<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jengjeng matriphe! &#187; wisata</title>
	<atom:link href="http://jengjeng.matriphe.com/tag/wisata/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jengjeng.matriphe.com</link>
	<description>pengen jalan-jalan, makan-makan, dan lain-lain</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Mar 2010 17:07:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Belajar Astronomi di Planetarium, Jakarta</title>
		<link>http://jengjeng.matriphe.com/belajar-astronomi-di-planetarium-jakarta.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/belajar-astronomi-di-planetarium-jakarta.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 16:53:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matriphe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi & Ketrampilan]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[planetarium]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/?p=881</guid>
		<description><![CDATA[
Hari Minggu (2/11) kemarin, saya dan Dita berkunjung ke Planetarium, yang terletak di Jalan Cikini Raya No. 73, di dalam kompleks Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.
Turun dari Stasiun Cikini, kami pun berjalan kaki menuju TIM. Daripada naik angkot yang harus muter (karena jalan searah), kami berjalan kaki walau panas menyengat.
Sampai di lokasi, suasana masih sepi. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-882" title="Tiket Planetarium" src="http://jengjeng.matriphe.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/11/planetarium.jpg" alt="" width="350" height="263" /></p>
<p>Hari Minggu (2/11) kemarin, saya dan <a title="NonaDita" href="http://nonadita.com" target="_blank">Dita</a> berkunjung ke <a title="Planetarium" href="http://planetarium.jakarta.go.id/" target="_blank">Planetarium</a>, yang terletak di Jalan Cikini Raya No. 73, di dalam kompleks Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.</p>
<p>Turun dari Stasiun Cikini, kami pun berjalan kaki menuju TIM. Daripada naik angkot yang harus muter (karena jalan searah), kami berjalan kaki walau panas menyengat.</p>
<p><span id="more-881"></span>Sampai di lokasi, suasana masih sepi. Maklum, kami tiba di Planetarium sekitar pukul 10 pagi. Rupanya pertunjukkan sesi pertama baru saja dimulai, sehingga suasana sudah sepi.</p>
<p>Setelah bertanya-tanya, kami pun mengantre tiket di loket yang buka kembali pukul 10.30. Melalui semacam &#8220;labirin&#8221; dari kursi berwarna biru, kami harus berputar-putar untuk mencapai loket. Mungkin labirin ini digunakan untuk mengatur antrian supaya lebih tertib kali, ya?</p>
<p>Penjual buku-buku tentang planet dan tata surya berkeliaran menjajakan dagangannya. Tertarik dengan 2 buku mini tentang planet dan bumi, saya mencoba menawar. Dengan menggunakan bahasa Jawa, akhirnya dapat harga 15 ribu untuk 2 buku (seri 1 dan 2), yang awalnya ditawarkan 10 ribu per buku.</p>
<p>Tak lama kemudian loket dibuka. Tiba-tiba saja antrian panjang langsung terjadi. Busyet, saya baru nyadar ternyata di tempat ini sudah mulai rame.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-884" title="Antrean Membeli Tiket" src="http://jengjeng.matriphe.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/11/antrian.jpg" alt="" width="350" height="263" /></p>
<p>Dengan tiket seharga 7 ribu (plus sumbangan PMI 500 rupiah), maka kita bisa menikmati pertunjukan simulasi langit yang mengesankan.</p>
<p>Sembari menunggu dimulainya pertunjukkan pada pukul 11.30, saya dan Dita pun berkeliling. Kami menuju ke ruang pameran yang terletak di belakang.</p>
<p>Ruangan ini memamerkan berbagai gambar dan foto benda-benda luar angkasa. Ada juga diorama mini mengenai pendaratan manusia pertama di bulan, meski soal pendaratan ini masih diperdebatkan apakah benar-benar terjadi atau cuma rekayasa Amerika.</p>
<p>Namun yang membuat saya kagum adalah disimpannya batu meteorit Pasuruan, yaitu meteorit yang jatuh di kawasan Tambakwatu, Kabupaten Pasuruan pada tanggal 14 Februari 1975. Batu ini berukuran sebesar kepala manusia, dengan berat sekitar 10.5 kg.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-885" title="Ruang Pamer Planetarium" src="http://jengjeng.matriphe.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/11/ruang-pamer.jpg" alt="" width="350" height="263" /></p>
<p>Puas melihat-lihat ruang pameran, kami pun menuju ke depan pintu masuk teater yang ada di lantai 2. Buset, kami harus berebut jalan dengan anak-anak kecil ketika pintu teater dibuka.</p>
<p>Ruang pertunjukan ini menggunakan sebuah kubah setengah lingkaran berdiameter 22 meter sebagai layar pertunjukan, sehingga kita bukan melihat layar yang ada di depan, melainkan ada di atas. Kursi-kursi yang berjumlah 320 buah ini bisa direbahkan hingga nyaris telentang, memudahkan kita melihat sejauh hampir 180 derajat.</p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-887" title="Proyektor Carl Zeiss" src="http://jengjeng.matriphe.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/11/proyektor.jpg" alt="" width="200" height="267" /></p>
<p>Di tengah ruangan, kira-kira di titik fokus atap kubah, terdapat proyektor Universarium Model VIII bikinan Carl Zeiss, Jerman. Bentuk proyektor ini sekilas mirip bola lampu disko, namun bedanya proyektor ini menembakkan gambar-gambar ke atas kubah sehingga membentuk tampilan gambar seperti 3 dimensi.</p>
<p>Tak berapa lama suasana gelap. Tiba-tiba saja saya merasa berada di luar pada malam hari. Suasana langit saat itu sedikit kelabu karena kami sedang berada di Jakarta pada malam hari. Hehe, Jakarta sebelah mana, ya? <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Narator bercerita bahwa langit malam menjadi sedikit kelabu karena banyaknya polusi udara di Jakarta. Melihat langit yang penuh bintang di malam hari di Jakarta adalah suatu hal yang mustahil, karena terdistorsi oleh cahaya lampu-lampu kota. Andai saja lampu-lampu kota itu dimatikan maka hamparan bintang itu akan terlihat.</p>
<p>Ah, saya jadi teringat masa-masa ketika bermalam di Parangtritis dan <a title="Mercusuar Pandansari" href="http://cahandong.org/2006/11/04/merkusuar-pandansari.html" target="_blank">Pandansari</a> pas masa-masa kuliah dulu. Memandangi hamparan bintang yang sesekali terlihat bintang jatuh lewat setiap menit.</p>
<p>Setelah &#8220;distorsi&#8221; tadi dihilangkan, kini terlihat jelas langit hitam yang penuh dengan bintang, begitulah tampilan di layar. Saya benar-benar merasa seolah-olah melihat ke atas langit cerah yang penuh bintang!</p>
<p>Dimulailah &#8220;petualangan&#8221; kami menyusuri ruang angkasa. Cerita yang ditampilkan saat itu bertajuk &#8220;Penjelajah Kecil di Tata Surya&#8221;.</p>
<p>Sebenarnya ada 9 seri cerita yang ditampilkan bergantian, namun karena tiada jadwal penayangannya, mengikuti semua seri cerita menjadi sulit. Kita hanya bisa pasrah dengan apa yang akan ditampilkan di ruang pertunjukkan. Tentu akan lebih menarik bila kita bisa &#8220;memilih&#8221; cerita apa yang akan kita ikuti.</p>
<p>Cerita diawali dengan pengenalan bintang dan rasi bintang. Ternyata ada 88 buah rasi bintang yang ditentukan oleh International Astronomical Union (IAU) untuk standardisasi. Dua belas lambang zodiak dalam astrologi itu termasuk di dalamnya.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-886" title="Gambar Rasi Bintang" src="http://jengjeng.matriphe.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/11/rasi-bintang.jpg" alt="" width="350" height="263" /></p>
<p>Kenapa 12 rasi bintang yang sering kita kenal sebagai zodiak itu begitu istimewa? Rupanya karena kedua belas rasi binang ini selalu nampak dari bumi dan seolah-olah dilintasi oleh matahari setiap tahunnya dengan susunan yang sama. Ini terjadi karena rasi-rasi bintang ini teretak di lintasan ekliptika (garis edar matahari).</p>
<p>Susunan kedua belas rasi bintang zodiak ini adalah Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, Pisces, dan kembali lagi ke Aries. Masa-masa rasi bintang ini ditentukan oleh posisi matahari terhadap zodiak tersebut.</p>
<p>Beberapa rasi bintang lainnya hanya dapat dilihat di belahan langit tertentu. Rasi bintang Polaris yang terlihat di langit utara tidak dapat dilihat oleh mereka yang berada di belahan bumi selatan. Begitu pula dengan rasi bintang Salib Selatan tidak dapat dilihat oleh mereka yang berada di belahan bumi utara. Beruntunglah kita yang berada di khatulistiwa, sehingga hampir semua rasi bintang dapat kita lihat.</p>
<p>Bila kita melihat bintang berwarna merah, itu adalah bintang &#8220;dingin&#8221; yang bersuhu sekitar 300 kali suhu air mendidih. Salah satunya bisa kita lihat di belahan langit bagian barat ketika malam hari.</p>
<p>Setelah perkenalan dengan rasi bintang selesai, kita akan diperkenalkan dengan benda-benda kecil yang berada di luar angkasa, antara lain komet, meteor, meteorit, dan asteroid.</p>
<p>Komet adalah gumpalan es kotor, yang terdiri atas gas-gas yang membeku dan terletak di pinggiran sistem tata surya kita yang dingin. Komet ini bergerak mengikuti suatu orbit tertentu, dan ketika ia mendekati matahari, sebagian gasnya terbakar dan menyublim sehingga membentuk ekor yang arahnya menjauhi matahari karena semburan angin radiasi dari matahari.</p>
<p>Salah satu komet yang terkenal adalah Komet Halley yang terlihat dari bumi setiap 75-76 tahun sekali.</p>
<p>Meteor adalah benda-benda langit yang jatuh ke bumi akibat gravitasi bumi. Ketika memasuki atmosfer bumi, benda-benda ini akan terbakar. Benda-benda angkasa ini berdasarkan unsur penyusunnya, dibedakan menjadi 3 jenis yaitu yang mengandung logam, meteorit yang berupa batuan, serta meteorit yang mengandung logam dan batuan.</p>
<p>Salah satu meteor besar yang pernah menghujam bumi adalah meteor yang jatuh di kawasan Arizona, Amerika, sekitar 49 ribu tahun yang lalu. Tumbukan meteor ini menimbulkan sebuah kawah lebar 1.200 meter dengan kedalaman 170 meter. Kawah ini dikenal dengan nama Canyon Diablo Crater.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-894" title="Canyon Diablo Crater" src="http://jengjeng.matriphe.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/11/canyon-diablo-crater.jpg" alt="" width="350" height="263" /></p>
<p>Meteor yang menumbuk sebenarnya ndak besar, namun tenaga yang dihasilkan oleh kecepatannya yang sangat besar membuat tumbukan itu begitu dahsyat. Saya jadi teringat hukum energi Einstein, yang menyatakan <code>E = mc<sup>2</sup></code>, di mana <em>m</em> adalah massa dan <em>c</em> adalah kecepatannya.</p>
<p>Di Indonesia sendiri, ada meteorit yang terjatuh pada tahun 1975 di Pasuruan, yang dikenal dengan Meteorit Pasuruan, yang disimpan di ruang pamer Planetarium.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-895" title="Meteorit Pasuruan" src="http://jengjeng.matriphe.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/11/meteorit-pasuruan.jpg" alt="" width="350" height="263" /></p>
<p>Tak hanya bumi, rupanya planet Jupiter juga sering ditabrak oleh benda-benda angkasa. Namun karena Jupiter hanya terdiri dari gas, maka tumbukannya tidak begitu berpengaruh terhadap Jupiter.</p>
<p>Yang lucu, pada masa pemerintahan Pakubuwana IV (sekitar tahun 1801), di Kraton Surakarta, pernah jatuh meteorit di daerah Prambanan. Meteorit ini kemudian diambil dan kemudian dilebur lalu ditempa untuk dijadikan senjata pusaka berupa tombak dan keris. Ini dimungkinkan karena adanya unsur logam di dalam meteorit tersebut.</p>
<p>Nah, benda pusaka yang terbuat dari meteorit tersebut disimpan di dalam Kraton Surakarta dan yang paling terkenal adalah senjata pusaka yang dinamai Kanjeng Kyai Pamor.</p>
<p>Kemudian dijelaskan pula mengenai fenomena hujan meteor. Fenomena ini terjadi bila ada serpihan ekor komet yang masuk ke atmosfer bumi. Hujan meteor biasanya terjadi seolah-olah berasal dari salah satu titik di rasi bintang. Beberapa rasi bintang yang sering menjadi &#8220;sumber&#8221; hujan meteor adalah Gemini, Leo, an Orion. Hujan meteor yang seolah-olah berasal dari ketiga rasi bintang ini disebut dengan hujan meteor Geminit, Leonit, dan Orionit.</p>
<p>Dijelaskan pula mengenai sabuk asteroid. Ditengarai sabuk asteroid yang berada di orbit antara Mars dan Jupiter tersebut adalah planet yang sudah hancur. Serpihan-serpihan planet yang sudah hancur itulah yang kemudian membentuk sabuk asteroid.</p>
<p>Salah satu asteroid yang terbesar adalah asteroid Ceres yang ditemukan oleh Giuseppe Piazzi pada tahun 1801. Besarnya pun &#8220;hanya&#8221; sepanjang pulau Jawa. Namun sejak tahun 2006, Ceres kemudian dikategorikan menjadi planet kerdil, bersamaan dengan Pluto.</p>
<p>Bentuk asteroid yang tidak beraturan, membuat lintasan orbitnya juga tidak beraturan. Ada kalanya ia lepas dari orbit dan melayang-layang di angkasa atau menabrak benda langit lainnya. Bila asteroid berukuran cukup besar menuju bumi, bisa jadi bencana akan terjadi. Masih ingat dengan film <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Armageddon_(1998_film)" title="film Armageddon" target="_blank">Armageddon</a>? <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Bahasan tentang asteroid menjadi topik terakhir dari film yang berdurasi sekitar 1 jam ini. Film yang narasinya dibacakan secara langsung ini menjadi lebih menarik karena terdapat suatu segmen di mana kita berpura-pura naik pesawat luar angkasa dan gambar pada layar digerakkan sehingga seolah-olah kita yang bergerak. Anak-anak kecil berteriak-teriak ketika segmen ini berlangsung.</p>
<p>Berkunjung ke Planetarium, selain menjadi rekreasi yang menyenangkan juga dapat menambah pengetahuan, terutama mengenai benda-benda langit dan luar angkasa.</p>
<p>Pernahkah kamu berkunjung ke Planetarium?</p>
 jengjeng matriphe!]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jengjeng.matriphe.com/belajar-astronomi-di-planetarium-jakarta.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>60</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengajian Macapat Bersama Cak Nun</title>
		<link>http://jengjeng.matriphe.com/pengajian-macapat-bersama-cak-nun.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/pengajian-macapat-bersama-cak-nun.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2008 12:15:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matriphe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arkais]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2008/03/18/pengajian-macapat-bersama-cak-nun.html</guid>
		<description><![CDATA[
Setelah mengalami kegundahan spiritual yang amat sangat, akhirnya semalem (17/03) saya menemukan pencerahan.
Berawal dari ajakan Kang Sandal, saya, Funkshit, Goen, dan Pengki pun akhirnya ikutan acara Pengajian Macapat yang rutin diadakan tiap bulan pada tanggal 17.
Yang unik dari acara ini, selain acara tauziahnya, adalah acara seni yang dibawakan oleh beberapa kelompok musik hingga puncaknya adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/03/emha-novia1.jpg" alt="Cak Nun dan Mbak Via" title="Cak Nun dan Mbak Via" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1188" /></p>
<p>Setelah mengalami <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2008/03/13/kehilangan-gairah-saatnya-bertobat.html" title="Kehilangan Gairah, Saatnya Bertobat?">kegundahan spiritual</a> yang amat sangat, akhirnya semalem (17/03) saya menemukan pencerahan.</p>
<p>Berawal dari ajakan <a href="http://the.sandalian.com/" title="Sandal" target="_blank">Kang Sandal</a>, saya, <a href="http://funkshit.ariprasetyo.com/" title="Funkshit" target="_blank">Funkshit</a>, <a href="http://gunawanrudy.com/" title="Goen" target="_blank">Goen</a>, dan <a href="http://agung.isnotcyb.org/" title="Pengki" target="_blank">Pengki</a> pun akhirnya ikutan acara Pengajian Macapat yang rutin diadakan tiap bulan pada tanggal 17.</p>
<p><span id="more-651"></span>Yang unik dari acara ini, selain acara tauziahnya, adalah acara seni yang dibawakan oleh beberapa kelompok musik hingga puncaknya adalah penampilan kelompok musik Kyai Kanjeng.</p>
<p>Acara dimulai sekitar pukul 9 malem. Bertempat di halaman TK Alhamdulillah di daerah Jetis, Kecamatan Kasihan, Bantul.</p>
<p>Walau hanya dikemas secara sederhana, hanya duduk beralaskan terpal, namun jamaah yang hadir sangat banyak.</p>
<p>Ketika kami datang, acara rupanya telah dimulai. Penampilan kelompok musik dari <acronym title="Institut Seni Indonesia">ISI</acronym> (dulu bernama <acronym title="Sekolah Tinggi Seni Indonesia">STSI</acronym>) Surakarta membawakan beberapa lagu bernuansa Banyuwangi dan Banyumasan yang dikemas dalam nuansa etnik begitu ciamik menyambut kami.</p>
<p>Perpaduan kendang, suling, bonang, bas betot, drum, gitar, dan kibor begitu rancak dimainkan. Tempo lagu yang berubah dari lambat dan cepat disertai komposisi alat musik yang silih berganti membuat sajian lagu begitu asyik untuk dinikmati.</p>
<p>Penampilan berikutnya adalah dari kelompok musik yang menamakan dirinya Sobaya. Sobaya saat itu tampil mendampingi sebuah kelompok musik yang terdiri dari anak-anak jalanan.</p>
<p>Anak-anak jalanan menyanyikan lagu-lagu yang menceritakan nasib mereka yang menderita dengan suara cempreng khas mereka ketika mengamen di jalanan.</p>
<p>Gesekan biola dan petikan gambus dari kelompok Sobaya yang mengiringi para anak jalanan ini semakin membangkitkan nuansa dramatis.</p>
<p>Setelah anak-anak jalanan selesai tampil, kelompok Sobaya semakin membuai para jamaah dengan lagu-lagu bernuansa timur tengah.</p>
<p>Pak Riswanto, salah satu dosen <a href="http://www.umy.ac.id/" title="Universitas Muhammadiyah Yogyakarta" target="_blank">UMY</a> yang juga aktivitis <a href="http://www.muhammadiyah.or.id/" title="Muhammadiyah" target="_blank">Muhammadiyah</a> kemudian tampil memberikan tauziah.</p>
<p>Dengan kocak, Pak <del datetime="2008-03-19T12:27:13+00:00">Riswanto</del> Harwanto Dahlan (<a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2008/03/18/pengajian-macapat-bersama-cak-nun.html#comment-4300" title="ralat dari Kang Sandal">ralat dari Kang Sandal</a>) memberikan tauziah bertema krisis pangan. Menurut beliau, krisis pangan yang kini melanda Indonesia dengan ditandainya dengan naiknya harga-harga kebutuhan pokok ini disebabkan oleh beberapa hal.</p>
<p>Beberapa hal tersebut adalah kurangnya pemenuhan bahan pangan dunia karena negara-negara agraris mulai bergeser orientasi, dari menanam tanaman pangan menjadi menanam tanaman industri, salah satu contohnya untuk memenuhi kebutuhan energi biofuel.</p>
<p>Kedua, kurangnya kesadaran untuk menyimpan persediaan pangan. Setelah kurangnya pasokan akibat tidak ditanaminya tanaman pangan, Indonesia justru mengimpor berbagai bahan pangan. Lucu toh, negara agraris kok malah mengimpor bahan pangan?</p>
<p>Yang berikutnya adalah tak lepas dari tekanan negara-negara maju. Negara-negara maju kembali &#8220;menjajah&#8221; dengan berdalih memberikan pinjaman lunak. Kalo saja pemerintah dapat mengelola pinjaman lunak tersebut dengan baik, tentu saja pinjaman lunak tersebut bisa memajukan bangsa.</p>
<p>Selesai Pak <del datetime="2008-03-19T12:27:13+00:00">Riswanto</del> Harwanto memberikan tauziah, Cak Nun bersama istrinya Novia Kolopaking dan kelompok musik Kyai Kanjeng naik ke atas panggung. Duh, Mbak Ovi cantik banget.. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_love.gif' alt='&#58;&#120;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#120;' /></p>
<p>Cak Nun mengawali tauziahnya dengan beberapa lagu yang dimainkan oleh kelompok Kyai Kanjeng. Lantunan lagu ini mampu mengkondisikan jamaah untuk tenang, khusyuk, (dan juga ngantuk) untuk mendengar tauziah yang akan dibawakan Cak Nun.</p>
<p>Cak Nun dalam tauziahnya banyak memberi motivasi bahwa sebenernya bangsa kita ini adalah bangsa yang maju. Bangsa kita ini sebenernya bangsa yang tangguh, cerdas, dan mempunyai banyak kebisaan. Namun karena saking pinternya, justru bangsa kita ini menjadi ndak bisa apa-apa.</p>
<p>Ibarat burung, karena terlalu lama dalam sangkar maka burung tersebut lama-lama menjadi lupa bagaimana cara terbang.</p>
<p>Bangsa Indonesia diibaratkan oleh Cak Nun seperti burung itu tadi. Mempunyai potensi namun karena terlalu lama &#8220;di dalam sangkar&#8221; membuat potensi ini menjadi &#8220;ndak bisa terbang&#8221;.</p>
<p>Di sela-sela tauziahnya, Cak Nun mengajak para jamaah untuk berwirid, merenung, dan bershalawat untuk instropeksi dan memotivasi diri.</p>
<p>Saya, karena terlalu ngantuk, justru tertidur pas sesi ini. Apalagi saat itu lampu dimatikan yang bertujuan untuk menambah khusyuk suasana membuat suasana pas untuk memejamkan mata. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_sleep.gif' alt='&#124;&#45;&#41;' class='wp-smiley' width='21' height='18' title='&#124;&#45;&#41;' /></p>
<p>Selama tauziah, banyak celetukan dan lelucon yang dilontarkan membuat suasana makin semarak. Komunikasi dengan jamaah juga dibangun untuk mendapatkan interaksi.</p>
<p>Uniknya, celetukan-celetukan bernada menyindir dan &#8220;menyinggung&#8221; antara NU-Muhammadiyah  sering terlontar. Bukannya memanas, suasana justru makin cair dan terasa akrab.</p>
<p>Sebelum diakhiri, ada pembacaan puisi dari ketua bidang kebudayaan UMY, Pak Mustafa. Pak Mustafa membawakan puisi sebanyak 3 lembar yang berjudul &#8220;Balada Negeri Asu Sila&#8221;.</p>
<p>Dengan gaya membaca seperti membaca cerita, dengan disertai celetukan dan komentar-komentar nakal, puisi &#8220;Balada Negeri Asu Sila&#8221; ini menceritakan soal keadaan manusia yang kacau balau.</p>
<p>Manusia mudah dihasut oleh makhluk bernama George Segawon yang memang bertujuan untuk menjerumuskan manusia. Dalam puisi ini, diceritakan bagaimana George Segawon curhat mengenai misinya kepada seekor nyamuk.</p>
<p>Sekitar pukul &#0189; 3 dini hari acara berakhir. Cak Nun dan jamaah berdiri untuk melantunkan shalawat dan membaca surat An Nashr, yang memberikan pesan dan motivasi mengenai pertolongan dan kemenangan.</p>
<p>Kami pun kembali menembus dinginnya dini hari kembali pulang ke Jogja. Sebelum pulang, kami mampir dulu ke <acronym title="warung 24 jam yang menyediakan menu bubur kacang ijo dan mi instan">warung burjo</acronym> untuk mengganjal perut. Sampai di kosan, adzan Subuh berkumandang. Selesai sholat, saya pun tepar. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_sleep.gif' alt='&#124;&#45;&#41;' class='wp-smiley' width='21' height='18' title='&#124;&#45;&#41;' /></p>
 jengjeng matriphe!]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jengjeng.matriphe.com/pengajian-macapat-bersama-cak-nun.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lawang Sewu, Eksotisme yang Terbalut Mistis</title>
		<link>http://jengjeng.matriphe.com/lawang-sewu-eksotisme-yang-terbalut-mistis.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/lawang-sewu-eksotisme-yang-terbalut-mistis.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Feb 2008 04:34:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matriphe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Museum & Bangunan Bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[heritage]]></category>
		<category><![CDATA[Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2008/02/09/lawang-sewu-eksotisme-yang-terbalut-mistis.html</guid>
		<description><![CDATA[
Pas jeng-jeng ke Semarang liburan Imlek kemarin, kami mengunjungi kembali Lawang Sewu, salah satu situs wisata populer di Semarang.
Kunjungan saya yang ketiga kali ini ternyata membuat saya berpikir kembali soal eksotisme dan potensi wisata Lawang Sewu yang dari sudut pandang lain mungkin ndak selaras dengan sudut pandang orang kebanyakan.
Lawang Sewu, sejak dulu terkenal dengan keangkeran, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/02/lawang-sewu1.jpg" alt="Sisi lain Lawang Sewu" title="Sisi lain Lawang Sewu" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1198" /></p>
<p>Pas <a href="http://cahandong.org/2008/02/09/jeng-semawis.html" title="Jeng Semawis" target="_blank">jeng-jeng ke Semarang</a> liburan Imlek kemarin, kami mengunjungi kembali Lawang Sewu, salah satu situs wisata populer di Semarang.</p>
<p>Kunjungan saya yang ketiga kali ini ternyata membuat saya berpikir kembali soal eksotisme dan potensi wisata Lawang Sewu yang dari sudut pandang lain mungkin ndak selaras dengan sudut pandang orang kebanyakan.</p>
<p><span id="more-628"></span>Lawang Sewu, sejak dulu terkenal dengan keangkeran, cerita horor, kemistisan, tempat seram, dan obyek wisata nyali lainnya.</p>
<p>Namun bila kita bisa menafikkan semua stigma masyarakat tersebut, Lawang Sewu bisa menjadi potensi wisata unggulan Semarang.</p>
<p>Arsitektur Lawang Sewu yang unik dan menarik inilah yang patut ditonjolkan daripada cerita seramnya.</p>
<p>Latar belakang sejarah lah yang seharusnya lebih dikedepankan daripada cerita &#8220;di sini pernah dipakai untuk lokasi uji nyali yang memenangkan penghargaan reality show terbaik se-Asia&#8221;-nya itu.</p>
<p>Bila Pemkot Semarang memang berniat mengangkat potensi wisata Semarang, tentunya pemkot harus bener-bener serius dengan membangun infrastruktur yang memadai.</p>
<p>Andai saja Lawang Sewu direnovasi kembali, kemudian dialihfungsikan, sebagai museum atau hotel misalnya, tentunya ini akan menarik lebih banyak wisatawan.</p>
<p>Lalu akan muncul keresahan, la nanti kalo dijadikan hotel, apa ndak angker nantinya? Saya cuma ketawa. La hantu itu sebenernya lebih takut pada kita! La kok kita yang takut sama mereka.</p>
<p>Suasana gelap, sepi, membuat suasana tambah wingit dan membuat para setan itu suka gentayangan. Coba kalo ini gedung diramaikan, saya yakin para setan dan hantu itu akan enyah dengan sendirinya.</p>
<p>Wisatawan asing tentu ndak tertarik dengan cerita klenik macam beginian. Yang doyan cerita klenik ini kan ya orang-orang kita sendiri. La kalo yang ditonjolkan cuma cerita klenik, mana mau para wisatawan asing itu datang?</p>
<p>Andai Lawang Sewu dijadikan hotel, tentu hotel ini akan menjadi hotel menarik seperti hotel Majapahit di Surabaya yang pernah menjadi saksi sejarah dengan peristiwa perobekan bendera Belanda menjadi merah-putih itu.</p>
<p>Kalo dijadikan museum, bisa jadi Museum Sejarah Jakarta  atau yang sering disebut dengan Museum Fatahillah itu dijamin ndak bakal ada apa-apanya.</p>
<p>Foto-foto Semarang tempo doeloe bisa dipajang di museum ini. Saya sendiri sedih dan prihatin. Mosok gambar-gambar, foto-foto, dan peninggalan sejarah kita (khususnya di Semarang) malah ada di <a href="http://www.semarang.nl/" title="Semarang Foto Archives" target="_blank"">Belanda</a>?</p>
<p>Heritage dan bangunan tua peninggalan Belanda yang banyak bertebaran di Semarang harusnya bisa menjadi ujung tombak wisata Semarang. Tentunya dengan perawatan dan penyajian yang baik.</p>
<p>Saya yang suka melihat heritage dan bentuk bangunan-bangunan tua begitu sedih. Ndak bisa kah kita melestarikan peninggalan kebudayaan tersebut sebagai warisan kepada anak cucu?</p>
<p>Saya jadi teringat slogan, &#8220;jas <strike>coklat</strike> merah: jangan sekali-kali melupakan sejarah&#8221;.</p>
<p>Saya membayangkan bila saja Lawang Sewu bener-bener direnovasi. Membayangkan suasana tempo doeloe lengkap dengan para sinyo dan none-none Belandanya tentunya menjadi ndak sulit lagi.</p>
<p>Ah, andai saja pemerintah kita ini peduli.. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_sighing.gif' alt='&#58;&#45;&#60;' class='wp-smiley' width='24' height='18' title='&#58;&#45;&#60;' /></p>
 jengjeng matriphe!]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jengjeng.matriphe.com/lawang-sewu-eksotisme-yang-terbalut-mistis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>57</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pantai Pandansari Riwayatmu Kini</title>
		<link>http://jengjeng.matriphe.com/pantai-pandansari-riwayatmu-kini.html</link>
		<comments>http://jengjeng.matriphe.com/pantai-pandansari-riwayatmu-kini.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jan 2008 09:33:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matriphe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arkais]]></category>
		<category><![CDATA[Keluyuran]]></category>
		<category><![CDATA[pantai]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2008/01/09/pantai-pandansari-riwayatmu-kini.html</guid>
		<description><![CDATA[
Salah satu pantai favorit saya di Jogja adalah Pantai Pandansari.
Keberadaan mercusuar di pantai ini adalah daya tarik tersendiri selain pantainya yang relatif sepi.
Namun saya sangat kecewa melihat keadaannya kini. Pantainya begitu kotor oleh sampah. 
Saya sangat sedih melihat pantai favorit saya ini keadaannya menjadi benar-benar mengenaskan! 
Pantai Pandansari menjadi favorit saya karena saya punya kenangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jengjeng.matriphe.com/index.php?feedimage=wp-content/uploads/2008/01/pandansari-sampah1.jpg" alt="Pantai Pandansari yang penuh sampah" title="Pantai Pandansari yang penuh sampah" width="350" height="263" class="alignnone size-full wp-image-1208" /></p>
<p>Salah satu pantai favorit saya di Jogja adalah Pantai Pandansari.</p>
<p>Keberadaan mercusuar di pantai ini adalah daya tarik tersendiri selain pantainya yang relatif sepi.</p>
<p>Namun saya sangat kecewa melihat keadaannya kini. Pantainya begitu kotor oleh sampah. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_sad.gif' alt='&#58;&#40;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#40;' /></p>
<p>Saya sangat sedih melihat pantai favorit saya ini keadaannya menjadi benar-benar mengenaskan! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_cry.gif' alt='&#58;&#40;&#40;' class='wp-smiley' width='22' height='18' title='&#58;&#40;&#40;' /></p>
<p><span id="more-567"></span>Pantai Pandansari menjadi favorit saya karena saya punya kenangan tersendiri dengan pantai ini.</p>
<p>Saya pernah melihat puluhan bintang jatuh ketika menjadi panitia malam keakraban jurusan saya di pantai ini.</p>
<p>Pengalaman yang tak kan terlupakan!</p>
<p>Terakhir kali saya ke sini ya pas setelah saya lulus dan <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/07/11/kopdar-raya-pantai-pandansari.html" title="Kopdar Raya: Pantai Pandansari">kopdar akbar gila-gilaan</a> pas <a href="http://rekam.org/" title="Renisa" target="_blank">Nisa</a> sama <a href="http://iks.edyw.com/" title="Iks" target="_blank">Iks</a> dateng ke Jogja.</p>
<p>Begitu tiba, saya disambut oleh sampah-sampah berserakan di atas pasir! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_ooooh.gif' alt='&#58;&#45;&#111;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#111;' /></p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/01/sampah-pandansari.jpg' alt='Sampah berserakan di Pantai Pandansari' /></p>
<p>Saya menduga sampah-sampah ini terbawa ombak dari Pantai Samas yang memang jaraknya ndak begitu jauh. Pantai Samas kan emang kotor. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_sad.gif' alt='&#58;&#40;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#40;' /></p>
<p>Mungkin akibat tingginya gelombang laut akhir-akhir ini, sampah-sampah dari Pantai Samas terbawa obak berpindah ke sini.</p>
<p>Selain sampah ranting dan kayu-kayu, saya menemukan sampah-sampah plastik dan sisa-sisa kebiadaban manusia yang suka membuang sampah sembarangan. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_angry.gif' alt='&#120;&#40;' class='wp-smiley' width='34' height='18' title='&#120;&#40;' /></p>
<p>Benar-benar ndak enak dipandang mata! <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_waiting.gif' alt='&#58;&#45;&#119;' class='wp-smiley' width='23' height='18' title='&#58;&#45;&#119;' /></p>
<p>Coba liat gambar di bawah ini. Perbedaannya sangat jauh, bukan?</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/01/perbandingan.jpg' alt='Perbandingan keadaan di Pantai Pandansari' /></p>
<p>Gambar di sebelah kiri diambil pada tanggal 7 Juli 2007. Masih bersih dan sangat menyenangkan sekali.</p>
<p>Sedangkan gambar di sebelah kanan diambil pada tanggal 5 Januari 2008. Begitu menyedihkan dan memprihatinkan. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_sad.gif' alt='&#58;&#40;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#40;' /></p>
<p>Belum lagi saya ndak bisa naik ke atas mercusuar. Padahal saya pengen banget <a href="http://blog.matriphe.com/index.php/2006/11/04/senja-di-atas-merkusuar/" title="Senja di Atas Merkusuar" target="_blank">menikmati kembali sunset dari atas mercusuar</a> setinggi 45 meter ini. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_sighing.gif' alt='&#58;&#45;&#60;' class='wp-smiley' width='24' height='18' title='&#58;&#45;&#60;' /></p>
<p>Menurut penjaganya, mercusuar ini sudah ditutup untuk umum semenjak gempa tahun 2006 lalu dengan alasan keamanan karena bangunan mercusuar banyak yang retak.</p>
<p>Lah? Kok bisa? Sebuah alasan yang aneh. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_think.gif' alt='&#58;&#45;&#63;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#63;' /></p>
<p>Padahal saya pernah naik ke sana <a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/02/24/jeng-jeng-bareng-miwako.html#pandansari" title="Jeng-Jeng Bareng Miwako">malam-malam sama Miwako</a> sekitar Februari 2007.</p>
<p>Belum lagi saya pernah ke sana beberapa bulan setelah gempa hanya untuk mendapatkan <a href="http://sandbox.cahandong.org/2006/11/04/merkusuar-pandansari.html" title="Mercusuar Pandansari" target="_blank">liputan tentang pantai ini</a> sekitar November 2006. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_think.gif' alt='&#58;&#45;&#63;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#63;' /></p>
<p>Bukankah tujuan pembangunan mercusuar ini adalah untuk obyek wisata? La kenapa ditutup untuk umum?</p>
<p>Semoga ada <acronym title="pemkab Bantul?">pihak-pihak terkait</acronym> yang bisa menjelaskan. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_waiting.gif' alt='&#58;&#45;&#119;' class='wp-smiley' width='23' height='18' title='&#58;&#45;&#119;' /></p>
<p>Ah, walau Pantai Pandansari ndak seperti dulu lagi, suasana sunset-nya tetep bener-bener eksotis!</p>
<p>Melihat sang surya perlahan-lahan tenggelam dan bersembunyi di balik horison yang tertutup awan, memberikan warna perpaduan biru dan keemasan yang menakjubkan!</p>
<p><img src='http://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/01/pandansari-sunset.jpg' alt='Suasana sunset di Pantai Pandansari' /></p>
<p>Andai saja saya ke sana bersama gadis pujaan hati, menikmati sunset dengan duduk di atas pasir yang bersih sambil bergandengan tangan..</p>
<p>Oh, betapa romantisnya.. <img src='http://jengjeng.matriphe.com/smilies/yahoo_daydream.gif' alt='&#56;&#45;&#62;' class='wp-smiley' width='23' height='18' title='&#56;&#45;&#62;' /></p>
<p>Baca juga info lengkap tentang <a href="http://sandbox.cahandong.org/2006/11/04/merkusuar-pandansari.html" title="Mercusuar Pandansari" target="_blank">Pantai Pandansari</a>.</p>
 jengjeng matriphe!]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jengjeng.matriphe.com/pantai-pandansari-riwayatmu-kini.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
