Romantisme Nostalgia Es Puter

Menikmati Es Puter

Es Puter. Siapa sih yang ndak kenal Es Puter. Es krim ala rakyat ini memberikan nuansa nostalgia dan romantisme tersendiri. Namun es ini mulai jarang ditemui karena tergerus oleh es krim-es krim modern cepat saji. Beruntung, ketika menjelajahi gang-gang sempit perkampungan tua di Kotagede, kami menemui penjual es yang biasa berkeliling ke kampung-kampung ini.

Situs Watu Gilang, Tonggak Sejarah Mataram Islam

Situs Batugilang di Kotagede

Menyusuri Kotagede membawa kita seolah-olah terlempar ke masa lalu. Bangunan-bangunan tua yang bertebaran serta berbagai peninggalan kerajaan Mataram Islam menjadikan Kotagede layak untuk dijadikan obyek wisata budaya. Selain menyimpan berbagai heritage, Kotagede memiliki sejarah tersendiri. Konon Kotagede adalah kota tertua yang menjadi cikal bakal Kerajaan Mataram Islam yang kemudian berkembang menjadi Kraton Yogyakarta dan Surakarta. Kali ini saya bersama Annots dan Didit melakukan pendoyokan untuk menelusuri kembali jejak-jejak kerajaan Mataram Islam yang mungkin sudah terlupakan.

Sendang Sono, Lokasi Pembaptisan Pertama di Jawa

Berdoa di depan Goa Maria

Berwisata ke lokasi wisata religi ternyata mengasyikkan. Merenung dan berinstropeksi kepada Tuhan di tempat yang memiliki sejarah tersendiri rupanya memberikan sensasi berbeda. Dari Puncak Suroloyo, jeng-jeng kami lanjutkan ke kawasan wisata religi umat Katholik, Sendang Sono. Lokasi ini selain memberikan pengalaman rohani bagi umat Katholik, juga memiliki sejarah tersendiri. Belum lagi pemandangan dan suasana alamnya yang rasanya cukup layak dijadikan tempat wisata.

Sunrise Hunting di Puncak Suroloyo

Sunrise Hunting di Puncak Suroloyo

Ini adalah jengjeng wal ndoyok pertama saya di tahun 2008. Kalo dulu saya pernah melakukan Sunset Hunting di Ratu Boko, kini giliran Sunrise Hunting yang saya lakukan. Terdengar menyenangkan. ;)) Tentu saja. Apalagi demi mengejar sinar matahari pertama di awal tahun 2008, membutuhkan perjuangan yang cukup tolol berat.

Liburan ala Blogger

Liburan ala Blogger

Bagaimana liburan panjang temen-temen. Seru. Mengasyikkan. Atau justru menyebalkan. Apa yang temen-temen lakukan pada liburan kemarin.

Mengingat Kembali Sejarah Hari Ibu

Mandala Bakti Wanitatama

Hari Ibu mengingatkan saya pada sebuah bangunan yang berkaitan erat dengan peringatan Hari Ibu ini, namun sering kita lupakan. Mungkin ndak banyak yang tau kalo ternyata Jogja punya peranan yang amat penting atas tercetusnya tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu. Nah, di Jogja ada sebuah bangunan yang menjadi monumen untuk mengingat peristiwa sejarah lahirnya Hari Ibu. Bangunan ini mungkin banyak yang ndak menyangka, karena seringnya bangunan ini digunakan untuk acara resepsi pernikahan dan pameran, kalo punya kisah sejarah tersendiri. Bangunan ini adalah gedung Mandala Bhakti Wanitatama.

Candi Ijo, Letaknya Paling Tinggi di Jogja

Candi Ijo, Terletak Paling Tinggi di Jogja

Menuju ke arah selatan dari Petilasan Ratu Boko, kita akan menemukan kompleks candi yang unik. Konon candi ini merupakan candi yang letaknya paling tinggi bila dibandingkan dengan candi-candi lain di Jogja. Candi Ijo, dinamakan demikian karena candi ini merupakan markas Kolor Ijo terletak di Gumuk Ijo atau Bukit Hijau yang memang eksotis pemandangannya. Setelah dilanda kepenatan yang amat sangat, berkunjunglah saya bersama doyoker trainee #1 yang merangkap guide saya ke sana untuk sekedar menenangkan pikiran. :)  .

Musicademia, Harmony in Diversity

Musicademia, "Harmony in Diversity"

Rabu (21/11) malam, saya dan anak-anak Marko yang tersisa di Jogja, Yudhi ama Sepep yang barusan wisuda plus Didit Kuya, berkesempatan nonton konser Musicademia dengan tajuk "Harmony in Diversity" yang menampilkan Twilite Orchestra yang dikonduktori oleh Addie MS. Ini kesempatan langka, mengingat saya belum pernah nonton konser semacam ini. Selain itu, ini merupakan acara lain Marko selain bermain tennis karena sudah lama ndak turing. ;)) Kami pun menyebut diri kami MarkoDEMIA. De Marko nonton Musicademia.

Porsi Romusha Shoyu Ramen

Shoyu Ramen

Beberapa waktu yang lalu, Uthie ngiming-imingi saya mi Jepang alias Ramen. Setelah kemecer dan menelan ludah, akhirnya kemarin itu saya berkesempatan mencicipinya bareng sama Cyapila, juragan JAV Koh Budiyono, dan temen-temen sok nJepang ID-Anime Jogja. Yang istimewa, warung yang terletak di Jalan Kaliurang Km. 10-an ini ndak seperti restoran-restoran ala Jepang. Bahkan terkesan nJawani.

Candi Barong, Memuja Dewi Kesuburan

Candi Barong, Memohon Kesuburan dari Dewi Sri

Kerinduan saya akan candi kembali terobati. Beberapa hari ini saya ndak bisa konsen kerja karena pikiran ini selalu terbayang-bayang akan batu candi. :)) Hari Ahad (11/11) kemarin, saya dan rekan ndoyok saya kembali berpetualang ke Candi Barong untuk beribadah setelah lama vakum keluyuran. Petualangan tolol kali ini sedikit beda, karena bisa dibilang petualangan kami kemarin merupakan training dan diklat kepada para doyoker trainee sekaligus memperkenalkan kegiatan ndoyok kepada seorang tamu. :)) Para doyoker trainee itu adalah Annots dan Cyapila, sedangkan tamu kami hari itu adalah seorang mahasiswi tersesat bernama Tika yang ndak kebangetan Ika.