<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jengjeng matriphe! &#187; lebaran</title>
	<atom:link href="http://jengjeng.matriphe.com/tag/lebaran/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jengjeng.matriphe.com</link>
	<description>pengen jalan-jalan, makan-makan, dan lain-lain</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Aug 2011 11:41:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<atom:link rel='hub' href='http://jengjeng.matriphe.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Selamat Idul Fitri 1429 Hijriyah</title>
		<link>http://jengjeng.matriphe.com/selamat-idul-fitri-1429-hijriyah.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/selamat-idul-fitri-1429-hijriyah.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2008 17:00:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matriphe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ucapan]]></category>
		<category><![CDATA[idul fitri]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[syawal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/?p=813</guid>
		<description><![CDATA[Selamat Idul Fitri 1429 Hijriyah. Taqabalallahu mina wa minkum, shiyaamana wa shiyaamakum. Mohon maaf lahir dan batin.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/10/met-idul-fitri-zamandita.gif" alt="Selamat Idul Fitri" title="Selamat Idul Fitri" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1132" /></p>
<p>Selamat Idul Fitri 1429 Hijriyah.<br />
Taqabalallahu mina wa minkum, shiyaamana wa shiyaamakum.</p>
<p>Mohon maaf lahir dan batin. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jengjeng.matriphe.com/selamat-idul-fitri-1429-hijriyah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kurban Pertama Saya</title>
		<link>http://jengjeng.matriphe.com/kurban-pertama-saya.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/kurban-pertama-saya.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Dec 2007 09:42:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matriphe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arkais]]></category>
		<category><![CDATA[cahandong]]></category>
		<category><![CDATA[Klaten]]></category>
		<category><![CDATA[kopdar]]></category>
		<category><![CDATA[kurban]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[tongseng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/12/20/kurban-pertama-saya.html</guid>
		<description><![CDATA[Idul Adha 1428 H kali ini adalah pertama kalinya saya bisa berkurban. Alhamdullillah, saya ada rejeki. Dulu sih biasanya yang kurban bapak saya, pake atas nama saya. Tiap tahun gantian, kadang pake atas nama ibu saya, adik saya, atau bapak saya sendiri. Di-rolling. Sekarang ya pake duit saya sendiri, beli domba sendiri, tapi belum berani [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/12/saya-dan-domba1.jpg" alt="Saya dan Domba" title="Saya dan Domba" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1218" /></p>
<p>Idul Adha 1428 H kali ini adalah pertama kalinya saya bisa berkurban. Alhamdullillah, saya ada rejeki. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Dulu sih biasanya yang kurban bapak saya, pake atas nama saya. Tiap tahun gantian, kadang pake atas nama ibu saya, adik saya, atau bapak saya sendiri. Di-rolling.</p>
<p>Sekarang ya pake duit saya sendiri, beli domba sendiri, tapi belum <strike>berani</strike> mampu untuk menyembelih sendiri (masih disembelihkan orang lain). <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p><span id="more-508"></span>Bagi sebagian orang mungkin seekor domba ndak berarti. Namun bagi saya, itu sangat sangat berarti.</p>
<p>Demi berkurban ini, saya rela menyisihkan duit hasil nguli sedikit demi sedikit yang saya simpan dalam celengan babi. Alhamdulillah, duit yang saya kumpulkan selama setahunan lebih ini bisa cukup buat membeli seekor domba.</p>
<p>Kalo dipikir, berkurban itu rasanya berat banget. Godaanya banyak. Jangan dibandingkan dengan pengorbanan dan kerelaan Nabi Ibrahim, awalnya saya juga sedikit sayang sama duit yang terkumpul di celengan babi itu, je.</p>
<p>Bayangin aja, duit segitu kan bisa buat modal keluyuran, buat ngupgrade komputer kuda saya, buat beli hape baru, dan <strike><a href="http://blog.mysyam.net/index.php/2007/12/16/ketika-hari-yang-dinanti-itu-tiba/" title="Ketika hari yang dinanti itu tiba.." target="_blank">modal kawin</a>,</strike> barang-barang menggiurkan lainnya.</p>
<p>Namun saya berusaha membulatkan tekad. Sia-sia saja rasanya saya sudah menabung dikit-dikit, tapi akhirnya uang itu habis ke sesuatu yang melenceng dari tujuan awalnya. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Rasanya bener-bener menjadi pengorbanan buat saya. Saya harus mengorbankan masa liburan panjang seminggu ke depan cuma nglangut di rumah karena ndak ada duit buat keluyuran. Padahal di benak ini sudah tersusun banyak rencana keluyuran untuk mengisi liburan panjang esok itu. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_sighing.gif' alt='&#58;&#45;&#60;' class='wp-smiley' width='24' height='18' title='&#58;&#45;&#60;' /></p>
<p>Halah, gayamu, Zam! Cuma kurban seekor kambing aja nggaya, pake diposting segala! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Loh, ha ya jelas. Nabi Ibrahim yang rela mengorbankan putranya, Nabi Ismail, saja bisa tercatat dalam sejarah dan menjadi tuntunan bagi umat Islam, la saya kan juga pengen narsis juga dan tercatat dalam blog. Siapa tau tahun depan bisa kurban sapi? <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' /></p>
<p>Nah, lokasi yang dipilih untuk penyembelihan adalah mushola di desanya <a href="http://annots.wordpress.com/" title="Annots" target="_blank">Annots</a>, di daerah Prambanan, Klaten.</p>
<p>Saya milih di tempat ini karena saya mikir kalo di kota, rasanya sudah banyak hewan yang dipotong. La, di mushola desanya Annots, hewannya cuma sedikit. Akhirnya bersama <a href="http://cahandong.org/" title="CahAndong" target="_blank">CahAndong</a>, kami mengadakan <a href="http://cahandong.org/2007/12/21/kurban-bersama-ca.html" title="Kurban Bersama CA" target="_blank">perayaan Idul Adha</a> di tempat itu.</p>
<p>Kebetulan CahAndong sendiri juga menyumbangkan seekor kambing, hasil urunan temen-temen juga. Selain itu, <a href="http://sebuahcatatan.wordpress.com/" title="Mas Is" target="_blank">Mas Is</a> juga menyalurkan seekor kambing dari kantornya. Total jendral, CahAndong menyumbangkan 3 ekor kambing, yaitu dari CahAndong, saya, dan Mas Is.</p>
<p>Setelah kambing dipotong dan dikuliti, bertempat di rumah Annots, para eblis dan ebliswati CahAndong akhirnya menyerbu tongseng ala Prambanan hasil masakan ibunya Annots! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_drool.gif' alt='&#61;&#112;&#126;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#61;&#112;&#126;' /></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/12/tongseng-kambing.jpg' alt='Tongseng Kambing' /></p>
<p>Tongseng bikinan ibunya Annots memang istimewa. Daging kambingnya bisa empuk banget. Bau kambingnya juga ndak tercium lagi, karena kalo ndak pintar mengolah, bau kambing biasanya masih terasa.</p>
<p>Pedasnya lada saya rasa cukup pas dan bumbunya juga meresap ke dalam daging dengan baik. Mungkin karena daging yang digunakan masih segar, sehingga daging mampu menyerap bumbu dengan sempurna.</p>
<p>Saking enaknya, saya sampai nambah beberapa kali. Dan saya harus menanggung akibatnya karena kini <strike>saya bingung mo menyalurkan hasrat saya ke siapa</strike> kepala saya langsung pusing dan <strike>bagian yang &#8220;itu&#8221;</strike> leher bagian belakang terasa tegang. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/12/pesta-kambing.jpg' alt='Pesta Kambing' /></p>
<p>Hoho.. Kapan lagi pesta kambing macam gini? <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_giggle.gif' alt='&#59;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jengjeng.matriphe.com/kurban-pertama-saya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tradisi Bakda Kupat dan Makna Ketupat</title>
		<link>http://jengjeng.matriphe.com/tradisi-bakda-kupat-dan-makna-ketupat.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/tradisi-bakda-kupat-dan-makna-ketupat.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Oct 2007 09:07:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matriphe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asal Muasal & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[ketupat]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/10/20/tradisi-bakda-kupat-dan-makna-ketupat.html</guid>
		<description><![CDATA[Lebaran selalu identik dengan ketupat. Seolah-olah kalo Lebaran tanpa makan ketupat belum Lebaran rasanya, walau ndak ada aturan soal hidangan Lebaran harus ketupat. Ndak banyak yang tau kenapa ketupat identik dengan Lebaran. Padahal bisa saja ketupat diganti lontong, nasi, sagu, singkong, roti, atau apa pun. Ternyata memang ada makna filosofis tersendiri di balik ketupat, lo. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/10/kupat1.jpg" alt="Kupat" title="Kupat" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1263" /></p>
<p>Lebaran selalu identik dengan ketupat. Seolah-olah kalo Lebaran tanpa makan ketupat belum Lebaran rasanya, walau ndak ada aturan soal hidangan Lebaran harus ketupat. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Ndak banyak yang tau kenapa ketupat identik dengan Lebaran. Padahal bisa saja ketupat diganti lontong, nasi, sagu, singkong, roti, atau apa pun. Ternyata memang ada makna filosofis tersendiri di balik ketupat, lo. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' /></p>
<p>Seperti yang saya bilang tadi, biasanya ketika Lebaran, hidangan utamanya adalah ketupat. Tapi pada masyarakat Jawa, ketupat biasanya dinikmati seminggu setelah hari raya Idul Fitri.</p>
<p>Kok bisa? Ya, inilah yang namanya tradisi <em>Bakda Kupat</em> (Lebaran Ketupat) yang sering juga disebut <em>Bakda Cilik</em> (Lebaran Kecil). <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p><span id="more-423"></span><strong>TRADISI BAKDA KUPAT (BAKDA CILIK)</strong></p>
<p>Kata <em>bakda</em> berasal dari bahasa Arab <em>ba&#8217;da</em> yang artinya &#8220;setelah&#8221;. Kalimat &#8220;ba&#8217;da Ashar&#8221; berarti sesudah Ashar.</p>
<p>Nah, kata &#8220;bakda&#8221; di sini merujuk pada hari raya Idul Fitri, yang maksudnya berhari raya setelah sebulan penuh berpuasa. Kemudian kata &#8220;bakda&#8221; ini menjadi luas maknanya yang berarti &#8220;hari raya&#8221;.</p>
<p>Ada juga yang menyebut <em>riyaya</em> yang berasal dari kata &#8220;hari&#8221; dan &#8220;raya&#8221;, yang kemudian digabung jadi kata &#8220;riyaya&#8221;.</p>
<p>Wealah, gayaku ini kek ahli bahasa saja. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Kembali ke Bakda Kupat. Tradisi ini tentu ada asal usulnya. Kalo asal ndak boleh usul, tapi kalo usul ndak boleh asal. Halah, kek semboyan acara tivi saja. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Dalam Islam, ndak ada itu yang namanya hari raya selain Idul Fitri dan Idul Adha. Jadi, Bakda Kupat jelas hanya tradisi Jawa saja.</p>
<p>Yang namanya Islam di Jawa, ndak luput sama yang namanya asimilasi kebudayaan Hindu dan Islam yang dilakukan sama para Wali Songo.</p>
<p>Dulu, Bakda Kupat merupakan tradisi yang dilakukan masyarakat Jawa sebagai sarana berkirim doa kepada arwah anak kecil yang sudah meninggal. Anak kecil dalam bahasa Jawa adalah &#8220;bocah cilik&#8221;, sehingga tradisi ini disebut dengan Bakda Cilik.</p>
<p>Setelah ajaran Islam masuk, tradisi ini ndak dihilangkan, tapi dijadikan sarana dakwah dengan memasukkan ajaran-ajaran Islam.</p>
<p>Bakda Cilik pun berubah fungsi menjadi &#8220;hari raya kecil&#8221; setelah melakukan puasa Syawal selama 6 hari. Setelah merayakan Idul Fitri pada tanggal 1 Syawal, masyarakat Jawa kemudian dibiasakan dengan berpuasa sunnah Syawal selama 6 hari. Kemudian setelah rangkaian puasa Syawal usai, diakhiri dengan &#8220;lebaran kedua&#8221; yang disebut dengan Bakda Cilik atau Bakda Kupat itu tadi.</p>
<p>Ini pula kenapa Bakda Kupat disebut juga dengan Bakda Cilik atau &#8220;hari raya kecil&#8221; karena hari raya ini diadakan setelah &#8220;berpuasa kecil&#8221; selama seminggu bila dibandingkan dengan hari raya Idul Fitri yang dilakukan setelah puasa selama sebulan.</p>
<p>Namun tradisi Bakda Kupat ini sendiri makin lama makin ditinggalkan. Ndak hanya tradisi Bakda Kupat saja yang banyak ditinggalkan, tapi kebiasaan berpuasa Syawal pun kini juga jarang dilakukan. La kalo saya sih, puasa Syawal-nya ndak ikut, tapi Bakda Kupat-nya ikut. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Sanak famili saya yang di Gresik setahu saya masih melakukan tradisi ini. Setelah berpuasa selama seminggu, pakde, bude, paman, bibi, dan nenek mengakhiri rangkaian puasa Syawal dengan bakda walau ndak selalu pake ketupat. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p><a name="ketupat"></a><strong>FILOSOFI KETUPAT</strong></p>
<p>Lalu yang jadi pertanyaan kemudian, kenapa menggunakan ketupat?</p>
<p>Ketupat memiliki makna tersendiri. Bungkus ketupat dibuat dari janur kuning yang dianyam sedemikian rupa hingga membentuk segi empat.</p>
<p>Janur kuning merupakan lambang dari penolak bala. Pada Kraton Surakarta, ada sepotong kain panjang yang disebut Samir yang merupakan aksesoris wajib yang harus dikenakan. Samir kuning tersebut dipercaya sebagai penolak bala. Nah, janur kuning inilah kemudian yang dianggap sebagai Samir penolak bala.</p>
<p>Dulu, selongsong ketupat itu dibuat sendiri. Tangan-tangan terampil wanita bekerja dengan cekatan merangkai helai-helai janur. Di kala pembuatan selongsong ini biasanya suasana begitu ramai. Inilah yang membuat suasana menjelang Lebaran begitu meriah.</p>
<p>Kalo kini sih, cukup membeli saja di pasar yang biasanya dijual per ikat berisi 10 selongsong atau selusin selongsong. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Bentuk segi empat merupakan wujud dari prinsip &#8220;kiblat papat lima pancer&#8221;, yang bermakna bahwa ke mana pun manusia menuju, pasti selalu kembali kepada Tuhan.</p>
<p>UPDATE. Terima kasih <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/10/20/tradisi-bakda-kupat-dan-makna-ketupat.html#comment-2488" title="komentar dari Signal">Bung Zaenal</a>! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' /></p>
<p>Secara harfiah, &#8220;kiblat papat lima pancer&#8221; bermakna &#8220;empat arah mata angin dan satu pusat&#8221;. Kalo dijelantrahkan bisa bermakna macam-macam. Salah satu maknanya adalah makna filosofi keseimbangan alam.</p>
<p>Kita tahu ada 4 arah mata angin utama, yaitu timur, selatan, barat, dan utara. Akan tetapi semua arah ini bertumpu pada satu pusat. Bila salah satunya hilang, keseimbangan alam akan hilang.</p>
<p>Begitu juga dengan manusia. Ke mana pun manusia ini pergi (ke penjuru mata angin) tentu dia tak lepas dari yang namanya pusat, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, supaya manusia tetap &#8220;seimbang&#8221; hendaklah selalu ingat kepada Tuhan, pusat dari segalanya.</p>
<p>Itulah kira-kira hasil <em>otak-atik gathuk</em> yang saya tangkap dari filosofi &#8220;kiblat papat lima pancer&#8221; ini. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Kemudian beras yang menjadi isi dari ketupat menjadi lambang dari kemakmuran. Diharapkan setelah hari raya, kita akan selalu dilimpahi dengan kemakmuran.</p>
<p>Kata &#8220;ketupat&#8221; atau &#8220;kupat&#8221; berasal dari kata bahasa Jawa &#8220;ngaku lepat&#8221; yang berarti &#8220;mengakui kesalahan&#8221;. Sehingga dengan ketupat kita diharapkan mengakui kesalahan kita dan saling memaafkan serta melupakan kesalahan dengan cara memakan ketupat tersebut.</p>
<p>Ada lagi tradisi unik yang kini sudah sangat jarang ditemukan. Selain simbol maaf, ada yang percaya kalo ketupat dapat menolak bala.</p>
<p>Caranya dengan menggantungkan ketupat yang sudah matang di atas kusen pintu depan rumah. Biasanya ketupat digantung bersamaan dengan pisang. Ketupat ini digantungkan berhari-hari bahkan berbulan-bulan sampai kering hingga Lebaran tahun berikutnya.</p>
<p>Tapi tradisi menggantungkan ketupat yang kental nuansa mistisnya ini kini sudah sangat jarang ditemukan.</p>
<p>Percaya atau tidak, tapi itulah filosofi dan tradisi yang saya ketahui dari cerita orang-orang tua. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p><strong>HIDANGAN LEBARAN SELALU KETUPAT?</strong></p>
<p>Biasanya, ketupat disajikan bersama opor ayam dan sambal goreng. Ini pun ternyata ada makna filosofisnya juga.</p>
<p>Opor ayam menggunakan santan sebagai salah satu bahannya. Santan, dalam bahasa Jawa disebut dengan <em>santen</em> yang mempunya makna &#8220;pangapunten&#8221; alias memohon maaf.</p>
<p>Saking dekatnya kupat dengan santen ini, ada pantun yang sering dipake pada kata-kata ucapan Idul Fitri:</p>
<blockquote><p>Mangan kupat nganggo santen.<br />
Menawi lepat, nyuwun pangapunten.<br />
(Makan ketupat pakai santan.<br />
Bila ada kesalahan mohon dimaafkan.)</p></blockquote>
<p>Biasanya hidangan ketupat dan opor ini ndak hanya dinikmati bersama keluarga. Hidangan ketupat ini juga dijadikan hantaran kepada tetangga-tetangga sebagai simbol permohonan maaf dan silaturahmi.</p>
<p>Tapi sekali lagi, tradisi saling menghantarkan hidangan ketupat ini kini juga sudah pudar.</p>
<p>Mungkin ada tradisi, filosofi, atau makanan khas Lebaran lainnya? Saya yakin, tiap daerah pasti mempunyai tradisi dan makanan yang khas ketika Lebaran tiba.</p>
<p>Silakan berbagi cerita melalui komentar. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jengjeng.matriphe.com/tradisi-bakda-kupat-dan-makna-ketupat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Idul Fitri 1428 Hijriyah!</title>
		<link>http://jengjeng.matriphe.com/selamat-idul-fitri-1428-hijriyah.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/selamat-idul-fitri-1428-hijriyah.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Oct 2007 15:12:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matriphe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ucapan]]></category>
		<category><![CDATA[even]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/10/09/selamat-idul-fitri-1428-hijriyah.html</guid>
		<description><![CDATA[Selamat Idul Fitri 1428 Hijriyah! Taqabalallahu minna wa minkum, shiyaamana wa shiyaamakum. Saya mohon maaf bila selama ini ada postingan, komentar, celetukan, perkataan, atau sikap saya yang kurang berkenan di hati. Begitu juga dengan temen-temen, semua kesalahan sudah saya maafkan. Mohon maaf pula jikalau saya ndak sempet berkunjung balik ke blog temen-temen, karena saya hanyalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/10/mudik1.jpg" alt="Selamat Idul Fitri 1428 Hijriyah" title="Selamat Idul Fitri 1428 Hijriyah" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1265" /></p>
<p><strong>Selamat Idul Fitri 1428 Hijriyah!</strong></p>
<p>Taqabalallahu minna wa minkum, shiyaamana wa shiyaamakum.</p>
<p>Saya mohon maaf bila selama ini ada postingan, komentar, celetukan, perkataan, atau sikap saya yang kurang berkenan di hati. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_worship.gif' alt='&#94;&#58;&#41;&#94;' class='wp-smiley' width='32' height='18' title='&#94;&#58;&#41;&#94;' /></p>
<p>Begitu juga dengan temen-temen, semua kesalahan sudah saya maafkan. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Mohon maaf pula jikalau saya ndak sempet berkunjung balik ke blog temen-temen, karena saya hanyalah seorang fakir benwit yang membutuhkan zakat sebesar 2Â½ MB. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Buat yang mudik, semoga selamat sampai tujuan, bertemu sanak keluarga, dan akhirnya kembali lagi ke tempat nguli, dan kembali beraktivitas. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Saya pulang kampung, dulu! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jengjeng.matriphe.com/selamat-idul-fitri-1428-hijriyah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>44</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

