Jeng-Jeng Bromo
Udah lama banget saya ndak nulis soal jeng-jeng di blog ini. Maksud saya, nulis soal cerita perjalanan, “jeng-jeng series” gitu, lah! Kali ini saya berkesempatan »
Menyusuri Kotagede membawa kita seolah-olah terlempar ke masa lalu. Bangunan-bangunan tua yang bertebaran serta berbagai peninggalan kerajaan Mataram Islam menjadikan Kotagede layak untuk dijadikan obyek wisata budaya. Selain menyimpan berbagai heritage, Kotagede memiliki sejarah tersendiri. Konon Kotagede adalah kota tertua yang menjadi cikal bakal Kerajaan Mataram Islam yang kemudian berkembang menjadi Kraton Yogyakarta dan Surakarta. Kali ini »
Kotagede mempunyai banyak sekali bangunan-bangunan tua yang bisa dibilang heritage. Mulai dari peninggalan Kerajaan Mataram, bangunan berarsitektur Jawa-Eropa, hingga perkampungan penduduk yang bangunannya masih asli. Bangunan-bangunan ini seolah-olah bercerita tentang perkembangan dan persebaran kehidupan sosial-ekonomi di Kotagede. Masyarakat Kotagede yang awalnya hidup dari sektor agraria dan abdi dalem kraton semakin majemuk semenjak kedatangan kaum Kalang. Rumah-rumah tua berarsitektur Jawa-Eropa »
Selain bangunan tua, ternyata di Kotagede ada sebuah warung yang mempunyai suasana tempo doeloe yang khas. Ndak jauh dari Kompleks Makam Kotagede, sekitar 100 meter ke arah selatan menyusuri Jalan Cantheng, ada sebuah warung yang cukup unik bernama Sido Semi. Lebih lengkapnya, warung ini bernama “Warung Ys Sido Semi mBok Mul”. Selain suasana, tentu yang istimewa dari warung »
Masyarakat Kotagede yang religius tercermin dari kehidupan sehari-hari mereka. Nafas-nafas religi yang begitu kuat ini bisa dimaklumi karena Kotagede merupakan salah satu basis organisasi Muhammadiyah sejak dulu. Masyarakat Jawa jaman dulu yang terkenal memegang teguh tradisi dan ajaran Kejawen yang banyak bernuansa klenik, di Kotagede justru banyak ditinggalkan dan banyak memegang nilai-nilai keagamaan. Selain terlihat dari kehidupan sehari-hari, »
Selain Masjid Agung Kotagede, ada masjid tua lainnya yang berada di luar kompleks kraton Mataram Kotagede. Masjid ini adalah Masjid Perak. Masjid ini mempunya cerita sejarah yang ndak kalah menarik untuk ditelusuri. Latar belakang masyarakat Kotagede yang religius merupakan faktor utama mengapa masjid besar ini bisa berdiri. Semangat “memberontak” pakem-pakem kraton yang kaku juga ikut melatarbelakangi pembangunan masjid »
Menelusuri kembali lorong-lorong di antara tembok-tembok di Laweyan membuat saya seakan terlempar ke masa lalu. Tembok-tembok tua dengan warna yang memudar itu konon menjadi saksi atas masa kejayaan batik Laweyan. Ndak hanya batik, dari kampung inil pula lahirlah tokoh pergerakan nasional yang ikut berpartisipasi dalam melawan penjajahan, K.H. Samanhudi melalui perkumpulan Serikat Dagang Islam-nya. Konon Kampung Laweyan sudah »
Pas jeng-jeng ke Semarang liburan Imlek kemarin, kami mengunjungi kembali Lawang Sewu, salah satu situs wisata populer di Semarang. Kunjungan saya yang ketiga kali ini ternyata membuat saya berpikir kembali soal eksotisme dan potensi wisata Lawang Sewu yang dari sudut pandang lain mungkin ndak selaras dengan sudut pandang orang kebanyakan. Lawang Sewu, sejak dulu terkenal dengan keangkeran, »
Udah lama banget saya ndak nulis soal jeng-jeng di blog ini. Maksud saya, nulis soal cerita perjalanan, “jeng-jeng series” gitu, lah! Kali ini saya berkesempatan »
Kompleks Bioskop Megaria yang terletak di pertigaan Jalan Cikini Raya, Jalan Diponegoro, dan Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat ini rupanya menyimpan cerita kuliner nostalgia. Ayam bakar khas »
Berada di Pelabuhan Sunda Kelapa, mengamati aktivitas bongkar muat barang di sana, membuat saya menelaah kembali lirik lagu, “nenek moyangku orang pelaut..” Mungkin ndak banyak yang »
Masih di seputaran Kota Tua, saya pun mengunjungi Museum Bank Indonesia, yang terletak di Jl. Pintu Besar Utara No. 3, Jakarta Barat. Museum ini kembali membuat »
Rasa penasaran saya terhadap bangunan berarsitektur Indische dengan gaya Nieuw-Zakelijk yang terletak di depan Stasiun BEOS (Jakarta Kota) tertuntaskan sudah. Museum Bank Mandiri, nama gedung itu »
“Setelah hampir duapuluh tahun tidak ada yang merayakan ulang tahun saya”, ucapan lirih penuh haru itu keluar dari mulut Kang Gembul, malam itu. Saya bisa merasakan »
Berawal dari rasa penasaran saya terhadap nama menu yang cukup terkenal di Bogor ini, saya pun akhirnya mencobanya. Rasa penasaran saya semakin bertambah apalagi setelah melihat »