanah Abang. :)

Viewed 7581 times by 411 viewers