Setelah sukses dengan Beringharjo Hunting Tour, JalanSutra kembali menggelar acara Ngupas Benhil (Ngubek Pasar Bendungan Hilir). Selain menguak lokasi makan di dalam pasar, acara ini menjadi istimewa karena ada pembagian buku kuliner edisi ke-4yang ditulis oleh para dedengkot JS. .
Pernah denger slogan "Ultimate in Diversity". Basbang. Mungkin. Tapi kalo belum, berarti kita kudu tos dulu. :drunk Sudah lama saya ndak ngangsu pengalaman dari temen-temen Jalansutra.
Jalansutra bukanlah Jalan Sutra (Silk Road) dan Makansutra juga bukan Makan Sutra (silk eating). Kalo ingat Kamasutra, Sutra (pengetahuan dan keterampilan) tentang Kama atau hal-hal yang menyangkut hubungan ragawi antara perempuan dan laki-laki. Jadi, Jalansutra adalah pengetahuan tentang jalan-jalan dan karena jalan-jalan biasanya juga melibatkan makan-makan, maka Jalansutra sekaligus Makansutra. Jalansutra berawal dari tulisan Bondan Winarno di Kompas Cyber Media dan .
Seperti janji saya kemarin, kali ini saya mo posting soal hasil perburuan Beringharjo Hunting Tour bareng JSers Jogja kemarin itu. Jadi bersiap-siaplah ngiler dan ngeces-ngeces.. =p~ Sebagai kekayaan food heritage Jogja, makanan ini semakin lama dan semakin terpinggirkan. Bahkan kami harus ngubek-ubek hingga ke sudut-sudut pasar. Beberapa di antaranya memang kami temukan di pinggiran pasar sih, tapi tetep saja susah menemukannya.
Beberapa hari ini, saya mengalami 5 kali kopdar berturut-turut. Bisa dibilang ini hatrick, karena dalam seminggu, saya berjumpa muka dengan rekan-rekan yang selama ini hanya bersua melalui alam ghoib alias alam maya internet lebih dari 3 kali. Maklum, sebagai seleblog gembel blog, acara kopdar yang tak jauh-jauh dengan makan-makan, gojek kere, dan guyon goblok itu jelas mengasyikkan. Berjumpa dengan kawan, ece-ecenan, ngakak-ngakak, dan tentunya berjengjeng adalah hal yang membuat seorang gembel macam saya ini bisa melupakan sejenak rutinitas dunia yang menyesakkan.. Halah..