<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jengjeng matriphe! &#187; tradisi</title>
	<atom:link href="http://jengjeng.matriphe.com/tag/tradisi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jengjeng.matriphe.com</link>
	<description>pengen jalan-jalan, makan-makan, dan lain-lain</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Aug 2011 11:41:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<atom:link rel='hub' href='http://jengjeng.matriphe.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ritual Wisuda ala Jogja</title>
		<link>http://jengjeng.matriphe.com/ritual-wisuda-ala-jogja.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/ritual-wisuda-ala-jogja.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Aug 2007 13:00:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matriphe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[kampus]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/08/16/ritual-wisuda-ala-jogja.html</guid>
		<description><![CDATA[Setelah wisuda lalu foto-foto? Itu sih udah pasti. Tapi di Jogja, ada beberapa ritual unik yang sering dilakukan setelah wisuda. Ritual-ritual yang entah kapan mulainya dan dari mana asalnya ini seakan-akan hal yang wajar mengingat status Yogyakarta sebagai kota pelajar. Ritual-ritual ini seakan-akan menjadi wujud ekspresi gembira kelulusan dan kecintaan para lulusan baru yang akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/08/ritual-wisuda1.jpg" alt="Ritual Wisuda ala Jogja" title="Ritual Wisuda ala Jogja" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1284" /></p>
<p>Setelah wisuda lalu foto-foto? Itu sih udah pasti. Tapi di Jogja, ada beberapa ritual unik yang sering dilakukan setelah wisuda. Ritual-ritual yang entah kapan mulainya dan dari mana asalnya ini seakan-akan hal yang wajar mengingat status Yogyakarta sebagai kota pelajar.</p>
<p>Ritual-ritual ini seakan-akan menjadi wujud ekspresi gembira kelulusan dan kecintaan para lulusan baru yang akan meninggalkan Jogja, yang mungkin sangat dicintainya dan memberikan kenangan tersendiri.</p>
<p>Walau ndak semua lulusan baru melakukan ritual ini, tapi banyak juga yang melakukannya. Tentu saja, karena untuk melakukan ritual-ritual ini dibutuhkan nyali dan keberanian yang tinggi. Beberapa ritual bersifat opsional, tapi ada satu yang selalu sama, yaitu melakukan ritual di Tugu Jogja yang terkenal itu.</p>
<p><span id="more-342"></span>Ritual-ritual ini biasanya dilakukan pada malam hari. Ada alasan tersendiri kenapa dipilih malam. Pertama, karena kalo malam ndak panas. Ya iya lah!</p>
<p>Kemudian, karena biasanya acara wisuda berakhir di siang hari, siang hari digunakan untuk berfoto-foto setelah upacara wisuda dilaksanakan. Selain itu, biasanya sanak famili dan keluarga pada datang, sehingga waktu siang hingga sore dihabiskan dengan keluarga.</p>
<p>Dan alasan terakhir adalah ketika malam hari, beberapa lokasi ritual yang menjadi landmark Jogja relatif sepi, sehingga kalo malu maka ndak malu-maluin banget, lah! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Jangan dibayangkan ritual-ritual ini berhubungan dengan klenik dan semacamnya. La ritual ini tuh cuma foto-foto biasa, cuma yang membedakan adalah waktu dan <em>azbabul nuzul</em> ritual tersebut dilakukan. Dan seperti yang saya bilang, untuk melakukan ritual ini dibutuhkan mental dan nyali yang luar biasa. Jadi doa <em>nawaitu</em>-nya, &#8220;ini adalah yang pertama dan yang terakhir kalinya&#8221;, maka lengkap sudah. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Berikut ini pengalaman saya melakukan ritual-ritual tersebut bersama temen-temen.</p>
<p><strong>RITUAL WISUDA DI KAMPUS FMIPA UGM</strong></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/08/kampus-fmipa.jpg' alt='Ritual Wisuda di kampus FMIPA UGM' /></p>
<p>Tak dapat dipungkiri, apa yang dicapai selama kuliah adalah di kampus. Tentu ritual yang dilakukan merupakan ekspresi kecintaan terhadap kampus.</p>
<p>Banyak suka dan duka yang tentu kita alami selama kuliah. Berbagai masalah pun kita alami di kampus. Ndak hanya kegiatan akademis saja, kegiatan non-akademis yang berbasis kemahasiswaan biasanya juga dilakukan di sini. Belum lagi dengan kisah asmara ala anak kampus yang penuh intrik, cinta, dan nafsu. Halah. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p>Ada tips yang bisa dilakukan ketika melakukan ritual ini. Pilih lokasi yang paling keren dan menjadi identitas kampusmu. Bisa papan nama kampus, gedung kampus, atau tempat-tempat yang memiliki kenangan tersendiri. Yakinlah, seperti apapun keadaan kampusnya, suatu saat kita akan merindukannya. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p><strong>RITUAL WISUDA DI BALAIRUNG UGM</strong></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/08/balairung.jpg' alt='Ritual Wisuda di Balairung UGM' /></p>
<p>Balairung merupakan gedung yang menjadi identitas Universitas Gadjah Mada. Tentu saja, karena di sinilah semua urusan administrasi universitas dilakukan.</p>
<p>Gedung ini pula yang menjadi saksi bagaimana UGM didirikan, yang menjadi universitas pertama kali yang dibangun oleh orang Indonesia yang merupakan kumpulan dari beberapa perguruan tinggi di masa perang kemerdekaan. Soal sejarahnya bisa dibaca <a href="http://www.ugm.ac.id/content.php?page=0&#038;display=2" title="Sejarah UGM" target="_blank">di sini</a>.</p>
<p>Kami mengambil lokasi pemotretan di gedung Balairung sayap utara. Di sinilah biasanya demo-demo mahasiswa yang menentang kebijakan UGM dilakukan.  Upacara-upacara keuniversitasan juga sering dilakukan di tempat ini.</p>
<p><strong>RITUAL WISUDA DI BOULEVARD UGM</strong></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/08/boulevard.jpg' alt='Ritual Wisuda di Boulevard UGM' /></p>
<p>Boulevard atau yang sering disebut dengan Bunderan merupakan landmark yang tak boleh terlewatkan. Apalagi kini di situ berdiri megah gerbang yang konon membutuhkan dana 2 milyar untuk membangunnya, dengan uang mahasiswa tentunya.</p>
<p>Di tempat inilah aktivitas mahasiswa berdenyut. Berbagai aksi demonstrasi sering dilakukan di tempat ini. Wajar, karena di sinilah lokasi strategis untuk menyampaikan aspirasi karena konon, kampus UGM adalah kampus rakyat dan merakyat. Ah, kata siapa? <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_eyeroll.gif' alt='&#56;&#45;&#124;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#56;&#45;&#124;' /></p>
<p>Di sini juga merupakan favorit saya karena di sini banyak terdapat penjual Wedang Ronde dan angkringan yang sering saya tongkrongi bersama teman-teman ketika membahas kondisi negara. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p><strong>RITUAL WISUDA DI TUGU JOGJA</strong></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2007/08/tugu-jogja.jpg' alt='Ritual Wisuda di Tugu Jogja' /></p>
<p>Tugu Jogja yang disebut sebagai Tugu Pal Putih ini merupakan landmark paling terkenal di Jogja. Tentu saja karena tugu ini memiliki sejarah yang tak bisa dipisahkan dengan Jogja itu sendiri.</p>
<p>Konon, tugu ini berusia hampir 3 abad yang dibangun setahun setelah Kraton Yogyakarta. Tugu ini pula yang menjadi salah satu node dari garis imajiner yang menghubungkan laut selatan, kraton, dan gunung Merapi. Tugu ini pula lah yang menjadi pusat konsentrasi sultan ketika bermeditasi di Pagelaran Kraton.</p>
<p>Tugu Jogja yang dulu tidak seperti tugu yang kita kenal sekarang. Dulu berbentuk silinder dengan puncak berbentuk bola. Tugu ini dulu disebut Golong Gilig yang merupakan cerminan <em>Manunggaling Kawula Gusti</em> atau persatuan rakyat (kawula) dengan raja (gusti) ketika melawan penjajahan.</p>
<p>Tugu ini sempet rusak ketika gempa besar melanda Jogja tahun 1867. Tugu ini dibangun kembali oleh pemerintah Belanda pada tahun 1889 dengan bentuk yang seperti sekarang. Tentu bentuk tersebut dipilih Belanda untuk menghilangkan filosofi dari Tugu Golong Gilig tersebut.</p>
<p>Di empat sisi tugu, terdapat prasasti yang menunjukkan pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan tugu tersebut dalam aksara Jawa.</p>
<p>Ada mitos yang beredar bahwa jika kita mencium atau memeluk tugu ini, suatu saat kita pasti bisa kembali lagi ke kota ini. Dan saya sudah menciumnya! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_kiss.gif' alt='&#58;&#45;&#42;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#42;' /></p>
<p><strong>TEMPAT RITUAL WISUDA LAINNYA</strong></p>
<p>Sebenernya ada ritual lain yang bisa dilakukan, tapi karena keterbatasan waktu dan tenaga, ritual ini tidak kami lakukan.</p>
<p>Nah, beberapa tempat yang <em>patoet digoenakan</em> sebagai ritual adalah Titik Nol Kilometer karena di sini ada Kantor Pos Besar, Gedung Bank Indonesia, Gedung BNI, Benteng Vredeburg, dan Gedung Agung. Selain itu, Alun-Alun Selatan juga bisa digunakan sebagai lokasi ritual. Tetapi sekali lagi, pemilihan lokasi ritual hendaknya memiliki kenangan atau filosofi tertentu. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Tentu saja, untuk melakukan ritual-ritual tersebut, anda ndak harus wisuda terlebih dahulu. Kapan pun anda datang ke Jogja, silakan berfoto-foto di tempat-tempat tersebut. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jengjeng.matriphe.com/ritual-wisuda-ala-jogja.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>63</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

