
Kopdar, kumpul-kumpul, merupakan acara yang sangat menyenangkan. Bertemu dengan kawan yang selama ini hanya berjumpa di ranah maya, tentu akan membuat penasaran.
Kopdar kini tak bisa lepas dari kehidupan para bloger. Semacam aktivitas yang seolah “wajib” dari kegiatan berkomunitas, terutama di ranah maya.
Ingatan saya langsung tertuju kepada Kang Bebek, demikian ia lebih suka disapa meski namanya cukup keren, Susiawan Wijaya.
Setahun yang lalu, di mana blog dan bloger belum sebanyak sekarang, aktivitas kopdar merupakan suatu aktivitas yang bisa dibilang langka, lebih-lebih di Jakarta.
Namun tidak demikian bagi Kang Bebek. Berkunjung ke rekan-rekan bloger baik secara daring melalui komentar maupun secara bertatap muka melalui kopdar menjadi suatu kegiatan yang rutin ia lakukan.
Pribadinya yang supel, mudah bergaul dengan siapa saja dan di mana saja, membuat pria kelahiran Jember ini mempunyai banyak teman. Bisa dibilang Kang Bebek termasuk dalam jajaran bloger sosialita.
Saya berjumpa dengan beliau ketika acara Jogja Blogather awal tahun 2007 lalu. Sosok yang mulanya pendiam ini lama-lama bisa kelihatan aslinya, apalagi setelah dipancing dengan obrolan jorok.. ![]()
Kang Bebek termasuk orang yang baik, ramah, dan suka membantu kawan. Tak heran ketika berita meninggalnya beliau sontak menggegerkan blogosfer kala itu.
Saya ingat dengan sangat, seseorang mengirimkan kabar melalui form komentar. Awalnya saya mengira itu hanya hoax atau becandaan. Hal ini pun “diperkuat” setelah mencari kabar dari teman-teman BHI rupanya tiada yang menyebutkan hal ini.
Baru keesokan harinya berita ini terkonfirm melalui Didit yang menelpon langsung ke nomor beliau. Pesan singkat langsung saya sebar untuk memberikan kabar. Sontak blogosfer heboh. Postingan bernada serupa yang berwarna duka langsung membuat blogosfer berkabung.
Yang lebih mengharukan, beliau meninggal karena suatu tujuan mulia. Menolong rekan yang tenggelam meski dia, menurut pengakuan dia, tak dapat berenang.
Kaos biru dari CahAndong menjadi pakaian terakhir yang ia kenakan ketika berjuang melawan maut membuat saya semakin merinding.
Tak di sangka, cita-citanya untuk berjumpa dengan kami lagi di acara tahun baruan ndak sempet terwujud. ![]()
Selamat jalan, kawan! Selamat berkopdar dengan para bidadari di sana. ![]()
* Memperingati setahun meninggalnya Kang Bebek. Setahun ke depan, mungkin kita yang akan diperingati..
Viewed 24371 times by 5069 viewers !-->