Museum Bank Indonesia, Museum Bermultimedia
Masih di seputaran Kota Tua, saya pun mengunjungi Museum Bank Indonesia, yang terletak di Jl. Pintu Besar Utara No. 3, Jakarta Barat. Museum ini kembali membuat »
Sebenernya sudah lama saya mo posting ini, tapi kemarin masih kerepotan dan belum bisa berhubungan dengan dunia internet, maka baru sekarang saya sempat posting. Biar basi yang penting posting! Hari Jumat-Sabtu (7-8/12) lalu saya berkesempatan jeng-jeng ke Jakarta. Kesempatan ini merupakan pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Jakarta. Huehehe, maklum wong ndeso! Banyak pengalaman yang »
Pas guwa ke Jakarta beberapa waktu yang lalu, guwa sempet nyobain nyang namenye kulineran Jakarte. Salah satunya adalah Soto Betawi. Padahal nyang namanya jalan-jalan, belon lengkap kalo kagak makan-makan. Bener, kagak tuh? Ah, ndak enak ngomong gaya Jakarta. Lidah Jawa medok gini ndadak nggaya, sok-sokan, kemlinthi, pake bahasa Jakarte. Pake lu-guwa lu-guwa segala.. Guwajingan, lu! Wis, biasa »
Bloger Days di Jakarta kemarin berlangsung beda. Ndak, saya ndak ngomongin soal acara Blogger Day yang digagas British Council itu, namun Bloger Days versi saya. Empat hari tiga malam saya terdampar di kota laknat Jakarta semakin meneguhkan anggapan saya bahwa di Jakarta itu banyak penggoda iman.. Hari pertama, saya menginjakkan kaki di stasiun Pasar Senen »
Gang Kelinci rupanya ndak hanya terkenal di dalam lagu, namun Gang Kelinci juga menyimpan cita rasa kuliner yang melegenda. Beberapa waktu yang lalu, saya berkesempatan mencicipi menu ini bersama Mas Iman Brotoseno dan Mas Ipul pas saya ke Jakarta beberapa waktu yang lalu. Perjalanan kuliner kami berawal dengan disambut hujan. Berlari-lari kecil menyusuri lorong-lorong toko yang kebanyakan »
Sudah sekitar seminggu ini saya tersesat di belantara berkedok kota yang bernama Jancukarta Jakarta. Tentunya sebagai pendatang baru yang ikut berpartisipasi menyesaki kota ini, banyak kesan dan pengalaman yang saya dapat. Secara umum, mungkin sudah pada tau lah, gimana sih bentuknya Jakarta. Namun bagi saya, sesuatu itu selalu ada hikmahnya. Ada pelajaran yang senantiasa bisa kita »
Maap. Jakarta yang laknat telah menyita waktu saya. Membuat saya kesusahan dalam ngeblog dan urusan duniawi lainnya. Sampai jumpa di postingan selanjutnya!
Belum sebulan kesasar di Jakarta, saya kok sudah kangen sama Jogja. Nah, untuk mengurangi rasa kangen, saya pun kemecer pengen makan gudeg. Ternyata, mencari gudeg di Jakarta ini gampang-gampang susah. Mencari gudeg dengan rasa original yang nJogja banget, membutuhkan kemampuan ndoyok yang super. Setelah bertanya sana-sini, saya mendapatkan beberapa informasi tentang koordinat gudeg yang boleh dipoedjiken. Rupanya seperti »
Di antara gedung-gedung pencakar langit Jakarta, rupanya ada sebuah masjid tua yang seolah-olah tenggelam di antara kaki-kaki gedung-gedung itu. Terletak di pusat kota, rupanya ndak banyak orang yang tau tentang keberadaan masjid yang memadukan corak Cina, Betawi, Hindu, dan Arab ini. Sore itu saya langsung tercengang ketika melihat siluet potongan atap berarsitektur Cina, terselip di antara kaki-kaki »
Setelah sukses dengan Beringharjo Hunting Tour, JalanSutra kembali menggelar acara Ngupas Benhil (Ngubek Pasar Bendungan Hilir). Selain menguak lokasi makan di dalam pasar, acara ini menjadi istimewa karena ada pembagian buku kuliner edisi ke-4yang ditulis oleh para dedengkot JS. Hujan yang turun sejak dini hari sempat membuat saya agak bermalas-malasan. Sempat terpikir saya mo ndak dateng. Tapi »
Sebelum acara Ngupas Benhil, sebenernya saya udah melakukan acara pre-ngubek pasar. Bersama Yudi dan Pito, saya menjelajah Pasar Subuh Blok M Sabtu dini hari. Hujan yang turun sejak lepas tengah malam hari itu membuat suasana menjadi semakin mencekat. Hawa dingin menusuk kulit, pedih sepedih tusukan jarum-jarum air yang tak kunjung reda. Ah, tapi masih lebih pedih bila »
Sebenernya kapan sih waktu yang mantab untuk makan bubur ayam? Pagi? Siang? Malam? Urusan buryam begini, si Nona van Bogor lebih pandai berpantun, eh menuntun. Namun pas Ngubek Pasar Subuh Blok M beberapa waktu yang lalu, saya mendapatkan sensasi berbeda dari bubur ayam. Menikmati bubur ayam dengan backsound adzan Subuh! Bubur Ayam, siapa sih yang »
Rasa penasaran saya terhadap bangunan berarsitektur Indische dengan gaya Nieuw-Zakelijk yang terletak di depan Stasiun BEOS (Jakarta Kota) tertuntaskan sudah. Museum Bank Mandiri, nama gedung itu benar-benar membuat saya puas dan merasakan nuansa berbeda dari museum-museum yang saya kunjungi sebelumnya. Saya termasuk orang yang suka dengan museum, bangunan tua, heritage, dan sesuatu yang menyimpan cerita sejarah. Berkunjung ke »
Masih di seputaran Kota Tua, saya pun mengunjungi Museum Bank Indonesia, yang terletak di Jl. Pintu Besar Utara No. 3, Jakarta Barat. Museum ini kembali membuat saya takjub. Konsep museum yang ditawarkan oleh Museum BI ini sangat keren dan berbeda dengan museum-museum lainnya. Walau dari luar, bangunan bekas De Javasche Bank ini nampak tua, namun jangan berharap »
Masih di seputaran Kota Tua, saya pun mengunjungi Museum Bank Indonesia, yang terletak di Jl. Pintu Besar Utara No. 3, Jakarta Barat. Museum ini kembali membuat »
Rasa penasaran saya terhadap bangunan berarsitektur Indische dengan gaya Nieuw-Zakelijk yang terletak di depan Stasiun BEOS (Jakarta Kota) tertuntaskan sudah. Museum Bank Mandiri, nama gedung itu »
“Setelah hampir duapuluh tahun tidak ada yang merayakan ulang tahun saya”, ucapan lirih penuh haru itu keluar dari mulut Kang Gembul, malam itu. Saya bisa merasakan »
Berawal dari rasa penasaran saya terhadap nama menu yang cukup terkenal di Bogor ini, saya pun akhirnya mencobanya. Rasa penasaran saya semakin bertambah apalagi setelah melihat »
Sebenernya kapan sih waktu yang mantab untuk makan bubur ayam? Pagi? Siang? Malam? Urusan buryam begini, si Nona van Bogor lebih pandai berpantun, eh menuntun. »
Saya jadi teringat tebak-tebakan jaman kecil dulu. “Penjual apa yang menjajakan dagangannya dengan cara menangis?” Yak, pedagang Kue Putu, jawabannya. Bukan karena penjualnya beneran nangis, namun »
Pas keluyuran ngicip-icip penganan di Bogor kemarin, saya menemukan penjual soto yang menggunakan kecap (cap) Zebra. Konon kecap ini adalah kecap asli Bogor yang telah ada »