Hari Senin, 17 September 2007 kemarin, saya dan temen-temen mendapatkan kesempatan bagus, bertemu dengan salah satu tokoh penting di blogosphere, Pak Budi Putra. Acara ketemuan ini sebenernya berawal dari acara Roadshow Nokia Nseries Blogging Workshop yang dilakukan di 5 kota. Kebetulan setelah di Semarang, Jogja menjadi kota tujuan berikutnya sebelum roadshow ini berlanjut ke Surabaya. Dalam sejarah, acara kopdar kemarin itu adalah acara kopdar paling serius yang pernah saya ikuti. Banyak hal yang secara pribadi saya petik ketika berbincang dan berbagi dengan beliau.
Sebenernya saya ingin memenuhi janji saya kemarin, tapi apa daya, sepertinya saya tidak dapat memenuhinya. Serangan kopdar bertubi-tubi membuat saya terserang overkopdar. Duit terkuras, badan lemas, posting pun jadi malas. Ah, sesuatu yang berlebihan dan terus menerus itu ternyata tidak baik, jendral. Ya, ya, saya cuma mau melacak balik laporan Month of Kopdar.
Sebenernya saya bingung mo posting gimana. Bayangkan saja, setelah dihajar hatrick kopdar, kini saya dan temen-temen kudu melayani serangan blogger-blogger dari luar Jogja. Bisa dibilang ini Hari Raya Kopdar. La setelah beberapa waktu saya berpuasa kopdar, kini saatnya berhari raya. Ditambah tamu-tamu yang datang ke Jogja berasal dari jauh semua, membuat nuansa hari raya semakin terasa.
Jalansutra bukanlah Jalan Sutra (Silk Road) dan Makansutra juga bukan Makan Sutra (silk eating). Kalo ingat Kamasutra, Sutra (pengetahuan dan keterampilan) tentang Kama atau hal-hal yang menyangkut hubungan ragawi antara perempuan dan laki-laki. Jadi, Jalansutra adalah pengetahuan tentang jalan-jalan dan karena jalan-jalan biasanya juga melibatkan makan-makan, maka Jalansutra sekaligus Makansutra. Jalansutra berawal dari tulisan Bondan Winarno di Kompas Cyber Media dan .
Seperti janji saya kemarin, kali ini saya mo posting soal hasil perburuan Beringharjo Hunting Tour bareng JSers Jogja kemarin itu. Jadi bersiap-siaplah ngiler dan ngeces-ngeces.. =p~ Sebagai kekayaan food heritage Jogja, makanan ini semakin lama dan semakin terpinggirkan. Bahkan kami harus ngubek-ubek hingga ke sudut-sudut pasar. Beberapa di antaranya memang kami temukan di pinggiran pasar sih, tapi tetep saja susah menemukannya.
Beberapa hari ini, saya mengalami 5 kali kopdar berturut-turut. Bisa dibilang ini hatrick, karena dalam seminggu, saya berjumpa muka dengan rekan-rekan yang selama ini hanya bersua melalui alam ghoib alias alam maya internet lebih dari 3 kali. Maklum, sebagai seleblog gembel blog, acara kopdar yang tak jauh-jauh dengan makan-makan, gojek kere, dan guyon goblok itu jelas mengasyikkan. Berjumpa dengan kawan, ece-ecenan, ngakak-ngakak, dan tentunya berjengjeng adalah hal yang membuat seorang gembel macam saya ini bisa melupakan sejenak rutinitas dunia yang menyesakkan.. Halah..
Melanjutkan seri Kopdar Raya kemarin. Kali ini Kopdar Raya diadakan masih secara dadakandotkom. Apalagi kopdar diadakan untuk menyambut tamu dari Jakarta dan Makassar. Hari Kamis (17 Mei 2007) malam, bertempat di sudut timur-laut Alun-Alun Kidul Yogyakarta, rekan-rekan Andong menjamu para tamu dengan bersahaja sambil menikmati suasana eksotisme malam. Tentu saja kami tak sendiri.
Karena beberapa hari terakhir ini banyak sekali acara kopdar, maka acara kopdar akan saya tuliskan secara bersambung mulai postingan ini. Maklum (merasa sok) seleblog, dab. B-) Sepertinya bulan Mei ini bakal menjadi bulan kopdar bagi temen-temen blogger Jogja. Setelah mengawali bulan dengan menyerang Semarang dan kumpul-kumpul gak jelas beberapa waktu yang lalu itu, kini giliran Jogja yang diserang. Mulai dari Depkominfo yang menginvasi hingga serangan blogger-blogger luar kota, baik yang pulang kampung atau cuma datang berkunjung.
Modiar. Opo kui maksud judule. :p Tapi memang bener ada 2 oknum Detik yang telah menculik saya lalu kita balik menjajah kantornya hanya demi menyalurkan hasrat narsis dan menyalurkan bakat fotomodel yang terpendam jutaan tahun hingga memfosil. :D Ahad malam (13 Mei) itu, terjadilah persekongkolan dan pertemuan gelap (la emang tempatnya cukup gelap) di sebuah angkringan yang paling terkenal se-Jogja, Angkringan Lik Man, Stasiun Tugu. Bukan, ini bukan pertemuan untuk melancarkan skenario kerusuhan Mei yang terjadi 9 tahun yang lalu, tetapi hanyalah perkumpulan para mahasiswa blogger frustasi untuk bertemu muka, menjalin silaturahmi dan rasa senasib sepenanggungan karena sama-sama belum lulus demi tercapainya bloggerhood yang tentram, tertib, adil, dan sejahtera berdasarkan UUD.