Museum Seni Rupa dan Keramik, Menyimpan Koleksi Benda Seni Berbagai Masa dan Bangsa

Museum Seni Rupa dan Keramik

Berkunjung ke Museum Seni Rupa dan Keramik yang terletak di Jalan Pos Kota No 2, Jakarta Barat (kompleks Kota Tua/Taman Fatahillah) rupanya mampu menambah wawasan saya tentang sejarah perkembangan seni rupa Indonesia. Sekitar 400-an karya seni rupa yang kebanyakan berupa keramik, lukisan, serta ukiran dari berbagai daerah dan berbagai periode dipamerkan di sini.  .

Museum Bahari: Sejarah Maritim dan Titik 0 Km Jakarta

Museum Bahari

Ada sebuah pertanyaan menarik yang pernah saya dengar, "Di manakah letak titik nol kilometer Jakarta?". Aha. Pada jeng-jeng saya kali ini, saya mendapatkan wawasan baru mengenai titik nol kilometer Jakarta. Museum Bahari, selain menyimpan cerita sejarah perkembangan maritim dan kelautan Indonesia, rupanya mempunyai cerita lain yang menarik untuk diulik. Bersama Pelabuhan Sunda Kelapa, kawasan ini menjadi titik awal sejarah lahirnya Jakarta.

Museum Taman Prasasti, Bekas Makam Tertua Batavia

Museum Taman Prasasti

Berkunjung ke Museum Taman Prasasti, yang terletak di Jl. Tanah Abang 1 No. 1, Jakarta Pusat, rupanya mampu melemparkan saya ke suasana yang sangat berbeda. Museum yang dulunya memang merupakan areal pemakaman kuno pada masa Batavia ini memang memberikan nuansa sepi, sejuk, dan tenang, terutama di tengah hiruk-pikuknya Jakarta. Suasana angker, kumuh, mengerikan, kotor, langsung sirna begitu menjejakkan kaki ke areal yang luasnya sekitar 1,3 hektar ini.

Museum Wayang: Menyimpan Koleksi Wayang Berbagai Daerah

Prasasti Museum Wayang

Kota tua Jakarta memang masih memesona. Melanjutkan perjalanan penjelajahan museum, kali ini saya mengunjungi Museum Wayang, yang beralamat di Jl. Pintu Besar Utara No. 27, Jakarta. Terletak di kawasan Taman Fatahillah, museum ini merupakan salah satu museum dari beberapa museum yang ada di kawasan ini.

Museum Bank Indonesia, Museum Bermultimedia

Museum Bank Indonesia

Masih di seputaran Kota Tua, saya pun mengunjungi Museum Bank Indonesia, yang terletak di Jl. Pintu Besar Utara No. 3, Jakarta Barat. Museum ini kembali membuat saya takjub. Konsep museum yang ditawarkan oleh Museum BI ini sangat keren dan berbeda dengan museum-museum lainnya.

Museum Bank Mandiri, Potret Perbankan Masa Lalu

Lobi Museum Bank Mandiri

Rasa penasaran saya terhadap bangunan berarsitektur Indische dengan gaya Nieuw-Zakelijk yang terletak di depan Stasiun BEOS (Jakarta Kota) tertuntaskan sudah. Museum Bank Mandiri, nama gedung itu benar-benar membuat saya puas dan merasakan nuansa berbeda dari museum-museum yang saya kunjungi sebelumnya.  .

JengJeng dan JalanJalan di Solo

Zam JengJeng dan Ina JalanJalan

Beberapa waktu yang lalu, sebuah nomer Jakarta nongol di layar henpon saya. Saya sempat berpikir mungkinkah ini panggilan interview dari sebuah perusahaan di kota laknat bernama Jakarta itu. Setelah saya pencet tombol OK untuk menjawab telepon, terdengar suara renyah seorang wanita yang menyapa. "Halo, ini bener Zam. Saya Ina dari Majalah JalanJalan, temennya Gita Aprikot.

Mengingat Kembali Sejarah Hari Ibu

Mandala Bakti Wanitatama

Hari Ibu mengingatkan saya pada sebuah bangunan yang berkaitan erat dengan peringatan Hari Ibu ini, namun sering kita lupakan. Mungkin ndak banyak yang tau kalo ternyata Jogja punya peranan yang amat penting atas tercetusnya tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu. Nah, di Jogja ada sebuah bangunan yang menjadi monumen untuk mengingat peristiwa sejarah lahirnya Hari Ibu. Bangunan ini mungkin banyak yang ndak menyangka, karena seringnya bangunan ini digunakan untuk acara resepsi pernikahan dan pameran, kalo punya kisah sejarah tersendiri. Bangunan ini adalah gedung Mandala Bhakti Wanitatama.

Jeng-Jeng Jakarta

Hello Jakarta!

Sebenernya sudah lama saya mo posting ini, tapi kemarin masih kerepotan dan belum bisa berhubungan dengan dunia internet, maka baru sekarang saya sempat posting. Biar basi yang penting posting. :p Hari Jumat-Sabtu (7-8/12) lalu saya berkesempatan jeng-jeng ke Jakarta. Kesempatan ini merupakan pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Jakarta. Huehehe, maklum wong ndeso.

Suiker Fabriek Gondang Winangoen

Museum Gula Gondang Baru

Trio Tolol kembali beraksi. Setelah berpetualang mematahkan kaki memandulkan sperma ke Ratu Boko beberapa waktu yang lalu, kini Trio Tolol melanjutkan jeng-jeng ke Museum Gula Gondang Baru, Klaten. Sekali lagi, dengan perencanaan yang tiada, jeng-jeng kali ini sedikit lebih bermutu dan tentunya postingannya akan sangat panjang. :D Ide tolol ini terbersit karena selama perjalanan saya dari Solo ke Jogja atau sebaliknya, selalu melewati kawasan ini. Apalagi Museum Gula ini merupakan bagian dari kompleks Pabrik Gula Gondang Baru yang merupakan pabrik peninggalan jaman Belanda yang masih aktif.