<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jengjeng matriphe! &#187; JalanSutra</title>
	<atom:link href="http://jengjeng.matriphe.com/tag/jalansutra/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jengjeng.matriphe.com</link>
	<description>pengen jalan-jalan, makan-makan, dan lain-lain</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Aug 2011 11:41:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<atom:link rel='hub' href='http://jengjeng.matriphe.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>JalanSutra Ngubek Pasar Bendungan Hilir</title>
		<link>http://jengjeng.matriphe.com/jalansutra-ngubek-pasar-bendungan-hilir.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/jalansutra-ngubek-pasar-bendungan-hilir.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 09:03:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matriphe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Travelogue]]></category>
		<category><![CDATA[Urban & Perkotaan]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[JalanSutra]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2008/06/16/jalansutra-ngubek-pasar-bendungan-hilir.html</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sukses dengan Beringharjo Hunting Tour, JalanSutra kembali menggelar acara Ngupas Benhil (Ngubek Pasar Bendungan Hilir). Selain menguak lokasi makan di dalam pasar, acara ini menjadi istimewa karena ada pembagian buku kuliner edisi ke-4yang ditulis oleh para dedengkot JS. Hujan yang turun sejak dini hari sempat membuat saya agak bermalas-malasan. Sempat terpikir saya mo ndak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/06/js-ngupas-benhil1.jpg" alt="JalanSutra Ngubek Pasar Bendungan Hilir (Ngupas Benhil)" title="JalanSutra Ngubek Pasar Bendungan Hilir (Ngupas Benhil)" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1164" /></p>
<p>Setelah sukses dengan <a href="jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/22/jajanan-pasar-beringharjo.html" title="Jajanan Pasar Beringharjo">Beringharjo Hunting Tour</a>, <a href="http://yahoogroups.com/group/jalansutra" title="Milis JalanSutra" target="_blank">JalanSutra</a> kembali menggelar acara Ngupas Benhil (Ngubek Pasar Bendungan Hilir).</p>
<p>Selain menguak lokasi makan di dalam pasar, acara ini menjadi istimewa karena ada pembagian buku kuliner edisi ke-4yang ditulis oleh para dedengkot JS.</p>
<p><span id="more-732"></span>Hujan yang turun sejak dini hari sempat membuat saya agak bermalas-malasan. Sempat terpikir saya mo ndak dateng. Tapi mengingat acara ini bakal dihadiri para dedengkot dan senior JS yang sudah melegenda dan tersohor, rasanya saya akan sangat menyesal kalo saya ndak bersua dengan mereka.</p>
<p>Biasanya saya cuma bisa mengagumi kecerdasan lidah dan analisis mereka melalui tulisan, tentu mendengarkan cerita dari mereka secara langsung adalah pengalaman tersendiri.</p>
<p>Akhirnya setelah memaksakan diri, saya pun berangkat juga. Setelah naik busway dan turun di halte Bendungan Hilir, saya berjalan menuju ke pasar.</p>
<p>Saya datang agak terlambat. Rupanya para peserta yang berjumlah sekitar 20-an orang ini sudah berkumpul. Ndak sulit menemukan segerombolan rekan-rekan JS. Yah, kayak sekumpulan bloger yang pada <a href="http://chikastuff.wordpress.com/2008/06/16/laporan-kopdar-monas-kopdar-fki/" title="Laporan Kopdar Monas + Kopdar FKI" target="_blank">kopdar di Monas</a> itu. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Pasar Benhil saat itu begitu bersih dan rapi. Usut punya usut, rupanya denger-denger <acronym title="GUbernur DKI, Fauzi Bowo">Bang Foke</acronym> mau sidak ke pasar tersebut. Lah? Sidak kok pake persiapan bebersih begini, sih? Mana unsur dadakannya?</p>
<p>Saya pun berkenalan dengan rekan-rekan JS yang sudah nongol di sana. Saya ketemu lagi sama Teh Cindy yg pernah saya jumpa juga ketika acara di Beringharjo. Makin ndut aja, dia. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Saya ikut acara JS ini juga baru 2 kali. Pertama ya acara di Beringharjo pas saya masih di Jogja. Kedua ya Ngupas Benhill kemarin itu. JS sebenernya sering bikin acara, cuma karena lokasinya kebanyakan di Jakarta, saya agak kesulitan saat itu untuk ikutan.</p>
<p>Setelah berbincang dan berkenalan, acara pembagian tim pun dimulai. Skenarionya, tiap tim akan berlomba untuk mencari lokasi makan yang mantab. Kemudian lokasi dan makanan itu didata untuk kemudian dinilai. Tim yang paling banyak mendapat hasil buruan, itulah yang menang.</p>
<p>Tak lupa, setelah lokasi itu didatangi, diicipi, dijarah kelezatannya, tentu harus dibayar dan ditempeli stiker JS. Tim yang udah melihat stiker di lokasi tersebut ya harus mengalah dan mencari tempat lain. Saya bergabung sama Teh Euis, Mbak Iping, dan Mbak Ika. Serasa saya paling ganteng sendiri!</p>
<p>Kami langsung menusuk ke jantung pasar melalui pintu tengah. Jleb! Sebuah warung makan Padang Bopet Mini langsung kami jajah dengan semena-mena.</p>
<p>Ketupat Sayur plus Rendang pun segera kami sikat tanpa menunggu komando. Bubur Kampiun tak ketinggalan juga kami hajar untuk memeriahkan suasana.</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/06/js-ketupat-rendang-kampiun.jpg' alt='Ketupat Sayur, Rendang, dan Bubur Kampiun' /></p>
<p>Ketupat Sayur ini biasa aja menurut saya. Cuma yang membuat istimewa adalah digunakannya daun pakis di dalamnya. Daun ini terasa kaku kriuk-kriuk. Di Ketupat Sayur lainnya, biasanya digunakan daun singkong.</p>
<p>Rendangnya pun unik. Dengan sendok, memotong itu daging alotnya minta ampun kayak sandal jepit baru. Ternyata ada teknik untuk mengiris daging dengan sendok.</p>
<p>Usahakan mengenai bagian yang sejajar uratnya, sehingga itu daging mudah terkelupas. Daging yang alot karena susah dipotong rupanya begitu empuk ketika berada di dalam mulut. So, <em>don&#8217;t judge a rendang by its alotness, my friend</em>!</p>
<p>Warna rendang yang menghitam menunjukkan usia rendang. Makin tua usianya, makin meresap bumbunya, makin dahsyat pula rasanya.</p>
<p>Bubur Kampiun pun mendapat giliran untuk dieksekusi. Perpaduan gurihnya bubur putih dengan manisnya sarikaya yang berwarna coklat dan guyuran gula merah membuat mulut terasa segar setelah diterjang santan dari Ketupat Sayur.</p>
<p>Potongan pisang dan aksesoris berupa ubi rebus yang dipotong bola tercelup gula merah juga ikut memeriahkan suasana. Sepintas, rasa bubur ini mirip-mirip Es Palu Butung yang tanpa es..</p>
<p>Puas mereguk kelezatan, tak lupa stiker yang sudah disiapkan ditempelkan dengan manis di warung si penjual. Hohoh!</p>
<p>Lanjut, kami menuju ke warung Gado-Gado Bu Bambang di tengah pasar. Buset, kami ketemu dengan tim lain yang digawangi Mbak Lidia Tanod, Mas Andrew Mulianto, Mas Teddy, dan Mas Adi Taroepratjeka.</p>
<p>Sontak Mas Adi tereak, &#8220;ooii.. yang doyan rujak cingur ke sini!!&#8221;. Dengan kalap saya pun lari-lari histeris nyerobot Rujak Cingur yang udah hampir habis dibantai Mas Adi.</p>
<p>Rasanya boleh dipoedjiken. Sambel petisnya kuentel dan dahsyat. Namun ada yang unik, saya menemukan potongan jambu air merah di sela-sela hitamnya sambel petis. Sesuatu yang ndak ditemukan di Rujak Cingur di Surabaya sono.. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Bau harum Soto Sulung yang dibawa Teh Euis langsung ngawe-awe. Sebelum nyeruput soto, saya sempet ngicipi pula Gado-Gadonya Bu Bambang. Rupanya lidah saya masih terbuai oleh dahsyatnya sambel petis sehingga saya ndak bisa obyektif menilai rasa gado-gado ini.</p>
<p>Guyuran Soto Sulung Cak Abbas langsung menyadarkan lidah saya yang terbuai sambel petis. Seger-seger kecut langsung membuat saya merem-melek.</p>
<p>Saya merasa kuah ini terlalu kecut. Apakah ini karena perasan jeruk nipis yang terlalu banyak? Bisa jadi, wong kami ngicipi soto ini dengan cara seperti lagu dangdut, Semangkok Berempat! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Kami pun berpisah dengan tim yang masih menikmati beberapa makanan di Warung Bu Bambang yang mereka untuk melanjutkan perburuan.</p>
<p>Ndak banyak yang kami temukan di dalam. Ke lantai atas pun sia-sia. Kami pun memutuskan keluar dan memepet pasar dari sayap. Deretan Warung Padang dengan rapi berbaris di sana. Buset, saya seperti merasa di Padang, melihat jejeran warung makan ini. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Ikan Bakar Sinar Surya yang ada di pojokan menjadi tujuan kami. Si penjual seolah-olah mengundang kami dengan asap pembakaran ikannya. Sepotong ikan bawal bakar yang malang segera kami bungkus dengan maksud untuk dicicipi di meeting point kami, RM. Meutia.</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/06/js-kopi-tarik-aceh.jpg' alt='Atraksi Kopi Tarik Aceh' class="alignright" /></p>
<p>Kami merasa sudah pol-polan, walau kami cuma merasa hasil yang kami dapat ndak memenuhi harapan. Segera kaki kami langkahkan, menuju RM Meutia seperti yang dijanjikan. Eh, kok berima ya? <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_giggle.gif' alt='&#59;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;&#41;' /></p>
<p>Di RM Meutia saya dan Mas Adi tergoda untuk memesan kopi tarik setelah melihat pelayan membuat Kopi Tarik.</p>
<p>Atraksi pelayan tersebut menarik perhatian saya, selain pernak-pernik interior di dalam rumah makan ini begitu ciamik.</p>
<p>Rupanya dari atraksi inilah nama Kopi (juga Teh) Tarik berasal. Ketika membuatnya, air kopi dan susu dituang ke dalam sebuah wadah dengan cara seperti menarik tali.</p>
<p>Padahal isinya sih padahal ya cuma Kopi Aceh yang sudah disaring dan bebas ampas dengan susu. Sama kayak bikin Kopi Susu biasa. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Hasil dari tarikan kopi ini menghasilkan buih-buih kecil di atas permukaan kopi. Warna Kopi Aceh yang hitam sontak berubah menjadi coklat tua. Baunya begitu menggoda untuk segera disruput.. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_drool.gif' alt='&#61;&#112;&#126;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#61;&#112;&#126;' /></p>
<p>Beberapa benda kuno nampak cantik nangkring di dinding berdampingan dengan kain-kain. Gramofon dan sempoa antik berada di meja kasir yang juga tak kalah unik. Tak lepas kamar mandi pun tersentuh nuansa etnik namun mewah. Saya pun duduk di atas sebuah lincak dari kayu ukiran sambil menunggu tim yang lain merapat. Cukup mengesankan!</p>
<p>Seluruh peserta pun akhirnya berkumpul lengkap. Di ruang atas kami bercengkrama sebentar sambil menunggu Mie Aceh terhidang. Begitu mi datang, langsung saja kami sikat tanpa banyak cakap. Eh, berima lagi! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Soal pegimana bentuk dan rasa Mie-nya, silakan buka Buku Kuliner Edisi 04 &#8211; Mie Enak di Jakarta pada halaman 15! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Namun menurut saya, kuah Mi Aceh ini kurang garang. Rempahnya ndak seperti Mi Aceh yang dulu pernah saya cicipi di Jogja. Warna kuah yang merah menantang rupanya rempahnya tampil diam-diam.</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/06/js-mi-aceh.jpg' alt='Mie Aceh' /></p>
<p>Paling mantab memang memakan mi ini dalam keadaan panas ngepul-ngepul. Sedikit saja dingin, rasanya akan berubah drastis. Bagi yang suka, acar bawang merah bisa dimasukkan ke dalam kuah, lalu memakannya cepat-cepat.</p>
<p>Senang rasanya dapat berjumpa langsung dengan para penulis dan kontributor buku kuliner tersebut. Ada Mas Irvan Kartawiria, Mas Andrew Mulianto, Teh Cindy van Cereth Kompor, Mbak Grace Khoesuma, Mbak Lidia Tanod, Mas Adi Taroepratjeka, Mas Benny Tjandra, dan Capt. Gatot Purwoko.</p>
<p>Mendengar pengalaman dan cerita dari mereka tentang &#8220;susahnya&#8221; berburu makanan lalu menuliskan ke buku menjadi pengalaman tersendiri. Mereka tak segan berbagi cerita dan pengalaman kuliner mereka.</p>
<p>Namun ada hal yang ndak seperti ekspektasi saya. Ketika di Beringharjo, masing-masing tim mempresentasikan temuannya dan tim yang lain mengomentari dan bila perlu berdiskusi. Namun kemarin, acara yang saya harapkan saya bisa <em>ngangsu kaweruh</em>, menimba ilmu dari para dedengkot JS ini ndak terlaksana.</p>
<p>Bisa dimaklumi, karena makanan yg ditemukan ini hampir sama semua: Makanan Padang! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /> Berbeda memang dengan di Beringharjo yang banyak ragam dan warna.</p>
<p>Oiya, tim kami dinyatakan memenangi games, padahal kami merasa makanan kami ndak banyak yang kami catat. Rupanya penilaian dilakukan berdasarkan &#8220;urutan stiker&#8221; yang tertempel di warung yg kami temui. Karena kami banyak menempel stiker di tempat-tempat yang belum ada stiker dari tim lain, maka nilai kami yang paling tinggi.</p>
<p>Sebenernya ada tim lain yang lebih banyak jumlah makanannya, namun didiskualifikasi. Ya jelas, wong anggota timnya berisi panitia semua! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Namun secara keseluruhan, acara ini bagus banget. Salut buat panitianya. Kalo ada acara lagi, jika waktu dan lokasinya pas, saya pasti datang! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_dance.gif' alt='&#92;&#58;&#100;&#47;' class='wp-smiley' width='26' height='18' title='&#92;&#58;&#100;&#47;' /></p>
<p>La kalo ndak dateng, <em>goodie bag</em> yang dijanjikan sama Mbak Lidia ndak bakal saya dapat.. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_sighing.gif' alt='&#58;&#45;&#60;' class='wp-smiley' width='24' height='18' title='&#58;&#45;&#60;' /></p>
<p>Postingan ini juga dipostingkan di milis JalanSutra sebagai laporan karena tim kami memenangkan games. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jengjeng.matriphe.com/jalansutra-ngubek-pasar-bendungan-hilir.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>41</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Slogan Pariwisata Indonesia?</title>
		<link>http://jengjeng.matriphe.com/slogan-pariwisata-indonesia.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/slogan-pariwisata-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Nov 2007 09:48:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matriphe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[JalanSutra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/11/10/slogan-pariwisata-indonesia.html</guid>
		<description><![CDATA[Pernah denger slogan &#8220;Ultimate in Diversity&#8220;? Basbang? Mungkin. Tapi kalo belum, berarti kita kudu tos dulu. Sudah lama saya ndak ngangsu pengalaman dari temen-temen Jalansutra. Maklum, semenjak saya jatuh miskin benwit, kran milis yang saya ikuti terpaksa saya hentikan. Termasuk milis paling deras, milisnya Jalansutra. Beberapa waktu yang lalu, di JS sedang hangat-hangatnya dibicarakan soal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/11/indonesia-uid1.gif" alt="Indonesia: Ultimate in Diversity" title="Indonesia: Ultimate in Diversity" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1228" /></p>
<p>Pernah denger slogan &#8220;<strong>Ultimate in Diversity</strong>&#8220;?</p>
<p>Basbang? Mungkin. Tapi kalo belum, berarti kita kudu tos dulu. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/drunk.gif' alt='&#58;&#100;&#114;&#117;&#110;&#107;' class='wp-smiley' width='58' height='30' title='&#58;&#100;&#114;&#117;&#110;&#107;' /></p>
<p>Sudah lama saya ndak ngangsu pengalaman dari temen-temen <a href="http://jalansutra.or.id/" title="Jalansutra" target="_blank">Jalansutra</a>. Maklum, semenjak saya jatuh miskin benwit, kran milis yang saya ikuti terpaksa saya hentikan. Termasuk milis paling deras, <a href="http://yahoogroups.com/group/jalansutra" title="milis Jalansutra" target="_blank">milisnya Jalansutra</a>.</p>
<p>Beberapa waktu yang lalu, di JS sedang hangat-hangatnya dibicarakan soal slogan resmi yang dilansir <a href="http://www.budpar.go.id/" title="Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia" target="_blank">Departemen Kebudayaan dan Pariwisata</a> ini.</p>
<p>Slogan &#8220;Ultimate in Diversity&#8221; dirasa kurang pas, terlalu panjang, dan kurang ear-catchy.</p>
<p>Kemudian temen-temen JS pun mbikin <a href="http://www.jalansutra.or.id/index.php?option=com_content&#038;task=view&#038;id=250&#038;Itemid=26" title="Lomba Slogan Pariwisata Indonesia ala Jalansutra" target="_blank">lomba slogan pariwisata ala Jalansutra</a>.</p>
<p><span id="more-446"></span>Saya sih setuju-setuju aja sama ide temen-temen JS. Apalagi kalo kalo dibandingkan dengan slogan negeri seberang <strike>Malingsia</strike> Malaysia yang &#8220;Truly Asia&#8221;, Singapura yang &#8220;Uniquely Singapore&#8221;, atau Thailand dengan &#8220;Amazing Thailand&#8221;-nya itu, slogan &#8220;Ultimate in Diversity&#8221; kok terdengar birokratis banget. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Belum lagi logonya itu loh. Menurut saya kok kurang nyeni. Penggunaan font-nya kok terlalu kaku. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_giggle.gif' alt='&#59;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;&#41;' /></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/11/logo-semboyan.jpg' alt='slogan Pariwisata' class="alignright strip" /></p>
<p>Bukan, bukan berarti saya mencela desainernya, tapi mbok bikin logo itu ya yang nyeni dikit. </p>
<p>Bandingin saja sama logo-logo slogan negara lain di samping ini. Beda banget kan?</p>
<p>Nah, perkara logo beginian sih harusnya diserahkan ke <a href="http://menteridesainindonesia.blogspot.com/2007/09/promosikan-indonesia.html" title="Mentri Desain Indonesia" target="_blank">Mentri Desain</a>, donk! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Nah, dari hasil rembugan temen-temen JS, ada 10 nominasi slogan. Berikut ini nominasinya, secara acak:</p>
<ul>
<li><strong>Indonesia, Wow!</strong> Diciptakan oleh Jimmy Tanaya. Maksudnya sih menonjolkan unsur surprise dari Indonesia.</li>
<li><strong>Indonesia: Dangerously Beautiful</strong>. Dibuat oleh Indah dan Iwan Esjepe. Maksudnya menonjolkan sisi &#8220;nakal&#8221; dari Indonesia.</li>
<li><strong>Indonesia: The Smiling Archipelago</strong>. Senyum dan keramahan Indonesia, yang coba ditawarkan oleh Delima Kiswati.</li>
<li><strong>Indonesia: This Is Life!</strong> Terinsipirasi oleh wisatawan asal Prancis ketika menyaksikan upacara sunatan gaya Sunda, Ferry Susetyo melontarkan slogan ini.</li>
<li><strong>Indonesia, Beyond Expectation</strong>. Yessie Marissa mengingatkan akan slogan lama negeri kita, &#8220;Tak Kenal maka Tak Sayang&#8221;.</li>
<li><strong>Indonesia: Awaken Your Senses</strong>. Tiara menggambarkan bahwa seluruh panca indera dapat dimanja di Indonesia.</li>
<li><strong>Indonesia: Been There.. Love It!</strong> Eka Budi dengan jelas menggambarkan perasaan mereka yang sudah pernah berkunjung ke Indonesia. Siapa sih yang ndak jatuh cinta?</li>
<li><strong>Indonesia, Taste and Adventure</strong>. Fajar Okto menulis slogan ini dengan semangat Jalansutra yang membara, &#8220;Sekali Jalan-jalan Terus Makan-makan!&#8221; <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></li>
<li><strong>Indonesia: The World by Itself</strong>. Indonesia adalah Indonesia, bukan Indonesiamu atau Indonesia mereka. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /> Demikian kira-kira maksud dari slogan yang diciptakan oleh Kartono ini.</li>
<li><strong>Indonesia: More Than Asia</strong>. Terdengar &#8220;familiar&#8221;? <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_giggle.gif' alt='&#59;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;&#41;' /> Ya, lupakan para penjiplak dan penyabot budaya orang lain itu. Slogan ciptaan Andri VB ini jelas menunjukan betapa Asia-nya Indonesia.</li>
</ul>
<p>Nah, dari <a href="http://www.jalansutra.or.id/index.php?option=com_poll&#038;task=results&#038;id=20" title="Apa slogan wisata Indonesia favorit anda?" target="_blank">hasil polling</a>, slogan <strong>Indonesia, Beyond Expectation</strong> berada di peringkat pertama. Setidaknya ketika postingan ini dibuat. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Update: Ternyata <a href="http://www.jalansutra.or.id/index.php?option=com_content&#038;task=view&#038;id=276&#038;Itemid=26" title="Pemenang Lomba Slogan Pariwisata Indonesia" target="_blank">pemenang dari lomba slogan wisata ala Jalansutra</a> adalah <strong>Indonesia: Dangerously Beautiful</strong>.</p>
<p>Tapi kalo saya pribadi sih cenderung ke <strong>Indonesia: More Than Asia</strong>.</p>
<p>Jujur saja, kalo dibandingkan sama Malaysia yang ngaku-aku &#8220;Truly Asia&#8221; itu, Indonesia justru lebih kaya. Bayangkan, ada berapa suku bangsa dan bahasa di Indonesia. Belum lagi tradisi dari masing-masing daerah.</p>
<p>Suku bangsa lain pun banyak ditemukan di Indonesia. Cina, India, Arab, Afrika, semua bisa kita temukan di Indonesia. Bisa dibilang, di Indonesia, ada banyak unsur &#8220;Asia&#8221; yang bisa ditemukan. Lebih dari Asia.</p>
<p>Hehe, itu sih hasil interprestasi saya yang berdasar ke-sok tau-an belaka. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Ya, saya memang cinta Indonesia. Saya masih pengen ngeluyur, menjelajah tiap jengkal tanah di Indonesia. Rasanya banyak banget hal yang belum saya ketahui tentang Indonesia. Walau sekarang belum bisa, karena faktor finansial, kesempatan, dan waktu. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_sighing.gif' alt='&#58;&#45;&#60;' class='wp-smiley' width='24' height='18' title='&#58;&#45;&#60;' /></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/11/logo-by-kdri.gif' alt='Indonesia, kenali, cintai, by KDRI' /></p>
<p>Jangankan Indonesia. Di Jogja ini saja, saya menemukan banyak obyek yang menarik dan berpotensi wisata, setidaknya menurut saya. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Yah, meskipun slogan yang akan dibawa rekan-rekan JS sedikit berbeda dengan slogan resmi pemerintah, toh tujuannya sama, menarik wisatawan untuk datang ke Indonesia.</p>
<p>Namun yang sangat disayangkan, kita sama sekali belum pernah mendengar kampanye dan sosialisasi branding ini. Sosialisasi dan publikasi dari pemerintah kita, seperti biasa, mlempem.</p>
<p>Bandingkan dengan tourism board negara lain. Iklan &#8220;visit Malaysia&#8221; pun tak jarang kita liat di TV. Orang lebih suka berlibur ke Singapura. Kalo pun berwisata domestik, paling ya Bali lagi, Bali lagi.</p>
<p>Target pemerintah untuk menjaring 7 juta wisatawan mancanegara datang ke Indonesia rasanya mustahil kalau kampanyenya kek begini. La wong penduduknya sendiri saja ndak tau, gimana orang luar negeri tau?</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/11/visit-indonesia-2008.jpg' alt='Visit Indonesia 2008' class="strip" /></p>
<p>Belum lagi pencanangan program <a href="http://www.budpar.go.id/page.php?ic=511&#038;id=3112" title="Pemerintah Tetapkan Logo Visit Indonesia Year 2008" target="_blank">Visit Indonesia 2008</a>. Kalo ndak didukung dengan kultur masyarakat sadar pariwisata dan infrastruktur pendukung pariwisata yang bagus, saya rasa cuma mbikin malu saja.</p>
<p>Selamat hari pahlawan! Walau postingan ini ndak nyinggung soal pahlawan dan kepahlawanan, setidaknya merupakan sebuah ekspresi kecintaan saya akan Indonesia. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Kalo menurut sampeyan, kira-kira bagaimana?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jengjeng.matriphe.com/slogan-pariwisata-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ultah Jalansutra ke-4</title>
		<link>http://jengjeng.matriphe.com/ultah-jalansutra-ke-4.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/ultah-jalansutra-ke-4.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jun 2007 09:34:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matriphe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arkais]]></category>
		<category><![CDATA[Icip-Icip]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpul-Kumpul]]></category>
		<category><![CDATA[gethuk]]></category>
		<category><![CDATA[jajanan]]></category>
		<category><![CDATA[JalanSutra]]></category>
		<category><![CDATA[kopdar]]></category>
		<category><![CDATA[ultah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/30/ultah-jalansutra-ke-4.html</guid>
		<description><![CDATA[Jalansutra bukanlah Jalan Sutra (Silk Road) dan Makansutra juga bukan Makan Sutra (silk eating). Kalo ingat Kamasutra, Sutra (pengetahuan dan keterampilan) tentang Kama atau hal-hal yang menyangkut hubungan ragawi antara perempuan dan laki-laki. Jadi, Jalansutra adalah pengetahuan tentang jalan-jalan dan karena jalan-jalan biasanya juga melibatkan makan-makan, maka Jalansutra sekaligus Makansutra. Jalansutra berawal dari tulisan Bondan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/hut-js.jpg' alt='Ulang Tahun Jalansutra ke-4' /></p>
<p>Jalansutra bukanlah Jalan Sutra (Silk Road) dan Makansutra juga bukan Makan Sutra (silk eating). Kalo ingat Kamasutra, Sutra (pengetahuan dan keterampilan) tentang Kama atau hal-hal yang menyangkut hubungan ragawi antara perempuan dan laki-laki. Jadi, Jalansutra adalah pengetahuan tentang jalan-jalan dan karena jalan-jalan biasanya juga melibatkan makan-makan, maka Jalansutra sekaligus Makansutra.</p>
<p>Jalansutra berawal dari tulisan Bondan Winarno di <a href="http://community.kompas.com/index.php?fuseaction=home.jalansutra" title="Jalansutra KCM" target="_blank">Kompas Cyber Media</a> dan <a href="http://www.suarapembaruan.com/" title=Suara Pembaruan edisi Minggu" target="_blank">Suara Pembaruan Minggu</a> kemudian berkembang menjadi sebuah komunitas yang mempunyai kepedulian terhadap hal-hal yang berkaitan dengan boga dan budaya. Bahkan anggota komunitas ini telah mencapai angka 10.000!</p>
<p>Hari Jumat, 29 Juni 2007 kemarin, Jalansutra merayakan ulang tahunnya yang ke-4. Walau perayaannya dipusatkan di Jakarta, beberapa daerah seperti Jogja, Bali, Semarang, dan New York pun ikut serta serentak merayakan ulang tahun JS.</p>
<p><span id="more-287"></span>Di Jogja, perayaan ultah JS ini diselenggarakan di Angkringan Sebul, Jl. Timoho. Acara ini dihadiri oleh 16 member Jalansutra Jogja maupun luar Jogja yang kebetulan berada di Jogja.</p>
<p>Rencananya, pada perayaan ini akan dilakukan teleconference menggunakan Y!M dengan Jakarta dan daerah lain yang merayakan ultah JS ini, akan tetapi kendala teknis membuat teleconference ini berjalan tidak sesuai harapan. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_sighing.gif' alt='&#58;&#45;&#60;' class='wp-smiley' width='24' height='18' title='&#58;&#45;&#60;' /></p>
<p>Kami sempat terhubung dengan Jakarta dan sempat mengikuti prosesi pemotongan tumpeng yang terlihat sangat meriah, yang dilakukan di Anjungan Bali, <acronym title="Taman Mini Indonesia Indah">TMII</acronym>. Bahkan Pak Bondan sendiri sempat menghubungi kami melalui telepon dan menanyakan bagaimana suasana di Jogja.</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/teleconference.jpg' alt='Mengikuti prosesi pemotongan tumpeng melalui teleconference Yahoo! Messenger' /></p>
<p>Setelah mengikuti prosesi pemotongan tumpeng, kami pun membuat acara sendiri untuk menggantikan acara potong tumpeng. Lah? Acara apa itu? Acara tuang teh secara estafet!</p>
<p>Jadi pertama teh dalam poci dituangkan ke cangkir mungil yang terbuat dari tanah liat, kemudian cangkir mungil ini diserahkan kepada JSers yang hadir secara estafet.</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/tuang-teh.jpg' alt='Tuang teh secara estafet' /></p>
<p>Setelah prosesi tuang teh selesai, kami pun berkumpul dan berbincang. Kebetulan Bu Dyah, membawa jajanan khas yang mulai sulit ditemukan, yaitu Gethuk Pisang. Sebenernya jajanan ini sudah diincar sejak <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/18/hatrick-kopdar.html#bhtjs" title="Beringharjo Hunting Tour Jalansutra">perburuan di Beringharjo</a> beberapa waktu yang lalu, tapi saat itu kami tidak menemukan jajanan ini. Menurut informasi Bu Dyah, jajanan ini didapat dari Pasar Sentul.</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/gethuk-pisang.jpg' alt='Gethuk Pisang' /></p>
<p>Bedanya dengan Gethuk Pisang Madiun, gethuk ini tidak menggunakan pewarna, sehingga warnanya kuning emas. Terbuat dari Pisang Kepok, teksturnya kasar, tidak seperti gethuk pada umumnya. Bahkan kita masih bisa melihat dengan jelas biji-biji pisang dan potongan pisang yang utuh di dalam gethuk ini.</p>
<p>Selain Gethuk Pisang, kami pun mencicipi Pothil, jajanan khas Muntilan yang dibawa oleh Mbak Yuni. Makanan ringan yang terbuat dari ketela pohon ini cocok untuk cemilan ketika nonton TV atau bersantai karena makanan ini tidak menggunakan bahan pengawet atau bahan kimia lainnya, tentu makanan ini baik untuk kesehatan.</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/pothil.jpg' alt='Pothil Ketela Pohon' /></p>
<p>Setelah puas ngobrol-ngobrol, sekitar pukul 21.30 kami pun bubar.</p>
<p>Terus terang, semenjak bergabung kurang lebih sebulan lalu, pengetahuan saya terutama soal kekayaan kuliner banyak bertambah. Dari para JSers senior ini saya banyak belajar, terutama dalam seni mencicipi makanan.</p>
<p>Kita sering mengatakan makanan ini enak, tapi kita tidak dapat menjelaskan kenapa bisa enak. Para JSers ini beda, mereka bisa menjelaskan dengan detil kenapa bisa enak, apa yang membuatnya enak, hingga bisa menebak rahasia di balik rasa makanan tersebut. Belom lagi soal cerita budaya dan berbagai hal menarik di balik makanan tersebut. Pokoke saya salut dan nyembah-nyembah kalo urusan beginian kepada para JSers. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_worship.gif' alt='&#94;&#58;&#41;&#94;' class='wp-smiley' width='32' height='18' title='&#94;&#58;&#41;&#94;' /></p>
<p>Selamat Ulang Tahun, Jalansutra! Semoga dapat terus menambah wawasan dan khasanah pengetahuan kuliner dan budaya Indonesia! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_party.gif' alt='&#60;&#58;&#45;&#112;' class='wp-smiley' width='38' height='18' title='&#60;&#58;&#45;&#112;' /></p>
<p>Sekali jalan-jalan, terus makan-makan! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_dance.gif' alt='&#92;&#58;&#100;&#47;' class='wp-smiley' width='26' height='18' title='&#92;&#58;&#100;&#47;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jengjeng.matriphe.com/ultah-jalansutra-ke-4.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>51</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jajanan Pasar Beringharjo</title>
		<link>http://jengjeng.matriphe.com/jajanan-pasar-beringharjo.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/jajanan-pasar-beringharjo.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jun 2007 06:12:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matriphe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[bakmi]]></category>
		<category><![CDATA[bubur]]></category>
		<category><![CDATA[jajanan]]></category>
		<category><![CDATA[JalanSutra]]></category>
		<category><![CDATA[kopdar]]></category>
		<category><![CDATA[kue]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<category><![CDATA[roti]]></category>
		<category><![CDATA[ubi]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/22/jajanan-pasar-beringharjo.html</guid>
		<description><![CDATA[Seperti janji saya kemarin, kali ini saya mo posting soal hasil perburuan Beringharjo Hunting Tour bareng JSers Jogja kemarin itu. Jadi bersiap-siaplah ngiler dan ngeces-ngeces.. Sebagai kekayaan food heritage Jogja, makanan ini semakin lama dan semakin terpinggirkan. Bahkan kami harus ngubek-ubek hingga ke sudut-sudut pasar. Beberapa di antaranya memang kami temukan di pinggiran pasar sih, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/jajan-pasar1.jpg" alt="Jajanan Pasar Beringharjo Hunting Tour" title="Jajanan Pasar Beringharjo Hunting Tour" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1384" /></p>
<p>Seperti <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/18/hatrick-kopdar.html#comment-1318" title="Janji saya kepada Fahmi">janji saya kemarin</a>, kali ini saya mo posting soal hasil perburuan <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/18/hatrick-kopdar.html#bhtjs" title="Beringharjo Hunting Tour jalansutra">Beringharjo Hunting Tour</a> bareng <a href="http://groups.yahoo.com/group/jalansutra" title="Jalansutra" target="_blank">JS</a>ers Jogja kemarin itu. Jadi bersiap-siaplah ngiler dan ngeces-ngeces.. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_drool.gif' alt='&#61;&#112;&#126;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#61;&#112;&#126;' /></p>
<p>Sebagai kekayaan food heritage Jogja, makanan ini semakin lama dan semakin terpinggirkan. Bahkan kami harus ngubek-ubek hingga ke sudut-sudut pasar. Beberapa di antaranya memang kami temukan di pinggiran pasar sih, tapi tetep saja susah menemukannya! Apalagi yang jual sudah simbah-simbah, membuat kesan beberapa makanan ini hampir punah jika tidak diselamatkan dan diperkenalkan kepada generasi muda. Halah!</p>
<p>Makanan tradisional ini mungkin di tempat lain beda namanya. Bahkan beberapa nama makanan itu saya baru dengar dan baru tau bentuk dan rasanya ya pas ikutan acara kemarin itu. Jadi kalo temen-temen menemukan makanan sejenis tapi berbeda nama, tak perlu dipermasalahkan bukan? <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' /></p>
<p>Beberapa makanan yang akan saya tulis di sini antara lain: <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/22/jajanan-pasar-beringharjo.html#matakebo" title="Kue Mata Kebo">Kue Mata Kebo</a> (ada yang menyebut dengan Mendhut atau Kue Putri Mandi), <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/22/jajanan-pasar-beringharjo.html#mangkuk" title="Kue Mangkuk">Kue Mangkuk</a>, <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/22/jajanan-pasar-beringharjo.html#bubur" title="berbagai jenis bubur">berbagi jenis bubur</a>, <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/22/jajanan-pasar-beringharjo.html#kolomben" title="Roti Kolomben">Roti Kolomben</a>, <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/22/jajanan-pasar-beringharjo.html#pentil" title="Bakmi Pentil">Bakmi Pentil</a>, <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/22/jajanan-pasar-beringharjo.html#emprit" title="Bolu Emprit">Bolu Emprit</a>, <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/22/jajanan-pasar-beringharjo.html#umbi" title="berbagai umbi-umbian">berbagai umbi-umbian</a>, <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/22/jajanan-pasar-beringharjo.html#jahe" title="Biskuit Jahe">Biskuit Jahe</a>, <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/22/jajanan-pasar-beringharjo.html#kethak">Kethak Manis</a>, <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/22/jajanan-pasar-beringharjo.html#blondho" title="Blondho">Blondho</a>, dan <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/22/jajanan-pasar-beringharjo.html#growol" title="growol">Growol</a>.</p>
<p><span id="more-274"></span><a name="matakebo"></a><strong>KUE MATA KEBO / MENDHUT / KUE PUTRI MANDI</strong></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/matakebo.jpg' alt='Kue Mata Kebo / Mendhut / Kue Putri Mandi' /></p>
<p>Seperti namanya, kue ini berbentuk seperti mata kerbau, walau mata kerbau jelas berbeda bentuknya dengan kue ini. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Awalnya saya taunya ini kue adalah mendhut, walau mendhut hanya terdiri dari sebuah tongolan saja sedangkan ini ada 2 tongolan. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /> Ada juga yang bilang ini adalah Kue Putri Mandi. Kalo Kue Putri Mandi, kira-kira apanya yang membuat kue ini disebut &#8220;Putri mandi&#8221;, ya? <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_devil.gif' alt='&#62;&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#62;&#58;&#41;' /></p>
<p>Kue ini terbuat dari tepung ketan yang berisi unti (parutan kelapa bercampur gula merah) berwarna merah dan hujau kemudian disiram dengan adonan putih yang terbuat dari tepung beras. Adonan ini kemudian dibungkus dengan daun pisang kemudian dikukus.</p>
<p>Sedangkan versi lain menyebutkan bahwa Kue Mata Kebo itu berisi kacang hijau, sedangkan yang berisi unti ini disebut dengan Kue Putri Mandi. Seperti yang saya bilang, bentuk boleh sama, tapi nama bisa beda. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Rasanya? Kenyal-kenyal tapi manis. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_drool.gif' alt='&#61;&#112;&#126;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#61;&#112;&#126;' /></p>
<p>Penjual kue ini bisa ditemukan di depan pintu masuk Pasar Beringharjo sebelah selatan, bercampur dengan penjual pecel.</p>
<p><a name="mangkuk"></a><strong>KUE MANGKUK</strong></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/kuemangkuk.jpg' alt='Kue Mangkuk' /></p>
<p>Kue berbentuk seperti bolu ini disebut Kue Mangkuk. Terbuat dari tepung beras, yang kemudian diberi sumba (pewarna makanan) berwarna merah. Kalo bolu dibungkus kertas, kue ini dibungkus daun pisang di bawahnya.</p>
<p>Rasanya manis dan teksturnya tidak sepadat kue bolu. Disebut Kue Mangkuk karena bentuk wadahnya yang terbuat dari daun pisang ini mirip mangkuk.</p>
<p>Kue ini dijual di tempat saya membeli Kue Mata Kebo.</p>
<p><a hame="bubur"></a><strong>BERBAGAI JENIS BUBUR</strong></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/penjualbubur.jpg' alt='Penjual Bubur' /></p>
<p>Kalo di sini, istilah jenang itu bisa dibilang bubur yang manis. Jadi kalo orang bilang mau beli jenang, itu maksudnya ya bubur. Kalo bubur biasanya identik dengan bubur yang asin.</p>
<p>Nah, di sini saya menemukan Bubur (jenang) Ngangrang atau Rangrang. Bubur ini berwarna kuning, terbuat dari ketan, dan sekilas memang terlihat seperti kumpulan semut Rangrang. Rasanya manis dan terdapat sensasi rasa jahenya.</p>
<p>Kemudian yang warna merah itu adalah bubur mutiara. Bukan mutiara dari tiram terus dibikin bubur, tapi terbuat dari sagu yang dibentuk bulat-bulat kecil mirip mutiara. Rasanya manis.</p>
<p>Bubur yang berwarna coklat itu adalah bubur Ubi-Nangka-Kelapa. Dari namanya sudah jelas bahwa bahannya adalah ubi jalar (ketela), nangka, dan kelapa muda. Rasanya manis juga.</p>
<p>Bubur-bubur ini biasa dimakan bareng Bubur Sumsum yang berwarna putih yang terbuat dari tepung beras. Rasanya gurih, biasanya ditambahi juruh (gula merah yang dicairkan). Kali ini Bubur Sumsum dimakan bersama Bubur Ngangrang, Bubur Mutiara, dan Bubur Ubi-Nangka-Kelapa.</p>
<p>Kalo disusun, susunannya adalah, Bubur Ngangrang di bagian paling bawah, kemudian Bubur Sumsum, lalu Bubur Ubi-Nangka-Kelapa, dan Bubur Mutiara di  bagain atas. Setelah itu, di atasnya disiram santan yang gurih.</p>
<p><a name="kolomben"></a><strong>ROTI KOLOMBEN</strong></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/kolomben.jpg' alt='Roti Kolomben' /></p>
<p>Roti ini saya dengar pas acara briefing. Jadi sebelum berburu, kami semua diberi gambaran kira-kira makanan apa yang bisa kami dapatkan.</p>
<p>&#8220;Bentuknya mirip mobil sedan&#8221;, kata Mbak Yuni. Eh ternyata bentuknya lebih mirip duit tail di film-film kungfu tiongkok itu. Kotak, tapi ada semacam tonjolan di tengahnya..</p>
<p>Roti ini strukturnya mirip-mirip Cakwe, tapi pori-porinya lebih sempit. Sepertinya hanya terbuat dari tepung terigu, telur, gula, dan ragi. Roti ini ringan dan tidak padat. Rasanya sih biasa, standar.</p>
<p>Menurut cerita sih, roti ini merupakan roti yang sering dimakan oleh para kaum menengah ke bawah alias kere. Kata &#8220;kolomben&#8221; diduga berasal dari kata &#8220;kala mben&#8221; yang berarti &#8220;dahulu kala&#8221;. Bisa jadi roti ini &#8220;dulu&#8221; begitu populer dan amat sedikit ditemukan, sehingga disebut &#8220;roti&#8221; pada masa dahulu.</p>
<p><a name="pentil"></a><strong>BAKMI PENTIL</strong></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/bakmipentil.jpg' alt='Bakmi Pentil' /></p>
<p>Eits, awas! Jangan salah menyebut nama bakmi ini. Kepleset sedikit ketika nyebut huruf &#0232; jadi &#0233; bisa berabe!</p>
<p>Bakmi ini disebut pentil karena bentuknya mirip dengan pentil sepeda. Itu loh, karet berwarna merah pada sistem katup pada ban jaman dulu. Kalo sekarang, ban berpentil sudah jarang digunakan.</p>
<p>Terbuat dari tepung kanji, membuat bakmi ini terasa kenyal dan ulet. Rasanya asin sehingga untuk memakannya perlu ditemani dengan sejumput sambel. Ada 2 jenis bakmi, yang kuning dan putih. Yang kuning ukurannya lebih besar dan tebal daripada yang putih, rasanya sih sama saja.</p>
<p><a name="emprit"></a><strong>BOLU EMPRIT</strong></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/boluemprit.jpg' alt='Bolu Emprit' /></p>
<p>Bentuk kue ini jangan dibayangkan empuk seperti kue bolu ya, tapi justru keras. Sekilas bentuknya kayak biskuit bayi, tapi rasanya manis banget.</p>
<p>Sepertinya terbuat dari adonan gula karena rasa kue ini asli manis banget kayak Kue Semprit. Walau keras, tapi setelah di lidah, langsung mak nyess..</p>
<p>Disebut Bolu Emprit karena diduga bentuknya yang mungil dan berwarna coklat seperti Burung Emprit (Burung Gereja).</p>
<p><a name="umbi"></a><strong>GEMBILI, KEMPUL, UWI, SUWEK</strong></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/umbi.jpg' alt='Gembili, Kempul, Uwi, Suwek' /></p>
<p>Ini dia golongan umbi-umbian yang mungkin jarang kita kenal. Ternyata ndak hanya singkong, ketela, dan gadung saja yang enak dimakan dan mengenyangkan, tapi beberapa jenis umbi ini pun bisa dijadikan makanan pokok.</p>
<p>Pertama adalah Gembili. Di gambar, Gembili itu yang paling kiri, kecil, bentuknya lonjong. Rasanya sedikit tawar, teksturnya lembut. Kemudian ada Kempul yang sekilas mirip dengan Talas atau Bentul. Mungkin sekeluarga, atau memang namanya saja yang beda?</p>
<p>Lalu yang warnanya pink itu namanya Suwek. Awas ini bukan &#8220;tak suwek-suwek cangkemmu&#8221; yang jadi trademark-nya si Tukul lo ya. Membacanya &#8220;suw&#0233;k&#8221;. Dan yang terakhir yang warnanya kuning itu disebut Uwi.</p>
<p><a name="jahe"></a><strong>BISKUIT JAHE</strong></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/biskuitjahe.jpg' alt='Biskuit Jahe' /></p>
<p>Ini dia biskuit yang unik. Rasa jahenya langsung nendang sejak gigitan pertama. Sensasinya serasa kita mengunyah batang jahe. Apalagi kalo disantap sambil dicelup ke susu hangat <strike>dengan kemasan menggiurkan</strike>. Weh.. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_drool.gif' alt='&#61;&#112;&#126;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#61;&#112;&#126;' /></p>
<p>Ini biskuit bisa dibilang langka. Gimana ndak langka, biskuit ini sudah jarang ditemukan. Memang ada sih, beberapa bisa kita temukan di supermarket besar, tapi sensasi jahenya ndak senendang sensasi jahe biskuit pasaran ini.</p>
<p>Don&#8217;t judge a food by its look. Ungkapan ini sangat cocok diberikan kepada 3 jenis makanan yang akan saya bahas terakhir ini. Temen-temen JSers memberikan label &#8220;juara&#8221; pada 3 makanan ini.</p>
<p><a name="kethak"></a><strong>KETHAK MANIS</strong></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/kethak.jpg' alt='Kethak Manis' /></p>
<p>Pertama yang akan kita cicipi adalah Kethak. Sebenernya ada beberapa jenis Kethak, ada yang pedas, asin, dan manis. Kebetulan yang saya temukan ini versi Kethak Manis.</p>
<p>Bahannya dari ampas kelapa yang sudah diambil minyaknya. Jadi kalo mo bikin minyak dari kelapa, kan itu kelapa diperas sampai ampasnya kering, nah ampas inilah yang dipakai sebagai bahan baku Kethak.</p>
<p>Aromanya langsung tercium ketika bungkus daun pisang ini dibuka. Tengik. Setelah dicicipi, kami semua terkejut. Dahsyat bener ini Kethak. Rasanya manis-manis tapi berasa getir dan ngeres banget, dan aromanya ternyata didukung oleh rasanya yang &#8220;dahsyat dan mengejutkan&#8221; ini.</p>
<p>Tampilan manisnya yang mirip Lemper ini ternyata bisa menipu. Tapi ini masih belum seberapa bila dibandingkan dengan juara berikutnya.</p>
<p><a name="blondho"></a><strong>BLONDHO</strong></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/blondho.jpg' alt='Blondho' /></p>
<p>Di tempat kedua, ada Blondho. Bahan dari Blondho ini tak jauh beda dengan bahan Kethak. Masih dengan menggunakan ampas kelapa yang telah diambil minyaknya, aroma dan rasa makanan ini begitu &#8220;nendang&#8221;. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_beatup.gif' alt='&#98;&#45;&#40;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#98;&#45;&#40;' /></p>
<p>Makanan ini bisa dicemil langsung (hebat bener yang berani ngemil makanan ini) tapi sering dipake buat campuran masakan. Kuah gudeg yang kental itu konon menggunakan Blondho ini sebagai bahan campurannya.</p>
<p><a name="growol"></a><strong>GROWOL</strong></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/growol.jpg' alt='Growol' /></p>
<p>Inilah dia sang jawara kita. Rekan-rekan JSers yang lain langsung sepakat ketika menentukan siapa jawara dari perburuan makanan kami.</p>
<p>Growol. Benda ini bener-bener pandai berkamuflase. Bentuknya yang cantik rupanya tidak seramah rasanya. Beberapa rekan JSers yang mencicipi makanan ini langsung berubah ekspresi wajahnya. Saya yang bertugas mengambil gambar pun tak kuasa menahan &#8220;karisma&#8221; makanan ini sehingga membuat tangan gemetar dan gambar yang saya ambil menjadi ngeblur.</p>
<p>Sekilas kita akan tergiur, tetapi setelah anda mencium aroma apalagi merasakannya, wuiihh.. *speechless* <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_neutral.gif' alt='&#58;&#45;&#124;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#124;' /></p>
<p>Terbuat dari sejenis singkong, dengan sebuah benda berwarna hitam nongkrong manis di atasnya. Awalnya benda hitam manis itu kami kira semacam kumbu (kacang hijau yang ditumbuk halus) atau apalah yang manis.</p>
<p>Setelah ditowel, teksturnya berpasir. Ketika dicium.. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_ooooh.gif' alt='&#58;&#45;&#111;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#111;' /> Oh mai got! Dan ketika benda itu masuk ke dalam mulut.. &#8220;Masya Allah.. Benda apakah yang telah saya masukkan ke dalam mulutku ini?&#8221; <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_cry.gif' alt='&#58;&#40;&#40;' class='wp-smiley' width='22' height='18' title='&#58;&#40;&#40;' /></p>
<p>Hii.. Kalo mengingat benda itu, saya masih bergidik merinding. Rasanya pantas kalo makanan ini dihidangkan pada acara <a href="http://www.nbc.com/Fear_Factor/" title="Fear Factor" target="_blank">Fear Factor</a> deh.</p>
<p>Kira-kira itulah sekelumit kisah dan beberapa makanan yang kami temukan. Masih banyak sebenernya yang belum tereksplorasi. Apa pun bentuk, nama, dan rasanya, jenis-jenis makanan tersebut tetaplah food heritage yang harus tetap kita lestarikan.</p>
<p>Akan lebih baik lagi bila makanan tradisional ini bisa bersanding dengan makanan-makanan (yang katanya) modern tapi penuh bahan kimia itu. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jengjeng.matriphe.com/jajanan-pasar-beringharjo.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>76</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hatrick Kopdar!</title>
		<link>http://jengjeng.matriphe.com/hatrick-kopdar.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/hatrick-kopdar.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jun 2007 08:25:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matriphe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arkais]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpul-Kumpul]]></category>
		<category><![CDATA[blogging]]></category>
		<category><![CDATA[cahandong]]></category>
		<category><![CDATA[even]]></category>
		<category><![CDATA[festival]]></category>
		<category><![CDATA[JalanSutra]]></category>
		<category><![CDATA[kopdar]]></category>
		<category><![CDATA[seleblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/18/hatrick-kopdar.html</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari ini, saya mengalami 5 kali kopdar berturut-turut. Bisa dibilang ini hatrick, karena dalam seminggu, saya berjumpa muka dengan rekan-rekan yang selama ini hanya bersua melalui alam ghoib alias alam maya internet lebih dari 3 kali. Maklum, sebagai seleblog gembel blog, acara kopdar yang tak jauh-jauh dengan makan-makan, gojek kere, dan guyon goblok itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/kopdar.jpg' alt='Hatrick 5x Kopdar' /></p>
<p>Beberapa hari ini, saya mengalami 5 kali kopdar berturut-turut. Bisa dibilang ini hatrick, karena dalam seminggu, saya berjumpa muka dengan rekan-rekan yang selama ini hanya bersua melalui alam ghoib alias alam maya internet lebih dari 3 kali.</p>
<p>Maklum, sebagai <strike>seleblog</strike> gembel blog, acara kopdar yang tak jauh-jauh dengan makan-makan, gojek kere, dan guyon goblok itu jelas mengasyikkan. Berjumpa dengan kawan, ece-ecenan, ngakak-ngakak, dan tentunya berjengjeng adalah hal yang membuat seorang gembel macam saya ini bisa melupakan sejenak rutinitas dunia yang menyesakkan.. Halah..</p>
<p>Kali ini acara <strike>jumpa fans</strike> garukan gembel blog yang saya alami adalah ketemu <a href="http://sketsahati.com/" title="Mbak Sa" target="_blank">Mbak Elsa</a> untuk <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/18/hatrick-kopdar.html#pakemsari" title="dinner bareng Mba Sa di Pakem Sari">dinner</a> dan <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/18/hatrick-kopdar.html#benteng" title="keluyuran ke Benteng Vredeburg">keluyuran</a>, <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/18/hatrick-kopdar.html#fky" title="nonton bareng FKY 2007">nonton bareng</a> <acronym title="Festival Kesenian Yogyakarta">FKY</acronym> 2007 sama eblis-ebliswati <a href="http://cahandong.org/" title="CahAndong" target="_blank">CahAndong</a>,  <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/18/hatrick-kopdar.html#bhtjs" title="Beringharjo Hunting Tour">hunting makanan langka</a> bareng <a href="http://groups.yahoo.com/group/jalansutra" title="rekan-rekan Jalansutra" target="_blank">JSers</a>, dan <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/18/hatrick-kopdar.html#sirkus">nonton Sirkus Kontemporer Compagnie 9.81</a>.</p>
<p><span id="more-260"></span><a name="pakemsari"></a><strong>GEGER PAKEM SARI</strong></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/kopdar-mba-sa.jpg' alt='bersama Mba Sa di Pakem Sari' /></p>
<p>Kekisruhan berawal dari undangan <a href="http://sketsahati.com/" title="Mbak Sa" target="_blank">Mbak Sa</a> kepada saudara <a href="http://blog.kenz.or.id/" title="Kenz" target="_blank">Kenz</a>. Seperti layaknya bau bangkai, informasi ini cepat terendus dan menyebar ke kalangan para eblis <a href="http://cahandong.org/" title="CahAndong" target="_blank">CahAndong</a>. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_devil.gif' alt='&#62;&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#62;&#58;&#41;' /></p>
<p>Mulailah para eblis didaftar dan diabsen. Dari daftar peserta yang mencantumkan diri, ada 5 ekor yang bersedia. Tetapi pas hari-H, yang datang ternyata 5 pasang! Masing-masing eblis membawa pasangannya sehingga total jendral ada 10 ekor! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_rotfl.gif' alt='&#61;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='30' height='18' title='&#61;&#41;&#41;' /></p>
<p>Malam itu, saya, <a href="http://blog.kenz.or.id" title="Kenz" target="_blank">Kenz</a>, <a href="http://thestoopid.fluxide.com/" title="thestoopid" target="_blank">Adi</a>, <a href="http://kailani.web.ugm.ac.id/" title="kucinglistrik" target="_blank">Kailani</a>, <a href="http://ismail85.web.ugm.ac.id/" title="Tupic" target="_blank">Tupic</a>, <a href="http://a-triyanto.staff.ugm.ac.id/wordpress/" title="Ahmad" target="_blank">Ahmed</a>, <a href="http://ekowanz.info/" title="ekowanz" target="_blank">Eko</a>, <a href="http://fajri.web.ugm.ac.id/" href="add-X" target="_blank">Aad</a>, <a href="http://diditkurniawan.web.ugm.ac.id/" title="diditjogja" target="_blank">Didit</a> dan <a href="http://irf.blogsome.com/" title="Irf" target="_blank">Mas Irfan</a> yang rela menyusul langsung dari Solo menyerbu rumah makan sekaligus tempat pemancingan Pakem Sari, Sleman, yang berjarak kurang lebih 20 km dari pusat kota.</p>
<p>Awalnya kami semua malu-malu karena ternyata Mbak Sa datang bersama suami yang made in Netherland dan keluarganya. Tapi setelah berkenalan lebih lanjut, suasana pun mencair, bahkan memanas. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Akibat malu-malu, hidangan yang tersedia masih banyak tersisa. Mbak Sa pun menyuruh kami untuk membawa pulang hidangan itu. Hehe.. Akhirnya itu hidangan ludes juga disikat para eblis yang braok-braok sambil nongkrong di angkringan Gelanggang UGM.</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/angkringan-gelanggang.jpg' alt='di Angkringan Gelanggang UGM' /></p>
<p>Tak hanya itu, Mba Sa memberikan 2 buah buku <a href="http://bukubukublogfam.blogspot.com/2007/02/available-soon-messenger-gpu.html" title="The Messenger" target="_blank">The Messenger</a> hasil karya beliau yang berkolaborasi dengan beberapa blogger dari <a href="http://blogfam.com/" title="Blogger Family" target="_blank">BlogFam</a> plus tanda tangan spesial.</p>
<p>Makasih, mbak! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' /></p>
<p><a name="benteng"></a><strong>KELILING BENTENG VREDEBURG</strong></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/benteng-vredeburg.jpg' alt='bareng Mba Sa di Benteng Vredeburg' /></p>
<p>Setelah malamnya dijamu sama Mba Sa, kini giliran kami mengajak Mba Sa berkeliling dan jalan-jalan. Karena Mba Sa harus meninggalkan Jogja dan bertolak ke Jakarta pada sore harinya, Kenz menemani Mba Sa belanja oleh-oleh.</p>
<p>Setelah oleh-oleh didapat, kami bertemu Mba Sa di Benteng Vredeburg. Di benteng ini, saya, Adi, dan Didit menemani Mba Sa berkeliling sejenak di dalam benteng yang sedang ada acara FKY. Tak lama kemudian <a href="http://mentaree.blogspot.com/" title="Bunda Unai" target="_blank">Bunda Unai</a> dan <a href="http://isnaweblog.blogspot.com/" title="Isna" target="_blank">Isna</a> menyusul.</p>
<p>Pada kesempatan ini kami memberikan sekedar oleh-oleh dan cinderamata kepada Mba Sa agar beliau selalu teringat dengan kami. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /> Oleh-oleh ini berupa kaos plus pin dan stiker. Setelah menerima kenang-kenangan tersebut, Mba Sa langsung berganti pakaian dan mengenakan kaos tersebut. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/penyerahan-merchendise.jpg' alt='penyerahan kenang-kenangan' /></p>
<p>Setelah itu kami bercengkrama di sebuah rumah makan yang sebenernya cukup eksotis, yaitu Rumah Makan Cirebon. Disebut eksotis karena bangunan rumah makan ini termasuk bangunan heritage, bangunan tua khas Cirebonan.</p>
<p>Lantai bercorak kembang berwarna coklat, atap kayu berlapis, hingga berbagai aksesoris, mulai dari meja kursi dan cermin di dinding yang kuat banget nuansa tempo doeloe-nya menambah kesan vintage. Bahkan di beberapa titik ada foto-foto Jogja jaman dulu, menambah kesan kekunoan bangunan yang mengingatkan akan rumah nenek saya di Surabaya. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/mak-nyuss.jpg' alt='mak nyuss..' class="alignright" /></p>
<p>Akan tetapi, saya tidak merekomendasikan warung ini karena selain mahal (mungkin ditujukan untuk turis manca), saya punya &#8220;pengalaman manis&#8221; di warung ini.. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Ingin tau pengalaman saya? Silakan pesan Es Lemon Tea kalo kebetulan anda sedang khilaf dan mampir ke warung ini. Dijamin &#8220;mak nyuss..&#8221; ya gak, Dit? *nendang Didit* <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Setelah ngobrol-ngobrol dan puas bercengkrama, akhirnya Mbak Sa harus pamit. Beliau akan langsung menuju bandara. Kami pun berpisah di sini, sedangkan Kenz mengantar Mbak Sa hingga bandara.</p>
<p>Sampai jumpa lagi, Mbak Sa! Jangan kapok lagi datang ke Jogja! Maap kalo sambutannya kurang meriah dan ada hal-hal yang tidak berkenan! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_wave.gif' alt='&#58;&#45;&#104;' class='wp-smiley' width='28' height='18' title='&#58;&#45;&#104;' /></p>
<p><a name="fky"></a><strong>NONTON FESTIVAL KESENIAN YOGYAKARTA 2007</strong></p>
<p>Kami sebenernya telah merencanakan sebuah skenario dan konspirasi jahat. Rencana busuk ini kami lakukan karena bunda kami, <a href="http://mentaree.blogspot.com/" title="Bunda Unai" target="_blank">Bunda Unai</a>, berulang tahun tanggal 15 Juni kemarin. Sengaja pada hari tersebut saya dan beberapa rekan tidak mengucapkan selamat walau kami bertemu dengan bunda.</p>
<p>Kami pun mempersiapkan sebuah kejutan kecil. Sebuah kejutan yang mungkin tidak akan dilupakan oleh bunda. Saya, Adi, dan Didit pun menyusun rencana dan berbagi tugas. Sebuah kado spesial pun disiapkan. Dan ketika acara kumpul-kumpul di Benteng Vredeburg inilah, kami merayakan ultah bunda!</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/met-ultah-bunda.jpg' alt='Met Ultah, Bunda Unai!' /></p>
<p>Hadiah yang kami berikan pun tak tanggung-tanggung! Hadiah ini akan sangat berguna, apalagi karena bunda sedang berbadan dua!</p>
<p>Wah.. Congrats ya, bun! Moga saja putra keduamu ini ndak niru kelakuan kami, para eblis ini ya, bun! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /> Sering-sering baca ta&#8217;awudz dan amit-amit jabang bayi, ya! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_devil.gif' alt='&#62;&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#62;&#58;&#41;' /></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/mba-unai.jpg' alt='Mbak Unai dan kadonya' class="alignright" /></p>
<p>La trus, hadiahnya apa? Hadiahnya adalah berupa jamu. Yang pertama adalah Pil Binari, pil yang konon ramuan madura ini semoga bisa membuat <a href="http://sebuahcatatan.wordpress.com/" title="arawku" target="_blank">Mas Is</a> tetep betah di rumah. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Kemudian ada Haiping, dengan maksud agar setelah melahirkan nanti, badan Mbak Unai bisa cepet langsing dan muka lebih cling! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Tak lupa kami sertakan pula Pil Gadis Remaja, yang berfungsi untuk mengatasi berbagai masalah kewanitaan, seperti uring-uringan kalo jatah belanja suami kurang, atau mengatasi kebiasaan menggosip yang berlebihan. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_giggle.gif' alt='&#59;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;&#41;' /></p>
<p>Lalu jamu berikutnya adalah Pil Rapet Wangi, yang tentu kita semua sudah mengerti maksudnya kan? <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_rotfl.gif' alt='&#61;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='30' height='18' title='&#61;&#41;&#41;' /></p>
<p>Setelah acara potong kue, kami pun berkeliling sejenak di lokasi FKY. Kebetulan malamnya ada pemutaran film, kami pun menunggu acara tersebut dengan ngobrol-ngobrol sambil nyruput es dawet.</p>
<p>Pukul 7 malem, acara pemutaran film dimulai. Film ini berisi tentang potongan-potongan komedi satir yang disponsori oleh salah satu perusahaan rokok. Film ini bener-bener lucu dan khas Endonesah banget lah. Setelah pemutaran film usai, kami pun keluar dari benteng untuk mencari makan.</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/nonton-fky.jpg' alt='nonton FKY 2007 di Benteng Vredeburg' /></p>
<p><a name="bhtjs"></a><strong>BERINGHARJO HUNTING TOUR</strong></p>
<p>Bila tiga kopdar sebelumnya saya lakukan bersama para eblis, kali ini kopdar yang saya ikuti lebih serius. Walau tetep berkesan hangat dan penuh keakraban, tetapi suasananya tidak sedahsyat dan segila kalo kumpul bareng sama eblis.</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/beringharjo-hunting-tour-js.jpg' alt='Beringharjo Hunting Tour jalansutra' /></p>
<p>Kopdar kali ini pun adalah kopdar pertama saya sejak saya bergabung dengan komunitas pemuja jalan-jalan dan makan-makan ini. Ya, komunitas ini adalah komunitas <a href="http://jalansutra.or.id/" title="Jalansutra" target="_blank">Jalansutra</a>. Kalo anda sering liat acara Wisata Kuliner di <a href="http://transtv.co.id/" title="TransTV" target="_blank">TransTV</a> pasti tau atau pernah denger nama ini. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Kali ini tim <acronym title="singkatan dari Jalansutra">JS</acronym> akan berburu makanan tradisional khas yang langka dan unik. Keberadaan makanan ini semakin tergeser akibat banyaknya makanan modern. Padahal makanan-makanan ini adalah salah satu warisan budaya yang harus dilestarikan. Nah, untuk menemukan makanan ini, tentu kita harus rela berburu dan menjelajah setiap sudut pasar tradisional, dan Beringharjo adalah sasaran perburuan kami kali ini.</p>
<p>Kami pun berkumpul di depan Benteng Vredeburg. Setelah saling memperkenalkan diri, kami pun melakukan breifing dan mengatur strategi perburuan. Oiya, di kumpulan ini, ternyata saya yang paling muda. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_whistling.gif' alt='&#58;&#45;&#34;' class='wp-smiley' width='22' height='18' title='&#58;&#45;&#34;' /> Dan jangan salah, para jagoan makan ini ternyata banyak juga yang cowok! Sial, padahal saya berharap bertemu banyak cewek di komunitas ini.. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_sighing.gif' alt='&#58;&#45;&#60;' class='wp-smiley' width='24' height='18' title='&#58;&#45;&#60;' /></p>
<p>Strategi yang kami terapkan adalah membagi tim menjadi 4 kelompok. Setiap tim mendapat daerah jelajah masing-masing, sesuai dengan area dari pasar Beringharjo. Karena yang hadir saat itu berjumlah 11 orang, maka masing-masing tim terdiri dari 3 orang dan ada sebuah tim yang hanya terdiri dari 2 orang saja.</p>
<p>Saya tergabung ke dalam tim nomor 2 bersama Mas Nanoeg dan Mbak Rina. Tim saya sebenernya mendapat bagian pasar sebelah barat-laut, tetapi ternyata daerah tempat kami menjelajah hanya ditemukan penjual batik, kami pun akhirnya memutuskan untuk menjelajah semua bagian pasar dengan mengelilinginya. Kami pun terpaksa menjelajah daerah yang seharusnya bukan daerah jelajah kami karena sedikitnya penjual makanan di daerah ini. Akibatnya, kami sering berjumpa dengan tim lain yang juga sedang berburu. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Tugas kami adalah mencari makanan-makanan yang dirasa unik dan langka dalam waktu satu setengah jam. Makanan ini kemudian harus kami beli, kami icipi, dan kami review. Berbagai informasi tentang makanan ini juga harus kami peroleh. Jika dirasa cukup, tempat yang sudah disinggahi ini lalu ditempeli stiker khusus. Warna dari stiker ini berbeda tiap-tiap tim. Tim kami mendapat stiker berwarna biru dan kami berhasil menempelkan banyak stiker di berbagai sudut sehingga tim yang lain sering melihat stiker kami. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/js-was-here.jpg' alt='Jalansutra was here!' /></p>
<p>Makanan yang kami temukan saat itu lumayan banyak, antara lain Kue Mata Kebo atau yang sering dibilang Mendhut, Jenang Ngangrang berupa jenang dari ketan dengan rasa jahe, Roti Kolomben yang konon adalah rotinya kaum kere, Kethak Manis yang terbuat dari ampas parutan kelapa, dan beberapa makanan lain yang umum ditemukan tapi unik menurut kami, yaitu Pecel dengan sayur bunga turi serta Lele Bumbu Mangut.</p>
<p>Jujur, ada beberapa makanan yang saya belum pernah dengar apalagi melihat bentuknya. Setelah mengikuti kegiatan ini, barulah saya tau nama, bentuk, bahkan rasa dari makanan-makanan ini. Macem-macem, ada yang enak dimakan hingga ada yang rasanya seperti bukan makanan manusia. Pokoke saya bener-bener belajar banyak dari acara ini.</p>
<p>Setelah waktu habis, semua tim berkumpul di lagi-lagi Rumah Makan Cirebon. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /> Di sini masing-masing tim harus mempresentasikan makanan temuannya kepada tim lainnya. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan makanan yang mungkin tidak ditemukan oleh tim lainnya. Yah, saling bertukar pengetahuan dan informasi makanan gitu lah.</p>
<p>Dari presentasi ini, pengetahuan saya tentang food heritage pun makin bertambah. Saya jadi tau yang namanya Sate Kere yang beda dengan versi Solo, Bakmi Pentil yang bentuknya mirip pentil ban, Growol yang aroma dan rasanya &#8220;luar biasa&#8221;, Unthuk-Unthuk, Gembili-Uwi-Suwek yang termasuk golongan umbi-umbian, Tempe Benguk yang semacam oncom tapi terbuat dari kacang koro, dan masih banyak lagi. Kebanyakan nama-nama makanan ini terdengar asing dan saya kesulitan untuk mengingatnya. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Kami merasa bahwa makanan ini sudah hampir punah. Apalagi para penjual makanan-makanan ini rata-rata sudah lanjut usia. Bahkan kami sedikit kesulitan menemukan lokasi penjual makanan ini karena tempatnya yang makin terpinggirkan oleh penjual lainnya. Rasanya sayang sekali kalo makanan ini harus punah.. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_sighing.gif' alt='&#58;&#45;&#60;' class='wp-smiley' width='24' height='18' title='&#58;&#45;&#60;' /></p>
<p>Setelah semua kenyang mengicipi makanan-makanan ini, kami pun berpisah. Kami berjanji akan bertemu lagi bulan depan, untuk mengeksplorasi kembali kekayaan kuliner nusantara!</p>
<p>Foto-foto terkait ada di <a href="http://matriphe.multiply.com/photos/album/1" title="Beringharjo Hunting Tour Jalansutra" target="_blank">Multiply saya</a>. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p><a name="sirkus"></a><strong>SIRKUS KONTEMPORER COMPAGNIE 9.81</strong></p>
<p>Semalem adalah putaran terakhir saya kopdar. Lagi sedang enaknya leyeh-leyeh, saya dikontak oleh Adi yang mengajak nonton Sirkus Kontemporer Compagine 9.81 dalam rangka even FKY 2007. Ya sudah, apa boleh buat, saya pun segera cancut taliwanda untuk memenuhi ajakannya.</p>
<p>Bertempat di bekas gedung ASRI (Akademi Seni Rupa Indonesia) di daerah Gampingan, kami pun menonton penampilan performance art dari artis asal Perancis. Awalnya saya pikir sirkus ini menampilkan kepintaran hewan-hewan terlatih, tetapi ternyata saya salah. Atraksi ini lebih tepat disebut performance art kalo menurut saya, bukan sirkus yang identik dengan atraksi hewan.</p>
<p>Atraksi ini adalah hasil kerjasama dari FKY 2007 dengan Lembaga Indonesia Prancis. Mulai dari performernya hingga pendukung teknis adalah orang-orang Prancis.</p>
<p>Atraksi ini menampilkan seorang seniman Prancis, Eric Lecomte, yang beratraksi di atas sebuah papan berlubang yang digantung pada tiang besi. Dengan lincah dan gemulai dia menampilkan tari-tarian sambil bergelantungan di atas ketinggian kurang lebih 20 meter. Ditambah tata cahaya dan tata suara yang cantik, membuat atraksi ini menjadi menarik dan mengundang tepuk tangan meriah penonton berkali-kali.</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/06/sirkus.jpg' alt='Penampilan seniman asal Prancis' /></p>
<p>Penampilan selama kurang lebih 1 jam ini bener-bener memberikan nuansa baru. Masyarakat Jogja tampak sangat antusias, terbukti dengan banyaknya penonton yang memadati halaman gedung bekas ASRI ini. Tampak hadir pula seniman Jogja, Djaduk Feriyanto.</p>
<p>Usai menyaksikan atraksi, kami pun nggeblas untuk cari makan. Dengan dukungan sponsor, saudara <a href="http://wedhouz.net/" title="Wedhouz" target="_blank">Wedhouz</a>, cacing perut saya, Adi, Didit, dan <a href="http://dipto-djatmiko.web.ugm.ac.id/" title="deep_track" target="_blank">Dipto</a> pun berpesta pora menikmati bebek bakar yang ajib sangat. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_drool.gif' alt='&#61;&#112;&#126;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#61;&#112;&#126;' /></p>
<p>Setalah kenyang, saya pun langsung tepar di kosan! Bener-bener kopdar yang melelahkan! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_sleep.gif' alt='&#124;&#45;&#41;' class='wp-smiley' width='21' height='18' title='&#124;&#45;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jengjeng.matriphe.com/hatrick-kopdar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>41</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

