Pas jeng-jeng ke Semarang liburan Imlek kemarin, kami mengunjungi kembali Lawang Sewu, salah satu situs wisata populer di Semarang. Kunjungan saya yang ketiga kali ini ternyata membuat saya berpikir kembali soal eksotisme dan potensi wisata Lawang Sewu yang dari sudut pandang lain mungkin ndak selaras dengan sudut pandang orang kebanyakan. .
Sebenernya sudah cukup lama saya mendengar legenda Es Dawet Durian Semarang ini, namun berhubung saya buta dengan peta perkulineran Semarang, saya hanya mengira es ini hanya tinggal cerita belaka. Akhirnya tadi siang saya berhasil menemukan kembali legenda yang hilang tersebut berkat petunjuk dan pencerahan dari Fany. Thanks, Fan. ;) Panasnya Semarang memang cucok kali untuk nyeruput es. Belum lagi, bulan-bulan begini adalah musim-musim durian.
Hari Rabu, 3 Oktober lalu, saya ngeluyur lagi ke candi. Seperti biasa, petualangan tolol saya kali ini tetep masih tanpa rencana, lebih tepatnya karena tersesat. :)) Petualangan diawali setelah saya menyelesaikan pekerjaan saya di Semarang. Biasanya saya ke Semarang bareng sama majikan saya, sehingga habis kerja ndak bakal bisa keluyuran. Untungnya hari itu saya sendirian.
Memenuhi janji kepada Bude Gita, hari Minggu, 23 September kemarin itu, saya sama rekan sepertololan saya akhirnya menepati janji untuk jeng-jeng ke Jepara. Janji itu sebenernya sudah lama, ketika status kami saat itu masih mahasiswa, sebagai motivasi, kalo kami lulus, kami akan jeng-jeng ke Jepara. Alhamdulillah nadzar itu akhirnya terpenuhi, apalagi kemarin itu hari terakhir Bude Gita di Jepara sebelum beliau njongos di Bandung. Perjalanan nekad dan lagi-lagi tanpa rencana itu bener-bener berkesan. Selain kami harus menempuh perjalanan yang jaraknya hampir sama dengan lebar pulau Jawa, ngenthang dari selatan ke utara, petualangan tolol itu kami lalui dalam waktu sehari semalam lebih dikit.
Tanggal 5-6 Mei lalu, temen-temen Loenpia mengundang CahAndong untuk jumpa muka dan menjalin silaturahmi serta persaudaraan. Tentu saja undangan ini tidak akan disia-siakan. Setelah mengalami beberapa kali kesepakatan, akhirnya terbentuklah tim Serang Semarang™!. yang terdiri dari 7 orang dengan menggunakan 4 buah sepeda motor dan beberapa orang akan menyusul menggunakan bus. Ketujuh anggota tim yang menggunakan sepeda motor adalah Didit sebagai korlap, Tupic, Mbak Amma, Adi, Ridho, Kailani, dan saya sendiri.
Menanggapi tantangan Fany di komen postingan awal saya, akhirnya tantangan tersebut bisa terlunasi Sabtu-Minggu (17-18 Februari 2007) lalu. :D Ini adalah kunjungan pertama saya ke Semarang, apalagi melakukan aktivitas bak seorang backpacker, beraktivitas nekad dengan semangat let it flow ala De MARKO, memberikan kesan tersendiri buat saya. Terima kasih banyak buat temen-temen Loenpia yang telah menyambut kami dengan begitu ruarr biasa. Saya sangat terharu dan jadi merasa sedikit sungkan.. :) Kali ini kita akan menjelajah Taman Tabanas, Klenteng Sam Poo Kong, Lawang Sewu, Warung Mbah Jingkrak, dan Masjid Agung Jawa Tengah.