Travellous: Sebuah Novel Perjalanan

Buku Travellous

Saya bukan orang yang suka membaca novel. Namun membaca buku Travellous karya Andrei yang diangkat dari tulisan-tulisan di blognya ini cukup membuat saya terlarut dalam alur cerita. Dalam semalam buku setebal hampir 250 lembar itu habis terbaca.

Saya berjumpa langsung dengan si penulis di Wetiga, tepat setelah acara launching bukunya di MP Book Point, Kemang. Itu pun setelah dikenalkan oleh sang Juragan. Saya langsung membeli sebuah bukunya dan meminta tanda tangannya.

Buku yang penulisannya bergaya novel ini cukup enak dibaca. Tuturnya mengalir dan khas banget bergaya blogger, lengkap dengan “kenarsisannya”. Jangan harap bisa menemukan pemaparan tentang lokasi-lokasi menarik di sini, karena Andrei lebih bercerita tentang kisah-kisahnya selama perjalanan.

Buku ini tersusun atas 4 chapter, di mana pada chapter pertama, Andrei bercerita tentang pengalamannya pertama kali travelling ke luar negeri, terutama Eropa. Bagian inilah yang menjadi favorit saya.

Cerita tentang kenekadannya berangkat ke luar negeri dengan modal minim membuat saya termotivasi untuk mlakukan “kebodohan” yang sama. Seru, menggelikan, konyol, mengundang tawa, dan keren.

Saya suka kutipan yang saya ambil dari halaman 12 berikut ini:

Saya jadi ingat seorang teman yang hobinya ke luar negeri cuma untuk hunting barang bermerek berkelas dunia. Jangan pernah bertanya padanya bagaimana rasanya berjalan jauh sambil memanggul ransel seberat puluhan kilo, pengalaman bermalam di hostel ajaib, atau survival dengan sebungkus mi instan di negara lain. Saya pernah melihat album foto jalan-jalannya. Pose-posenya berlatar hotel bintang lima, sedang berendam di spa atau manikur di salon yang bertarif jutaan rupiah. Orang-orang seperti teman saya itu ke luar negeri untuk membeli barang, bukan membeli pengalaman.

Masuk ke dalam chapter kedua, Andrei lebih banyak bercerita tentang dirinya, mulai dari akitivitasnya hingga kisah cintanya. Pengalaman perjalanannya pun ditulis demi mendukung kisah dan aktivitas yang dia lakukan. Saya seperti de javu dengan isi chapter ini. Bila pernah membaca buku Edensor karya Andrea Hirata, isi chapter ini mirip-mirip dengan buku tersebut. πŸ™‚

Di chapter ketiga dan chapter bonus, Andrei menuliskan kenangan-kenang yang ia alami selama berada di Eropa. Kisah hidupnya lebih banyak dituliskan daripada kisah-kisah perjalannnya, walau tetap saja menarik untuk diikuti.

Secara umum buku ini lebih menceritakan secara personal pengalaman-pengalaman travelling Andrei. Berbagai tips dan trik melakukan perjalanan juga dituliskan Andrei secara tersirat, semacam bagaimana menghadapi petugas imigrasi, melakukan hitch hiking (meminta tumpangan mobil pada orang di jalan), bertahan hidup ketika backpacking, hingga hal-hal sepele mengenai tradisi dan kebudayaan di Eropa yang berbeda dengan di Indonesia.

Saya dan Andrei Budiman

Pribadi Bung Andrei yang juga dedengkot salah satu komunitas traveller lintas negara ini juga ramah dan asyik diajak ngobrol. Tak disangka dari penampilannya yang sederhana itu dia sudah melintasi berbagai negara di Eropa.

Semoga sukses untuk Bung Andrei! Semoga saya juga bisa meraih mimpi-mimpi saya, seperti pesan yang disampaikan di dalam buku ini.

“Keep ur spirit travel rock’n!”, begitu pesan Andrei ketika menandatangani buku saya. πŸ™‚

40 thoughts on “Travellous: Sebuah Novel Perjalanan”

  1. waduh mas zam dah ngiler buat travelling ke luar negeri gara2 novel ini..pastinya dia lebih nekat daripada mas andrei..la dia raja pendoyokan kok.hehehe

    jadi ingat “BALADA SI ROY” nya GOLA GONG

  2. Mas boleh baca juga buku The Naked Traveller karya Trinity penerbit C|Publishing. Bukan novel sih, seperti kumpulan esai, tapi tetap ttg Traveling dan bahasanya enak dibaca.

  3. Hehehe..akhirnya mas Matriphe ketemu juga..
    masih sering di SIC kah mas?
    Boleh tow aku add di blogroll ku?
    Hehehe…
    Nuwbie nich..baru seneng2nya self journalism..
    :d:d

  4. Saya belum baca,tapi melirik blog penulisnya…sepertinya menarik πŸ˜€
    *menggugah jiwa berkelana saya yang hampir padam..*
    =-=-=
    *Menunggu jengjeng dibukukan juga πŸ˜€ *

  5. Amin dab.. smoga mimpi2mu bisa tercapai spt pesan dlm buku tsb.
    Skr jadi kutubuku yo dab? sip!
    btw, tgl 10 ian rabi. Trus bar iku, kw po aku disik dab? πŸ™‚

  6. iya mas…kalau lihat wajah bang adrie lebih mirip anak rumahan. Malah lebih cocok wajah mas jadi backpacker hehehe serem gitu log ada brewoknya hahahah maaf.

  7. “Orang-orang seperti teman saya itu ke luar negeri untuk membeli barang, bukan membeli pengalaman.”

    Bukannya mayoritas orang-orang Indonesia gitu ya? πŸ˜• Yang dicari nomer 1 ya tempat belanja. Objek-objek wisata dah pasti jadi nomor sekian. Menyedihkan ya… πŸ™

  8. wah, buku yang layak koleksi ni..
    ehem, “Tuturnya mengalir dan khas banget bergaya blogger, lengkap dengan β€œkenarsisannya”.” — ini rukun pertama blogger yak? πŸ˜€

  9. Wah mereview juga to? πŸ™‚

    Kalau ada waktu silakan mampir ke blogku ya.ada survey masalah online shopping di sana.

    Terima kasih. πŸ™‚

    Oia, semoga nanti yang mereview bukunya Andrei diikutkan di film Travellous..minimal jadi figuran lah…hehehe…

  10. Dear my friend,

    Salam kenal,
    Wahh..sprtinya bagus nih utk dibaca, krn kebetulan sy org yg suka traveling, bahkan kepelosok2 daerah yg sama skali blm pernah dikujungi byk org..tp blm pernah ke luar negeri, mgkn suatu hari nanti I will..thanks infonya

    Salam,

    eny hartenis^^v

  11. saya termasuk orang yang membeli buku karena kovernya. jadi kalo liat buku ini pasti pengen cepet2 beli hehe gara-gara kover bro :p
    tapi pernah beli buku catatan perjalanan yang kovernya bagus banget tapi isinya welehweleh …
    menurut yang sudah baca apakah saya tidak akan rugi beli buku ini? (padal belum punya uang) wekekeke
    oya, aku lg baca buku ttg perjalanan juga, judulnya agak gay tapi

    Honeymoon With My Brother

    Kalo mau baca tentangnya, mampirlah kelapak saya yang jelek hehe

  12. Keren Men … !!!
    Sumpah jadi membara banget semangat ini,
    Eropa … itu salah satu benua yang pengen banget gw jelajahi, gw akan berusaha keres untuk merealisasikan itu semua. Gw yakin tinggal menunggu waktu yang tepat aja. Gw berprasangka baik kpd Allah, pasti Allah akan mengabulkan keinginan gw itu.
    Ada yang mw nwmwnin ga ?!!
    (Amsterdam, Paris, Roma, Birmingham, Frankfurt,, dll) .. Tunggu aku datang !!^^v^^v

Comments are closed.