Pas mudik Lebaran ke Surabaya beberapa waktu yang lalu, saya berkesempatan mencicipi kembali beberapa makanan khas yang kini agak sulit ditemukan. Salah satu makanan ini adalah Pecel Semanggi.
Makanan ini konon sudah hampir punah karena sulit ditemui. Penjualnya rata-rata adalah ibu-ibu paruh baya yang berdagang keliling dengan menyunggi besek berisi bahan-bahan pecel. Kendala utama sih di faktor bahan dasarnya, yaitu daun semanggi.
Konon makanan ini juga sudah merambah restoran dan hotel-hotel, namun menurut saya, lebih mantab kalo kita mencicipinya langsung dari penjual tradisional.