Kabar Seminggu dari Jakarta

from Jelatakarta to Jancukarta

Sudah sekitar seminggu ini saya tersesat di belantara berkedok kota yang bernama Jancukarta Jakarta. Tentunya sebagai pendatang baru yang ikut berpartisipasi menyesaki kota ini, banyak kesan dan pengalaman yang saya dapat. Secara umum, mungkin sudah pada tau lah, gimana sih bentuknya Jakarta. Namun bagi saya, sesuatu itu selalu ada hikmahnya. Ada pelajaran yang senantiasa bisa kita ambil jika kita jeli dan melihat dari sudut pandang yang lain.

Sampai Jumpa Lagi, Jogja!

Tugu Jogja

Setelah selama 5 tahun lebih tinggal di Jogja, akhirnya tibalah saatnya saya untuk meninggalkan kota ini. Terlalu banyak kenangan dan cerita yang tertoreh, yang bila semua dituliskan di dalam blog pun, rasanya ndak akan cukup. Walau rasanya cukup banyak tempat dan sudut yang saya jelajahi, namun semakin banyak tempat dan sudut yang menurut saya belum ketahui. Ndak habis rasanya untuk menjelajahi seluruh penjuru Jogja.  .

Resiko Blog Bertema Kuliner

Guk! Guk!

Lagi-lagi saya mendapat email ngeselin yang dikirim melalui kontak form saya namun mbikin saya senyum-senyum. Sebuah email yang dikirim entah karena memang ndak tau atau cuma fastreading saja. Ah, mungkin ini memang resiko yang harus saya tanggung karena berani menulis blog yang bertema sok kuliner dan membahas urusan makan-makan.  .

Rindu Sahabat

Mesum dan Maksiat

Bila membaca postingan saya kemarin, mungkin banyak yang terheran-heran dan bingung. Apa maksud dari postingan itu. Saya pun, setelah membaca kembali postingan itu merasa bahwa ada yang salah dengan diri saya. Semalam sebuah pesan singkat yang dikirim melalui jaringan seluler masuk ke hape saya. Seorang sahabat yang kini ada di sana mengabarkan keadaannya.

Kehilangan Gairah, Saatnya Bertobat?

Tobat

Saya kehilangan gairah, kehilangan nafsu, dan kehilangan passion untuk ngeblog. Jujur, ini bukan hanya karena Wiki, namun menurut analisis pribadi saya, karena urusan pacul dan harga sembako yang naik mencekik leher. Saya sering eneg dan ndak tau mo ngapain lagi di depan internet. Tersesat dan bingung hendak ke mana ketika berada di dunia maya. Apakah ini saatnya saya untuk bertobat.

Who’s Next?

Who's next?

Ini postingan ke sekian kali yang bernada sedih. :-< Setelah bermenyek-menyek pas farewell party-nya De Marko, juga hengkangnya Ridlo dari Jogja untuk pulang ke Jakarta karena diusir sama Pak Sugeng sang pemilik kos, juga Wini yang jadi te-ka-we di Abu Dhabi untuk jadi tukang peras susu onta, kini giliran seorang rekan yang akan meninggalkan Jogja. :( Sedih, tapi juga bangga dan bahagia. Satu persatu kami harus mulai menata kembali jalan untuk mencapai masa depan yang semoga lebih baik. Jadi jongos kumpeni di negeri kaya nan miskin ini.

Hari Merdeka: Wisuda!

Wisuda UGM

Alhamdulillah. Lega, bahagia, sedih, pokoknya campur aduk. Itulah perasaan saya dan teman-teman lain yang wisuda hari ini, Rabu Pon, 15 Agustus 2007. Walau pagi tadi Jogja sempet diguyur hujan, tak menyurutkan semangat para wisudawan-wisudawati untuk menuju ke Gedung Grha Sabha Pramana UGM. Setelah lama mengidam-idamkan, akhirnya kesampaian juga.

Sampai Jumpa Lagi, De Marko!

De Marko Farewell

Rasanya baru kemarin kita registrasi bareng, rasanya baru kemarin kita ngisi KRS bareng, rasanya baru kemarin kita key-in bareng, rasanya baru kemarin kita kuliah bareng, rasanya baru kemarin kita ujian bareng, tapi tak terasa sudah 5 tahun kita bersama.. De Marko. Kemarin kita dari Gunungkidul, menjelajah pantai perawan nan eksotis itu. Sebelumnya kita menjajah Dataran Tinggi Dieng yang memanjang itu. Belum lagi Merapi yang kini semakin menjadi itu.

Kembali Belajar Lagi

Dulu pas masih mahasiswa, keknya kerja nyambi kuliah kuliah nyambi kerja itu enak. Ternyata kenyataan ndak seperti harapan. Pun ketika sudah mahasiswa-coret dan berniat untuk kerja sungguhan, ternyata memang (sekali lagi) kenyataan itu ndak seperti harapan. :-< Saya teringat petuah saudari saya yang kini miskin benwit itu. "Life is just moving forward", katanya suatu ketika saat masih kaya.

Akhirnya: Pendadaran!

Alhamdulillah.. Akhirnya hari pendadaran itu tiba. Tanggal bersejarah yang saya sebut sebagai the fuckin date six itu telah saya lalui. Akhirnya.. #:-S 6 Juli 2007 pukul 13.15, Ruang Sidang Elektronika dan Instrumentasi UGM menjadi saksi ajang pembantaian sidang pendadaran seorang mahasiswa bangkotan bernama Muhammad Zamroni selama kurang lebih 1 jam hanya demi mendapatkan gelar sarjana tambahan beberapa huruf di belakang namanya, S.Si.

  • Page 1 of 2
  • 1
  • 2
  • >