Kue Gambir Bali

Jumat lalu, Dewi mampir ke BHI. Beliau membawa oleh-oleh berupa brem, kacang, dan sebuah bungkusan berwarna ijo yang diikat rafia merah.

Perhatian saya langsung tertuju ke benda yang terbungkus daun tersebut. Bungkusan apakah itu?

Rupanya bungkusan yang mengundang gairah itu bernama Kue Gambir! Hoho..

Kue Gambir sendiri bisa dibilang oleh-oleh khas Bali yang kalah pamor dibandingkan dengan brem, salak, dan kacang. Malam itu, Dewi membawakannya. Matur suwun, Mbak!

Daun yang digunakan untuk membungkus kue semacam dodol ini adalah daun bambu. Hati-hati bila membukanya, salah-salah tangan atau bibir bisa luka tergores pinggiran daun bambu yang tajam itu.

Ada 2 lembar daun yang digunakan untuk melapisi kue ini. Setelah dibungkus sedemikian rupa, kue diikat dengan rafia. Saya merasa akan lebih eksotis lagi penampilannya kalo diikat dengan tali dari suiran batang bambu. :D

Kue Gambir Bali

Setelah dibuka, nongol lah sebuah gundukan dengan bentuk yang sekilas ndak meyakinkan. Hitem kecil mengingatkan saya pada.. Ah, sudahlah.. :-j

Ketika dimakan rupanya di tengahnya terdapat tumbukan kacang yang begitu lembut. Menarik sekali. Adonan ketan hitam yang diolah menjadi dodol liat membungkus kacang yang ditumbuk kasar.

Isi Kue Gambir

Rasanya yang manis-gurih, begitu pas. Apalagi disantap di kala hujan, berteduh di halte, menikmati kopi 2 ribuan, sambil ngobrol bersama kawan.

Viewed 6897 times by 411 viewers