<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jengjeng matriphe! &#187; info</title>
	<atom:link href="http://jengjeng.matriphe.com/tag/info/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jengjeng.matriphe.com</link>
	<description>pengen jalan-jalan, makan-makan, dan lain-lain</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Aug 2011 11:41:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<atom:link rel='hub' href='http://jengjeng.matriphe.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>KartuNama.Net: Blog Bikin Kartu Nama</title>
		<link>http://jengjeng.matriphe.com/kartunamanet-blog-bikin-kartu-nama.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/kartunamanet-blog-bikin-kartu-nama.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 13:00:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matriphe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[kartu nama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/?p=1024</guid>
		<description><![CDATA[Meskipun sekarang jamannya serba digital, rupanya metode memperkenalkan diri menggunakan kartu nama masih ditemui. Terbukti pada event WordCamp dan FreSh kemarin, peserta banyak yang membawa kartu nama untuk ditukarkan atau sekedar diundi untuk mendapatkan door-prize. Begitu pun dengan bloger. Selain giat menyebar link, trackback, komentar, bloger juga bisa melebarkan sayap publikasinya dengan menyebarkannya lewat kartu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2009/02/kartunama.jpg" alt="Kartu Nama jengjeng" title="Kartu Nama jengjeng" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1025" /></p>
<p>Meskipun sekarang jamannya serba digital, rupanya metode memperkenalkan diri menggunakan kartu nama masih ditemui. Terbukti pada event <a href="http://www.wordpressindonesia.com/" title="WordCamp 2009" target="_blank">WordCamp</a> dan <a href="http://freshyourmind.com/" title="FreSh" target="_blank">FreSh</a> kemarin, peserta banyak yang membawa kartu nama untuk ditukarkan atau sekedar diundi untuk mendapatkan door-prize.</p>
<p>Begitu pun dengan bloger. Selain giat menyebar link, trackback, komentar, bloger juga bisa melebarkan sayap publikasinya dengan menyebarkannya lewat kartu nama. Tujuannya tentu tak lain dan tak bukan adalah untuk menjaring mereka yang kurang akrab dengan media blog.</p>
<p><span id="more-1024"></span>Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat tawaran dari sebuah blog yang cukup keren idenya, yaitu <a href="http://kartunama.net/" title="KartuNama.Net" target="_blank">KartuNama.Net</a>, di mana melalui blog ini kita bisa memesan kartu nama. Saya cukup beruntung karena saya merupakan salah satu bloger yang terpilih untuk dibikinkan <a href="http://www.kartunama.net/2009/01/kartu-nama-gratis-buat-blogger-limited/" title="Kartu Nama Gratis buat Blogger (limited)" target="_blank">kartu nama secara gratis</a>.</p>
<p>Kita bisa mengirimkan desain bikinan kita sendiri, kemudian kita kirimkan kepada pengelola blog ini. Namun bila tidak pandai membuat desain, template desain yang sudah ada bisa juga dipakai. Untuk keterangan lebih lanjut tentang tata cara pemesanan dan pembayaran, silakan koprol langsung ke blognya.</p>
<p>Saya mengirimkan desain yang menggunakan warna blog ini sebagai salah satu wujud branding. Dengan menonjolkan nama, alamat blog, dan email, diharapkan orang yang mempunyai kartu nama saya bisa dengan mudah menghubungi. Selain itu, ID Yahoo Messenger, nomor telepon, dan PIN BlackBerry juga saya sertakan menjadi informasi tambahan.</p>
<p>Alamat blog dan email digunakan sebagai pengganti alamat rumah pada kartu nama konvensional. Selain itu, bila pada kartu nama konvensional terdapat logo perusahaan, maka di kartu nama bikinan saya ini saya sertakan logo dan tagline blog ini.</p>
<p>Kartu nama yang saya peroleh ini cukup bagus kualitas cetaknya. Walau agak sedikit kurang tajam, tapi saya menyadari karena desain yang saya kirimkan memang kurang memenuhi persyaratan yang diminta. Saya mengirimkan desain dalam format PSD dengan resolusi 180 dpi, padahal yang diminta adalah resolusi 300 dpi.</p>
<p>Kertasnya juga standar. Cukup bagus untuk diberikan kepada orang lain karena bahannya cukup ketebalannya.</p>
<p>Jadi, kalo pengen bikin kartu nama yang bagus, namun ogah ribet dalam mencari percetakan, silakan kunjungi blog KartuNama.Net. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jengjeng.matriphe.com/kartunamanet-blog-bikin-kartu-nama.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kaos Gratis dari Yogyes</title>
		<link>http://jengjeng.matriphe.com/kaos-gratis-dari-yogyes.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/kaos-gratis-dari-yogyes.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 07:58:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matriphe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[kaos]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[yogyes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2008/09/08/kaos-gratis-dari-yogyes.html</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan kiriman kaos dari YogYes. Kalo dihitung-hitung, ada 3 kali saya dapet kaos dari YogYes, termasuk yang sekarang. Kaos-kaos berdesain keren namun nJogja ini bener-bener berguna untuk mengobati kerinduan saya akan Jogja sekaligus mempromosikan pariwisata Jogja. Pertama kali saya dapet kaos pas awal-awal ngeblog. Saat itu ada program promosi YogYes [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/09/did-you-know1.jpg" alt="Did You Know?" title="Did You Know?" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1145" /></p>
<p>Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan <a href="http://www.yogyes.com/id/about/merchandise/t-shirt/" title="KAOS YogYES: Kaos Jogja, Rasa Mancanegara" target="_blank">kiriman kaos dari YogYes</a>. Kalo dihitung-hitung, ada 3 kali saya dapet kaos dari YogYes, termasuk yang sekarang.</p>
<p>Kaos-kaos berdesain keren namun nJogja ini bener-bener berguna untuk mengobati kerinduan saya akan Jogja sekaligus mempromosikan pariwisata Jogja.</p>
<p><span id="more-799"></span>Pertama kali saya dapet kaos pas awal-awal ngeblog. Saat itu ada program promosi YogYes bernama <a href="http://www.yogyes.com/id/tour-de-djokdja/" title="Tour de Djokdja" target="_blank">Tour de Djokdja</a>. Meskipun saya bukan termasuk yang mendapatkan undian, namun saya mendapat kaos ini ketika main ke kantor YogYes. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Kaos kedua saya dapatkan pas acara <a href="http://blog.matriphe.com/index.php/2006/12/12/peluncuran-tour-de-djokdja/" title="Peluncuran Tour de Djokdja" target="_blank">launching Tour de Djokdja</a>. Sebuah kaos dengan kemasan menarik plus sebuah mug keren. Kaos ini saya dapat karena saya bisa menjawab soal ketika acara kuis pemainan. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Kaos ketiga saya dapat karena saya ditawari begitu saja. Hoho, kok bisa? Mungkin ini salah satu cara YogYes mempromosikan kaosnya. Setau saya, ada beberapa bloger yang dapat juga.</p>
<p>Yang menarik, selain desainnya yang keren, kaos ini juga sangat informatif. Dengan mengangkat tema &#8220;<a href="http://www.yogyes.com/id/about/fun-stuff/did-you-know/" title="Did You Know?" target="_blank">Did You Know?</a>&#8220;, YogYes mencoba memberikan informasi sejarah dan latar belakang suatu tempat di Jogja dengan cara yang unik.</p>
<p>Beberapa desain kaos yang mengambil informasi dari artikel-artikel di YogYes ini, (baru) ada 4 buah, yaitu mengenai <a href="http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/museum-and-monument/tugu-jogja/" title="Tugu Jogja" target="_blank">Tugu Jogja</a>, <a href="http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/candi/ijo/" title="Candi Ijo" target="_blank">Candi Ijo</a>, <a href="http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/beach/sadeng/" title="Pantai Sadeng" target="_blank">Pantai Sadeng</a>, dan <a href="http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/places-of-interest/pg-madukismo/" title="P.G. Madukismo" target="_blank">Pabrik Gula Madukismo</a>.</p>
<p>Salah satu yang saya dapat adalah desain Pantai Sadeng, yang menuliskan bahwa dulunya aliran sungai Bengawan Solo (purba) itu mengalirnya menuju ke hilirnya yang sekarang menjadi Pantai Sadeng ini. Namun aliran Bengawan Solo berubah akibat pergerakan lempeng Australia membuat daerah ini &#8220;lebih tinggi&#8221; yang mengakibatkan jalur Bengawan Solo berubah.</p>
<p>Kaos ini kemudian saya hadiahkan kepada <a href="http://nonadita.dagdigdug.com/" title="Pacarku Dita" target="_blank">Dita</a>, sebagai kenang-kenangan biar dia selalu <a href="http://nonadita.com/2008/08/17/yogyakarta-dan-cinta-yang-baru-dimulai/" title="Yogyakarta dan Cinta yang Baru Dimulai" target="_blank">ingat Jogja</a>, meskipun ukurannya kebesaran. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_giggle.gif' alt='&#59;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;&#41;' /></p>
<p>Nah, pengen juga dapet kaosnya? Silakan beli. Hehehe.. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Kamu juga bisa dapet kaos secara gratis. Caranya, pasang widget yang disediakan YogYes di blog kamu, kemudian blog kamu itu akan diundi untuk mendapatkan kaos gratis.</p>
<p>Silakan koprol langsung ke <a href="http://www.yogyes.com/id/about/fun-stuff/did-you-know/" title="http://www.yogyes.com/id/about/fun-stuff/did-you-know/" target="_blank">TKP</a> untuk info lengkapnya. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Namun maaf, model cantik yang tertampil di atas tidak disertakan dalam paket kaos, karena model tersebut udah ada yang punya.. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_blush.gif' alt='&#58;&#34;&#62;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#34;&#62;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jengjeng.matriphe.com/kaos-gratis-dari-yogyes.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>88</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Membuat Donat Awet</title>
		<link>http://jengjeng.matriphe.com/cara-membuat-donat-awet.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/cara-membuat-donat-awet.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 09:19:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matriphe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[donat]]></category>
		<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2008/09/03/cara-membuat-donat-awet.html</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu saya mendapat email yang beredar melalui milis soal keawetan donat. Intinya sih menyebutkan merk salah satu donat yang rupanya bisa awet hingga beberapa bulan. Pada awalnya saya menyimpulkan bahwa donat yang umumnya menggunakan merk &#8220;luar negeri&#8221; itu menggunakan pengawet. Namun ternyata saya salah. Saya mendapatkan informasi ini dari milis Jalansutra. Pada kasus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/09/donat-awet1.jpg" alt="Donat Awet" title="Donat Awet" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1146" /></p>
<p>Beberapa waktu lalu saya mendapat email yang beredar melalui milis soal <a href="http://veganlion13.blogspot.com/2008/08/dognuts.html" title="Dognuts?!" target="_blank">keawetan donat</a>. Intinya sih menyebutkan merk salah satu donat yang rupanya bisa awet hingga beberapa bulan.</p>
<p>Pada awalnya saya menyimpulkan bahwa donat yang umumnya menggunakan merk &#8220;luar negeri&#8221; itu menggunakan pengawet. Namun ternyata saya salah. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_think.gif' alt='&#58;&#45;&#63;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#63;' /></p>
<p><span id="more-797"></span>Saya mendapatkan informasi ini dari <a href="http://groups.yahoo.com/group/jalansutra/message/89207" title="Kenapa J.Co donuts and dunkin donats bisa tahan lama? (protected)" target="_blank">milis Jalansutra</a>. Pada kasus yang ditulis di milis itu, yang diambil adalah kasus pada donat <a href="http://jcodonuts.com/" title="J.Co Donuts" target="_blank">J.Co</a> dan <a href="https://www.dunkindonuts.com/" title="Donkun Donuts" target="_blank">Dunkin Donuts</a>.</p>
<p>Dari diskusi yang muncul dari thread di milis tersebut, ternyata kunci kenapa donat bisa awet adalah terletak pada bahan, cara pengolahan, dan beberapa faktor lain.</p>
<p>Mengupas dari sisi bahan, ternyata tepung yang digunakan untuk membuat donat tersebut tidak menggunakan sembarang tepung. Tepung yang digunakan adalah tepung campuran (tepung premix) yang komposisinya menjadi rahasia perusahaan.</p>
<p>Namun bila dikupas lebih dalam, bahan-bahan tepung campuran tersebut terdiri dari:</p>
<ol>
<li><strong>Tepung terigu</strong><br />
Biasanya terigu yg digunakan adalah terigu yg mempunyai range kandungan protein 11%-13%. Bisa jadi terigu tersebut adalah campuran antara terigu protein tinggi dan terigu protein sedang. Ada beberapa merk tepung terigu yang mempunyai kandungan protein tertentu.</p>
<p>Nah, terigu yg di gunakan oleh J.Co atau Dunkin Donuts ini menggunakan spesifikasi tertentu. Namun secara umum, yang digunakan adalah tepung berprotein sedang saja tanpa dicampur tepung berprotein tinggi.</p>
<p>Tujuannya penggunaan tepung berprotein sedang ini akan membuat struktur donat menjadi empuk dan mengembang. Bila tepung yang digunakan berprotein tinggi, maka hasilnya adalah donat yang padat dan bantat.</p>
<p>Selain itu kadar kelembaban  (<em>moisture</em>) dalam terigu harus benar-benar di jaga ndak boleh lebih dari 14.5%, karena di atas angka tersebut akan mudah sekali menimbulkan jamur, bakteri, kutu, dan organisme pengganggu lainnya.</li>
<li><strong>Gula</strong><br />
Gula yang digunakan dalam adonan donat tidak banyak, maksimal 15% dari berat tepung. Gula berfungsi sebagai pemberi rasa, makanan ragi (ketika proses fermentasi), memberi warna, membuat empuk, dan membuat daya tahan lebih lama.</li>
<li><strong>Garam</strong><br />
Garam berfungsi memberikan rasa dan mengontrol fermentasi. Jika garam bertemu dengan gula, akan menimgulkan rasa gurih. Bahkan dalam suatu komposisi tertentu, garam dan gula bisa menggantikan fungsi vetsin (MSG) pada makanan.</li>
<li><strong>Lemak</strong><br />
Lemak (fat) ini berbentuk mentega, margarin, butter, dan <em>shortening</em>. Fungsi lemak adalah untuk melumasi adonan, memberi rasa sedap, dan menambah daya tahan makanan.</p>
<p>Itulah kenapa makanan berlemak cenderung enak dan membuat orang yang diet stress menghindarinya. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_giggle.gif' alt='&#59;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;&#41;' /></li>
<li><strong>Susu</strong><br />
Susu yang digunakan bisa berupa susu cair atau pun susu bubuk. Susu juga menyumbangkan lemak dalam adonan, sehingga mampu memberi rasa. Susu juga berfungsi sebagai <em>buffer</em> (penyangga, penjaga kadar pH) dalam proses fermentasi.</li>
<li><strong>Telur</strong><br />
Kuning telur digunakan untuk buat donat lebih empuk. Kuning telur juga mengurangi kecenderungan &#8220;collapse&#8221; ketika donat digoreng. Selain itu, kuning telur juga mengandung <em>lecithin</em> alami yang begitu bermanfaat bagi tubuh.</p>
<p> J.Co dan Dunkin Donuts tidak menggunakan telur segar namun berupa tepung kuning telur (<em>egg yolk powder</em>). Alasannya, dengan menggunakan <em>egg yolk powder</em>, bakteri sudah diminimalkan dan air juga sudah dihilangkan sehingga higienitas lebih terjaga.</li>
<li><strong>Ragi (yeast)</strong><br />
Ragi (yeast) adalah organisme yang dicampur dalam adonan makanan untuk proses fermentasi. Preses fermentasi ini membuat adonan donat mengembang karena proses ini menghasilkan gas CO<sub>2</sub> dan &#8220;alkohol&#8221; (ikatan karbon) yang membuat adonan berbau wangi.</p>
<p>Ragi tidak bisa dicampur dengan bahan pengawet, karena bila hal ini dilakukan, maka ragi tersebut akan mati sehingga adonan tidak dapat berkembang.</li>
<li><strong>Pengembang (<em>improver</em>/<em>dough conditioner</em>)</strong><br />
<em>Dough</em> (adonan yang berbuih) membutuhkan improver yang berisi enzim, emulsifier, dan oxidizing agents. Enzim membuat fermentasi berjalan lebih baik, emulsifier membuat adonan lebih kuat atau lebih lembut, sedangkan oxidizing agents beguna untuk membuat adonan lebih kuat dan liat.</p>
<p>Fungsi dari <em>dough conditioner</em> ini intinya adalah untuk membuat adonan lebih empuk, sehingga ketika dimakan terasa soft namun liat.</li>
<li><strong>Air</strong><br />
Air berfungsi sebagai pengikat semua bahan sehingga ketika di mixer dapat membentuk <em>gluten</em>.</li>
<li><strong>Bahan lainnya</strong><br />
<em>Soy flour</em> (tepung kedelai) berfungsi untuk meningkatkan penyerapan air dan daya tahan. Tepung kedelai mempunyai <em>lechitin</em> yg sangat bagus untuk pengemulsi.</p>
<p><em>Chemical leavening agents</em> (contohnya baking powder) memberikan efek besar ketika digoreng, membuat adonan menjadi lebih mekar dan mengurangi penyerapan minyak ketika digoreng. <em>Potato flour</em> memperpanjang daya tahan, membuat produk jadi empuk, dan menyeimbangkan rasa agar tidak terlalu manis. Sedangkan <em>flavour</em> membuat donat lebih beraroma.</li>
</ol>
<p>Nah, bahan-bahan penyusun tepung premix yang sudah ditentukan komposisinya ini kemudian diedarkan ke outlet penjualan untuk kemudian diolah dalam suatu ruangan yang memungkinkan konsumen melihat peroses pengolahan.</p>
<p>Proses pengolahan donat yang dilakukan di outlet hanya menambahkan air dan lemak ke dalam tepung premix ini, sehingga tercapailah suatu &#8220;standar&#8221; rasa. Jika pencampuran bahan-bahan di atas dilakukan di outlet, kemunginkan rasa donat di outlet satu dan yang lainnya akan berbeda karena perbedaan ukuran komposisi masing-masing outlet.</p>
<p>Selain bahan, cara pengolahan dan lingkungan pengolahan juga berperan dalam menentukan keawetan. Lingkungan yang bersih, higienis tentu akan membuat donat menjadi lebih tahan lama karena terbebas dari bakteri dan organisme yang membuat busuk.</p>
<p>Lihat saja, di outlet J.Co atau Dunkin Donuts, para pekerja menggunakan sarung tangan, penutup mulut, dan penutup rambut. Dapurnya pun begitu diperhatikan kebersihannya, tingkat kelembaban, temperatur, dan sebagainya.</p>
<p>Proses pengolahan pun bisa berpengaruh ke daya tahan donat. Ada sebuah proses yang bernama <em>Sponge Dough</em>, yaitu proses pengolahan di mana adonan yang telah difermentasi didiamkan selama 4 jam, hingga adonan mengeluarkan aroma wangi seperti wangi tape (sebenernya wangi tersebut adalah aroma hasil fermentasi, CO<sub>2</sub> dan alkohol).</p>
<p>Proses fermentasi ini membuat pH adonan turun, di bawah 7 (bersifat asam), sehingga jamur, bakteri, maupun organisme lainnya tidak dapat hidup di dalam adonan.</p>
<p>Kemudian adonan yang sudah didiamkan tadi dimixer kembali dengan sisa bahan lainnya, kemudian baru dicetak, dikembangkan (<em>proofing</em>), lalu digoreng.</p>
<p>Menggorengnya pun ndak sembarangan, yaitu dengan menggunakan minyak padat (<em>deep frying oil</em>) dengan suhu 190-200&deg;C. Kalau mengunakan minyak cair, ndak akan bisa mencapai suhu 190&deg;C karena pada suhu 170&deg;C  minyak cair sudah berasap dan mengakibatkan struktur minyak cair rusak, sedangkan minyak padat didesain khusus hingga dapat mencapai suhu 220&deg;C.</p>
<p>Ketika donat yang siap goreng dimasukkan ke dalam minyak panas, adonan donat langsung membuat lapisan tipis di permukaan (matang di kulit luar) sehingga minyak tidak banyak masuk ke dalam donat. Lama penggorengan ini pun hanya membutuhkan waktu sekitar 1 menit untuk tiap sisi (atas-bawah). Hasil penggorengan yang baik adalah ketika donat mempunyai <em>donut ring</em>, seperti pita putih disekeliling donatnya. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Setelah itu barulah donat di-coating dengan sugar glazing (fondant). Kalau pernah lihat, di J.Co ada mesin coating yang berbentuk seperti air terjun yang bisa menutupi seluruh donat. Nah, fondant tersebut membuat donat tetap terbungkus rapat, sehingga mengurangi kontak dengan udara, dengan demikian jamur pun sulit untuk tumbuh.</p>
<p>Fondant sendiri terbuat dari gula dan turunannya (glukose) yang fungsinya untuk membuat donat menjadi lebih tahan lama. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Nah, jadi kenapa donat-donat produksi J.Co atau Dunkin Donuts itu terasa &#8220;kering&#8221; namun lembut, ya karena kadar air dalam roti sudah habis. Udah gitu, wanginya pun khas sekali, karena proses fermentasi yang oke.</p>
<p>Semoga informasi ini bermanfaat, terutama bagi pembuat donat lokal sehingga donatnya bisa bersaing dengan donat merk &#8220;luar negeri&#8221; tersebut! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p><strong>Update:</strong> Bukan berarti saya menyatakan donat J.Co dan Dunkin Donuts bebas bahan pengawet lo, ya! Juga bukan berarti postingan ini &#8220;menjawab&#8221; email soal keawetan donat yang beredar di milis-milis. Postingan ini hanya bertujuan mencoba menjelaskan kenapa donat (dan bahan makanan lainnya) bisa lebih awet. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jengjeng.matriphe.com/cara-membuat-donat-awet.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>85</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ndoyok</title>
		<link>http://jengjeng.matriphe.com/ndoyok.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/ndoyok.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jan 2008 04:08:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matriphe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asal Muasal & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Travelogue]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[de marko]]></category>
		<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[jadul]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2008/01/06/ndoyok.html</guid>
		<description><![CDATA[Dalam beberapa postingan, saya sering menyebutkan istilah &#8220;ndoyok&#8221;. Pun banyak juga yang bertanya tentang arti kata &#8220;ndoyok&#8221; itu tadi. Ndoyok sering disebut bersamaan dengan jeng-jeng. Walau artinya mirip-mirip, namun ada perbedaannya. Kata &#8220;ndoyok&#8221; bukan merupakan salah satu kata gaul ala Jogja. Maknanya hanya bersifat lokal-personal dan ndak semua orang ngerti artinya. Nah, kali ini saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/01/doyoker-perintis1.jpg" alt="Doyoker Perintis" title="Doyoker Perintis" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1211" /></p>
<p>Dalam beberapa postingan, saya sering menyebutkan istilah &#8220;ndoyok&#8221;. Pun banyak juga yang bertanya tentang arti kata &#8220;ndoyok&#8221; itu tadi.</p>
<p>Ndoyok sering disebut bersamaan dengan jeng-jeng. Walau artinya mirip-mirip, namun ada perbedaannya.</p>
<p>Kata &#8220;ndoyok&#8221; bukan merupakan salah satu <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/09/bahasa-walikan-jogja.html" title="Bahasa Walikan Jogja">kata gaul ala Jogja</a>. Maknanya hanya bersifat lokal-personal dan ndak semua orang ngerti artinya.</p>
<p>Nah, kali ini saya akan menjelaskan soal makna kata &#8220;ndoyok&#8221; dan asal-usulnya. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p><span id="more-470"></span>Ndoyok memang terinsipirasi dari nama pelawak besar, Sudarmaji alias &#8220;Doyok&#8221; yang biasa dipasangkan dengan Mubarok alias &#8220;Kadir&#8221; itu.</p>
<p>Masih ingat dengan film jadul Kadir-Doyok yang berjudul &#8220;Boleh Donk Untung Terus&#8221;? Itu tuh, film yang bercerita tentang usaha Kadir dan Doyok melarikan diri dari penjara yang akhirnya malah mbalik lagi ke penjara.</p>
<p>Di satu adegan, dalam usahanya melarikan diri, Doyok dan Kadir mengelabui penjaga dengan menyamar sebagai kuda zebra.</p>
<p>Adegan konyol ini sangat lucu menurut saya karena penggunaan kostum kuda zebra yang wagu dan tingkah polah &#8220;si zebra&#8221; yang begitu tololnya. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_rotfl.gif' alt='&#61;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='30' height='18' title='&#61;&#41;&#41;' /></p>
<p>Singkat cerita, setelah besusah payah menyamar sebagai zebra, Kadir dan Doyok akhirnya sukses mengelabui penjaga.</p>
<p>Merasa berhasil, mereka kemudian menumpang sebuah mobil box sayur dengan niat keluar menuju ke kota yang ternyata mobil itu justru mengantarkan sayur ke penjara. Dan dengan suksesnya mereka berdua kembali lagi ke penjara.</p>
<p>Masih ingat adegan itu? <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Nah, adegan itulah yang menginspirasi munculnya kata &#8220;ndoyok&#8221; yang maksudnya meniru tingkah laku si Doyok (dan Kadir) itu. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_giggle.gif' alt='&#59;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;&#41;' /></p>
<p>Kok bisa?</p>
<p>Bisa. Jadi begini ceritanya..</p>
<p>Pas Merapi meletus sekitar Juli 2006 lalu, kawasan wisata Bebeng diterjang material vulkanik. Peristiwa ini merenggut nyawa 2 orang relawan yang terperangkap dalam bunker.</p>
<p>Nah, waktu itu saya, <a href="http://diditkurniawan.web.ugm.ac.id/" title="diditjogja" target="_blank">Didit</a>, <a href="http://dipto-djatmiko.web.ugm.ac.id/" title="dipto" target="_blank">Dipto</a>, <a href="http://ismail85.web.ugm.ac.id/" title="tupic" target="_blank">Tupic</a>, dan <a href="http://hadihantara.web.ugm.ac.id/" title="Hadi" target="_blank">Hadi</a> berniat untuk melihat kawasan yang luluh lantak dihajar lava itu.</p>
<p>Ketika nyampe di depan loket retribusi, kami terkaget dan misuh-misuh. Jancuk, mahal banget tiketnya!</p>
<p>Akhirnya disusunlah suatu rencana agar kami bisa melewati pos pungutan retribusi tanpa membayar. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_devil.gif' alt='&#62;&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#62;&#58;&#41;' /></p>
<p>Ide tolol meluncur dari Dipto yang terkenal sok tau, asal, waton, dan nekad. Dia mengusulkan untuk turun ke Kaliadem lalu menyusuri itu sungai untuk melewati pos penjagaan.</p>
<p>Rencana disetujui. Dengan bodohnya kami mengikuti ide tolol itu.</p>
<p>Motor diparkirkan, kemudian melihat sejenak ke arah jurang di mana Kaliadem merupakan salah satu jalur mengalirkan lava dari Merapi.</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/01/kendaraan-tempur-doyoker.jpg' alt='Kendaraan tempur Doyoker' /></p>
<p>Kami pun akhirnya turun. Maksudnya sih mengikuti kontur sungai menuju ke arah hulu dan melewati pos retribusi.</p>
<p>Dengan penuh rasa ke-sok tau-an dan orientasi medan asal-asalan, kami pun nyasar! Goblok! Salahkan si Dipto!</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/01/dam-kaliadem.jpg' alt='DAM Kaliadem' /></p>
<p>Setelah merasa sudah berhasil melewati pos retribusi, kami pun naik. Track terjal berbatu karena memang bukan jalan manusia memberikan eksotisme tersendiri. Eksotisme ndasmu! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Dengan bersusah payah akhirnya kami tiba kembali di jalan raya. Hore!! Berhasil! Berhasil! Sambil lompat-lompat gaya Dora.</p>
<p>Setelah merayakan &#8220;kemenangan&#8221; kami pun tersadar. Bukannya melewati pos, tapi kami justru mendekati pos! Guoblok! Pekok!! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_rotfl.gif' alt='&#61;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='30' height='18' title='&#61;&#41;&#41;' /></p>
<p>Mirip-mirip si Doyok dan Kadir itu lah. Niatnya meloloskan diri, malah justru kembali ke bahaya. <em>Kuthuk marani sunduk</em>, istilah orang Jawa.</p>
<p>Untung saja kami ndak sekalian nyamar jadi kuda zebra. La bisa ndoyok-ngadir nanti jadinya. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Kami pun kembali ke tempat parkiran motor. Kembali berjalan kaki sambil misuh-misuh. Ya misuh-misuhi Dipto si pencetus ide maupun misuh-misuhi diri sendiri kenapa mengikuti si Dipto.</p>
<p>Sejak saat itulah kata &#8220;ndoyok&#8221; mulai populer. Kami pun memberi gelar Dipto sebagai bapak ndoyok Indonesia. Namanya pun menjadi Doyok Djatmiko. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Lalu, gimana akhirnya kelanjutan niat kami menuju Bebeng?</p>
<p>Jelas berhasil lah! Ternyata ada jalan desa yang bisa dilewati motor yang melewati pos retribusi.</p>
<p>Geblek! Kenapa ndak dari tadi? Ngapain juga susah-susah ndoyok? <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Namun kami pun ketahuan kalo ngemplang retribusi di bagian parkiran. Ternyata tiket retribusi merupakan tiket parkir juga.</p>
<p>Beruntung, ada Hadi sang pahlawan. Calon lurah Harjobinangun itu pun turun tangan dan melobi tukang parkir yang ternyata tetangga sendiri. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/01/doyoker-bebeng.jpg' alt='Doyoker di Bebeng' /></p>
<p>Kawasan Bebeng sendiri kini saya kurang tau keadannya. Yang pasti material vulkanik itu masih ada.</p>
<p>Denger-denger pemkab Sleman menjadikan kawasan ini sebagai salah satu program Lava Tour.</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/01/bunker-bebeng.jpg' alt='Di Bunker Kaliadem' /></p>
<p>Saya menuliskan ini untuk mengenang masa-masa jahiliyah kami. Masa-masa penuh ketololan yang menyenangkan.</p>
<p>Tupic, Didit, Dipto, Hadi, saya kangen bertindak tolol bareng-bareng kalian lagi. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Hayah, malah menyek-menyek. Jadi intinya, kesimpulannya:</p>
<blockquote><p><strong>Ndoyok (kk):</strong> usaha-usaha dalam berpetualang ke tempat-tempat tertentu tanpa perencanaan, nekat, tanpa perhitungan, sok tau, dan sejenisnya. Intinya ngeluyur dengan tujuan ndak jelas dan asal berangkat tanpa persiapan matang.</p>
<p><strong>Doyoker (kb):</strong> adalah para pelaku kegiatan ndoyok. Seorang atau sekumpulan orang tolol yang melakukan aksi-aksi pendoyokan. Kata doyoker dicetuskan pertama kali oleh <a href="http://annots.wordpress.com/" title="Annots" target="_blank">Annots</a> ketika ndoyok ke <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/11/12/candi-barong-memuja-dewi-kesuburan.html" title="Candi Barong, Memuja Dewi Kesuburan">Candi Barong</a>.</p></blockquote>
<p>Lalu apa bedanya dengan &#8220;jeng-jeng&#8221;? Jeng-jeng lebih bersifat umum. Berasal bahasa Semarangan yang berarti jalan-jalan.</p>
<p>Jeng-jeng diucapkan dengan jÃ¨ng-jÃ¨ng, huruf &#8220;e&#8221; diucapkan seperti pada kata bunyi gitar, &#8220;jrÃ¨ng-jrÃ¨ng&#8221; bukan &#8220;jÃ©ng-jÃ©ng&#8221; yang berarti &#8220;ibu-ibu&#8221;.</p>
<p>Ndoyok dan jeng-jeng merupakan kegiatan yang saling terkait. Ndoyok sudah pasti jeng-jeng, namun jeng-jeng belum tentu ndoyok.</p>
<p>Ndoyok merupakan kegiatan yang cukup positif. Dengan ndoyok kita terlatih untuk mengantisispasi hal-hal yang ndak sesuai rencana. Ha ya jelas, wong ndak ada rencana. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Dari ndoyok, kepekaan dan keluwesan kita serta kecepatan dalam mengambil keputusan sulit dengan cepat dan tepat (juga tolol) akan semakin meningkat.</p>
<p>&#8220;Ndak usah banyak cerewet&#8221;, &#8220;do first think later&#8221;, dan &#8220;tersesat adalah fitur&#8221; merupakan beberapa semboyan ketika ndoyok.</p>
<p>Ndoyok ndak harus dilakukan di tempat terbuka atau alam. Ndoyok juga bisa dilakukan di perkotaan, &#8220;urban ndoyok&#8221; namanya.</p>
<p>Saya pernah melakukan ndoyok di dalam mol dan ternyata kurang efektif. Mungkin saya harus lebih sering berpetualang ke mol dan menemukan teknik &#8220;mall doyoking&#8221; yang tepat. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Pengetahuan dalam membaca tanda-tanda alam, menentukan arah, mengetahui cara survival, ndak malu bertanya, merupakan beberapa kemampuan yang harus dimiliki doyoker namun ndak mutlak.</p>
<p>Modal utama sih hanya nekad, tubuh waras, ndak punya malu, dan suka tantangan (juga ketololan). <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Bagi <acronym title="orang yang sedang belajar ndoyok">doyoker trainee</acronym>, percaya kepada doyoker senior yang membimbing merupakan langkah paling aman. Ingat, senior selalu benar, kawan! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Dari Kraton Ndoyokarto Hadiningrat, mari kita masyarakatkan ndoyok dan mendoyokkan masyarakat!</p>
<p>Semoga memberikan pencerahan. Selamat ndoyok! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jengjeng.matriphe.com/ndoyok.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Sukses Bikin Kopdar</title>
		<link>http://jengjeng.matriphe.com/cara-sukses-bikin-kopdar.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/cara-sukses-bikin-kopdar.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Dec 2007 06:51:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matriphe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Panduan, Tips & Trik]]></category>
		<category><![CDATA[blogging]]></category>
		<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[kopdar]]></category>
		<category><![CDATA[seleblog]]></category>
		<category><![CDATA[tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/12/30/cara-sukses-bikin-kopdar.html</guid>
		<description><![CDATA[Menutup tahun 2007 dengan kopdar, menjadi catatan tersendiri buat saya. Bayangkan, menjelang akhir tahun, banyak agenda kopdar datang menghajar bertubi-tubi. Bagi sebagian blogger, kopdar menjadi ritual yang mengasyikkan. Bahkan boleh dikata, kopdar menjadi salah satu Rukun Blogger setelah punya blog, posting, dan blogwalking. Nah, mungkin banyak temen-temen yang ndak sempet ikutan kopdar atau mau mbikin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/12/kopdar1.jpg" alt="Kodpar di Djendelo Kafe" title="Kodpar di Djendelo Kafe" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1215" /></p>
<p>Menutup tahun 2007 dengan <a href="http://antobilang.wordpress.com/2007/12/28/aprikot-dari-jepara/" title="Aprikot dari Jepara" target="_blank">kopdar</a>, menjadi catatan tersendiri buat saya. Bayangkan, menjelang akhir tahun, <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/12/25/liburan-ala-blogger.html" title="Liburan ala Blogger">banyak agenda kopdar</a> datang menghajar bertubi-tubi.</p>
<p>Bagi sebagian blogger, kopdar menjadi ritual yang mengasyikkan. Bahkan boleh dikata, kopdar menjadi salah satu <a href="http://antobilang.jaiku.com/presence/16700576" title="Rukun Blogger" target="_blank">Rukun Blogger</a> setelah punya blog, posting, dan blogwalking.</p>
<p>Nah, mungkin banyak temen-temen yang ndak sempet ikutan kopdar atau mau mbikin kopdar sendiri yang ndak kalah gegap gempitanya, saya akan berbagi pengalaman tentang bagaimana membuat kopdar yang sukses. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p><span id="more-520"></span>Saya memberikan kiat ini bukan berarti saya raja kopdar. Ini sebenernya adalah tugas dari Mentri Kopdar dan Kumpul-Kumpul (Menkopul), rekan <a href="http://antobilang.wordpress.com/" title="Antobilang" target="_blank">Antobilang, S.Blog.</a> dari Karesidenan <a href="http://cahandong.org/" title="CahAndong" target="_blank">CahAndong</a>.</p>
<p>Namun sekali lagi, ini hanya tips, kiat jitu, cara cepat, howto, manual, atau guidance for dummies yang ndak saklek dan mutlak kudu dilakukan semua. Improvisasi dan kreativitas menjadi kunci untuk membangun suatu kopdar yang sukses. Halah! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Baiklah, tanpa perlu banyak cangkeman, berikut ini cara membuat kopdar yang sukses.</p>
<ol>
<li><strong>Anggap kopdar adalah kesempatan yang langka</strong><br />
Ini penting, mengingat ndak setiap hari kita bisa melakukan kopdar, apalagi pas ada seleblog yang datang. Seberapa pun rekan blogger yang datang, bisa dianggap sebagai kopdar.</p>
<p>Belum lagi para blogger ini punya kesibukan masing-masing, sehingga untuk meluangkan waktu berkopdar ria adalah hal yang sangat langka. La siapa tau nanti kopdar bisa menjadi salah satu kegiatan yang dilindungi undang-undang karena saking langkanya. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Jadi pasang mata dan telinga baik-baik, siapa tau ada informasi kopdar yang ndak boleh anda lewatkan. Tentu pastikan juga waktunya bisa sesuai dengan jadwal kita.</li>
<li><strong>Pilih lokasi yang menarik dan asyik</strong><br />
<img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/12/kopdar-semarang.jpg' alt='Kopdar bersama Loenpia di Sam Poo Kong, Semarang' /></p>
<p>Jelas ini penting. Kopdar bisa menjadi ajang hangout, refreshing, dan ngobrol-ngobrol yang hangat. Tempat yang cozy, nyaman, dan unik is a must.</p>
<p>Standar lokasi kopdar yang sering saya temui adalah kafe, foodcourt, restoran, mol, bahkan angkringan. Yang penting lokasinya mudah dicapai dan cukup untuk menampung peserta kopdar.</p>
<p>Namun kita bisa membuat semacam variasi, dengan kopdar di tempat-tempat public space lainnya (kalo ada), obyek wisata, pantai, museum, atau bahkan di <a href="http://tikabanget.com/2007/12/25/di-rumah-sakit-ituh/" title="Di Rumah Sakit ituh.." target="_blank">rumah sakit</a>! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Lokasi kopdar yang pernah saya ikuti adalah di Benteng Vredeburg, <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/07/11/kopdar-raya-pantai-pandansari.html" title="Kopdar Raya: Pantai Pandansari">Pantai Pandansari</a>, <a href="http://blog.faniez.net/2007/07/20/4-nights-in-jogja-2/" title="4 Nights in Jogja (2)" target="_blank">Museum Ullen Sentalu</a>, bahkan sampai ke <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/05/09/serang-semarang.html" title="Serang Semarangâ„¢!!">Semarang</a>, dan tempat-tempat wisata lainnya, selain di mol dan kafe.</p>
<p>Silakan liat sebagian dokumentasi kopdar saya di kategori <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/category/kumpul-kumpul" title="Kumpul-Kumpul">Kumpul-Kumpul</a> saja lah. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></li>
<li><strong>Publikasi dan informasi adalah penting</strong><br />
Buat apa kita bikin kopdar tapi ndak ada yang datang? Inilah gunanya publikasi, ilmu komunikasi, dan marketing.</p>
<p>Ndak perlu lah kita bikin iklan segede gaban atau nyebar <strike>trekbek spam</strike> pamflet. Cukup dengan mempublikasikan di blog dan membuat banner, seperti yang dilakukan <a href="http://antobilang.wordpress.com/" title="antobilang" target="_blank">Pak Menkopul</a>, rasanya sudah cukup.</p>
<p>Atau kalo ingin lebih personal, menyebar undangan melalui SMS akan terasa lebih baik. Selain SMS, YM pun bisa jadi media publikasi yang baik.</p>
<p>Apa pun media publikasi kita, yang penting undangan kopdar kita nyampe dan terpublikasi dengan baik. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></li>
<li><strong>Kaffah dan total dalam berpose saat sesi foto</strong><br />
Seperti kata mutiara khas blogger, &#8220;tanpa skrinsut adalah hoax&#8221;, maka ritual ber-jeprat-jepret-mrenges saat kopdar adalah fardhu ain!</p>
<p>Walau ndak semua harus bawa kamera, minimal ada satu yang jadi tukang jepret dan ketiban sial karena ndak nongol di foto, kecuali kalo bawa tripod.</p>
<p>Skrinsut ini selain menjadi dokumentasi dan bahan postingan, juga bisa menjadi ajang ta&#8217;aruf bagi temen-temen blogger lain yang ndak bisa datang kopdar.</p>
<p>La dengan melihat foto, kita bisa tau wajah asli si blogger yang mungkin jadi cem-cem-an kita, yang kadang ndak seperti yang kita bayangkan.</p>
<p>Gara-gara foto, pas <a href="http://antobilang.wordpress.com/2007/12/28/aprikot-dari-jepara/" title="Aprikot dari Jepara" target="_blank">kopdar kemarin itu</a> ada cerita lucu. Ada salah satu blogger cewek yang tiba-tiba gabung ke kopdar gara-gara dia mengenali saya dari foto-foto di blog ini. Saya sendiri bingung, kok bisa? <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_think.gif' alt='&#58;&#45;&#63;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#63;' /></p>
<p>Tapi karena yang mengenali saya adalah cewek, saya cukup berbangga juga. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_mean.gif' alt='&#58;&#45;&#62;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#62;' /></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/12/medina.jpg' alt='Saya dan Medina' /></p>
<p>Halo, mbak <a href="http://restlessangel.wordpress.com/" title="Medina" target="_blank">Medina</a>! Sepertinya anda harus segera menghubungi psikolog setelah berfoto bersama saya kemarin, untuk menghindari wabah penyakit narsisme akut. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></li>
<li><strong>Bicarakan topik yang menarik</strong><br />
Begitu ketemu, lalu ngapain? Ndomblong plongah-plongoh atau bermain hape tentu bukan kegiatan yang bijaksana. Ya tentunya kalo ketemu ya ngobrol.</p>
<p>La kan via YM atau ceting kan bisa? Iya, tapi ada sensasi tersendiri yang kita dapatkan kalo kita ketemu langsung. Istilahnya, &#8220;gojek kere guyon goblok&#8221; mampu mendekatkan blogger-blogger yang ketemu saat itu.</p>
<p>Siapa tau dari &#8220;gojek kere guyon goblok&#8221; itu bisa mengarah ke &#8220;goyang ranjang&#8221; alias dapet jodoh? <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_giggle.gif' alt='&#59;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;&#41;' /></p>
<p>Kalo kita kebingungan mo ngomong tentang apa, membicarakan blogosphere dan sekitarnya bisa menjadi pencair suasana dan obrolan default. Ndak jarang, obrolan kemudian meluas ke obrolan yang bresifat pribadi. Belum lagi gosip-gosip yang beredar, membuat suasana kopdar bisa sepanas acara infotainment. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_giggle.gif' alt='&#59;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;&#41;' /></p>
<p>Lalu topik apa yang paling sering saya bicarakan? Yah, biasanya sih <strike>seputar selangkangan</strike> current issues, bertukar pengalaman, ngangsu kawruh, berbagi <strike>bokep</strike> cerita, baik dari seleblog maupun seleblog sekali banget. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></li>
<li><strong>Anggap semua blogger adalah sama</strong><br />
Di dunia blogosphere, semua sama. Ndak ada istilah blogger senior, junior, lu blogger kemarin sore, gua blogger jaman wangsa Syailendra, semua sama. </p>
<p>Kalo soal perseleban, itu cuma stigma dari masyarakat blogosphere sajah.. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_giggle.gif' alt='&#59;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;&#41;' /></p>
<p>Ketika kopdar, kita sering terperanjat ketika bertemu dengan blogger lain yang sering kita baca tulisannya. Oh, ternyata si itu ibu rumah tangga, ternyata si anu bintang bokep, ternyata si adek masih kelas 3 SD, ternyata si itu yang lainnya belom selesai kuliah, dan lain-lainnya. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_giggle.gif' alt='&#59;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;&#41;' /></p>
<p>La di sinilah uniknya. Dari baca membaca blog, kita seolah-olah kenal dekat dengan si empunya blog. Bahkan saking dekatnya, yang awalnya malu-malu lama-lama bisa jadi saling ejek dan pisuh-pisuhan. Tentu semuanya harus liat <acronym title="situasi kondisi toleransi pandangan dan jangkauan">sikontolpanjang</acronym>. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Suasana cair semacam ini bisa menjadi sarana mengakrabkan diri, tanpa memandang faktor usia, status, dan pekerjaan. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></li>
<li><strong>What you eat is what you pay</strong><br />
<img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/12/bantingan-duit.jpg' alt='Bantingan duit' class="alignright" /></p>
<p>Ini yang paling penting. La kopdar kan biasanya ndak jauh-jauh dari ngeluarin ongkos. Entah transportasi hingga cemil-cemilan.</p>
<p>Apalagi yang kopdarnya bertempat di mol, kafe, atau foodcourt, yang mau ndak mau minimal kudu beli makanan atau minuman untuk teman ber-gojek-kere-guyon-goblok. Masalah nanti diusir gara-gara warungnya mo tutup, itu urusannya beda lagi.</p>
<p>Soal perkara banting dompet kayak gini memang etisnya kita mbayar sendiri apa yang kita makan.</p>
<p>Tapi kalo njenengan sedang sugih duit karena habis nembus nembak <acronym title="judi jaman jahiliyah yang sempat populer di Solo">Tjap TJie Kie</acronym> monggo saja kalo mau sok nge-bos-i mbayari semua. </p>
<p>Atau kalau mau bantingan, kolek-kolek, mengumpulkan duit seikhlasnya lalu digunakan untuk membayar total kerusakan, akan membuat suasana terasa akan terasa lebih akrab dan kekeluargaan.</p>
<p>Dengan metode ini, subsidi silang bisa terpenuhi. So, ndak perlu pura-pura motret candid lalu mlipir untuk berkelit dari kewajiban bersama. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_giggle.gif' alt='&#59;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;&#41;' /></li>
<li><strong>Publikasikan laporan kopdar di blog</strong><br />
Minimal ada seorang peserta kopdar yang menuliskan laporan kopdar di blog. Kalo masing-masing peserta kopdar menuliskan di blognya masing-masing, monggo saja. Toh kesan-kesan masing-masing individu kan beda. Tapi ini sih hukumnya fardhu kifayah.</p>
<p>Menuliskan laporan di blog, selain sebagai dokumentasi juga bisa digunakan sebagai ajang provokasi dan ngiming-imingi blogger lain yang ndak bisa ikutan kopdar. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' /></p>
<p>Senarsis dan senista apa pun kopdar yang terjadi, tulis dan publikasikan. Memang, ndak semua cerita perlu dan mampu dituliskan semuanya, namun  minimal menyebutkan waktu, lokasi, dan peserta kopdar rasanya sudah cukup. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Tentu saja, foto-foto sebagai bukti otentik juga harus disertakan sebagai bukti bahwa postingan laporan kopdar itu bukan hoax. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></li>
</ol>
<p>Saya kira itu dulu. Mungkin ada yang mau menambahkan? Atau punya ide lain?</p>
<p>Soal perkara gimana caranya bisa populer dan nyeleb hingga bisa selalu diajak kopdar di mana-mana, mungkin lain kali akan saya tuliskan. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_sunglas.gif' alt='&#98;&#45;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#98;&#45;&#41;' /></p>
<p>Dengan segudang pengalaman semacam ini, rasanya boleh lah saya punya harapan untuk jadi pemain sinetron atau model iklan di tahun 2008. Jujur, saya sudah frustasi dengan kerjaan mburuh saya yang selalu koding dan koding lagi. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_silly.gif' alt='&#56;&#45;&#125;' class='wp-smiley' width='24' height='18' title='&#56;&#45;&#125;' /></p>
<p>Mungkin <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/" title="Iman Brotoseno" target="_blank">Mas Iman</a> bisa membantu saya? Saya kan juga pengen terkenal kayak <a href="http://buanadara.wordpress.com/" title="Sarah" target="_blank">Sarah</a>, mas.. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_giggle.gif' alt='&#59;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;&#41;' /></p>
<p>Selamat Tahun Baru, semuanya! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_party.gif' alt='&#60;&#58;&#45;&#112;' class='wp-smiley' width='38' height='18' title='&#60;&#58;&#45;&#112;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jengjeng.matriphe.com/cara-sukses-bikin-kopdar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Slogan Pariwisata Indonesia?</title>
		<link>http://jengjeng.matriphe.com/slogan-pariwisata-indonesia.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/slogan-pariwisata-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Nov 2007 09:48:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matriphe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[JalanSutra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/11/10/slogan-pariwisata-indonesia.html</guid>
		<description><![CDATA[Pernah denger slogan &#8220;Ultimate in Diversity&#8220;? Basbang? Mungkin. Tapi kalo belum, berarti kita kudu tos dulu. Sudah lama saya ndak ngangsu pengalaman dari temen-temen Jalansutra. Maklum, semenjak saya jatuh miskin benwit, kran milis yang saya ikuti terpaksa saya hentikan. Termasuk milis paling deras, milisnya Jalansutra. Beberapa waktu yang lalu, di JS sedang hangat-hangatnya dibicarakan soal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/11/indonesia-uid1.gif" alt="Indonesia: Ultimate in Diversity" title="Indonesia: Ultimate in Diversity" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1228" /></p>
<p>Pernah denger slogan &#8220;<strong>Ultimate in Diversity</strong>&#8220;?</p>
<p>Basbang? Mungkin. Tapi kalo belum, berarti kita kudu tos dulu. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/drunk.gif' alt='&#58;&#100;&#114;&#117;&#110;&#107;' class='wp-smiley' width='58' height='30' title='&#58;&#100;&#114;&#117;&#110;&#107;' /></p>
<p>Sudah lama saya ndak ngangsu pengalaman dari temen-temen <a href="http://jalansutra.or.id/" title="Jalansutra" target="_blank">Jalansutra</a>. Maklum, semenjak saya jatuh miskin benwit, kran milis yang saya ikuti terpaksa saya hentikan. Termasuk milis paling deras, <a href="http://yahoogroups.com/group/jalansutra" title="milis Jalansutra" target="_blank">milisnya Jalansutra</a>.</p>
<p>Beberapa waktu yang lalu, di JS sedang hangat-hangatnya dibicarakan soal slogan resmi yang dilansir <a href="http://www.budpar.go.id/" title="Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia" target="_blank">Departemen Kebudayaan dan Pariwisata</a> ini.</p>
<p>Slogan &#8220;Ultimate in Diversity&#8221; dirasa kurang pas, terlalu panjang, dan kurang ear-catchy.</p>
<p>Kemudian temen-temen JS pun mbikin <a href="http://www.jalansutra.or.id/index.php?option=com_content&#038;task=view&#038;id=250&#038;Itemid=26" title="Lomba Slogan Pariwisata Indonesia ala Jalansutra" target="_blank">lomba slogan pariwisata ala Jalansutra</a>.</p>
<p><span id="more-446"></span>Saya sih setuju-setuju aja sama ide temen-temen JS. Apalagi kalo kalo dibandingkan dengan slogan negeri seberang <strike>Malingsia</strike> Malaysia yang &#8220;Truly Asia&#8221;, Singapura yang &#8220;Uniquely Singapore&#8221;, atau Thailand dengan &#8220;Amazing Thailand&#8221;-nya itu, slogan &#8220;Ultimate in Diversity&#8221; kok terdengar birokratis banget. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Belum lagi logonya itu loh. Menurut saya kok kurang nyeni. Penggunaan font-nya kok terlalu kaku. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_giggle.gif' alt='&#59;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;&#41;' /></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/11/logo-semboyan.jpg' alt='slogan Pariwisata' class="alignright strip" /></p>
<p>Bukan, bukan berarti saya mencela desainernya, tapi mbok bikin logo itu ya yang nyeni dikit. </p>
<p>Bandingin saja sama logo-logo slogan negara lain di samping ini. Beda banget kan?</p>
<p>Nah, perkara logo beginian sih harusnya diserahkan ke <a href="http://menteridesainindonesia.blogspot.com/2007/09/promosikan-indonesia.html" title="Mentri Desain Indonesia" target="_blank">Mentri Desain</a>, donk! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Nah, dari hasil rembugan temen-temen JS, ada 10 nominasi slogan. Berikut ini nominasinya, secara acak:</p>
<ul>
<li><strong>Indonesia, Wow!</strong> Diciptakan oleh Jimmy Tanaya. Maksudnya sih menonjolkan unsur surprise dari Indonesia.</li>
<li><strong>Indonesia: Dangerously Beautiful</strong>. Dibuat oleh Indah dan Iwan Esjepe. Maksudnya menonjolkan sisi &#8220;nakal&#8221; dari Indonesia.</li>
<li><strong>Indonesia: The Smiling Archipelago</strong>. Senyum dan keramahan Indonesia, yang coba ditawarkan oleh Delima Kiswati.</li>
<li><strong>Indonesia: This Is Life!</strong> Terinsipirasi oleh wisatawan asal Prancis ketika menyaksikan upacara sunatan gaya Sunda, Ferry Susetyo melontarkan slogan ini.</li>
<li><strong>Indonesia, Beyond Expectation</strong>. Yessie Marissa mengingatkan akan slogan lama negeri kita, &#8220;Tak Kenal maka Tak Sayang&#8221;.</li>
<li><strong>Indonesia: Awaken Your Senses</strong>. Tiara menggambarkan bahwa seluruh panca indera dapat dimanja di Indonesia.</li>
<li><strong>Indonesia: Been There.. Love It!</strong> Eka Budi dengan jelas menggambarkan perasaan mereka yang sudah pernah berkunjung ke Indonesia. Siapa sih yang ndak jatuh cinta?</li>
<li><strong>Indonesia, Taste and Adventure</strong>. Fajar Okto menulis slogan ini dengan semangat Jalansutra yang membara, &#8220;Sekali Jalan-jalan Terus Makan-makan!&#8221; <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></li>
<li><strong>Indonesia: The World by Itself</strong>. Indonesia adalah Indonesia, bukan Indonesiamu atau Indonesia mereka. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /> Demikian kira-kira maksud dari slogan yang diciptakan oleh Kartono ini.</li>
<li><strong>Indonesia: More Than Asia</strong>. Terdengar &#8220;familiar&#8221;? <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_giggle.gif' alt='&#59;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;&#41;' /> Ya, lupakan para penjiplak dan penyabot budaya orang lain itu. Slogan ciptaan Andri VB ini jelas menunjukan betapa Asia-nya Indonesia.</li>
</ul>
<p>Nah, dari <a href="http://www.jalansutra.or.id/index.php?option=com_poll&#038;task=results&#038;id=20" title="Apa slogan wisata Indonesia favorit anda?" target="_blank">hasil polling</a>, slogan <strong>Indonesia, Beyond Expectation</strong> berada di peringkat pertama. Setidaknya ketika postingan ini dibuat. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Update: Ternyata <a href="http://www.jalansutra.or.id/index.php?option=com_content&#038;task=view&#038;id=276&#038;Itemid=26" title="Pemenang Lomba Slogan Pariwisata Indonesia" target="_blank">pemenang dari lomba slogan wisata ala Jalansutra</a> adalah <strong>Indonesia: Dangerously Beautiful</strong>.</p>
<p>Tapi kalo saya pribadi sih cenderung ke <strong>Indonesia: More Than Asia</strong>.</p>
<p>Jujur saja, kalo dibandingkan sama Malaysia yang ngaku-aku &#8220;Truly Asia&#8221; itu, Indonesia justru lebih kaya. Bayangkan, ada berapa suku bangsa dan bahasa di Indonesia. Belum lagi tradisi dari masing-masing daerah.</p>
<p>Suku bangsa lain pun banyak ditemukan di Indonesia. Cina, India, Arab, Afrika, semua bisa kita temukan di Indonesia. Bisa dibilang, di Indonesia, ada banyak unsur &#8220;Asia&#8221; yang bisa ditemukan. Lebih dari Asia.</p>
<p>Hehe, itu sih hasil interprestasi saya yang berdasar ke-sok tau-an belaka. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Ya, saya memang cinta Indonesia. Saya masih pengen ngeluyur, menjelajah tiap jengkal tanah di Indonesia. Rasanya banyak banget hal yang belum saya ketahui tentang Indonesia. Walau sekarang belum bisa, karena faktor finansial, kesempatan, dan waktu. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_sighing.gif' alt='&#58;&#45;&#60;' class='wp-smiley' width='24' height='18' title='&#58;&#45;&#60;' /></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/11/logo-by-kdri.gif' alt='Indonesia, kenali, cintai, by KDRI' /></p>
<p>Jangankan Indonesia. Di Jogja ini saja, saya menemukan banyak obyek yang menarik dan berpotensi wisata, setidaknya menurut saya. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Yah, meskipun slogan yang akan dibawa rekan-rekan JS sedikit berbeda dengan slogan resmi pemerintah, toh tujuannya sama, menarik wisatawan untuk datang ke Indonesia.</p>
<p>Namun yang sangat disayangkan, kita sama sekali belum pernah mendengar kampanye dan sosialisasi branding ini. Sosialisasi dan publikasi dari pemerintah kita, seperti biasa, mlempem.</p>
<p>Bandingkan dengan tourism board negara lain. Iklan &#8220;visit Malaysia&#8221; pun tak jarang kita liat di TV. Orang lebih suka berlibur ke Singapura. Kalo pun berwisata domestik, paling ya Bali lagi, Bali lagi.</p>
<p>Target pemerintah untuk menjaring 7 juta wisatawan mancanegara datang ke Indonesia rasanya mustahil kalau kampanyenya kek begini. La wong penduduknya sendiri saja ndak tau, gimana orang luar negeri tau?</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/11/visit-indonesia-2008.jpg' alt='Visit Indonesia 2008' class="strip" /></p>
<p>Belum lagi pencanangan program <a href="http://www.budpar.go.id/page.php?ic=511&#038;id=3112" title="Pemerintah Tetapkan Logo Visit Indonesia Year 2008" target="_blank">Visit Indonesia 2008</a>. Kalo ndak didukung dengan kultur masyarakat sadar pariwisata dan infrastruktur pendukung pariwisata yang bagus, saya rasa cuma mbikin malu saja.</p>
<p>Selamat hari pahlawan! Walau postingan ini ndak nyinggung soal pahlawan dan kepahlawanan, setidaknya merupakan sebuah ekspresi kecintaan saya akan Indonesia. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Kalo menurut sampeyan, kira-kira bagaimana?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jengjeng.matriphe.com/slogan-pariwisata-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ritual Wisuda ala Jogja</title>
		<link>http://jengjeng.matriphe.com/ritual-wisuda-ala-jogja.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/ritual-wisuda-ala-jogja.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Aug 2007 13:00:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matriphe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[kampus]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/08/16/ritual-wisuda-ala-jogja.html</guid>
		<description><![CDATA[Setelah wisuda lalu foto-foto? Itu sih udah pasti. Tapi di Jogja, ada beberapa ritual unik yang sering dilakukan setelah wisuda. Ritual-ritual yang entah kapan mulainya dan dari mana asalnya ini seakan-akan hal yang wajar mengingat status Yogyakarta sebagai kota pelajar. Ritual-ritual ini seakan-akan menjadi wujud ekspresi gembira kelulusan dan kecintaan para lulusan baru yang akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/08/ritual-wisuda1.jpg" alt="Ritual Wisuda ala Jogja" title="Ritual Wisuda ala Jogja" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1284" /></p>
<p>Setelah wisuda lalu foto-foto? Itu sih udah pasti. Tapi di Jogja, ada beberapa ritual unik yang sering dilakukan setelah wisuda. Ritual-ritual yang entah kapan mulainya dan dari mana asalnya ini seakan-akan hal yang wajar mengingat status Yogyakarta sebagai kota pelajar.</p>
<p>Ritual-ritual ini seakan-akan menjadi wujud ekspresi gembira kelulusan dan kecintaan para lulusan baru yang akan meninggalkan Jogja, yang mungkin sangat dicintainya dan memberikan kenangan tersendiri.</p>
<p>Walau ndak semua lulusan baru melakukan ritual ini, tapi banyak juga yang melakukannya. Tentu saja, karena untuk melakukan ritual-ritual ini dibutuhkan nyali dan keberanian yang tinggi. Beberapa ritual bersifat opsional, tapi ada satu yang selalu sama, yaitu melakukan ritual di Tugu Jogja yang terkenal itu.</p>
<p><span id="more-342"></span>Ritual-ritual ini biasanya dilakukan pada malam hari. Ada alasan tersendiri kenapa dipilih malam. Pertama, karena kalo malam ndak panas. Ya iya lah!</p>
<p>Kemudian, karena biasanya acara wisuda berakhir di siang hari, siang hari digunakan untuk berfoto-foto setelah upacara wisuda dilaksanakan. Selain itu, biasanya sanak famili dan keluarga pada datang, sehingga waktu siang hingga sore dihabiskan dengan keluarga.</p>
<p>Dan alasan terakhir adalah ketika malam hari, beberapa lokasi ritual yang menjadi landmark Jogja relatif sepi, sehingga kalo malu maka ndak malu-maluin banget, lah! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Jangan dibayangkan ritual-ritual ini berhubungan dengan klenik dan semacamnya. La ritual ini tuh cuma foto-foto biasa, cuma yang membedakan adalah waktu dan <em>azbabul nuzul</em> ritual tersebut dilakukan. Dan seperti yang saya bilang, untuk melakukan ritual ini dibutuhkan mental dan nyali yang luar biasa. Jadi doa <em>nawaitu</em>-nya, &#8220;ini adalah yang pertama dan yang terakhir kalinya&#8221;, maka lengkap sudah. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Berikut ini pengalaman saya melakukan ritual-ritual tersebut bersama temen-temen.</p>
<p><strong>RITUAL WISUDA DI KAMPUS FMIPA UGM</strong></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/08/kampus-fmipa.jpg' alt='Ritual Wisuda di kampus FMIPA UGM' /></p>
<p>Tak dapat dipungkiri, apa yang dicapai selama kuliah adalah di kampus. Tentu ritual yang dilakukan merupakan ekspresi kecintaan terhadap kampus.</p>
<p>Banyak suka dan duka yang tentu kita alami selama kuliah. Berbagai masalah pun kita alami di kampus. Ndak hanya kegiatan akademis saja, kegiatan non-akademis yang berbasis kemahasiswaan biasanya juga dilakukan di sini. Belum lagi dengan kisah asmara ala anak kampus yang penuh intrik, cinta, dan nafsu. Halah. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Ada tips yang bisa dilakukan ketika melakukan ritual ini. Pilih lokasi yang paling keren dan menjadi identitas kampusmu. Bisa papan nama kampus, gedung kampus, atau tempat-tempat yang memiliki kenangan tersendiri. Yakinlah, seperti apapun keadaan kampusnya, suatu saat kita akan merindukannya. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p><strong>RITUAL WISUDA DI BALAIRUNG UGM</strong></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/08/balairung.jpg' alt='Ritual Wisuda di Balairung UGM' /></p>
<p>Balairung merupakan gedung yang menjadi identitas Universitas Gadjah Mada. Tentu saja, karena di sinilah semua urusan administrasi universitas dilakukan.</p>
<p>Gedung ini pula yang menjadi saksi bagaimana UGM didirikan, yang menjadi universitas pertama kali yang dibangun oleh orang Indonesia yang merupakan kumpulan dari beberapa perguruan tinggi di masa perang kemerdekaan. Soal sejarahnya bisa dibaca <a href="http://www.ugm.ac.id/content.php?page=0&#038;display=2" title="Sejarah UGM" target="_blank">di sini</a>.</p>
<p>Kami mengambil lokasi pemotretan di gedung Balairung sayap utara. Di sinilah biasanya demo-demo mahasiswa yang menentang kebijakan UGM dilakukan.  Upacara-upacara keuniversitasan juga sering dilakukan di tempat ini.</p>
<p><strong>RITUAL WISUDA DI BOULEVARD UGM</strong></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/08/boulevard.jpg' alt='Ritual Wisuda di Boulevard UGM' /></p>
<p>Boulevard atau yang sering disebut dengan Bunderan merupakan landmark yang tak boleh terlewatkan. Apalagi kini di situ berdiri megah gerbang yang konon membutuhkan dana 2 milyar untuk membangunnya, dengan uang mahasiswa tentunya.</p>
<p>Di tempat inilah aktivitas mahasiswa berdenyut. Berbagai aksi demonstrasi sering dilakukan di tempat ini. Wajar, karena di sinilah lokasi strategis untuk menyampaikan aspirasi karena konon, kampus UGM adalah kampus rakyat dan merakyat. Ah, kata siapa? <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_eyeroll.gif' alt='&#56;&#45;&#124;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#56;&#45;&#124;' /></p>
<p>Di sini juga merupakan favorit saya karena di sini banyak terdapat penjual Wedang Ronde dan angkringan yang sering saya tongkrongi bersama teman-teman ketika membahas kondisi negara. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p><strong>RITUAL WISUDA DI TUGU JOGJA</strong></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/08/tugu-jogja.jpg' alt='Ritual Wisuda di Tugu Jogja' /></p>
<p>Tugu Jogja yang disebut sebagai Tugu Pal Putih ini merupakan landmark paling terkenal di Jogja. Tentu saja karena tugu ini memiliki sejarah yang tak bisa dipisahkan dengan Jogja itu sendiri.</p>
<p>Konon, tugu ini berusia hampir 3 abad yang dibangun setahun setelah Kraton Yogyakarta. Tugu ini pula yang menjadi salah satu node dari garis imajiner yang menghubungkan laut selatan, kraton, dan gunung Merapi. Tugu ini pula lah yang menjadi pusat konsentrasi sultan ketika bermeditasi di Pagelaran Kraton.</p>
<p>Tugu Jogja yang dulu tidak seperti tugu yang kita kenal sekarang. Dulu berbentuk silinder dengan puncak berbentuk bola. Tugu ini dulu disebut Golong Gilig yang merupakan cerminan <em>Manunggaling Kawula Gusti</em> atau persatuan rakyat (kawula) dengan raja (gusti) ketika melawan penjajahan.</p>
<p>Tugu ini sempet rusak ketika gempa besar melanda Jogja tahun 1867. Tugu ini dibangun kembali oleh pemerintah Belanda pada tahun 1889 dengan bentuk yang seperti sekarang. Tentu bentuk tersebut dipilih Belanda untuk menghilangkan filosofi dari Tugu Golong Gilig tersebut.</p>
<p>Di empat sisi tugu, terdapat prasasti yang menunjukkan pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan tugu tersebut dalam aksara Jawa.</p>
<p>Ada mitos yang beredar bahwa jika kita mencium atau memeluk tugu ini, suatu saat kita pasti bisa kembali lagi ke kota ini. Dan saya sudah menciumnya! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_kiss.gif' alt='&#58;&#45;&#42;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#42;' /></p>
<p><strong>TEMPAT RITUAL WISUDA LAINNYA</strong></p>
<p>Sebenernya ada ritual lain yang bisa dilakukan, tapi karena keterbatasan waktu dan tenaga, ritual ini tidak kami lakukan.</p>
<p>Nah, beberapa tempat yang <em>patoet digoenakan</em> sebagai ritual adalah Titik Nol Kilometer karena di sini ada Kantor Pos Besar, Gedung Bank Indonesia, Gedung BNI, Benteng Vredeburg, dan Gedung Agung. Selain itu, Alun-Alun Selatan juga bisa digunakan sebagai lokasi ritual. Tetapi sekali lagi, pemilihan lokasi ritual hendaknya memiliki kenangan atau filosofi tertentu. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Tentu saja, untuk melakukan ritual-ritual tersebut, anda ndak harus wisuda terlebih dahulu. Kapan pun anda datang ke Jogja, silakan berfoto-foto di tempat-tempat tersebut. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jengjeng.matriphe.com/ritual-wisuda-ala-jogja.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>63</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengurus Perpanjangan STNK</title>
		<link>http://jengjeng.matriphe.com/mengurus-perpanjangan-stnk.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/mengurus-perpanjangan-stnk.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Mar 2007 01:32:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matriphe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Piye Carane]]></category>
		<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[karanganyar]]></category>
		<category><![CDATA[Solo]]></category>
		<category><![CDATA[tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini kita jeng-jeng ke yang serius-serius. Kita akan jeng-jeng ke kantor SAMSAT. La ngapain? Berhubung sepeda motor adalah sarana transportasi yang mendukung aktivitas per-jeng-jeng-an saya, maka sebagai warga negara yang baik, tertib administrasi merupakan sesuatu yang harus dipatuhi. Kebetulan, beberapa hari ke depan STNK sepeda motor tunggangan saya akan habis masa berlakunya, maka saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/03/stnk-cover1.jpg" alt="Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor" title="Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1113" /></p>
<p>Kali ini kita jeng-jeng ke yang serius-serius. Kita akan jeng-jeng ke kantor <acronym title="Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap">SAMSAT</acronym>. La ngapain?</p>
<p>Berhubung sepeda motor adalah sarana transportasi yang mendukung aktivitas per-jeng-jeng-an saya, maka sebagai warga negara yang baik, tertib administrasi merupakan sesuatu yang harus dipatuhi.</p>
<p>Kebetulan, beberapa hari ke depan STNK sepeda motor tunggangan saya akan habis masa berlakunya, maka saya pun mengajukan perpanjangan STNK.</p>
<p>Mungkin banyak di antara temen-temen yang belum mengetahui langkah-langkah dan prosedur pengurusan perpanjangan STNK, semoga postingan kali ini bisa bermanfaat.</p>
<p><span id="more-116"></span>Seperti yang kita ketahui, setiap tahun kita harus membayar pajak kendaraan bermotor. Sedangkan STNK memiliki masa berlaku selama 5 tahun.</p>
<p>Nah, untuk membayar pajak saja, kita sebenarnya bisa melakukan pembayaran di tempat kita berdomisili selama masih dalam satu propinsi. Misalnya kalo STNK saya bernomor Solo sedangkan saya berada di Cilacap, maka saya bisa melakukan pembayaran pajak STNK di kantor SAMSAT Cilacap. Ini semua bisa dilakukan karena konon sistem pembayaran pajak sudah online dan terhubung ke sistem di Semarang.</p>
<p>Sepeda motor saya tercatat di Kabupaten Karanganyar, karena rumah saya walaupun berada di kawasan Solo, tetapi secara administratif termasuk ke dalam Kabupaten Karanganyar. Yah, bisa dibilang Solo pinggiran lah.. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Saya pun langsung menuju ke kantor SAMSAT Solo karena memang letak kantor ini tak jauh dari rumah saya, sekitar <acronym title="jarak terjauh yang bisa dicapai oleh batu yang dilontarkan dengan ketapel"><em>sak-plinthengan</em></acronym> lah. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Saya kemudian bertanya dulu kepada petugas di sana apakah saya bisa melakukan perpanjangan STNK di kantor situ. Eh, ternyata tidak bisa dan saya harus mengurusnya ke kantor SAMSAT Karanganyar. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_sad.gif' alt='&#58;&#40;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#40;' /></p>
<p>Ya sudah, saya pun segera mancal motor ke ibukota Kabupaten Karanganyar. Jaraknya memang lumayan jauh, mengingat ibukota kabupaten berada di sebelah timur Kota Solo sedangkan rumah saya berada di kawasan utara Kota Solo.</p>
<p>Singkat cerita, saya pun sampai di kantor SAMSAT Karanganyar. Setelah memarkir motor, saya pun menuju ke kantor SAMSAT dan bertanya tentang prosedur yang harus saya lalui.</p>
<p>Awalnya saya mengira kalo prosedur birokrasi yang harus saya lalui akan sangat panjang, ternyata prosedur tersebut cukup singkat. Tetapi walau begitu, waktu kita akan banyak terkuras karena kita harus antri dan menunggu proses pengurusannya. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Baiklah, mari kita mulai saja prosedur dari pengurusan STNK ini.</p>
<ol>
<li><strong>Siapkan STNK dan KTP</strong>. Identitas yang tertera pada STNK harus sama dengan yang ada di KTP. Karena STNK yang saya pegang atas nama bapak saya, maka saya pun membawa KTP bapak saya yang ternyata masih <acronym title="KTP versi lama, yang baru berwarna biru, KTP nasional">KTP kuning</acronym> itu. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></li>
<li>Bila mau mengurus perpanjangan STNK, <strong>bawa pula BPKB asli</strong>. Kalo cuma mau membayar pajak, ndak usah membawa BPKB.</li>
<li><strong>Fotokopi KTP dan STNK</strong> masing-masing sebanyak <strong>4 lembar</strong>. Kalo pengen ringkas dan ndak mau repot, biasanya di sekitar kantor SAMSAT ada jasa fotokopian. Petugas di fotokopian ini biasanya sudah hafal. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></li>
<li>Kalo kita mau memperpanjang STNK, kita harus melalui prosedur <strong>cek fisik</strong>. Cek fisik ini untuk <strong>mengambil data nomor rangka dan nomor mesin</strong> mobil/motor dengan cara menggesekkan pensil ke atas kertas khusus yang ditempelkan di atas nomor mesin/rangka yang biasanya dicetak pada rangka/mesin.<br />
Untuk mendapatkan kertas khusus ini, kita harus menunjukkan STNK asli dan <strong>menyerahkan fotokopi STNK satu lembar</strong>. Setelah itu kita bisa minta tolong pada petugas yang ada untuk melakukan penggesekan ini. Sebagai ongkos jasa penggesekan, saya dimintai duit 2.000 rupiah. Biaya ini resmi atau bukan, saya kurang tau. Yang pasti saya ikhlas ngasih karena para petugas ini biasanya kaum <em>wong cilik</em> yang gajinya ndak seberapa. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /><br />
Yang cuma membayar pajak, langkah ini bisa dilewati dan langsung menuju langkah berikutnya.</li>
<li>Setelah semua syarat siap, kita  harus <strong>mengambil formulir pendaftaran</strong>. Tunjukkan STNK asli dan KTP asli serta lampirkan <strong>selembar fotokopi STNK dan KTP</strong> masing-masing 1 lembar.<br />
Kita tidak perlu mengisi formulir ini karena formulir ini sudah berisi data-data kendaraan kita. Formulir berwarna biru ini kemudian dibubuhi <strong>materai senilai 5.000 rupiah</strong>. Kita diminta membayar materai ini.</li>
<li>Setelah itu kita menuju ke bagian pengurusan. Setelah <strong>menyerahkan STNK asli, KTP asli, fotokopian STNK dan KTP yang tersisa, serta formulir tadi</strong>, kita diminta untuk menunggu. Bagi yang mau memperpanjang STNK biasanya diminta menunjukkan BPKB asli.</li>
<li><strong>Menunggu</strong>. Ya, proses inilah yang paling membosankan. Anda bisa melakukan beragam aktivitas untuk menghilangkan kebosanan. Mulai dari utak-atik HP, dengerin mp3, atau kalo memungkinkan bisa juga ngeblog.. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /><br />
Untungnya di kantor ini sudah menerapkan sistem antrian menggunakan nomor sehingga antrian menjadi lebih tertib.</li>
<li><strong>Bayar ke kasir</strong>. Di sini kita akan diminta membayar biaya-biaya yang terdiri dari <strong>Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)</strong> dan <strong>asuransi Jasa Raharja</strong>. Karena saya melakukan perpanjangan STNK, saya dikenai beban <strong>biaya administrasi STNK</strong> dan <strong>biaya pembuatan plat nomor</strong>. Selain biaya tersebut ada juga <strong>biaya balik nama</strong> dan <strong>sangsi-sangsi</strong> kalo misalnya terlambat. Di sini KTP asli kita akan dikembalikan.<br />
Total biaya yang harus saya bayarkan adalah 200.000 rupiah dengan perincian 138.000 rupiah untuk PKB, 22.000 rupiah untuk Jasa Raharja, 25.000 ribu untuk administrasi STNK, dan 15.000 rupiah untuk plat nomor.</li>
<li>Setelah membayar, kita menunggu lagi. Setelah menunggu, kita akan <strong>mendapatkan STNK baru</strong> dan bukti pembayaran pajak kendaraan bermotor. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_dance.gif' alt='&#92;&#58;&#100;&#47;' class='wp-smiley' width='26' height='18' title='&#92;&#58;&#100;&#47;' /></li>
<li>Selesai.</li>
</ol>
<p>Cukup mudah dan singkat, bukan? Tapi memang akan lebih singkat lagi kalo kita mengurusnya melalui calo. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /> Apalagi bagi yang ndak punya waktu dan kesempatan karena terlalu sibuk. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Bayar uang sekian, terima beres. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Tapi ada yang cukup mengherankan. Kenapa plat nomor yang biasanya jadi paling lama seminggu setelah pengurusan, kok saya disuruh kembali lagi untuk mengambil plat nomor itu SEBULAN lagi ya? <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_think.gif' alt='&#58;&#45;&#63;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#63;' /></p>
<p>Uniknya lagi, kalo dulu STNK berwarna kuning, STNK baru yang saya terima berwarna biru. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Hehehe.. Karena saya sedang puasa jeng-jeng, maka saya nulis ini saja.. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_whistling.gif' alt='&#58;&#45;&#34;' class='wp-smiley' width='22' height='18' title='&#58;&#45;&#34;' /></p>
<p>Semoga informasi ini bermanfaat. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jengjeng.matriphe.com/mengurus-perpanjangan-stnk.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>72</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

