<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jengjeng matriphe! &#187; es</title>
	<atom:link href="http://jengjeng.matriphe.com/tag/es/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jengjeng.matriphe.com</link>
	<description>pengen jalan-jalan, makan-makan, dan lain-lain</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Aug 2011 11:41:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<atom:link rel='hub' href='http://jengjeng.matriphe.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sensasi Pedas-Manis-Dingin Rujak Es Krim</title>
		<link>http://jengjeng.matriphe.com/sensasi-pedas-manis-dingin-rujak-es-krim.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/sensasi-pedas-manis-dingin-rujak-es-krim.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 11:06:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matriphe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[es]]></category>
		<category><![CDATA[rujak]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2008/04/16/sensasi-pedas-manis-dingin-rujak-es-krim.html</guid>
		<description><![CDATA[Pedas, biasanya membawa sensasi hot, panas, dan berkeringat. Lalu bagaimana kalo sensasi pedas justru dipadukan dengan nuansa manis dan dingin? Di Jogja, ada jajanan khas yang cukup banyak bertebaran. Jajanan yang mantab disantap di kala panas terik. Jajanan itu adalah Rujak Es Krim. Sebuah perpaduan yang ndak umum namun unik serta kreatif. Rasa pedas dipadukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/04/rujak-eskrim1.jpg" alt="Rujak Es Krim" title="Rujak Es Krim" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1180" /></p>
<p>Pedas, biasanya membawa sensasi hot, panas, dan berkeringat. Lalu bagaimana kalo sensasi pedas justru dipadukan dengan nuansa manis dan dingin?</p>
<p>Di Jogja, ada jajanan khas yang cukup banyak bertebaran. Jajanan yang mantab disantap di kala panas terik. Jajanan itu adalah Rujak Es Krim.</p>
<p><span id="more-673"></span>Sebuah perpaduan yang ndak umum namun unik serta kreatif. Rasa pedas dipadukan dengan rasa dingin dan manis es krim justru memberikan sensasi rasa berbeda.</p>
<p>Jangan dibayangkan es krim yang dipakai itu es krim mahal, namun yang dipakai hanyalah <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2008/01/08/romantisme-nostalgia-es-puter.html" title="Romantisme Nostalgia Es Puter">es puter biasa</a>. Hm.. Ternyata selain roti tawar, paduan es puter rupanya juga cukup nendang bila berpadu dengan rujak.</p>
<p>Rujak yang digunakan pun, rujak biasa. Parutan buah-buahan yang terdiri dari ketimun, bengkuang, mangga muda, pepaya, nanas, dan kedondong ini dipadukan dalam air gula jawa dan sambal rujak.</p>
<p>Penyajiannya pun sangat sederhana. Rujak diwadahi dalam mangkuk, kemudian es krim diserut dari tabung dan diletakkan di atas rujak. Ada versi lain rujak yang menambahkan susu kental manis coklat di atas es krim.</p>
<p>Cara makannya pun bisa berbeda-beda. Ada yang menyendokkan dari pinggir satu-satu lalu membiarkan rujak dan es krim yang mulai meleleh berpadu di dalam mulut.</p>
<p>Kalo saya lebih suka mengaduk dahulu es krim dengan rujak sehingga tercipta campuran es krim leleh berisi rujak. Bubur es krim isi rujak, saya bilang.</p>
<p>Namun bagaimana pun cara memakannya, yang penting sensasi kenikmatan rujak es krim ini bisa kita nikmati dengan maksimal. Soal selera, ini tentu berbeda.</p>
<p>Walau bisa dikatakan penjual Rujak Es Krim ini banyak bertebaran, kita harus jeli untuk menemukannya karena biasanya pedagang ini menggelar dagangan di kaki lima atau dengan berkeliling menggunakan gerobak.</p>
<p>Nah, salah satu tempat yang cukup populer menikmati Rujak Es Krim ini adalah di kompleks alun-alun Pura Pakualaman.</p>
<p>Sebuah gerobak mangkal di warung knock-down beratapkan terpal lengkap dengan bangku dan meja kayu. Cukup sederhana namun mampu menghadirkan kesan romantis.</p>
<p>La buktinya, banyak pasangan muda-mudi usia belasan berseragam sekolah yang duduk-duduk mepet menikmati Rujak Es Krim sambil senyum-senyum penuh asmara.. Halah! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_youkiddingme.gif' alt='&#58;&#45;&#106;' class='wp-smiley' width='26' height='18' title='&#58;&#45;&#106;' /></p>
<p>Suasana yang rindang karena di alun-alun ini tumbuh 2 pohon beringin tua besar membuat angin bertiup sepoi-sepoi, semakin menambah sensasi rasa jika kita menyantap es ini di siang hari yang panas menyengat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jengjeng.matriphe.com/sensasi-pedas-manis-dingin-rujak-es-krim.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>50</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Segarnya Es Bir Kocok Gang Roda, Bogor</title>
		<link>http://jengjeng.matriphe.com/segarnya-es-bir-kocok-gang-roda-bogor.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/segarnya-es-bir-kocok-gang-roda-bogor.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Feb 2008 05:45:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matriphe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[es]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2008/02/01/segarnya-es-bir-kocok-gang-roda-bogor.html</guid>
		<description><![CDATA[Bir, minuman yang mengandung alkohol ini bagi sebagian orang merupakan minuman yang haram untuk dikonsumsi. Namun ini ndak berlaku untuk minuman segar dari Bogor ini. Pas jeng-jeng kemarin, Pakde Mbilung mengajak saya untuk menikmati minuman yang bisa dibilang hampir punah ini. Kalo kita mengenal Bir Pletok, maka tentu kita ndak akan asing lagi dengan Bir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/02/bir-kocok1.jpg" alt="Bir Kocok" title="Bir Kocok" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1200" /></p>
<p>Bir, minuman yang mengandung alkohol ini bagi sebagian orang merupakan minuman yang haram untuk dikonsumsi.</p>
<p>Namun ini ndak berlaku untuk minuman segar dari Bogor ini.</p>
<p>Pas <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2008/01/30/jengjeng-bogor.html" title="JengJeng Bogor">jeng-jeng</a> kemarin, <a href="http://ndobos.com/" title="Mbilung" target="_blank">Pakde Mbilung</a> mengajak saya untuk menikmati minuman yang bisa dibilang hampir punah ini.</p>
<p><span id="more-620"></span>Kalo kita mengenal Bir Pletok, maka tentu kita ndak akan asing lagi dengan Bir Kocok yang rupanya masih sodaraan sama minuman dari Betawi tersebut.</p>
<p>Minuman segar berbahan air sari jahe ini memang menyegarkan lagi menyehatkan.</p>
<p>Warnanya yang kemerahan diakibatkan oleh campuran kayu manis. Sedangkan bau harumnya muncul dari penggunaan cengkeh.</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/02/mengocok-bir.jpg' alt='Pak Acep mengocok bir' class="alignright" /></p>
<p>Busa putih yang membuat minuman ini disebut dengan &#8220;bir&#8221; adalah akibat pengocokan campuran air jahe, gula, kayu manis, dan cengkeh ini dengan es batu pada sebuah tabung <em>stainless steel</em> yang memiliki tinggi sekitar 30 cm dan berdiameter 15 cm.</p>
<p>Pak Acep, demikian nama lelaki renta penjual minuman yang sudah mangkal di Gang Roda, Bogor sejak 45 tahun yang lalu.</p>
<p>Bisa dibilang penjual bir kocok di kawasan ini hanyalah Pak Acep seorang.</p>
<p>Kalo pun ada penjual lain, itu adalah anak bungsunya yang ingin meneruskan usaha bapaknya.</p>
<p>Jaman dulu minuman ini sering diminum oleh para calon pengantin yang hendak melangsungkan pernikahan.</p>
<p>Inilah sebabnya minuman ini juga sering disebut dengan &#8220;bir pengantin&#8221;.</p>
<p>Khasiatnya tentunya untuk menjaga kesehatan dan menjaga stamina. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_giggle.gif' alt='&#59;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;&#41;' /></p>
<p>Hampir setiap hari Pak Acep mangkal di Gang Roda. Dalam sehari bisa 2 kali shift ia berjualan.</p>
<p>Jika dagangan pada pagi hari habis, dia akan pulang untuk mengambil stok berikutnya dan akan dijualnya hingga petang menjelang.</p>
<p>Hampir setiap hari pula dagangannya ludes. Konsumennya ndak hanya masyarakat Bogor, namun juga dari Jakarta yang rela ndoyok blusukan.</p>
<p>Eh, bukannya &#8220;orang Jakarta&#8221; itu kebanyakan orang Bogor yang tiap hari ngelajo Bogor-Jakarta? <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_giggle.gif' alt='&#59;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;&#41;' /></p>
<p>&#8220;Dulu ada yang jual di sekitar Gambir, tapi sekarang sudah ndak ada lagi&#8221;, kata Pak Acep.</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/02/gerobak-bir.jpg' alt='Gerobak Es Bir Kocok' /></p>
<p>Pak Acep memang hanya mangkal di Gang Roda. Sejak tahun 1960-an dia menguasai bisnis ini.</p>
<p>Menggunakan gerobak putih yang khas, membuat Pak Acep mudah untuk ditemukan. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Sebelum disajikan, air jahe, gula, kayu manis, dan cengkeh sudah diracik dan dikemas dalam botol-botol. Satu botol berkapasitas 4-5 gelas.</p>
<p>Bila ada pembeli, Pak Acep akan menakar air yang dituang dari botol ke tabung <em>stainless steel</em>-nya bersama pecahan es batu  lalu menggoyang melingkar.</p>
<p>Untuk segelas bir segar ini, kerusakan yang ditimbulkan hanya 2 ribu rupiah saja. Cukup murah, bukan?</p>
<p>Tentunya ini ndak termasuk ongkos dari Jogja ke Bogor, lo ya! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jengjeng.matriphe.com/segarnya-es-bir-kocok-gang-roda-bogor.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Romantisme Nostalgia Es Puter</title>
		<link>http://jengjeng.matriphe.com/romantisme-nostalgia-es-puter.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/romantisme-nostalgia-es-puter.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jan 2008 04:43:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matriphe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[es]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Gede]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2008/01/08/romantisme-nostalgia-es-puter.html</guid>
		<description><![CDATA[Es Puter. Siapa sih yang ndak kenal Es Puter? Es krim ala rakyat ini memberikan nuansa nostalgia dan romantisme tersendiri. Namun es ini mulai jarang ditemui karena tergerus oleh es krim-es krim modern cepat saji. Beruntung, ketika menjelajahi gang-gang sempit perkampungan tua di Kotagede, kami menemui penjual es yang biasa berkeliling ke kampung-kampung ini. Menikmati [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/01/me-es-puter1.jpg" alt="Menikmati Es Puter" title="Menikmati Es Puter" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1209" /></p>
<p>Es Puter. Siapa sih yang ndak kenal Es Puter?</p>
<p>Es krim ala rakyat ini memberikan nuansa nostalgia dan romantisme tersendiri. Namun es ini mulai jarang ditemui karena tergerus oleh es krim-es krim modern cepat saji.</p>
<p>Beruntung, ketika menjelajahi gang-gang sempit perkampungan tua di Kotagede, kami menemui penjual es yang biasa berkeliling ke kampung-kampung ini.</p>
<p>Menikmati Es Puter di perkampungan tua macam Kotagede langsung melemparkan saya ke masa kanak-kanak!</p>
<p><span id="more-558"></span>Es Puter, dinamakan demikian karena dalam proses pembuatannya membutuhkan proses pemutaran.</p>
<p>Bahan adonan es yang terdiri atas susu, santan, gula, dan bahan-bahan lainnya dimasukkan ke dalam tabung logam panjang.</p>
<p>Tabung ini kemudian direndam dalam bongkahan-bongkahan es batu kecil-kecil yang diberi garam supaya es batu cepat meleleh.</p>
<p>Untuk memadatkan adonan es, tabung ini kemudian diputar-putar agar proses pembekuan cepat terjadi. Jika proses pemutaran ini bagus dan stabil, struktur es krim yang terbentuk akan nampak cantik.</p>
<p>Di tempat saya, Es Puter juga sering disebut dengan Es Dong-Dong karena dalam menjajakan es ini, si penjual menggunakan sebuah bonang kecil dari alat musik gamelan yang bila dipukul berbunyi, &#8220;dong.. dong..&#8221; <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/01/penjual-es-puter.jpg' alt='Penjual Es Puter' /></p>
<p>Penjualnya pun biasa memakai gerobak dorong untuk membawa tabung berisi es krim. Di depan gerobak biasanya terdapat semacam kotak kaca untuk menyimpan cone es, mangkuk kertas, dan roti tawar untuk menyajikan es.</p>
<p>Ketika es sudah mulai cair, si penjual terlihat memutar-mutar tabung es krimnya untuk membekukannya kembali.</p>
<p>Jaman saya kecil dulu, harga es ini berkisar antara 50-100 rupiah. Membeli es dengan harga 500 rupiah sudah teramat sangat banyak. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Ada beberapa cara penyajian Es Puter ini. Tiap penyajian mempunyai cita rasa, sensasi, dan tentu saja harga yang berbeda.</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/01/es-puter-cone.jpg' alt='Penyajian standar: dengan cone' /></p>
<p>Cara penyajian pertama adalah dengan menggunakan cone. Ini adalah cara default dalam menyajikan es krim.</p>
<p>Namun ciri khas es ini justru terletak pada cone-nya. Sejak jaman saya kecil sampe sekarang, cone yang digunakan ndak banyak berubah.</p>
<p>Berbeda dari cone roti pada es krim-es krim modern, cone dari semacam opak tipis yang kadang keras dan liat berwarna merah hasil produksi rumahan ini begitu istimewa dan makin mengukuhkan predikat &#8220;es krim rakyat&#8221; ini. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Es krim dikeruk tipis-tipis dengan menggunakan sendok khusus, kemudian dilapiskan ke atas cone sedikit demi sedikit dan lama-lama makin menjulang.</p>
<p>Menjilat-jilat setumpuk lapisan es yang menjulang ini harus berhati-hati. Salah-salah es krim bisa copot dan kita hanya bisa ndomblong menelan kekecewaan karena hanya menemukan opak cone yang kosong melompong. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Saya lebih suka menekan-nekan es ini dengan lidah agar masuk ke dalam cone. Setelah seluruh cone terisi penuh, barulah saya memakan cone yang berisi es krim ini.</p>
<p>Opak cone ketemu sama es krim memberikan sensasi tersendiri yang mantab! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_drool.gif' alt='&#61;&#112;&#126;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#61;&#112;&#126;' /></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/01/es-puter-roti.jpg' alt='Penyajian kedua: sandwich es krim' /></p>
<p>Cara kedua ini paling saya sukai. Saya menamakannya sandwich es krim!</p>
<p>Es diletakan di atas potongan roti tawar, kemudian kita memakannya dengan melipat roti layaknya sandwich.</p>
<p>Perpaduan roti tawar dan es krim adalah perpaduan paling sempurna menurut saya. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_drool.gif' alt='&#61;&#112;&#126;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#61;&#112;&#126;' /></p>
<p>Pori-pori roti tawar yang menyerap lelehan es krim menjadikan roti sedikit basah dan lunak mlenyek-mlenyek gimana gitu.</p>
<p>Ketika es bertemu dengan roti tawar mencapai lidah, sensasi rasa berbeda yang sulit diungkapkan dengan kata-kata langsung menghajar!</p>
<p>Endang <a href="http://anangku.blogspot.com/" title="anangku sang kiblat blogger" target="_blank">anang</a> <a href="http://mrbambang.web.id/" title="Mr. Bambang" target="_blank">bambang</a> gurindang! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Kedua cara penyajian es yang istimewa ini hanya dihargai 500 rupiah! Cukup murah bila dibandingkan dengan sensasi rasa dan cerita nostalgia yang ditawarkan!</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/01/es-puter-gelas.jpg' alt='Penyajian ketiga: menggunakan gelas' /></p>
<p>Cara ketiga ini agak berbeda dengan jaman saya kecil dulu.</p>
<p>Dulu cup atau mangkuk yang digunakan terbuat dari kertas karton yang dilapisi semacam plastik dan zat lilin agar mangkuk kertas menjadi waterproof.</p>
<p>Kini mangkuk yang digunakan diganti dengan gelas plastik, berukuran sebesar gelas air mineral berukuran 200 mL itu.</p>
<p>Penyajiannya pun berbeda. Dulu jaman saya, isi mangkuk hanya potongan roti tawar dan es krim, namun kini ada tambahan variasi, yaitu menggunakan sagu mutiara.</p>
<p>Kunci dari metode ini masih berada pada penggunaan roti tawar. Bedanya, roti tawar yang &#8220;direndam&#8221; dalam es krim makin membangkitkan cita rasa yang terpendam.</p>
<p>Saya sampai ndak tega mendeskripsikannya. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_drool.gif' alt='&#61;&#112;&#126;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#61;&#112;&#126;' /></p>
<p>Saya takut kembali ngidam es ini karena es semacam ini jarang dijumpai. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_giggle.gif' alt='&#59;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;&#41;' /></p>
<p>Harga segelas es ini pun begitu luar biasa. Hanya dengan 1000 rupiah, kita bisa menikmati sensasi dahsyatnya.</p>
<p>Roti tawar dan es krim adalah pasangan yang serasi. Saya ndak bisa membayangkan bila di atas es krim ditaburi meses. Sungguh jahat bila lidah ndak segera menjilat.. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_drool.gif' alt='&#61;&#112;&#126;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#61;&#112;&#126;' /></p>
<p>Selain penggunaan roti tawar, es krim juga sangat tepat bila berpadu dengan wafer, biskuit, atau astor. Namun saya masih tetep lebih suka roti tawar sebagai pasangan es ini.</p>
<p>Menjelajahi lorong-lorong sempit di antara bangunan tua Kotagede sembari menikmati Es Puter semakin membuat perjalanan saya menikmati heritage memberikan kenangan tak terlupakan!</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/01/es-puter-gang.jpg' alt='Menelusuri gang sambil makan Es Puter' /></p>
<p>Belum lagi tawa gembira anak-anak kecil yang menikmati Es Puter, saling menyolekkan es krim ke pipi teman, lalu dibalas dengan colekan es krim, ah betapa damainya!</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/01/anak-kecil.jpg' alt='Anak kecil menikmati Es Puter' /></p>
<p>Membangkitkan sebuah romantisme nostalgia <strike>pedofilia</strike> masa kanak-kanak yang bersahaja.. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_love.gif' alt='&#58;&#120;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#120;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jengjeng.matriphe.com/romantisme-nostalgia-es-puter.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>48</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Es Dawet Durian Kampung Kali</title>
		<link>http://jengjeng.matriphe.com/es-dawet-durian-kampung-kali.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/es-dawet-durian-kampung-kali.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Nov 2007 15:12:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matriphe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[es]]></category>
		<category><![CDATA[Semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/11/30/es-dawet-durian-kampung-kali.html</guid>
		<description><![CDATA[Sebenernya sudah cukup lama saya mendengar legenda Es Dawet Durian Semarang ini, namun berhubung saya buta dengan peta perkulineran Semarang, saya hanya mengira es ini hanya tinggal cerita belaka. Akhirnya tadi siang saya berhasil menemukan kembali legenda yang hilang tersebut berkat petunjuk dan pencerahan dari Fany. Thanks, Fan! Panasnya Semarang memang cucok kali untuk nyeruput [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/11/es-dawet-durian1.jpg" alt="Es dawet durian Kampung Kali" title="Es dawet durian Kampung Kali" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1383" /></p>
<p>Sebenernya sudah cukup lama saya mendengar legenda Es Dawet Durian Semarang ini, namun berhubung saya buta dengan peta perkulineran Semarang, saya hanya mengira es ini hanya tinggal cerita belaka.</p>
<p>Akhirnya tadi siang saya berhasil menemukan kembali legenda yang hilang tersebut berkat petunjuk dan pencerahan dari <a href="http://blog.faniez.net/" title="Fany" target="_blank">Fany</a>. Thanks, Fan! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' /></p>
<p>Panasnya Semarang memang cucok kali untuk nyeruput es. Belum lagi, bulan-bulan begini adalah musim-musim durian. Hoho.. I love durian! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_drool.gif' alt='&#61;&#112;&#126;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#61;&#112;&#126;' /></p>
<p><span id="more-492"></span>Es Dawet Durian ini sering dikenal dengan nama Es Dawet Durian Kampung Kali, karena memang dijual di daerah bernama Kampung Kali.</p>
<p>Kampung Kali merupakan lokasi yang sangat strategis. Daerahnya cukup rindang karena masih banyak ditemukan pohon-pohon besar  di pinggir jalan. Cukup nyaman untuk beristirahat di tengah panas mentari yang menyengat.</p>
<p>Selain rindang, ada &#8220;kerindangan&#8221; lain yang bisa kita temukan. Es ini dijual tepat di depan kompleks sekolahan Yayasan Bernadus Theresiana yang identik dengan gadis-gadis siswi SMA yang putih mulus, di Jl. Mayjen Sutoyo 69, tak jauh dari Simpang Lima. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_devil.gif' alt='&#62;&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#62;&#58;&#41;' /></p>
<p>Hanya ada seorang penjual es di kawasan ini. Untuk menemukannya cukup mudah. Si penjual menggunakan gerobak dorong berwarna hijau dengan ciri khas gentong kecil berwarna coklat dan beberapa buah durian di atas gerobaknya.</p>
<p>Untuk menuju ke sana gampang banget. Dari Simpang Lima, belok ke jalan K.H. Ahmad Dahlan, kemudian pas pertigaan mentok belok kiri.</p>
<p>Nah, Sekolah Theresiana itu berada di pojokan pertigaan sebelah kiri. Tepat di depan sekolah itu, penjual es ini dapat kita temukan.</p>
<p>Bisa juga sih ngambil arah dari jalan Gadjah Mada, tapi ntar kita kudu muter balik setelah lewat jalan D.I. Panjaitan. Mending lewat Ahmad Dahlan saja, saran saya. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Saya pun memesan satu porsi. Berhubung buah durian adalah buah musiman, ndak setiap hari kita bisa menikmati es ini. Di hari biasa, es ini dijual sebagai Es Dawet biasa.</p>
<p>Beruntung, bulan Desember adalah musim-musim durian, maka Es Dawet Durian pun bisa saya nikmati.</p>
<p>Seporsi es ini ukurannya cukup dahsyat menurut saya. Mangkok yang digunakan adalah mangkok soto berukuran besar.</p>
<p>Es Dawet Durian ini berisi dawet (cendol) putih bikinan sendiri, tape ketan putih, potongan buah nangka, dan 3 biji durian.</p>
<p>Sebagai airnya digunakan santan dan serutan es yang dilumeri juruh atau air gula jawa. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_drool.gif' alt='&#61;&#112;&#126;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#61;&#112;&#126;' /></p>
<p>Dawet yang digunakan ini cukup unik. Dawet atau cendol ini berwarna putih, tanpa bahan pewarna. Selain itu kalo dawet biasa dipotong pendek-pendek, dawet yang digunakan pada es ini panjang-panjang, mirip mie. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Durian yang digunakan pun didatangkan dari Jepara. Durian Jepara memang terkenal akan rasa manisnya dan warna kuning emasnya yang cantik.</p>
<p>Tibalah saatnya mencicipi. Slluurrp..</p>
<p>Aneh, menurut saya. Es ini terasa kurang manis. Larutan gula jawanya sepertinya ndak mampu mengalahkan dominasi santan dan serutan es yang mencair.</p>
<p>Saya sempat kecewa karena rasanya kurang manis. Di tengah keputusasaan, saya pun mengambil durian dan menyeruputnya bersama air gulanya.</p>
<p>Saya terkejut! Rasa manis durian Jepara mampu menolong kekurangan gula jawa tadi, bahkan memberikan sensasi rasa berbeda! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_ooooh.gif' alt='&#58;&#45;&#111;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#111;' /></p>
<p>Perpaduan rasa durian dan gula jawanya memang unik. Barulah saya mengerti kenapa tim Bango Cita Rasa Nusantara memberikan gelar juara kepada es ini. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/top.gif' alt='&#58;&#116;&#111;&#112;' class='wp-smiley' width='29' height='19' title='&#58;&#116;&#111;&#112;' /></p>
<p>La? Emang ada hubungannya antara es sama kecap? <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/11/bango-juara.jpg' alt='Stiker juara dari Bango Cita Rasa Nusantara' /></p>
<p>Namun sayang, daging durian ini masih sedikit keras, alias kurang matang, meski rasa manisnya sudah cukup mantab.</p>
<p>Mungkin belum musimnya kali, ya? Musim panen durian biasanya kan pertengahan Desember. La pas saya ngicipi ini es kan Desember awal. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_giggle.gif' alt='&#59;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;&#41;' /></p>
<p>Saya ndak bisa mbayangkan kalo misalnya durian yang digunakan itu dagingnya sudah sedikit mlenyek, harumnya sudah menyengat, sehingga rasa manisnya bisa berpadu sempurna dengan larutan gula jawa..</p>
<p>Weh.. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_drool.gif' alt='&#61;&#112;&#126;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#61;&#112;&#126;' /> *ngelap iler*</p>
<p>Tape ketan dan nangkanya memberikan variasi rasa yang cukup menarik, walau terkesan rasa ini tenggelam oleh rasa duriannya.</p>
<p>Secara keseluruhan, es ini loemajan lah, terutama ketika cuaca Semarang yang panas ngentang dan pas musim durian. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_clap.gif' alt='&#61;&#68;&#62;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#61;&#68;&#62;' /></p>
<p>Hoho.. Dahsyat! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_drool.gif' alt='&#61;&#112;&#126;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#61;&#112;&#126;' /></p>
<p>Total kerusakan yang ditimbulkan, cukup mahal menurut saya. Seporsi Es Dawet Durian ini harus ditebus dengan harga 10 ribu rupiah. Namun untuk kedahsyatan rasa, cukup pantas lah.</p>
<p>Ah, saya jadi teringat akan <a href="http://cahandong.org/2006/11/10/kedahsyatan-es-teler-1001.html" title="Kedahsyatan Es Teler 1001" target="_blank">Es 1001</a> yang bikin saya seolah-olah terbang ke dongeng 1001 malam itu. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_drool.gif' alt='&#61;&#112;&#126;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#61;&#112;&#126;' /></p>
<p>Tertarik mencicipi? <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_giggle.gif' alt='&#59;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jengjeng.matriphe.com/es-dawet-durian-kampung-kali.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>61</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Es Bubur Kacang Hijau Madura</title>
		<link>http://jengjeng.matriphe.com/es-bubur-kacang-hijau-madura.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/es-bubur-kacang-hijau-madura.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jun 2007 01:27:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matriphe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[bubur]]></category>
		<category><![CDATA[es]]></category>
		<category><![CDATA[Madura]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/15/es-bubur-kacang-hijau-madura.html</guid>
		<description><![CDATA[Pernah makan bubur kacang hijau? Pernah donk. Entah itu dalam keadaan hangat atau pun dicampur dengan es, bubur kacang hijau selain nikmat juga berkhasiat. Nah di Jogja, (update: ternyata di Bogor banyak ditemukan, info dari Luthfi), ada sebuah jenis makanan unik yang disebut dengan Es Bubur Kacang Hijau Madura. Apakah jenis es ini berasal dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/es-burjo1.jpg" alt="Es Bubur Kacang Hijau Madura" title="Es Bubur Kacang Hijau Madura" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1385" /></p>
<p>Pernah makan bubur kacang hijau? Pernah donk. Entah itu dalam keadaan hangat atau pun dicampur dengan es, bubur kacang hijau selain nikmat juga berkhasiat.</p>
<p>Nah di Jogja, (update: ternyata di Bogor banyak ditemukan, info dari <a href="http://luthfi.wordpress.com/" title="Luthfi Assadad" target="_blank">Luthfi</a>), ada sebuah jenis makanan unik yang disebut dengan Es Bubur Kacang Hijau Madura. Apakah jenis es ini berasal dari Madura? Entahlah, yang pasti rata-rata penjualnya berasal dari Madura.</p>
<p>Di Jogja, memang banyak tersebar warung burjo, alias bubur kacang ijo. Warung-warung burjo ini umumnya buka 24 jam dan selain menyediakan burjo, warung ini juga menyediakan makanan khas anak kos seperti indomi goreng, indomi rebus, es milo, milo hangat, dan sebagainya. Warung ini umumnya dikelola oleh orang-orang yang berasal dari Kuningan, Jawa Barat.</p>
<p>Tapi menu burjo yang akan saya tulis ini berbeda. Warung berkonsep tenda ala kaki lima ini jumlahnya tak sebanyak warung-warung burjo 24 jam yang banyak ditemukan di kantong-kantong pemukiman kos-kosan mahasiswa tersebut.</p>
<p><span id="more-255"></span>Warung ini dapat dikenali dari warna kain penutup gerobak yang menjadi basis penjualannya. Warna kuning dengan tulisan besar &#8220;SEDIA BUBUR KACANG IJO ES KACANG IJO MADURA&#8221; merupakan ciri utama dari warung ini.</p>
<p>Warung ini buka sekitar pukul 4 sore sampai pukul 11 malam. Tempat jualannya berupa gerobak dorong yang terdapat 2 buah panci besar berisi kacang hijau yang selalu hangat.</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/warung-burjo.jpg' alt='Warung Bubur Kacang Ijo Madura' /></p>
<p>Saya pun segera memesan semangkuk Es Bubur Kacang Hijau. Bubur kacang hijau yang dimasak dengan campuran tepung hun-kwe kemudian dicampur dengan ketan hitam dan potongan roti tawar. Setelah itu, es pun diserut di atas mangkok dan di atas es dituangkan sirup frambozen dan susu kental manis coklat.</p>
<p>Sekilas memang bentuk es ini mirip dengan es teler atau es serut lainnya. Warna cantik merah berpadu dengan coklat ini setelah diaduk akan berubah menjadi pink gelap. Lucu juga warnanya. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_giggle.gif' alt='&#59;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;&#41;' /></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/es-kacang-ijo.jpg' alt='Es Kacang Hijau Madura siap disantap' /></p>
<p>Perpaduan sirup frambozen dan susu kental manis coklat yang bercampur dengan es serut yang mencair membuat es ini cukup segar. Apalagi kandungannya yang terdiri dari ketan hitam dan roti tawar sebagai penyuplai karbohidrat, membuat es ini cukup efektif sebagai pengganjal perut di sore hari sebelum makan malam atau pun ketika lewat jam makan malam.</p>
<p>Harga semangkok es burjo ini pun cukup murah. Hanya dengan merogoh kocek sebesar 2.000 rupiah, cacing perut akan senang. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_dance.gif' alt='&#92;&#58;&#100;&#47;' class='wp-smiley' width='26' height='18' title='&#92;&#58;&#100;&#47;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jengjeng.matriphe.com/es-bubur-kacang-hijau-madura.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>48</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

