
Sebenernya saya ingin memenuhi janji saya kemarin, tapi apa daya, sepertinya saya tidak dapat memenuhinya. Serangan kopdar bertubi-tubi membuat saya terserang overkopdar. Duit terkuras, badan lemas, posting pun jadi malas. Ah, sesuatu yang berlebihan dan terus menerus itu ternyata tidak baik, jendral!
Ya, ya, saya cuma mau melacak balik laporan Month of Kopdar! yang sudah diposting di CahAndong. Silakan baca-baca dan berimajinasi saja bagaimana rusuhnya kopdar itu. 😀
Biar meriah, pastikan juga Anda membaca postingan kopdar itu sambil mendengarkan Lagu Kopdar yang menurut saya wagu, ra mutu, dan kualitas rekamannya jelek ini. Heheh.. :)>-
Thanks to Mas Anang sang fenomenal! 😉 Kapan saya bisa kopdar bareng Anda, Mas? ;;)
Kalo menurut saya, kopdar tuh adalah suasananya, rasa kebersamaan dan persaudaraannya. Kalo soal foto-foto, makan-makan, dan jalan-jalan, itu sih resikonya. 😀 Buat apa kita rame-rame nyanyi-nyanyi, ketawa-ketawa, tapi ndak bisa menikmati suasana? Tul, gak?
Ah, cukup sudah. Aku ingin pergi. Menikmati sendiri. Menjerat sunyi. Mencumbui Gadiza Fauzi sepi.
Aku ingin pulang.. 🙁