<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jengjeng matriphe! &#187; alam</title>
	<atom:link href="http://jengjeng.matriphe.com/tag/alam/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jengjeng.matriphe.com</link>
	<description>pengen jalan-jalan, makan-makan, dan lain-lain</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Aug 2011 11:41:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<atom:link rel='hub' href='http://jengjeng.matriphe.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ndoyok</title>
		<link>http://jengjeng.matriphe.com/ndoyok.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/ndoyok.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jan 2008 04:08:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matriphe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asal Muasal & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Travelogue]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[de marko]]></category>
		<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[jadul]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2008/01/06/ndoyok.html</guid>
		<description><![CDATA[Dalam beberapa postingan, saya sering menyebutkan istilah &#8220;ndoyok&#8221;. Pun banyak juga yang bertanya tentang arti kata &#8220;ndoyok&#8221; itu tadi. Ndoyok sering disebut bersamaan dengan jeng-jeng. Walau artinya mirip-mirip, namun ada perbedaannya. Kata &#8220;ndoyok&#8221; bukan merupakan salah satu kata gaul ala Jogja. Maknanya hanya bersifat lokal-personal dan ndak semua orang ngerti artinya. Nah, kali ini saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/01/doyoker-perintis1.jpg" alt="Doyoker Perintis" title="Doyoker Perintis" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1211" /></p>
<p>Dalam beberapa postingan, saya sering menyebutkan istilah &#8220;ndoyok&#8221;. Pun banyak juga yang bertanya tentang arti kata &#8220;ndoyok&#8221; itu tadi.</p>
<p>Ndoyok sering disebut bersamaan dengan jeng-jeng. Walau artinya mirip-mirip, namun ada perbedaannya.</p>
<p>Kata &#8220;ndoyok&#8221; bukan merupakan salah satu <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/09/bahasa-walikan-jogja.html" title="Bahasa Walikan Jogja">kata gaul ala Jogja</a>. Maknanya hanya bersifat lokal-personal dan ndak semua orang ngerti artinya.</p>
<p>Nah, kali ini saya akan menjelaskan soal makna kata &#8220;ndoyok&#8221; dan asal-usulnya. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p><span id="more-470"></span>Ndoyok memang terinsipirasi dari nama pelawak besar, Sudarmaji alias &#8220;Doyok&#8221; yang biasa dipasangkan dengan Mubarok alias &#8220;Kadir&#8221; itu.</p>
<p>Masih ingat dengan film jadul Kadir-Doyok yang berjudul &#8220;Boleh Donk Untung Terus&#8221;? Itu tuh, film yang bercerita tentang usaha Kadir dan Doyok melarikan diri dari penjara yang akhirnya malah mbalik lagi ke penjara.</p>
<p>Di satu adegan, dalam usahanya melarikan diri, Doyok dan Kadir mengelabui penjaga dengan menyamar sebagai kuda zebra.</p>
<p>Adegan konyol ini sangat lucu menurut saya karena penggunaan kostum kuda zebra yang wagu dan tingkah polah &#8220;si zebra&#8221; yang begitu tololnya. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_rotfl.gif' alt='&#61;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='30' height='18' title='&#61;&#41;&#41;' /></p>
<p>Singkat cerita, setelah besusah payah menyamar sebagai zebra, Kadir dan Doyok akhirnya sukses mengelabui penjaga.</p>
<p>Merasa berhasil, mereka kemudian menumpang sebuah mobil box sayur dengan niat keluar menuju ke kota yang ternyata mobil itu justru mengantarkan sayur ke penjara. Dan dengan suksesnya mereka berdua kembali lagi ke penjara.</p>
<p>Masih ingat adegan itu? <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Nah, adegan itulah yang menginspirasi munculnya kata &#8220;ndoyok&#8221; yang maksudnya meniru tingkah laku si Doyok (dan Kadir) itu. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_giggle.gif' alt='&#59;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;&#41;' /></p>
<p>Kok bisa?</p>
<p>Bisa. Jadi begini ceritanya..</p>
<p>Pas Merapi meletus sekitar Juli 2006 lalu, kawasan wisata Bebeng diterjang material vulkanik. Peristiwa ini merenggut nyawa 2 orang relawan yang terperangkap dalam bunker.</p>
<p>Nah, waktu itu saya, <a href="http://diditkurniawan.web.ugm.ac.id/" title="diditjogja" target="_blank">Didit</a>, <a href="http://dipto-djatmiko.web.ugm.ac.id/" title="dipto" target="_blank">Dipto</a>, <a href="http://ismail85.web.ugm.ac.id/" title="tupic" target="_blank">Tupic</a>, dan <a href="http://hadihantara.web.ugm.ac.id/" title="Hadi" target="_blank">Hadi</a> berniat untuk melihat kawasan yang luluh lantak dihajar lava itu.</p>
<p>Ketika nyampe di depan loket retribusi, kami terkaget dan misuh-misuh. Jancuk, mahal banget tiketnya!</p>
<p>Akhirnya disusunlah suatu rencana agar kami bisa melewati pos pungutan retribusi tanpa membayar. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_devil.gif' alt='&#62;&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#62;&#58;&#41;' /></p>
<p>Ide tolol meluncur dari Dipto yang terkenal sok tau, asal, waton, dan nekad. Dia mengusulkan untuk turun ke Kaliadem lalu menyusuri itu sungai untuk melewati pos penjagaan.</p>
<p>Rencana disetujui. Dengan bodohnya kami mengikuti ide tolol itu.</p>
<p>Motor diparkirkan, kemudian melihat sejenak ke arah jurang di mana Kaliadem merupakan salah satu jalur mengalirkan lava dari Merapi.</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/01/kendaraan-tempur-doyoker.jpg' alt='Kendaraan tempur Doyoker' /></p>
<p>Kami pun akhirnya turun. Maksudnya sih mengikuti kontur sungai menuju ke arah hulu dan melewati pos retribusi.</p>
<p>Dengan penuh rasa ke-sok tau-an dan orientasi medan asal-asalan, kami pun nyasar! Goblok! Salahkan si Dipto!</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/01/dam-kaliadem.jpg' alt='DAM Kaliadem' /></p>
<p>Setelah merasa sudah berhasil melewati pos retribusi, kami pun naik. Track terjal berbatu karena memang bukan jalan manusia memberikan eksotisme tersendiri. Eksotisme ndasmu! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Dengan bersusah payah akhirnya kami tiba kembali di jalan raya. Hore!! Berhasil! Berhasil! Sambil lompat-lompat gaya Dora.</p>
<p>Setelah merayakan &#8220;kemenangan&#8221; kami pun tersadar. Bukannya melewati pos, tapi kami justru mendekati pos! Guoblok! Pekok!! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_rotfl.gif' alt='&#61;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='30' height='18' title='&#61;&#41;&#41;' /></p>
<p>Mirip-mirip si Doyok dan Kadir itu lah. Niatnya meloloskan diri, malah justru kembali ke bahaya. <em>Kuthuk marani sunduk</em>, istilah orang Jawa.</p>
<p>Untung saja kami ndak sekalian nyamar jadi kuda zebra. La bisa ndoyok-ngadir nanti jadinya. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Kami pun kembali ke tempat parkiran motor. Kembali berjalan kaki sambil misuh-misuh. Ya misuh-misuhi Dipto si pencetus ide maupun misuh-misuhi diri sendiri kenapa mengikuti si Dipto.</p>
<p>Sejak saat itulah kata &#8220;ndoyok&#8221; mulai populer. Kami pun memberi gelar Dipto sebagai bapak ndoyok Indonesia. Namanya pun menjadi Doyok Djatmiko. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Lalu, gimana akhirnya kelanjutan niat kami menuju Bebeng?</p>
<p>Jelas berhasil lah! Ternyata ada jalan desa yang bisa dilewati motor yang melewati pos retribusi.</p>
<p>Geblek! Kenapa ndak dari tadi? Ngapain juga susah-susah ndoyok? <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Namun kami pun ketahuan kalo ngemplang retribusi di bagian parkiran. Ternyata tiket retribusi merupakan tiket parkir juga.</p>
<p>Beruntung, ada Hadi sang pahlawan. Calon lurah Harjobinangun itu pun turun tangan dan melobi tukang parkir yang ternyata tetangga sendiri. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/01/doyoker-bebeng.jpg' alt='Doyoker di Bebeng' /></p>
<p>Kawasan Bebeng sendiri kini saya kurang tau keadannya. Yang pasti material vulkanik itu masih ada.</p>
<p>Denger-denger pemkab Sleman menjadikan kawasan ini sebagai salah satu program Lava Tour.</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/01/bunker-bebeng.jpg' alt='Di Bunker Kaliadem' /></p>
<p>Saya menuliskan ini untuk mengenang masa-masa jahiliyah kami. Masa-masa penuh ketololan yang menyenangkan.</p>
<p>Tupic, Didit, Dipto, Hadi, saya kangen bertindak tolol bareng-bareng kalian lagi. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Hayah, malah menyek-menyek. Jadi intinya, kesimpulannya:</p>
<blockquote><p><strong>Ndoyok (kk):</strong> usaha-usaha dalam berpetualang ke tempat-tempat tertentu tanpa perencanaan, nekat, tanpa perhitungan, sok tau, dan sejenisnya. Intinya ngeluyur dengan tujuan ndak jelas dan asal berangkat tanpa persiapan matang.</p>
<p><strong>Doyoker (kb):</strong> adalah para pelaku kegiatan ndoyok. Seorang atau sekumpulan orang tolol yang melakukan aksi-aksi pendoyokan. Kata doyoker dicetuskan pertama kali oleh <a href="http://annots.wordpress.com/" title="Annots" target="_blank">Annots</a> ketika ndoyok ke <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/11/12/candi-barong-memuja-dewi-kesuburan.html" title="Candi Barong, Memuja Dewi Kesuburan">Candi Barong</a>.</p></blockquote>
<p>Lalu apa bedanya dengan &#8220;jeng-jeng&#8221;? Jeng-jeng lebih bersifat umum. Berasal bahasa Semarangan yang berarti jalan-jalan.</p>
<p>Jeng-jeng diucapkan dengan jÃ¨ng-jÃ¨ng, huruf &#8220;e&#8221; diucapkan seperti pada kata bunyi gitar, &#8220;jrÃ¨ng-jrÃ¨ng&#8221; bukan &#8220;jÃ©ng-jÃ©ng&#8221; yang berarti &#8220;ibu-ibu&#8221;.</p>
<p>Ndoyok dan jeng-jeng merupakan kegiatan yang saling terkait. Ndoyok sudah pasti jeng-jeng, namun jeng-jeng belum tentu ndoyok.</p>
<p>Ndoyok merupakan kegiatan yang cukup positif. Dengan ndoyok kita terlatih untuk mengantisispasi hal-hal yang ndak sesuai rencana. Ha ya jelas, wong ndak ada rencana. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Dari ndoyok, kepekaan dan keluwesan kita serta kecepatan dalam mengambil keputusan sulit dengan cepat dan tepat (juga tolol) akan semakin meningkat.</p>
<p>&#8220;Ndak usah banyak cerewet&#8221;, &#8220;do first think later&#8221;, dan &#8220;tersesat adalah fitur&#8221; merupakan beberapa semboyan ketika ndoyok.</p>
<p>Ndoyok ndak harus dilakukan di tempat terbuka atau alam. Ndoyok juga bisa dilakukan di perkotaan, &#8220;urban ndoyok&#8221; namanya.</p>
<p>Saya pernah melakukan ndoyok di dalam mol dan ternyata kurang efektif. Mungkin saya harus lebih sering berpetualang ke mol dan menemukan teknik &#8220;mall doyoking&#8221; yang tepat. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Pengetahuan dalam membaca tanda-tanda alam, menentukan arah, mengetahui cara survival, ndak malu bertanya, merupakan beberapa kemampuan yang harus dimiliki doyoker namun ndak mutlak.</p>
<p>Modal utama sih hanya nekad, tubuh waras, ndak punya malu, dan suka tantangan (juga ketololan). <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Bagi <acronym title="orang yang sedang belajar ndoyok">doyoker trainee</acronym>, percaya kepada doyoker senior yang membimbing merupakan langkah paling aman. Ingat, senior selalu benar, kawan! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Dari Kraton Ndoyokarto Hadiningrat, mari kita masyarakatkan ndoyok dan mendoyokkan masyarakat!</p>
<p>Semoga memberikan pencerahan. Selamat ndoyok! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jengjeng.matriphe.com/ndoyok.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sendang Sono, Lokasi Pembaptisan Pertama di Jawa</title>
		<link>http://jengjeng.matriphe.com/sendang-sono-lokasi-pembaptisan-pertama-di-jawa.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/sendang-sono-lokasi-pembaptisan-pertama-di-jawa.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jan 2008 13:12:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matriphe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung, Bukit, Mata Air]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[Kulon Progo]]></category>
		<category><![CDATA[religius]]></category>
		<category><![CDATA[sendang]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2008/01/03/sendang-sono-lokasi-pembaptisan-pertama-di-jawa.html</guid>
		<description><![CDATA[Berwisata ke lokasi wisata religi ternyata mengasyikkan. Merenung dan berinstropeksi kepada Tuhan di tempat yang memiliki sejarah tersendiri rupanya memberikan sensasi berbeda. Dari Puncak Suroloyo, jeng-jeng kami lanjutkan ke kawasan wisata religi umat Katholik, Sendang Sono. Lokasi ini selain memberikan pengalaman rohani bagi umat Katholik, juga memiliki sejarah tersendiri. Belum lagi pemandangan dan suasana alamnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/01/doa-maria1.jpg" alt="Berdoa di depan Goa Maria" title="Berdoa di depan Goa Maria" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1212" /></p>
<p>Berwisata ke lokasi wisata religi ternyata mengasyikkan. Merenung dan berinstropeksi kepada Tuhan  di tempat yang memiliki sejarah tersendiri rupanya memberikan sensasi berbeda.</p>
<p>Dari <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2008/01/02/sunrise-hunting-di-puncak-suroloyo.html" title="Sunrise Hunting di Puncak Suroloyo" target="_blank">Puncak Suroloyo</a>, jeng-jeng kami lanjutkan ke kawasan wisata religi umat Katholik, Sendang Sono.</p>
<p>Lokasi ini selain memberikan pengalaman rohani bagi umat Katholik, juga memiliki sejarah tersendiri. Belum lagi pemandangan dan suasana alamnya yang rasanya cukup layak dijadikan tempat wisata.</p>
<p><span id="more-544"></span>Terletak di salah satu lembah di Bukit Menoreh, tepatnya di Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, DIY, menjadikan tempat ini tenang, sejuk, dan hening, sehingga sangat layak untuk menjadi ajang merenung dan mendekatkan diri kepada Tuhan.</p>
<p>Menuju ke sana, kami disambut sebuah gerbang berarsitektur modern. Pengunjung ndak ditarik tiket retribusi apa pun karena Gereja Promasan yang bertanggung jawab atas pengelolaan tempat ini memang ndak diijinkan menarik retribusi apa pun. Namun kita hanya ditarik karcis parkir yang pengelolaannya dipegang oleh pemda.</p>
<p>Sepanjang jalan menuju sendang, terdapat banyak kios pedagang yang menjajakan suvenir semacam pajangan salib, kaos, lukisan, maupun peralatan untuk beribadah semacam lilin, bunga, dan untaian rosario.</p>
<p>Anjing-anjing sangat banyak berkeliaran di kawasan ini. Sehingga kita harus waspada dan berhati-hati, terutama bagi yang takut anjing. Tapi percayalah, kalo niat kita baik, anjing-anjing ini ndak akan mengganggu kita, kok. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' /></p>
<p>Bangunan kawasan ini sangat cantik. Dibangun dengan menyesuaikan kontur alam yang berbukit sehingga kita akan menemukan banyak tangga dan undakan.</p>
<p>Kawasan ini ditata oleh Pastor Y.B. Mangunwijaya pada tahun 1970-an dan pernah mendapatkan penghargaan Aga Khan Award dari Ikatan Arsitektur Indonesia pada tahun 1991 pada bidang bentuk bangunan khusus pada kategori penataan lingkungan.</p>
<p>Kompleks ini sendiri terdiri atas beberapa bagian. Ada kompleks makam, goa Maria, kapel-kapel, sumber mata air, dan bangunan joglo yang mungkin digunakan untuk beristirahat.</p>
<p>Saya menuju ke atas dan melihat ada salib besar yang berdiri di samping kompleks Makam Semagung. Di sini kita dapat menemukan makam Barnabas Sarikromo, <acronym title="saya kurang tau persis arti kata ini. ada yang tau?">katakumen</acronym> yang dibaptis pertama kali di Sendang Sono.</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/01/makam-semagung.jpg' alt='Kompleks Makam Semagung' /></p>
<p>Sepanjang jalan menuju Goa Maria, kita akan menemukan fragmen-fragmen yang menceritakan perjuangan Kristus dalam menyebarkan agama Nasrani.</p>
<p>Di setiap fragmen terdapat tatakan lilin, di mana saya menemukan beberapa orang peziarah menyalakan lilin dan khusyuk berdoa di depannya.</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/01/doa-fragmen.jpg' alt='Berdoa di depan fragmen perjuangan Kristus' /></p>
<p>Saya akhirnya tiba juga di pusat kompleks ini. Goa Maria terletak di depan Pohon Sono, yang menjadi cikal bakal penamaan dari obyek wisata ini.</p>
<p>Goa Maria di tempat ini mempunyai kisah tersendiri. Patung Bunda Maria yang ada di sana merupakan hadiah dari Ratu Spanyol yang untuk membawanya dibutuhkan usaha yang keras karena kondisi alam yang memang sulit dijangkau.</p>
<p>Sekitar tahun 1945, beberapa pemuda Katholik mendapat kesempatan berkunjung ke Lourdes, Prancis, membawa batu dari sana yang dipercaya merupakan batu dari goa tempat penampakan Bunda Maria kepada Bernadette Soubirous di Lourdes pada tahun 1858.</p>
<p>Batu dari Lourdes tersebut kemudian ditanam di bawah kaki patung Bunda Maria, sehingga kawasan Sendang Sono juga populer disebut dengan nama &#8220;Lourdes-nya Indonesia&#8221;.</p>
<p>Di bawah pohon Sono yang rindang ini, beberapa peziarah nampak khusyuk berdoa menghadap ke Goa Maria. Ada berbagai macam persembahan yang diletakkan di altar, namun yang paling banyak terlihat adalah lilin dan bunga.</p>
<p>Nama Sendang Sono sendiri berasal dari kata &#8220;sendang&#8221; yang berarti kolam mata air dan &#8220;Sono&#8221; yang berasal dari kata pohon Sono yang tumbuh di situ.</p>
<p>Mata airnya sendiri berada di bawah pohon Sono yang sayangnya kita ndak bisa melihat langsung karena lokasi ini ditutup dengan kaca.</p>
<p>Air dari sendang kemudian dialirkan melalui kran-kran, sehingga kita bisa leluasa untuk mencuci muka, meminum, bahkan membawa pulang air ini dengan menyimpannya ke dalam botol atau jirigen kecil yang banyak dijual di kios suvenir di depan.</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/01/basuh-air.jpg' alt='Air sendang yang dialirkan melalui kran' /></p>
<p>Selain melakukan ritual ibadah, kita juga bisa sekadar menikmati pemandangan alamnya yang memang asri. Gemericik air yang mengalir melalui sungai yang membelah kompleks ini menambah syahdu suasana.</p>
<p>Bentuk tangganya pun unik. Jika kita memperhatikan dengan seksama, ada bentuk anak tangga bersusun selang-seling yang berbentuk segi enam.</p>
<p>Kita juga akan menemukan beberapa bangunan kapel yang memiliki nama-nama. Misalnya ada Kapel Maria yang berisi patung Bunda Maria, Kapel Rasul yang menceritakan kisah perjuangan 12 rasul Kristus, dan Kapel Kristus yang berisi patung Kristus disalib.</p>
<p>Bangunan Joglo berbentuk panggung juga dapat kita temukan di sini. Bangunan ini bisa kita gunakan untuk beristirahat atau tempat merenung dan berdoa kepada Tuhan.</p>
<p>Saya melihat ada arsitektur Cina pada bangunannya. Selain corak warna merah yang dominan, beberapa ukiran dan bentuk tangganya mengingatkan saya pada klenteng di film-film kungfu. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Weh, perpaduan kebudayaan yang cukup menarik. Joglo mewakili Jawa, bentuk rumah panggung ala Sumatra, arsitektur Cina, dan nuansa Eropa dari patung-patungnya berpadu dengan cantik. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Menengok sejarah, kawasan ini dulunya bernama Sendang Semanggung dan digunakan oleh para biksu dari Borobudur yang singgah untuk beristirahat dengan meminum air sendang sebelum melanjutkan perjalanan ke Biara di kawasan Boro.</p>
<p>Pada tahun 1904, seorang pastor bernama Rama Van Lith, SJ datang untuk menyebarkan agama Nasrani di tanah Jawa, terutama di Muntilan, Magelang.</p>
<p>Pastor ini kemudian menggunakan air dari sendang ini untuk membaptis 178 orang pada tanggal 14 Desember 1904. Peristiwa inilah yang kemudian disebut sebagai peristiwa pembaptisan pertama kali yang dilakukan di tanah Jawa.</p>
<p>Walau kawasan ini sudah dikenal sejak tahun 1904, namun kawasan ini baru diresmikan pada tanggal 8 Desember 1929 oleh Pastor Rp. Prennthaler, SJ.</p>
<p>Demikian hasil persinggahan saya ke lokasi wisata religi ini. Meskipun saya bukan umat Katholik, saya merasakan pengalaman spiritual tersendiri.</p>
<p>Kedamaian di tempat ini begitu terasa, sehingga saya ndak berani berbuat narsis yang bisa merusak ketenangan di tempat ini. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Ah, andai saja umat beragama di Indonesia bisa merasakan kedamaian seperti apa yang saya rasa.. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Foto lainnya ada di <a href="http://matriphe.multiply.com/photos/album/26/Sendang_Sono" title="Sendang Sono" target="_blank">Galeri Narsis</a>. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jengjeng.matriphe.com/sendang-sono-lokasi-pembaptisan-pertama-di-jawa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>49</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blog Action Day: Saya Pengen Bersepeda!</title>
		<link>http://jengjeng.matriphe.com/blog-action-day-saya-pengen-bersepeda.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/blog-action-day-saya-pengen-bersepeda.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Oct 2007 21:44:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matriphe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[even]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/10/15/blog-action-day-saya-pengen-bersepeda.html</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka Blog Action Day, yang temanya kali ini soal lingkungan hidup, saya pengen nulis soal keinginan saya untuk jeng-jeng pake sepeda. Apa hubungannya? Jelas, dengan bersepeda, kita bisa mengurangi polusi udara akibat pembakaran bahan bakar fosil dari kendaraan bermotor dan tentunya menyehatkan badan. Saya memang ndak belum punya sepeda. Tapi dalam pikiran saya, saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/10/bonceng1.jpg" alt="Mari Bersepeda!" title="Mari Bersepeda!" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1264" /></p>
<p>Dalam rangka <a href="http://blogactionday.org/ind" title="Blog Action Day" target="_blank">Blog Action Day</a>, yang temanya kali ini soal lingkungan hidup, saya pengen nulis soal keinginan saya untuk jeng-jeng pake sepeda.</p>
<p>Apa hubungannya? Jelas, dengan bersepeda, kita bisa mengurangi polusi udara akibat pembakaran bahan bakar fosil dari kendaraan bermotor dan tentunya menyehatkan badan. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Saya memang <strike>ndak</strike> belum punya sepeda. Tapi dalam pikiran saya, saya pengen banget jeng-jeng, keluyuran, menjelajah Jogja nan eksotis ini pake sepeda.</p>
<p>Saya yakin, banyak eksotisme yang tak terungkap sebelumnya akan terkuak ketika kita melihat dari sisi yang beda, dari atas sadel sepeda!</p>
<p><span id="more-417"></span>Beberapa waktu yang lalu, <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/07/17/sunset-hunting-at-ratu-boko-by-bike.html" title="Sunset Hunting at Ratu Boko by Bike!">saya pernah ngeluyur pake sepeda sampe Situs Ratu Boko</a>. Dari situlah keinginan untuk jeng-jeng menggunakan sepeda muncul.</p>
<p>Di Jogja sendiri, ada beberapa komunitas pecinta sepeda. Ada <a href="http://www.b2w-indonesia.or.id/" title="Bike2Work" target="_blank">Komunitas Bike2Work</a>, JOC alias Jogja Onthel Club, komunitas sepeda BMX, dan masih banyak lagi. Kegiatan klub-klub ini pun macem-macem, mulai dari nongkrong di suatu tempat, tracking, konvoi, hingga even sosial. Semuanya dilakukan pake sepeda dan kadang ketika bersepeda mereka menggunakan kostum yang unik.</p>
<p>Saya sebenernya pengen juga gabung, tapi saya belom punya sepeda. Pengen sih beli, tapi sepertinya kebutuhan primer lainnya masih banyak. Belum lagi demi memenuhi kebutuhan anak-istri. Maklum, berapa besar sih gaji seorang kuli? <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_sighing.gif' alt='&#58;&#45;&#60;' class='wp-smiley' width='24' height='18' title='&#58;&#45;&#60;' /></p>
<p>Sepengetahuan saya, sepeda sendiri ada beberapa macam. Ada yang bertipe klasik macam onthel, di mana makin tua dan bermerk, makin mahal. Sepeda onthel merk Gazelle atau Simplex setahu saya mencapai harga 3Â½ juta rupiah bahkan lebih.</p>
<p>Biasanya sepeda beginian ini merupakan sepeda antik. Sepeda-sepeda ini dibikin di Jerman, Belanda, Belgia, dan negara-negara eropa lain di era penjajahan dan sekarang udah ndak diproduksi lagi. Ndak heran, jaman dulu itu sinyo-sinyo dan nona-nona Belanda keliatan keren kalo bersepeda.</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/10/sepeda-ontel.jpg' alt='Sepeda Onthel' /></p>
<p>Sepeda onthel paling enak dipake kalo keluyuran menjelajah kota. Kaki mengayuh pedal dengan santai sambil menikmati pemandangan kota nan elok.</p>
<p>Saya pengen banget bisa ngeluyur menjelajah Kotagede pake sepeda onthel. Kota tua penuh pesona itu begitu merangsang untuk <strike>dijamah</strike> dijelajah. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_drool.gif' alt='&#61;&#112;&#126;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#61;&#112;&#126;' /></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/10/masjid.jpg' alt='Salah satu tempat nan eksotis' class="alignright" /></p>
<p>Membayangkannya saja, memori saya langsung terbang ke masa lampau. Melewati lorong-lorong sempit di antara bangunan-bangunan tua di sana, membuat saya serasa berada di negeri indah antah berantah! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_daydream.gif' alt='&#56;&#45;&#62;' class='wp-smiley' width='23' height='18' title='&#56;&#45;&#62;' /></p>
<p>Bersepeda santai semacam ini kadang memberikan nuansa tesendiri. Kita kadang ndak melihat suatu eksotisme ketika melintasi rute yang rutin kita lewati menggunakan kendaran bermotor. Bisa jadi karena kita terlalu cepat mengendara, sehingga ndak sempet clingak-clinguk liat sekeliling.</p>
<p>Dengan bersepeda santai, kita bisa leluasa menikmati pemandangan di kanan-kiri kita. Bahkan kita pun bisa menemukan hal-hal yang sering kita lewatkan ketika kita rutin melintas di kawasan itu.</p>
<p>Apalagi jika di belakang, menggelayut wanita kekasih pujaan hati membonceng dan memeluk pinggang dengan mesra. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/wub.gif' alt='&#58;&#119;&#117;&#98;' class='wp-smiley' width='22' height='29' title='&#58;&#119;&#117;&#98;' /></p>
<p>Oh.. Begitu romantisnya! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_drool.gif' alt='&#61;&#112;&#126;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#61;&#112;&#126;' /></p>
<p>Selain onthel, ada lagi tipe sepeda yang pengen saya punyai. Sebuah sepeda gunung atau MTB yang garang dan cadas. Berbahan karbon yang ringan dan kuat sehingga mantab dibawa nge-track di medan yang berat.</p>
<p>Harganya? Weh, hampir sama dengan harga sebuah sepeda antik. Rangkanya saja bisa mencapai harga 1Â½ jutaan. Itu cuma rangka, belom lain-lainnya. Kalo mo cari yang murahan, sepeda seharga 1Â½ juta sudah cukup mewah.</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/10/sepeda-gunung.jpg' alt='Sepeda Gunung' /></p>
<p>Tentu dengan sepeda macam ini, safety harus diperhatikan. Helm adalah piranti wajib yang dikenakan ketika bersepeda. Tak jarang pula, sepeda jenis ini dipake di dalam kota. Temen-temen Bike2Work sering saya lihat menggunakan sepeda macam ini.</p>
<p>Saya pengen banget menelusuri Selokan Mataram yang mempunyai sejarah tersendiri bagi warga Jogja ini. Konon, pemandangan yang ditawarkan ketika menyusuri saluran air yang menghubungkan Kali Progo dan Kalo Opak ini begitu mantab! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_drool.gif' alt='&#61;&#112;&#126;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#61;&#112;&#126;' /></p>
<p>Menuju ke timur untuk menyongsong mentari dan menuju ke barat ketika menjelang senja, merupakan eksotisme tersendiri yang ditawarkan Selokan Mataram.</p>
<p>Belum lagi nge-track, menjelajah situs-situs candi yang berada di daerah perbukitan. Wah, sebuah perjalanan yang menggiurkan!</p>
<p>Halah, dari tadi malah mbahas keinginan saya punya sepeda. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Tapi asli, bersepeda merupakan salah satu cara untuk mengantisipasi polusi udara, yang tentunya memberikan kontribusi terhadap dampak pemanasan global.</p>
<p>Bayangkan saja, cadangan minyak di dunia ini makin lama makin menipis. Jikalau minyak tersebut habis, mo pake apa kita?</p>
<p>Ah, saya memang bukan ahli lingkungan hidup. Saya juga masih sering pake motor dan menyumbang polusi di Jogja.</p>
<p>Saya cuma pengen memulai dari diri saya sendiri, dari yang kecil, namun belum bisa mulai dari sekarang. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Jikalau punya rejeki lebih, saya pengen banget punya sepeda. Bersepeda ke kantor sepertinya asyik. Tentu saja bukan berarti sepeda motor Kawasaki Kaze sahabat berpetualang saya tersebut saya tinggalkan, tapi akan saya gunakan seperlunya saja. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_giggle.gif' alt='&#59;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;&#41;' /></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/10/bike-vs-motor.jpg' alt='Sepeda vs Motor' /></p>
<p>Ada yang mau menyumbangkan saya sepeda? <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_giggle.gif' alt='&#59;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jengjeng.matriphe.com/blog-action-day-saya-pengen-bersepeda.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>47</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

