Tag: de marko

  • Ndoyok

    Doyoker Perintis

    Dalam beberapa postingan, saya sering menyebutkan istilah “ndoyok”. Pun banyak juga yang bertanya tentang arti kata “ndoyok” itu tadi.

    Ndoyok sering disebut bersamaan dengan jeng-jeng. Walau artinya mirip-mirip, namun ada perbedaannya.

    Kata “ndoyok” bukan merupakan salah satu kata gaul ala Jogja. Maknanya hanya bersifat lokal-personal dan ndak semua orang ngerti artinya.

    Nah, kali ini saya akan menjelaskan soal makna kata “ndoyok” dan asal-usulnya. 😀

    (more…)

  • Musicademia, Harmony in Diversity

    Musicademia, "Harmony in Diversity"

    Rabu (21/11) malam, saya dan anak-anak Marko yang tersisa di Jogja, Yudhi ama Sepep yang barusan wisuda plus Didit Kuya, berkesempatan nonton konser Musicademia dengan tajuk “Harmony in Diversity” yang menampilkan Twilite Orchestra yang dikonduktori oleh Addie MS.

    Ini kesempatan langka, mengingat saya belum pernah nonton konser semacam ini. Selain itu, ini merupakan acara lain Marko selain bermain tennis karena sudah lama ndak turing. ;))

    Kami pun menyebut diri kami MarkoDEMIA! De Marko nonton Musicademia! :))

    MarkoJAK? Ah, ndak ada apa-apanya! MarkoJAK mosok kopdar naek TransJakarta terus ngeluyur ke mol! :-j

    (more…)

  • Who’s Next?

    Who's next?

    Ini postingan ke sekian kali yang bernada sedih. :-<

    Setelah bermenyek-menyek pas farewell party-nya De Marko, juga hengkangnya Ridlo dari Jogja untuk pulang ke Jakarta karena diusir sama Pak Sugeng sang pemilik kos, juga Wini yang jadi te-ka-we di Abu Dhabi untuk jadi tukang peras susu onta, kini giliran seorang rekan yang akan meninggalkan Jogja. 🙁

    Sedih, tapi juga bangga dan bahagia. Satu persatu kami harus mulai menata kembali jalan untuk mencapai masa depan yang semoga lebih baik. Jadi jongos kumpeni di negeri kaya nan miskin ini. :-<

    Kutunggu cerita suksesmu, Pic! 😉

    And who’s next? Didit? Adi? Arnanto? We’re just counting the time, fellows.. 🙂

    Ah, Yogyakarta. Setiap sudutnya adalah kenangan. Setiap jengkalnya adalah harapan. Aku makin cinta dengan kota ini. 😡

    Sampai jumpa lagi, kawan! Sungguh aku benci mengucapkan kalimat ini.. 🙂

  • Sampai Jumpa Lagi, De Marko!

    De Marko Farewell

    Rasanya baru kemarin kita registrasi bareng, rasanya baru kemarin kita ngisi KRS bareng, rasanya baru kemarin kita key-in bareng, rasanya baru kemarin kita kuliah bareng, rasanya baru kemarin kita ujian bareng, tapi tak terasa sudah 5 tahun kita bersama..

    De Marko. Kemarin kita dari Gunungkidul, menjelajah pantai perawan nan eksotis itu. Sebelumnya kita menjajah Dataran Tinggi Dieng yang memanjang itu. Belum lagi Merapi yang kini semakin menjadi itu. Baru kemarin kan, kita keluyuran bersama?

    Kenangan bersama kalian tak terlupakan. Kegilaan kita tak akan tergantikan. Kisah-kisah perjalanan kita tak akan terulang.

    Sampai jumpa lagi, kawan! Semoga sukses dapat kita capai bersama, walau dengan cara yang berbeda-beda. 🙂

    Buat yang belum selesai, ayo segera nyusul! 😀

    De Marko adalah Yudhi, Aan, Ridlo, Febri, Kuya, Koje, Nungky, Nyai, Tupic, Kailani, Heru Narsis, Heru Riyanto, Mantri, Budi, Beben, Didit, Arnanto, Ricoh, Adi, Hugo, Andi Mun, dan anak-anak ELINS 2002 yang tidak dapat disebutkan dan di-link satu per satu..