<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jengjeng matriphe! &#187; festival</title>
	<atom:link href="http://jengjeng.matriphe.com/tag/festival/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jengjeng.matriphe.com</link>
	<description>pengen jalan-jalan, makan-makan, dan lain-lain</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Aug 2011 11:41:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<atom:link rel='hub' href='http://jengjeng.matriphe.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Rabbit-Proof Fence: Perjalanan Menuju Kebebasan</title>
		<link>http://jengjeng.matriphe.com/rabbit-proof-fence-perjalanan-menuju-kebebasan.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/rabbit-proof-fence-perjalanan-menuju-kebebasan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 08:13:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matriphe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Australia]]></category>
		<category><![CDATA[festival]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/?p=1020</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu, 24 Januari 2009, lalu saya nonton Film Rabbit-Proof Fence pada acara Australian Film Festival &#038; Art Exhibition yang bertema &#8220;Dreaming Stories &#8211; Australian Indigenous Cultural Festival&#8221; dalam rangka merayakan Australia Day 2009 di Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Jakarta. Film produksi tahun 2002 yang dibuat berdasarkan kisah nyata ini sangat berkesan dan sarat dengan pesan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2009/01/rabbit-proof-fence-poster.jpg" alt="Rabbit-Proof Fence" title="Rabbit-Proof Fence" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1021" /></p>
<p>Sabtu, 24 Januari 2009, lalu saya nonton Film Rabbit-Proof Fence pada acara Australian Film Festival &#038; Art Exhibition yang bertema &#8220;Dreaming Stories &#8211; Australian Indigenous Cultural Festival&#8221; dalam rangka merayakan Australia Day 2009 di Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Jakarta.</p>
<p>Film produksi tahun 2002 yang dibuat berdasarkan kisah nyata ini sangat berkesan dan sarat dengan pesan moral tentang pembebasan dari &#8220;penyeragaman&#8221; budaya, selain menghibur tentu saja.</p>
<p><span id="more-1020"></span>Kisah ini diambil dari buku &#8220;Follow the Rabbit-Proof Fence&#8221; yang ditulis oleh Doris Pilkington Garimara, yang menceritakan perjalanan Molly Craig membebaskan diri dari aturan pemerintah Australia tahun 1931 di mana anak-anak &#8220;campuran&#8221; Aborigin dan &#8220;kulit putih&#8221; harus dipisahkan dari keluarga Aboriginnya.</p>
<p>Molly Craig, Daisy Burungu, dan Gracie Fields, tiga anak perempuan campuran dari Jigalong ini harus berjuang untuk melarikan diri dari Moore River, sebuah penampungan bagi anak-anak campuran untuk dididik mengikuti budaya kulit putih, untuk kembali ke tempat asalnya.</p>
<p>Aturan pemisahan ini rupanya mempunyai suatu niatan yang sangat jahat, yaitu pemusnahan ras dengan cara yang sangat halus, dengan cara mengajarkan budaya kulit putih dan perkawinan antara anak campuran dengan orang kulit putih yang pada akhirnya secara genetik ras Aborigin ini akan musnah.</p>
<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2009/01/walk-through-dessert.jpg" alt="Molly menggendong Daisy" title="Molly menggendong Daisy" width="200" height="267" class="alignright size-full wp-image-1022" /></p>
<p>Suasana penampungan dan pendidikan Moore River yang terletak di utara Perth ini rupanya membuat Molly dan kedua saudarinya melarikan diri dari penampungan. Namun rupanya pelarian tidak semudah yang dibayangkan karena mereka harus menghindari seorang pelacak jejak yang handal bernama Moodo yang akan mengembalikan para pelarian ini untuk kemudian mendapatkan hukuman yang sangat berat.</p>
<p>Dengan naluri berburu yang hebat, Molly berhasil membuat Moodo kesulitan untuk menemukan jejak mereka. Jarak 2.400 km yang harus ditempuh ketiganya tidak menyurutkan semangat mereka untuk kembali ke tanah kelahiran mereka. A.O. Neville, pejabat yang mengemban aturan ini, pun menjadi sangat kelimpungan dan frustasi menemukan ketiga anak perempuan yang melarikan diri.</p>
<p>Dengan mengikuti Rabbit-Proof Fence atau pagar penghalang kelinci, ketiganya berjalan kaki menuju Jigalong, yang terletak di sebelah utara Australia barat. Pagar kelinci adalah pagar kawat yang dibuat membentang di Australia barat yang bertujuan untuk menghalau kelinci dan binatang pengerat lain yang sangat merugikan. Pagar sepanjang lebih dari 2000 mil ini dibangun tahun 1901 hingga 1907.</p>
<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2009/01/molly-daisy.jpg" alt="Molly dan Daisy di samping Rabbit-Proof Fence" title="molly-daisy" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1023" /></p>
<p>Kisah pelarian inilah yang diangkat oleh sutradara Phillip Noyce. Berbagai intrik mulai dari masalah yang dihadapi oleh ketiga anak perempuan hingga kefrustasian A.O. Neville digambarkan dengan detail. Berbagai penghargaan pun sempat dimenangkan oleh film ini.</p>
<p>Perjalanan ribuan kilometer ini rupanya tidak hanya sekedar perjalanan fisik. Ada pesan yang bisa ditangkap, yaitu keinginan untuk membebaskan diri dari penghapusan ras, penyeragaman budaya, dan perjuangan yang sangat hebat.</p>
<p>Sebuah film yang sangat menyentuh, menghibur, dan memberikan pengetahuan sejarah tentang Australia yang kita jarang mengetahui.</p>
<p><small>Gambar dan poster diambil dari IMDb (Internet Movie Database)</small></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jengjeng.matriphe.com/rabbit-proof-fence-perjalanan-menuju-kebebasan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hatrick Kopdar!</title>
		<link>http://jengjeng.matriphe.com/hatrick-kopdar.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/hatrick-kopdar.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jun 2007 08:25:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matriphe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arkais]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpul-Kumpul]]></category>
		<category><![CDATA[blogging]]></category>
		<category><![CDATA[cahandong]]></category>
		<category><![CDATA[even]]></category>
		<category><![CDATA[festival]]></category>
		<category><![CDATA[JalanSutra]]></category>
		<category><![CDATA[kopdar]]></category>
		<category><![CDATA[seleblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/18/hatrick-kopdar.html</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari ini, saya mengalami 5 kali kopdar berturut-turut. Bisa dibilang ini hatrick, karena dalam seminggu, saya berjumpa muka dengan rekan-rekan yang selama ini hanya bersua melalui alam ghoib alias alam maya internet lebih dari 3 kali. Maklum, sebagai seleblog gembel blog, acara kopdar yang tak jauh-jauh dengan makan-makan, gojek kere, dan guyon goblok itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/kopdar.jpg' alt='Hatrick 5x Kopdar' /></p>
<p>Beberapa hari ini, saya mengalami 5 kali kopdar berturut-turut. Bisa dibilang ini hatrick, karena dalam seminggu, saya berjumpa muka dengan rekan-rekan yang selama ini hanya bersua melalui alam ghoib alias alam maya internet lebih dari 3 kali.</p>
<p>Maklum, sebagai <strike>seleblog</strike> gembel blog, acara kopdar yang tak jauh-jauh dengan makan-makan, gojek kere, dan guyon goblok itu jelas mengasyikkan. Berjumpa dengan kawan, ece-ecenan, ngakak-ngakak, dan tentunya berjengjeng adalah hal yang membuat seorang gembel macam saya ini bisa melupakan sejenak rutinitas dunia yang menyesakkan.. Halah..</p>
<p>Kali ini acara <strike>jumpa fans</strike> garukan gembel blog yang saya alami adalah ketemu <a href="http://sketsahati.com/" title="Mbak Sa" target="_blank">Mbak Elsa</a> untuk <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/18/hatrick-kopdar.html#pakemsari" title="dinner bareng Mba Sa di Pakem Sari">dinner</a> dan <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/18/hatrick-kopdar.html#benteng" title="keluyuran ke Benteng Vredeburg">keluyuran</a>, <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/18/hatrick-kopdar.html#fky" title="nonton bareng FKY 2007">nonton bareng</a> <acronym title="Festival Kesenian Yogyakarta">FKY</acronym> 2007 sama eblis-ebliswati <a href="http://cahandong.org/" title="CahAndong" target="_blank">CahAndong</a>,  <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/18/hatrick-kopdar.html#bhtjs" title="Beringharjo Hunting Tour">hunting makanan langka</a> bareng <a href="http://groups.yahoo.com/group/jalansutra" title="rekan-rekan Jalansutra" target="_blank">JSers</a>, dan <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/18/hatrick-kopdar.html#sirkus">nonton Sirkus Kontemporer Compagnie 9.81</a>.</p>
<p><span id="more-260"></span><a name="pakemsari"></a><strong>GEGER PAKEM SARI</strong></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/kopdar-mba-sa.jpg' alt='bersama Mba Sa di Pakem Sari' /></p>
<p>Kekisruhan berawal dari undangan <a href="http://sketsahati.com/" title="Mbak Sa" target="_blank">Mbak Sa</a> kepada saudara <a href="http://blog.kenz.or.id/" title="Kenz" target="_blank">Kenz</a>. Seperti layaknya bau bangkai, informasi ini cepat terendus dan menyebar ke kalangan para eblis <a href="http://cahandong.org/" title="CahAndong" target="_blank">CahAndong</a>. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_devil.gif' alt='&#62;&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#62;&#58;&#41;' /></p>
<p>Mulailah para eblis didaftar dan diabsen. Dari daftar peserta yang mencantumkan diri, ada 5 ekor yang bersedia. Tetapi pas hari-H, yang datang ternyata 5 pasang! Masing-masing eblis membawa pasangannya sehingga total jendral ada 10 ekor! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_rotfl.gif' alt='&#61;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='30' height='18' title='&#61;&#41;&#41;' /></p>
<p>Malam itu, saya, <a href="http://blog.kenz.or.id" title="Kenz" target="_blank">Kenz</a>, <a href="http://thestoopid.fluxide.com/" title="thestoopid" target="_blank">Adi</a>, <a href="http://kailani.web.ugm.ac.id/" title="kucinglistrik" target="_blank">Kailani</a>, <a href="http://ismail85.web.ugm.ac.id/" title="Tupic" target="_blank">Tupic</a>, <a href="http://a-triyanto.staff.ugm.ac.id/wordpress/" title="Ahmad" target="_blank">Ahmed</a>, <a href="http://ekowanz.info/" title="ekowanz" target="_blank">Eko</a>, <a href="http://fajri.web.ugm.ac.id/" href="add-X" target="_blank">Aad</a>, <a href="http://diditkurniawan.web.ugm.ac.id/" title="diditjogja" target="_blank">Didit</a> dan <a href="http://irf.blogsome.com/" title="Irf" target="_blank">Mas Irfan</a> yang rela menyusul langsung dari Solo menyerbu rumah makan sekaligus tempat pemancingan Pakem Sari, Sleman, yang berjarak kurang lebih 20 km dari pusat kota.</p>
<p>Awalnya kami semua malu-malu karena ternyata Mbak Sa datang bersama suami yang made in Netherland dan keluarganya. Tapi setelah berkenalan lebih lanjut, suasana pun mencair, bahkan memanas. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Akibat malu-malu, hidangan yang tersedia masih banyak tersisa. Mbak Sa pun menyuruh kami untuk membawa pulang hidangan itu. Hehe.. Akhirnya itu hidangan ludes juga disikat para eblis yang braok-braok sambil nongkrong di angkringan Gelanggang UGM.</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/angkringan-gelanggang.jpg' alt='di Angkringan Gelanggang UGM' /></p>
<p>Tak hanya itu, Mba Sa memberikan 2 buah buku <a href="http://bukubukublogfam.blogspot.com/2007/02/available-soon-messenger-gpu.html" title="The Messenger" target="_blank">The Messenger</a> hasil karya beliau yang berkolaborasi dengan beberapa blogger dari <a href="http://blogfam.com/" title="Blogger Family" target="_blank">BlogFam</a> plus tanda tangan spesial.</p>
<p>Makasih, mbak! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' /></p>
<p><a name="benteng"></a><strong>KELILING BENTENG VREDEBURG</strong></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/benteng-vredeburg.jpg' alt='bareng Mba Sa di Benteng Vredeburg' /></p>
<p>Setelah malamnya dijamu sama Mba Sa, kini giliran kami mengajak Mba Sa berkeliling dan jalan-jalan. Karena Mba Sa harus meninggalkan Jogja dan bertolak ke Jakarta pada sore harinya, Kenz menemani Mba Sa belanja oleh-oleh.</p>
<p>Setelah oleh-oleh didapat, kami bertemu Mba Sa di Benteng Vredeburg. Di benteng ini, saya, Adi, dan Didit menemani Mba Sa berkeliling sejenak di dalam benteng yang sedang ada acara FKY. Tak lama kemudian <a href="http://mentaree.blogspot.com/" title="Bunda Unai" target="_blank">Bunda Unai</a> dan <a href="http://isnaweblog.blogspot.com/" title="Isna" target="_blank">Isna</a> menyusul.</p>
<p>Pada kesempatan ini kami memberikan sekedar oleh-oleh dan cinderamata kepada Mba Sa agar beliau selalu teringat dengan kami. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /> Oleh-oleh ini berupa kaos plus pin dan stiker. Setelah menerima kenang-kenangan tersebut, Mba Sa langsung berganti pakaian dan mengenakan kaos tersebut. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/penyerahan-merchendise.jpg' alt='penyerahan kenang-kenangan' /></p>
<p>Setelah itu kami bercengkrama di sebuah rumah makan yang sebenernya cukup eksotis, yaitu Rumah Makan Cirebon. Disebut eksotis karena bangunan rumah makan ini termasuk bangunan heritage, bangunan tua khas Cirebonan.</p>
<p>Lantai bercorak kembang berwarna coklat, atap kayu berlapis, hingga berbagai aksesoris, mulai dari meja kursi dan cermin di dinding yang kuat banget nuansa tempo doeloe-nya menambah kesan vintage. Bahkan di beberapa titik ada foto-foto Jogja jaman dulu, menambah kesan kekunoan bangunan yang mengingatkan akan rumah nenek saya di Surabaya. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/mak-nyuss.jpg' alt='mak nyuss..' class="alignright" /></p>
<p>Akan tetapi, saya tidak merekomendasikan warung ini karena selain mahal (mungkin ditujukan untuk turis manca), saya punya &#8220;pengalaman manis&#8221; di warung ini.. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Ingin tau pengalaman saya? Silakan pesan Es Lemon Tea kalo kebetulan anda sedang khilaf dan mampir ke warung ini. Dijamin &#8220;mak nyuss..&#8221; ya gak, Dit? *nendang Didit* <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Setelah ngobrol-ngobrol dan puas bercengkrama, akhirnya Mbak Sa harus pamit. Beliau akan langsung menuju bandara. Kami pun berpisah di sini, sedangkan Kenz mengantar Mbak Sa hingga bandara.</p>
<p>Sampai jumpa lagi, Mbak Sa! Jangan kapok lagi datang ke Jogja! Maap kalo sambutannya kurang meriah dan ada hal-hal yang tidak berkenan! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_wave.gif' alt='&#58;&#45;&#104;' class='wp-smiley' width='28' height='18' title='&#58;&#45;&#104;' /></p>
<p><a name="fky"></a><strong>NONTON FESTIVAL KESENIAN YOGYAKARTA 2007</strong></p>
<p>Kami sebenernya telah merencanakan sebuah skenario dan konspirasi jahat. Rencana busuk ini kami lakukan karena bunda kami, <a href="http://mentaree.blogspot.com/" title="Bunda Unai" target="_blank">Bunda Unai</a>, berulang tahun tanggal 15 Juni kemarin. Sengaja pada hari tersebut saya dan beberapa rekan tidak mengucapkan selamat walau kami bertemu dengan bunda.</p>
<p>Kami pun mempersiapkan sebuah kejutan kecil. Sebuah kejutan yang mungkin tidak akan dilupakan oleh bunda. Saya, Adi, dan Didit pun menyusun rencana dan berbagi tugas. Sebuah kado spesial pun disiapkan. Dan ketika acara kumpul-kumpul di Benteng Vredeburg inilah, kami merayakan ultah bunda!</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/met-ultah-bunda.jpg' alt='Met Ultah, Bunda Unai!' /></p>
<p>Hadiah yang kami berikan pun tak tanggung-tanggung! Hadiah ini akan sangat berguna, apalagi karena bunda sedang berbadan dua!</p>
<p>Wah.. Congrats ya, bun! Moga saja putra keduamu ini ndak niru kelakuan kami, para eblis ini ya, bun! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /> Sering-sering baca ta&#8217;awudz dan amit-amit jabang bayi, ya! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_devil.gif' alt='&#62;&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#62;&#58;&#41;' /></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/mba-unai.jpg' alt='Mbak Unai dan kadonya' class="alignright" /></p>
<p>La trus, hadiahnya apa? Hadiahnya adalah berupa jamu. Yang pertama adalah Pil Binari, pil yang konon ramuan madura ini semoga bisa membuat <a href="http://sebuahcatatan.wordpress.com/" title="arawku" target="_blank">Mas Is</a> tetep betah di rumah. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Kemudian ada Haiping, dengan maksud agar setelah melahirkan nanti, badan Mbak Unai bisa cepet langsing dan muka lebih cling! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Tak lupa kami sertakan pula Pil Gadis Remaja, yang berfungsi untuk mengatasi berbagai masalah kewanitaan, seperti uring-uringan kalo jatah belanja suami kurang, atau mengatasi kebiasaan menggosip yang berlebihan. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_giggle.gif' alt='&#59;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;&#41;' /></p>
<p>Lalu jamu berikutnya adalah Pil Rapet Wangi, yang tentu kita semua sudah mengerti maksudnya kan? <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_rotfl.gif' alt='&#61;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='30' height='18' title='&#61;&#41;&#41;' /></p>
<p>Setelah acara potong kue, kami pun berkeliling sejenak di lokasi FKY. Kebetulan malamnya ada pemutaran film, kami pun menunggu acara tersebut dengan ngobrol-ngobrol sambil nyruput es dawet.</p>
<p>Pukul 7 malem, acara pemutaran film dimulai. Film ini berisi tentang potongan-potongan komedi satir yang disponsori oleh salah satu perusahaan rokok. Film ini bener-bener lucu dan khas Endonesah banget lah. Setelah pemutaran film usai, kami pun keluar dari benteng untuk mencari makan.</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/nonton-fky.jpg' alt='nonton FKY 2007 di Benteng Vredeburg' /></p>
<p><a name="bhtjs"></a><strong>BERINGHARJO HUNTING TOUR</strong></p>
<p>Bila tiga kopdar sebelumnya saya lakukan bersama para eblis, kali ini kopdar yang saya ikuti lebih serius. Walau tetep berkesan hangat dan penuh keakraban, tetapi suasananya tidak sedahsyat dan segila kalo kumpul bareng sama eblis.</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/beringharjo-hunting-tour-js.jpg' alt='Beringharjo Hunting Tour jalansutra' /></p>
<p>Kopdar kali ini pun adalah kopdar pertama saya sejak saya bergabung dengan komunitas pemuja jalan-jalan dan makan-makan ini. Ya, komunitas ini adalah komunitas <a href="http://jalansutra.or.id/" title="Jalansutra" target="_blank">Jalansutra</a>. Kalo anda sering liat acara Wisata Kuliner di <a href="http://transtv.co.id/" title="TransTV" target="_blank">TransTV</a> pasti tau atau pernah denger nama ini. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Kali ini tim <acronym title="singkatan dari Jalansutra">JS</acronym> akan berburu makanan tradisional khas yang langka dan unik. Keberadaan makanan ini semakin tergeser akibat banyaknya makanan modern. Padahal makanan-makanan ini adalah salah satu warisan budaya yang harus dilestarikan. Nah, untuk menemukan makanan ini, tentu kita harus rela berburu dan menjelajah setiap sudut pasar tradisional, dan Beringharjo adalah sasaran perburuan kami kali ini.</p>
<p>Kami pun berkumpul di depan Benteng Vredeburg. Setelah saling memperkenalkan diri, kami pun melakukan breifing dan mengatur strategi perburuan. Oiya, di kumpulan ini, ternyata saya yang paling muda. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_whistling.gif' alt='&#58;&#45;&#34;' class='wp-smiley' width='22' height='18' title='&#58;&#45;&#34;' /> Dan jangan salah, para jagoan makan ini ternyata banyak juga yang cowok! Sial, padahal saya berharap bertemu banyak cewek di komunitas ini.. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_sighing.gif' alt='&#58;&#45;&#60;' class='wp-smiley' width='24' height='18' title='&#58;&#45;&#60;' /></p>
<p>Strategi yang kami terapkan adalah membagi tim menjadi 4 kelompok. Setiap tim mendapat daerah jelajah masing-masing, sesuai dengan area dari pasar Beringharjo. Karena yang hadir saat itu berjumlah 11 orang, maka masing-masing tim terdiri dari 3 orang dan ada sebuah tim yang hanya terdiri dari 2 orang saja.</p>
<p>Saya tergabung ke dalam tim nomor 2 bersama Mas Nanoeg dan Mbak Rina. Tim saya sebenernya mendapat bagian pasar sebelah barat-laut, tetapi ternyata daerah tempat kami menjelajah hanya ditemukan penjual batik, kami pun akhirnya memutuskan untuk menjelajah semua bagian pasar dengan mengelilinginya. Kami pun terpaksa menjelajah daerah yang seharusnya bukan daerah jelajah kami karena sedikitnya penjual makanan di daerah ini. Akibatnya, kami sering berjumpa dengan tim lain yang juga sedang berburu. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Tugas kami adalah mencari makanan-makanan yang dirasa unik dan langka dalam waktu satu setengah jam. Makanan ini kemudian harus kami beli, kami icipi, dan kami review. Berbagai informasi tentang makanan ini juga harus kami peroleh. Jika dirasa cukup, tempat yang sudah disinggahi ini lalu ditempeli stiker khusus. Warna dari stiker ini berbeda tiap-tiap tim. Tim kami mendapat stiker berwarna biru dan kami berhasil menempelkan banyak stiker di berbagai sudut sehingga tim yang lain sering melihat stiker kami. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/js-was-here.jpg' alt='Jalansutra was here!' /></p>
<p>Makanan yang kami temukan saat itu lumayan banyak, antara lain Kue Mata Kebo atau yang sering dibilang Mendhut, Jenang Ngangrang berupa jenang dari ketan dengan rasa jahe, Roti Kolomben yang konon adalah rotinya kaum kere, Kethak Manis yang terbuat dari ampas parutan kelapa, dan beberapa makanan lain yang umum ditemukan tapi unik menurut kami, yaitu Pecel dengan sayur bunga turi serta Lele Bumbu Mangut.</p>
<p>Jujur, ada beberapa makanan yang saya belum pernah dengar apalagi melihat bentuknya. Setelah mengikuti kegiatan ini, barulah saya tau nama, bentuk, bahkan rasa dari makanan-makanan ini. Macem-macem, ada yang enak dimakan hingga ada yang rasanya seperti bukan makanan manusia. Pokoke saya bener-bener belajar banyak dari acara ini.</p>
<p>Setelah waktu habis, semua tim berkumpul di lagi-lagi Rumah Makan Cirebon. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /> Di sini masing-masing tim harus mempresentasikan makanan temuannya kepada tim lainnya. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan makanan yang mungkin tidak ditemukan oleh tim lainnya. Yah, saling bertukar pengetahuan dan informasi makanan gitu lah.</p>
<p>Dari presentasi ini, pengetahuan saya tentang food heritage pun makin bertambah. Saya jadi tau yang namanya Sate Kere yang beda dengan versi Solo, Bakmi Pentil yang bentuknya mirip pentil ban, Growol yang aroma dan rasanya &#8220;luar biasa&#8221;, Unthuk-Unthuk, Gembili-Uwi-Suwek yang termasuk golongan umbi-umbian, Tempe Benguk yang semacam oncom tapi terbuat dari kacang koro, dan masih banyak lagi. Kebanyakan nama-nama makanan ini terdengar asing dan saya kesulitan untuk mengingatnya. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Kami merasa bahwa makanan ini sudah hampir punah. Apalagi para penjual makanan-makanan ini rata-rata sudah lanjut usia. Bahkan kami sedikit kesulitan menemukan lokasi penjual makanan ini karena tempatnya yang makin terpinggirkan oleh penjual lainnya. Rasanya sayang sekali kalo makanan ini harus punah.. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_sighing.gif' alt='&#58;&#45;&#60;' class='wp-smiley' width='24' height='18' title='&#58;&#45;&#60;' /></p>
<p>Setelah semua kenyang mengicipi makanan-makanan ini, kami pun berpisah. Kami berjanji akan bertemu lagi bulan depan, untuk mengeksplorasi kembali kekayaan kuliner nusantara!</p>
<p>Foto-foto terkait ada di <a href="http://matriphe.multiply.com/photos/album/1" title="Beringharjo Hunting Tour Jalansutra" target="_blank">Multiply saya</a>. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p><a name="sirkus"></a><strong>SIRKUS KONTEMPORER COMPAGNIE 9.81</strong></p>
<p>Semalem adalah putaran terakhir saya kopdar. Lagi sedang enaknya leyeh-leyeh, saya dikontak oleh Adi yang mengajak nonton Sirkus Kontemporer Compagine 9.81 dalam rangka even FKY 2007. Ya sudah, apa boleh buat, saya pun segera cancut taliwanda untuk memenuhi ajakannya.</p>
<p>Bertempat di bekas gedung ASRI (Akademi Seni Rupa Indonesia) di daerah Gampingan, kami pun menonton penampilan performance art dari artis asal Perancis. Awalnya saya pikir sirkus ini menampilkan kepintaran hewan-hewan terlatih, tetapi ternyata saya salah. Atraksi ini lebih tepat disebut performance art kalo menurut saya, bukan sirkus yang identik dengan atraksi hewan.</p>
<p>Atraksi ini adalah hasil kerjasama dari FKY 2007 dengan Lembaga Indonesia Prancis. Mulai dari performernya hingga pendukung teknis adalah orang-orang Prancis.</p>
<p>Atraksi ini menampilkan seorang seniman Prancis, Eric Lecomte, yang beratraksi di atas sebuah papan berlubang yang digantung pada tiang besi. Dengan lincah dan gemulai dia menampilkan tari-tarian sambil bergelantungan di atas ketinggian kurang lebih 20 meter. Ditambah tata cahaya dan tata suara yang cantik, membuat atraksi ini menjadi menarik dan mengundang tepuk tangan meriah penonton berkali-kali.</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/sirkus.jpg' alt='Penampilan seniman asal Prancis' /></p>
<p>Penampilan selama kurang lebih 1 jam ini bener-bener memberikan nuansa baru. Masyarakat Jogja tampak sangat antusias, terbukti dengan banyaknya penonton yang memadati halaman gedung bekas ASRI ini. Tampak hadir pula seniman Jogja, Djaduk Feriyanto.</p>
<p>Usai menyaksikan atraksi, kami pun nggeblas untuk cari makan. Dengan dukungan sponsor, saudara <a href="http://wedhouz.net/" title="Wedhouz" target="_blank">Wedhouz</a>, cacing perut saya, Adi, Didit, dan <a href="http://dipto-djatmiko.web.ugm.ac.id/" title="deep_track" target="_blank">Dipto</a> pun berpesta pora menikmati bebek bakar yang ajib sangat. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_drool.gif' alt='&#61;&#112;&#126;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#61;&#112;&#126;' /></p>
<p>Setalah kenyang, saya pun langsung tepar di kosan! Bener-bener kopdar yang melelahkan! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_sleep.gif' alt='&#124;&#45;&#41;' class='wp-smiley' width='21' height='18' title='&#124;&#45;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jengjeng.matriphe.com/hatrick-kopdar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>41</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nonton ScreenDocs! Traveling 2007</title>
		<link>http://jengjeng.matriphe.com/nonton-screendocs-traveling-2007.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/nonton-screendocs-traveling-2007.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jun 2007 01:52:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matriphe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[even]]></category>
		<category><![CDATA[festival]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/11/nonton-screendocs-traveling-2007.html</guid>
		<description><![CDATA[Hari Ahad, 10 Juni, kemarin saya nonton ScreenDocs! Traveling 2007, sebuah festival film dokumenter yang diadakan oleh In-Docs bekerja sama dengan Rumah Sinema Yogyakarta yang bertempat di Kinoki, Kotabaru, Jogja. Sayang sekali karena mungkin kurangnya publikasi (atau saya yang kuper ya?), saya baru tau tentang acara ini pada hari Sabtu sebelumnya. Padahal acara ini sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/screendocs.jpg' alt='Nonton ScreenDocs! Traveling 2007' /></p>
<p>Hari Ahad, 10 Juni, kemarin saya nonton <a href="http://sandbox.cahandong.org/2007/06/11/screendocs-traveling-2007.html" title="ScreenDocs! Traveling 2007" target="_blank">ScreenDocs! Traveling 2007</a>, sebuah festival film dokumenter yang diadakan oleh <a href="http://www.in-docs.com/" title="In-Docs" target="_blank">In-Docs</a> bekerja sama dengan Rumah Sinema Yogyakarta yang bertempat di Kinoki, Kotabaru, Jogja.</p>
<p>Sayang sekali karena mungkin kurangnya publikasi (atau saya yang kuper ya?), saya baru tau tentang acara ini pada hari Sabtu sebelumnya. Padahal acara ini sangat bagus dan Jogja merupakan salah satu kota yang disinggahi untuk pemutaran film ini di antara 14 kota lainnya. Di Jogja, acara ini diselenggarakan mulai tanggal 8 hingga 10 Juni 2007.</p>
<p>Ada 21 film yang diputar, tetapi karena saya cuma sempet nonton pada hari terakhir, saya cuma menonton 8 film saja. Film-film yang diputar sangat keren, karena film-film ini merupakan finalis dan pemenang dari beberapa kompetisi film dokumenter, antara lain AMI Youth Films, Kick Start 2006, dan <a href="http://www.metrotvnews.com/eagle/" title="Eagle Awads MetroTV" target="_blank">Eagle Awards 2006</a>. Pokoke top markotop! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/top.gif' alt='&#58;&#116;&#111;&#112;' class='wp-smiley' width='29' height='19' title='&#58;&#116;&#111;&#112;' /></p>
<p><span id="more-251"></span>Jujur saja, daripada nonton film-film Indonesia yang ceritanya makin lama makin gak jelas dan cuma mengikuti trend pasar, saya lebih suka film-film kreasi anak bangsa yang berkualitas seperti ini, terutama film dokumenter. Terdengar idealis? Memang! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' /></p>
<p>Film dokumenter ini bener-bener menyentuh sisi humanisme kita. Tak hanya terhibur, melalui film ini kita bisa memperoleh banyak pengetahuan, bahkan film ini adalah potret sebenarnya dari bangsa kita, yang selama ini terbuai mimpi. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_sleep.gif' alt='&#124;&#45;&#41;' class='wp-smiley' width='21' height='18' title='&#124;&#45;&#41;' /></p>
<p>Ada 8 film yang diputar malam itu, yaitu:</p>
<ol>
<li>Nyanyian Negeri Sejuta Matahari &#8211; Miles Production &#038; UNICEF</li>
<li>Mengejar Fatamorgana Ã¢â‚¬â€œ Film Kick Start 2006</li>
<li>Banjo Pickin&#8217; Girl &#8211; AMI Youth Films</li>
<li>Sang Penggali Fosil Ã¢â‚¬â€œ Eagle Awards 2006</li>
<li>Di Atas Rel Mati Ã¢â‚¬â€œ Eagle Awards 2006</li>
<li>Perjuangan Tak Pernah Surut &#8211; Candra Tanzil</li>
<li>Amtenar: Sahaja Yang TerabaikanÃ¢â‚¬â€œ Eagle Awards 2006</li>
<li>Leila Khaled The Hijacker &#8211; Lina Makboul</li>
</ol>
<p>Dari 8 film tersebut, ada 3 film yang sangat berkesan untuk saya. Dua film di antaranya adalah film finalis Eagle Awards 2006 dan sebuah film asing pemenang berbagai penghargaan di ajang film internasional.</p>
<p><strong>Sang Penggali Fosil</strong></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/sang-penggali-fosil.jpg' alt='Sang Penggali Fosil' class="alignleft" /></p>
<p>Film finalis Eagle Awards 2006 ini berdurasi sekitar 16 menit. Film ini bercerita tentang kisah 2 orang petani yang nyambi sebagai penggali fosil di daerah Sangiran, Sragen, Jawa Tengah. Cerita ini begitu menarik buat saya, karena film ini menceritakan tentang dilema yang dihadapi oleh kedua orang petani tersebut.</p>
<p>Asmorejo, yang sering dipanggil &#8220;Insinyur&#8221; meski ia tidak pernah merasakan bangku sekolah ini karena keadaan ekonomi yang sulit, dia lebih suka menjual fosil temuannya secara ilegal. Padahal seharusnya sesuai aturan, fosil tersebut harus diserahkan kepada pemerintah.</p>
<p>Alasan yang dikemukakan oleh Insinyur ini cukup logis, fosil yang dijualnya secara ilegal lebih menguntungkan daripada jika diserahkan kepada pemerintah karena kompensasi yang diberikan pemerintah tidak sebanding dengan usahanya. Dan yang lebih parah lagi, para pembelinya justru dari pegawai museum itu sendiri.</p>
<p>Lain lagi cerita Sudikromo. Dia sebenernya ingin mengikuti jejak Insinyur, menjual fosil secara ilegal, tetapi apa daya, statusnya yang diangkat sebagai pegawai museum membuatnya terpaksa menyerahkan fosil temuannya ini ke museum, tentu dengan kompensasi yang tak sebanding dengan jerih payahnya.</p>
<p>Dari film ini kita dapat mengambil pesan, betapa rendahnya apresiasi pemerintah terhadap para penggali fosil ini sehingga sebagai ungkapan kekecewaan dan penjawab kesulitan ekonomi, aset-aset negara ini akhirnya justru jatuh ke tangan orang lain melalui cara ilegal.</p>
<p><strong>Amtenar: Sahaja Yang Terabaikan</strong></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/amtenar.jpg' alt='Amtenar: Sahaja Yang Terabaikan' class="alignleft" /></p>
<p>Finalis Eagle Awards 2006 yang berdurasi sekitar 15 menit ini bercerita tentang perjuangan dr. Diana Bancin, seorang pegawai tidak tetap yang ditempatkan di daerah terpencil di Kalimantan.</p>
<p>Daerah yang ditempati oleh dokter ini sudah 9 tahun tidak memiliki tenaga medis. Sehingga penduduk lebih percaya kepada dukun daripada kepada tenaga medis. Adalah tugas yang amat berat bagi dr. Diana untuk memberikan pengertian kepada masyarakat tentang pentingnya tenaga medis.</p>
<p>Film ini juga mempertanyakan tentang arti &#8220;pengabdian&#8221;. Para petugas yang ditempatkan di daerah terpencil seperti dr. Diana belum tentu benar-benar mengabdi. Banyak faktor yang menyebabkan para petugas ini bertahan, sesuatu yang kita sebut mengabdi, meski kadang sisi egoisme mereka muncul dan pernah terpikir untuk menyerah.</p>
<p>Kebimbangan ini juga dialami oleh Diana. Dia berkisah ketika sang ibunda sakit, dia tidak bisa berada di sisinya karena jarak yang jauh. Kepenatan dan kepenuhan pun tak jarang dirasakan olehnya.</p>
<p>Diana pun akhirnya memutuskan untuk bertahan di tempat itu. Dasarnya adalah, pertama karena tempatnya sangat indah. Kedua, di tempat itu Diana mendapatkan banyak pengalaman luar biasa selama memberi pelayanan medis. Tidak hanya memberikan obat dan merawat orang sakit, tapi juga memberikan pengertian kepada masyarakat tentang pentingnya tenaga medis. Dan alasan terakhirnya, dia tidak ingin tenaga medis satu-satunya di tempat itu (yaitu dia sendiri) kembali hilang dari situ.</p>
<p><strong>Leila Khaled The Hijacker</strong></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/leilakhaled.gif' alt='Leila Khaled The Hijacker' class="alignleft" /></p>
<p>Film ini menjadi gong dari festival film ini. Sebuah film karya Lina Makboul, seorang sutradara berkebangsaan Swedia, yang mengangkat kisah idolanya, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Leila_Khaled" title="Liela Khaled di Wikipedia" target="_blank">Leila Khaled</a>, seorang &#8220;teroris&#8221; yang pernah membajak 2 buah pesawat terbang sekitar tahun 70-an.</p>
<p>Leila Khaled adalah seorang pejuang wanita Palestina yang melambung namanya setelah membajak 2 buah pesawat. Meskipun insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa, akibat perbuatannya, Palestina pun menjadi sorotan dunia.</p>
<p>Leila Khaled pun akhirnya tertangkap di Inggris dalam aksinya yang kedua dan akhirnya dibebaskan dengan menukarkan seluruh penumpang pesawat yang disandera oleh anak buah Leila.</p>
<p>Setelah insiden itu, Leila pun tidak terdengar lagi kabarnya, hingga akhirnya Lina Makboul menghubungi Leila yang menjalani kehidupan layaknya penduduk biasa di Amman, Yordania, dan menawarinya untuk membuat film dokumenter.</p>
<p>Dalam film ini, Lina berusaha mengetahui apa yang menjadi dasar Leila melakukan pembajakan terhadap pesawat serta aksi-aksi perlawananannya tersebut. Leila pun menjawab bahwa semua usahanya itu adalah untuk merebut kembali tanah Palestina yang dikuasai oleh Israel.</p>
<p>Leila menjelaskan bahwa aksi-aksinya yang dicap terorisme oleh negara barat itu adalah langkah terakhir dan satu-satunya cara, karena tanpa cara itu, bangsa Palestina tidak akan diperhatikan. </p>
<p>Ketika ditanya mengapa pasukannya membiarkan anak-anak bergabung menjadi bagian dari pasukannya, Leila pun balik bertanya mengapa negara lain membiarkan ibu-ibu dan wanita Palestina dibunuh oleh Israel sehingga anak-anaknya terlantar.</p>
<p>Di film ini kita dapat melihat sebuah sisi feminimitas seorang Leila, pejuang pembebasan Palestina, yang dianggap pahlawan oleh rakyat Palestina. Di balik keperkasaan dan keberaniannya, Leila merupakan sosok yang hangat dan menyayangi keluarga.</p>
<p>Bahkan di satu adegan, ketika Lina membawakan potongan lantai rumahnya di Haifa, Leila tak kuasa menahan air mata. Tak henti-hentinya potongan lantai itu dipeluk dan diciuminya, menunjukkan betapa rindunya ia akan tanah kelahirannya.</p>
<p>Ending film ini bener-bener membuat penasaran. Lina, ketika mewawancara Leila tidak berani menanyakan sebuah pertanyaan yang cukup fundamental tentang aksinya. Lina bahkan terus mencari waktu yang pas untuk menanyakan pertanyaan itu, hingga akhirnya, setelah proses pengambilan gambar untuk film ini selesai dan Lina kembali ke Swedia, Lina baru berani bertanya kepada Leila melalui telepon.</p>
<p>Pertanyaan terakhir Lina kepada Leila adalah, &#8220;apakah anda sadar bahwa perbuatan anda (membajak pesawat) tersebut akan membawa nama buruk (cap Teroris) kepada bangsa Palestina?&#8221;. Dan sialnya, jawaban Leila tidak ditampilkan! Maka saya jadi penasarah banget. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_think.gif' alt='&#58;&#45;&#63;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#63;' /></p>
<p>Ah, tak menyesal saya melihat film-film ini. Bahkan saya pun rela menahan lapar karena penayangan film mulai dari jam 17.30 hingga 22.00 secara maraton ini bener-bener keren.</p>
<p>Dan saya pun memutuskan untuk makan malam dengan menu nasi plus puyuh goreng.. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_drool.gif' alt='&#61;&#112;&#126;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#61;&#112;&#126;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jengjeng.matriphe.com/nonton-screendocs-traveling-2007.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

