Jeng-Jeng Pulau Kelapa-Pulau Harapan, Kepulauan Seribu

Dermaga Pulau Harapan

Kepulauan Seribu masih punya banyak pesona. Meski hanya berjumlah 342 buah pulau, rasanya masih ada saja hal unik dan menarik yang bisa ditemukan di sana.

Kali ini saya mengunjungi Pulau Kelapa dan Pulau Harapan, di gugus utara Kepulauan Seribu. Pulau Kelapa? Ya, itu lah nama pulau yang konon bisa merayu, seperti dalam lagu ciptaan Ismail Marzuki, “Rayuan Pulau Kelapa”, yang menjadi lagu nasional itu.

Walau dalam lirik lagu “Rayuan Pulau Kelapa” berisi puji-pujian dan gambaran indahnya Indonesia, rupanya keadaan Pulau Kelapa tidak sepenuhnya sesuai dengan lirik lagu. Dalam pandangan umum saya, pulau ini terlihat lebih gersang daripada Pulau Pramuka atau Pulau Tidung.

Continue reading Jeng-Jeng Pulau Kelapa-Pulau Harapan, Kepulauan Seribu

Pusat Primata Schmutzer: Pusat Primata Terbesar di Dunia

Pusat Primata Schmutzer

Tahukah bahwa Indonesia memiliki pusat primata terbesar di dunia? Terletak di dalam kompleks kebun binatang Ragunan, Pusat Primata Schmutzer yang diresmikan pada tanggal 20 Agustus 2002 ini memiliki koleksi sekitar 25 spesies dari 5 famili dari ordo primata.

Continue reading Pusat Primata Schmutzer: Pusat Primata Terbesar di Dunia

Jeng-Jeng Pulau Tidung, Kepulauan Seribu

di jembatan menuju Pulau Tidung Kecil

Pulau Tidung merupakan pulau terbesar dari gugusan Kepulauan Seribu. Lokasinya yang berada di barat daya dari gugusan pulau-pulau lain, membuat pulau ini sedikit terpencil namun memiliki pesona tersendiri.

Saya berkesempatan menginjakkan kaki ke pulau yang terdiri dari 2 pulau (Pulau Tidung Besar dan Tidung Kecil) ini. Salah satu pesona wisata yang menjadi unggulan dari pulau ini adalah adanya jembatan yang menyeberangi lautan untuk menghubungkan pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil.

Continue reading Jeng-Jeng Pulau Tidung, Kepulauan Seribu

Jeng-Jeng Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu

Di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu

Hari itu saya bangun pagi sekali. Berbekal backpack yang baru semalam saya kemas, selepas Shubuh, saya segera menjejakkan kaki menuju terminal bus Blok M sembari menikmati udara dingin yang cukup segar. Jakarta memang baru bergeliat pagi itu, sang mentari pun masih dalam peraduannya.

Saya akan berkunjung ke Kepulauan Seribu. Tiada rencana sebelumnya, hanya berbekal panduan dari beberapa orang rekan, saya, Fame, dan Nila langsung berangkat tanpa memikirkan apa yang akan dilakukan setibanya di sana, yang penting hengkang dari kota ini.

Continue reading Jeng-Jeng Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu

Perkampungan Budaya Betawi Situ Babakan

Perkampungan Budaya Betawi

Bulan Juni merupakan bulan ulang tahun Jakarta. Biasanya banyak acara yang diadakan untuk menyambut ulang tahun Jakarta ini. Acara tahunan yang biasanya diadakan adalah Jakarta Fair yang diselenggarakan di Arena Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran.

Bila bosan dengan acara Jakarta Fair yang itu-itu saja, ada sebuah tempat wisata alternatif untuk melihat lebih dekat kebudayaan asli Betawi, yaitu Perkampungan Budaya Betawi Situ Babakan, yang terletak di Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Continue reading Perkampungan Budaya Betawi Situ Babakan

Suaka Margasatwa Muara Angke, Hutan Mangrove Terakhir Jakarta

Di Suaka Margastwa Muara Angke

Mungkin ndak banyak yang tahu bahwa Jakarta mempunyai suaka margasatwa yang sekaligus menjadi hutan mangrove dan lahan basah yang menjadi benteng terakhir untuk melawan abrasi.

Walau suaka margasatwa yang terletak berdampingan dengan kawasan pemukiman elit Pantai Indah Kapuk ini merupakan suaka margasatwa terkecil di Indonesia, Suaka Margasatwa Muara Angke memiliki sekitar 30 jenis vegetasi berupa mangrove dan tumbuhan lainnya, 91 jenis burung air dan burung hutan, serta satwa lain seperti monyet dan biawak.

Continue reading Suaka Margasatwa Muara Angke, Hutan Mangrove Terakhir Jakarta

Museum Bahari: Sejarah Maritim dan Titik 0 Km Jakarta

Museum Bahari

Ada sebuah pertanyaan menarik yang pernah saya dengar, “Di manakah letak titik nol kilometer Jakarta?”. Aha! Pada jeng-jeng saya kali ini, saya mendapatkan wawasan baru mengenai titik nol kilometer Jakarta!

Museum Bahari, selain menyimpan cerita sejarah perkembangan maritim dan kelautan Indonesia, rupanya mempunyai cerita lain yang menarik untuk diulik. Bersama Pelabuhan Sunda Kelapa, kawasan ini menjadi titik awal sejarah lahirnya Jakarta.

Continue reading Museum Bahari: Sejarah Maritim dan Titik 0 Km Jakarta

Museum Taman Prasasti, Bekas Makam Tertua Batavia

Museum Taman Prasasti

Berkunjung ke Museum Taman Prasasti, yang terletak di Jl. Tanah Abang 1 No. 1, Jakarta Pusat, rupanya mampu melemparkan saya ke suasana yang sangat berbeda. Museum yang dulunya memang merupakan areal pemakaman kuno pada masa Batavia ini memang memberikan nuansa sepi, sejuk, dan tenang, terutama di tengah hiruk-pikuknya Jakarta.

Suasana angker, kumuh, mengerikan, kotor, langsung sirna begitu menjejakkan kaki ke areal yang luasnya sekitar 1,3 hektar ini. Memang kesan menakutkan masih sedikit terasa karena berbagai bentuk batu nisan yang berada di lokasi ini.

Continue reading Museum Taman Prasasti, Bekas Makam Tertua Batavia

Ramen 38, Kedai Ramen Bernuansa Jepang

Kedai Ramen 38 (Ramen Sanpachi)

Pas di Jogja, saya menemukan sebuah kedai yang menyediakan ramen, namun rasa dan suasanya sudah amat sangat terlokalisasi. Ramen “njawani” kalo saya bilang. 😀

Nah, beberapa waktu yang lalu, saya berkunjung ke Ramen 38 (Ramen Sanpachi) yang terletak di dalam Gedung Kamome, Jl. Melawai Raya No. 189 B, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tepatnya berada di atas Starbuck Melawai.

Continue reading Ramen 38, Kedai Ramen Bernuansa Jepang

Klenteng Jin De Yuan, Petak 9: Klenteng Multi Agama

Di Petak Sembilan

Kawasan Glodok, Jakarta Barat, selain terkenal dengan pusat perdagangan elektronik dan kawasan pemukiman kaum Tionghoa, rupanya juga mempunyai cerita unik tersendiri.

Petak Sembilan, sebuah kawasan pecinan tua yang mempunyai sejarah panjang yang sampai kini masih bertahan. Sisa-sisa kejayaan perdagangan ini masih dapat kita lihat dari bangunan-bangunan bekas rumah toko yang sepi dan tak terawat. Beberapa masih beroperasi walau jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari.

Continue reading Klenteng Jin De Yuan, Petak 9: Klenteng Multi Agama