Berkumpul bersama teman-teman yang menyenangkan di tempat yang mengesankan pada hari bertambahnya usia rupanya menjadi kado indah saya yang mungkin entah ndak akan saya dapatkan lagi.
Terima kasih, semuanya! 🙂
Berkumpul bersama teman-teman yang menyenangkan di tempat yang mengesankan pada hari bertambahnya usia rupanya menjadi kado indah saya yang mungkin entah ndak akan saya dapatkan lagi.
Terima kasih, semuanya! 🙂
Acara Juminten kemarin sedikit berbeda. Selain gojek kere, guyon goblok, dan nggedebus nggambus, para jelata juga kedatangan tamu istimewa.
Tamu istimewa yang datang ke Titik Nol Kilometer kemarin itu adalah pakar marketing online Mas Nukman Luthfie dan pakar SEO Mas Keke.
Jogja tak pernah sepi, tak pernah mati. Setiap sudutnya selalu menyapa dan menawarkan selaksa makna, begitu KLA Project menuliskannya dalam lagu.
Salah satunya adalah di seputaran titik nol kilometer. Maklum saja, di tempat inilah pusat kota Jogja yang sebenarnya.
Berbagai macam rupa manusia pun ada di sana. Berkumpul dan bercengkrama menikmati suasana kota.
<img src='https://jengjeng.matriphe.com/wp-content/uploads/2008/02/wiki-cahandong1.jpg' alt='‘ />
Beberapa hari terakhir ini saya malas ngeblog. Malas posting, malas blogwalking, apalagi komen.
Ada sesuatu yang membuat saya malas melakukan aktivitas wajib sebagai bloger itu. Dan sesuatu yang laknat terkutuk yang membuat saya malas itu adalah bernama Wiki!
Meski pun wiki bukanlah hal baru, namun kini benda ini menjadi mainan racun baru yang mengasyikkan memabukkan di kalangan para eblis CA.
Ini kah tren sesat yang melenakan itu? Pemirsa, inilah Insert Investigasi. Biarlah! Yang penting kami menikmati tren sesaat ini. ;))
Bagaimana liburan panjang temen-temen?
Seru? Mengasyikkan? Atau justru menyebalkan?
Apa yang temen-temen lakukan pada liburan kemarin?
Jeng-jeng? Keluyuran? Berkumpul bersama keluarga? Ndak ke mana-mana? Atau malah jatuh sakit? ;))
Saya sendiri mengisi liburan dengan cara yang beda. Bersama temen-temen blogger Jogja, kami mengisi liburan ala blogger! 😀
Ternyata ndak harus jadi seorang seleblog untuk bisa diliput koran. Buktinya, ada seorang gembel kere lusuh fakir benwit yang kok bisa-bisanya nongol beritanya di koran.
Bukan, bukan si gembel itu mbikin sesuatu yang heboh, mbikin aliran baru Al Jengjengiyah Al Islamiyah dan ngaku-aku jadi rasul baru, bukan! Gembel tersebut masuk koran gara-gara BLOG!
Kok bisa? 😕
Hari Senin, 17 September 2007 kemarin, saya dan temen-temen mendapatkan kesempatan bagus, bertemu dengan salah satu tokoh penting di blogosphere, Pak Budi Putra.
Acara ketemuan ini sebenernya berawal dari acara Roadshow Nokia Nseries Blogging Workshop yang dilakukan di 5 kota. Kebetulan setelah di Semarang, Jogja menjadi kota tujuan berikutnya sebelum roadshow ini berlanjut ke Surabaya.
Dalam sejarah, acara kopdar kemarin itu adalah acara kopdar paling serius yang pernah saya ikuti. Banyak hal yang secara pribadi saya petik ketika berbincang dan berbagi dengan beliau.
Sebenernya saya ingin memenuhi janji saya kemarin, tapi apa daya, sepertinya saya tidak dapat memenuhinya. Serangan kopdar bertubi-tubi membuat saya terserang overkopdar. Duit terkuras, badan lemas, posting pun jadi malas. Ah, sesuatu yang berlebihan dan terus menerus itu ternyata tidak baik, jendral!
Ya, ya, saya cuma mau melacak balik laporan Month of Kopdar! yang sudah diposting di CahAndong. Silakan baca-baca dan berimajinasi saja bagaimana rusuhnya kopdar itu. 😀
Biar meriah, pastikan juga Anda membaca postingan kopdar itu sambil mendengarkan Lagu Kopdar yang menurut saya wagu, ra mutu, dan kualitas rekamannya jelek ini. Heheh.. :)>-
Thanks to Mas Anang sang fenomenal! 😉 Kapan saya bisa kopdar bareng Anda, Mas? ;;)
Kalo menurut saya, kopdar tuh adalah suasananya, rasa kebersamaan dan persaudaraannya. Kalo soal foto-foto, makan-makan, dan jalan-jalan, itu sih resikonya. 😀 Buat apa kita rame-rame nyanyi-nyanyi, ketawa-ketawa, tapi ndak bisa menikmati suasana? Tul, gak?
Ah, cukup sudah. Aku ingin pergi. Menikmati sendiri. Menjerat sunyi. Mencumbui Gadiza Fauzi sepi.
Aku ingin pulang.. 🙁
Sebenernya saya bingung mo posting gimana. Bayangkan saja, setelah dihajar hatrick kopdar, kini saya dan temen-temen kudu melayani serangan blogger-blogger dari luar Jogja.
Bisa dibilang ini Hari Raya Kopdar. La setelah beberapa waktu saya berpuasa kopdar, kini saatnya berhari raya. Ditambah tamu-tamu yang datang ke Jogja berasal dari jauh semua, membuat nuansa hari raya semakin terasa! \:d/
Mulai tulisan ini, saya mencoba menuliskan suasana kopdar yang saya alami secara bertahap. Rasanya terlalu panjang kalo ditulis di dalam satu postingan. Yah, lumayan lah buat refreshing selama mengurusi yudisium yang melelahkan setelah dicabut status saya sebagai mahasiswa. 😀
Kopdar pertama adalah di Pantai Pandansari, pantai eksotis yang memiliki sejuta kenangan. *lirik Monik* Pantai dengan sebuah mercusuar menjulang yang jarang dijangkau orang. 😀